
10 menit perjalanan, akhirnya Zet sampai di basecamp yang di teras sudah di tunggu oleh Jhon dan Diana dengan wajah gelisah.
Woshhhh....
Kyakkkkk.....
"Jangan berteriak bodoh!" ucap Bima menyentil paruh Zet.
Kyakkkkkkk....
Bukannya diam, Zet malah berteriak semakin keras membuat Diana dan Jhon berlari menghampiri.
"Astagaaa! pah! bawa masuk pah cepat!" teriak Diana histeris saat melihat kondisi Bima.
"Hehehe...." Bima cengengesan menyimpan kekesalan pada Zet yang sudah kembali masuk ke alam Surgawi untuk ikut berpesta di sana.
Jhon membantu Bima masuk ke basecamp secara perlahan sedangkan Diana memanggil semua orang yang masih belum tidur karena Bima belum juga kembali.
Bima di dudukan di sofa ruang TV, baju, jubah, dan celana panjang Bima di lepas oleh Silvia dan luka Bima langsung di tangani dengan cepat sambil menangis sesenggukan.
"Apa ***?" tanya Bima saat melihat Riski meringis meringis sendiri.
"Ngilu blokk! panjang banget lagi!" jawab Riski memeluk istrinya karena tidak sanggup melihat Bima.
Silvia menekan dada bagian kiri Bima yang langsung membust Bima menjerit keras.
"Arghhhhh.....sakit yang! patah di situ!" teriak Bima.
"Maaf maaf, aku gak tau bi." ucap Silvia mengusap wajahnya berkali-kali.
"Kak, ini tembus, gimana?" tanya Indah yang menangani paha Bima.
"Hah?! tembus beneran?!" teriak Silvia kaget.
"Iya, ini serpihan-serpihan besinya masih ada." jawab Indah menunjukkan beberapa serpihan besi di atas tisu.
"Palanya juga dalem nih." ucap Julian yang bertugas menangani kepala Bima.
"Nah, pakein ini aja." ucap Bima memberikan dua botol ramuan buatan Smith.
"Di apain?" tanya Indah bingung.
"Masukin ke dalem." jawab Bima dengan santai nya.
"Ah! enggak ah! kak Via aja! gak bisa aku kak!" ucap Indah langsung mundur.
[Siapa yang gak ngilu bos hahahaha....]
Bima pun terpaksa memakai ramuan itu ke lukanya sendiri. Apa yang Bima lakukan tentu saja membuat semua orang di sana meringis ikut merasakan sakit yang Bima rasakan.
"Anyink! gatel cokk pahaku!" teriak Riski.
"Gak gini gak sembuh bro!" ucap Bima menahan perih di pahanya.
"Brengsek! ramuan apa ini cok! perih banget anjink!" teriak Bima beberapa detik setelah Julian selesai mengoleskan di kepalanya.
"Diem bi!" teriak Silvia menghapus air matanya.
"Bentar yang! sakit banget ini aduhhhh!" ucap Bima menggeliat kesakitan.
'5 menit nak, tahan, anak Adrian harus kuat.' ucap Smith.
[Anaknya Adrian harus strong!]
__ADS_1
"Cookkkkk!" teriak Bima kesakitan.
Silvia bingung mau melakukan apa supaya Bima tidak merasakan kesakitan, begitupun yang lainnya. Sampai akhirnya 5 menit berlalu, rasa sakit tadi pun seketika hilang begitu saja.
"Dah! lanjutin bi." ucap Bima dengan wajah lega.
"Lah! bisa gitu co!" ucap Riski kaget.
Silvia yang kebingungan pun melanjutkan menangani luka punggung Bima. Butuh 30 menit bagi Silvia untuk mengobati luka punggung Bima yang sangat parah itu.
Setelah semua selesai, Silvia pun membasuh tubuh Bima yang penuh darah itu menggunakan air hangat di kamar mandi kamarnya.
'Hening sekali, bicaralah bos!' ucap Kong kesal.
'Diamlah bodoh!' ucap Dexter kesal.
Setelah selesai, Bima pun di bantu memakai pakaian lalu setelah itu ia tertidur pulas dalam pelukan hangat dan penuh kasih sayang Silvia.
Keesokan harinya, pukul 08.00 Bima di bangunkan oleh Silvia untuk di basuh tubuhnya dan ganti perban di luka lukanya.
"Kamu ngapain sih sampai separah ini?!" tanya Silvia kesal bercampur sedih.
"Kerja, ngapain lagi." jawab Bima.
"HP kamu kenapa?! kok gak bisa di hubungi?" tanya Silvia.
"Rusak." jawab Bima singkat.
"Kok bisa? kemarin masih bagus kok!" tanya Silvia tidak percaya.
"Gak tau." jawab Bima singkat.
Setelah itu Bima pun berpakaian dan pergi keruang makan untuk sarapan. Bima makan dengan lahap walaupun kedua lengannya sangat sangat lemas, tapi dengan bantuan Silvia Bima bisa makan dengan normal karena di suapi.
"Hey! kau kenapa tidak latihan bodoh!" teriak Bima pada Jason yang hanya menonton teman-temannya latihan.
"Katamu kemarin di skors!" ucap Riski ingin menjitak Bima tapi tidak jadi.
"Tiga hari aja! sekarang boleh latihan! cepat!" teriak Bima.
"Baik paman!" jawab Jason dengan semangat langsung berlari ganti baju.
Sedangkan Bima masih asik menonton TV sambil minum kopi buatan Riski dan menikmati rokoknya. Bima menonton berita yang sangat heboh mengenai 20 portal yang menjadi misi guild The Devil's Crew hilang dalam satu hari sejak pengumuman beberapa hari lalu.
"Pemirsa, 20 portal yang kelasnya di gadang gadang 2x lipat dari kelas Dewa Murni hilang semalam. Menurut penelusuran kami, ke-20 portal ini sudah resmi menjadi tanggungjawab guild The Devil's Crew, tapi anehnya dalam satu malam sejak pengumuman ke-20 portal ini hilang secara bersamaan." ucap pembawa berita.
"Mari kita bersama sama mendengar kesaksian tuan Andi." ucap pembawa berita.
"Ke-20 portal sudah di bereskan kemarin oleh guild yang bersangkutan. 12 diantaranya di selesaikan seorang diri. Kami akan menuju ke basecamp guild yang bersangkutan untuk mengucapkan selamat dan menjenguk salah satu orang penting yang sedang terluka parah." ucap Andi menjawab wartawan.
"Kalau siapanya kalian bisa bertanya ke Rebecca atau hunter hunter yang semalam ikut menangani luka orang itu. Beberapa juga mengambil video, kalian bisa langsung mencari mereka." ucap Andi lalu memasuki mobil dan mengakhiri sesi wawancara.
Bima tersenyum senang karena pamannya tidak membeberkan identitasnya melalui wawancara. Pamannya itu ingin semua orang berusaha sendiri mencari siapa orang yang Andi maksud.
"Bi, di makan ya." ucap Silvia ikut duduk di sebelah Bima dengan membawakan berbagai buah buahan yang sudah siap santap.
"Buah? aku? ha?" tanya Bima kebingungan.
Silvia hanya cengengesan sambil memakan buah buahan yang katanya untuk Bima.
"Modus! bilang aja pingin makan buah! ngapa harus alesan buat aku!" ucap Bima ketus.
"Nyicip bi! pelit banget sih!" ucap Silvia.
__ADS_1
"Nyicip tuh satu potong dua potong! ini?! setengah mangkok!" ucap Bima.
Silvia tertawa geli, dia tidak bisa berhenti tertawa mendengar Bima yang marah marah.
"Mau gak? kalau gak mau buat aku aja!" tanya Silvia mengusap air matanya.
"Gak ah, buat kamu aja." jawab Bima menyeruput kopinya.
"Ya udah!" ucap Silvia menghabiskan buah buahan yang awalnya untuk Bima.
Keduanya menonton TV tanpa ada pembicaraan lebih lanjut, Bima terus mengikuti perkembangan berita yang perlahan-lahan mulai terungkap.
"Bi.." panggil Silvia.
"Hem.." jawab Bima menyeruput kopinya dengan fokus ke TV.
"Aku minta maaf ya buat waktu itu, aku salah paham bi. Aku udah denger semuanya dari mamah Berli sama Kong dan temannya itu. Aku bener bener minta maaf bi, gara gara aku kamu jadi nekat gini." ucap Silvia.
"Ha?" tanya Bima kaget.
[Wow! sejarah! wanita meminta maaf!]
"Aku minta maaf bi, aku salah sama kamu." jawab Silvia menundukkan kepala penuh penyesalan.
"Kong cerita apa aja?" tanya Bima gelisah.
"Kamu yang kesepian, terus kecemburuan kamu waktu aku gandeng kak Howard, kamu yang frustasi, kamu yang udah mati rasa, banyak deh yang dia ceritain. Aku gak bisa sebutin satu satu karena ada beberapa yang bikin aku seneng banget." jawab Silvia menatap wajah Bima dengan senyuman indahnya.
"Kong! kemari kau sialan!" teriak Bima memanggil Kong yang sedang memberikan penjelasan pada Jason.
Kong dengan wajah was-was berjalan perlahan mendekati Bima.
"Ada apa bos?" tanya Kong dengan jarak 5 meter dari Bima.
"Sini bodoh!" ucap Bima dengan wajah kesal.
Kong maju beberapa langkah sambil cengengesan memakan kacang.
"Sini loh! depanku!" ucap Bima sangat kesal.
Kong pun pasrah, dia berjalan ke depan Bima sambil cengengesan berharap Bima tidak menghukumnya.
Pletak....
"Sudah aku bilang, jangan bicara ke siapapun! bodoh!" ucap Bima pelan sambil menjitak Kong.
"Aku di sogok satu tandan pisang ambon bos! mana bisa aku menolak!" bisik Kong mengelus kepalanya.
"Murah sekali mulutmu bodoh!" ucap Bima kembali menjitak Kong dengan kesal.
"Kau dulu hanya memberiku kacang satu plastik kecil! lebih murah siapa?!" ucap Kong kembali mengelus kepalanya.
"Sialan! kau cerita apa saja?" tanya Bima.
"Semua bos." jawab Kong.
Bima menepuk dahinya, mengusap kasar wajahnya, ingin sekali dia memukuli monyet sialan satu ini.
"Tenang saja bos, soal misi aku tutup mulut rapat rapat kok." bisik Kong dengan suara seminimal mungkin.
"Bagus! sudah! lanjutkan latihannya!" ucap Bima.
Kong pun bernafas lega, dia kembali menghampiri Jason untuk melanjutkan penjelasannya.
__ADS_1
bersambung...