King Of Universe

King Of Universe
Bab 60


__ADS_3

Selesai makan, Bima pun meminta izin pada Aulia untuk latihan.


"Aku mau latihan dulu." ucap Bima meregangkan tubuhnya.


"Di alam Surgawi?" tanya Aulia.


"Aku ambil dungeon kelas Dewa Murni buat lihat kualitas bertarung." jawab Bima mengagetkan semua orang, bahkan Riski sampai tersedak.


"Pelan pelan blok!" ucap Rizal menyodorkan segelas air.


"Bima anjink cokk!" ucap Riski kesal.


"Apa salahku satt!" ucap Bima kesal.


"Gak boleh! kamu itu kalau kecapean pasti kambuh! gak! gak ada masuk dungeon!" ucap Aulia marah.


"Ayolah, aku udah lama gak bertarung." ucap Bima memohon.


"Gak ada!" jawab Aulia tegas.


"Bunda! liat aul!" adu Bima pada Aurora.


"Bener kata aul nak, kamu gak boleh kecapean dulu." ucap Aurora.


"Mah!" panggil Bima pada Berliana.


"Gak boleh." jawab Berliana langsung.


"Bunda, ayolah!" ucap Bima menatap Diana.


"Jangan harap ya!" jawab Diana menatap tajam Bima.


"Ya udah, latihan biasa di alam Surgawi." ucap Bima bohong.


"Omong kosong! dari mata kamu aja dah kelihatan bohongnya!" jawab Aulia ketus.


"Tega banget sih!" ucap Bima cemberut.


"Awas aja kalau berani ngelanggar!" ucap Aulia mengancam Bima.


"Enggak!" jawab Bima ketus.


"Lagian aneh aneh ambil dungeon kelas tinggi, dah tau lagi sakit parah." ucap Rizal.


"Bro! ini buat seneng seneng!" ucap Bima.


"Diem gak?!" ucap Aulia tegas.


"Iya.." jawab Bima langsung diam bermain ponsel.


Siangnya, saat Aulia dan Berliana pergi ke mall serta semua orang sedang sibuk pada aktivitas nya masing-masing, Bima pun langsung masuk ke alam Surgawi.


"Ayo bob!" teriak Bima.


[Aku tidak ikut ikut ya bos kalau nona Aulia ngamuk]


"Iya! cepat!" jawab Bima semangat.


Woshhhh...


Bima langsung berpindah ke sebuah hutan belantara yang sangat sunyi dan mencekam. Berbagai aura yang sangat mengerikan berseliweran layaknya cahaya yang bergerak.


Bima berjalan mengikuti benang aura yang sangat kuat, 40 menit berjalan, Bima sampai di sebuah lahan kosong yang sangat luas dengan ribuan monster kelas Dewa Neraka dalam berbagai bentuk.


"Uhuk...uhuk...cuih! ayo kita tunjukkan hasil latihan selama berjuta-juta tahun!" ucap Bima meludahkan darah segar ke samping.


Woshhhhh....


Aura Neraka yang sangat panas dengan siluet Hades di belakang Bima menyebar luas membuat semua monster langsung mengamuk dan memakai mode Combatnya.


Bima menyeringai, dia mengeluarkan pedang andalannya lalu melesat menyerang gerombolan monster di depannya.


Boomm..


Boomm..


Boomm...


Setiap tebasan dari kedua pedang milik Bima pasti menimbulkan ledakan besar yang menewaskan 2 atau 3 monster di sekitarnya.


Karena kalah jumlah, Bima pun melompat kebelakang mengambil jarak. Dia meminum beberapa potion penyembuh karena berbagai luka tusukan dan sayatan bersarang di tubuhnya.


'Ayo panggil aku boss!' teriak Kong panik.

__ADS_1


"Ini pertarungan ku, kalian tak berhak ikut campur." jawab Bima membuka segel 10% kekuatannya.


Woshhhhh..


Boomm...


Hampir 100 monster tewas meledak akibat aura Bima, dengan kekuatan yang sudah bertambah, Bima langsung melesat kembali menyerang semua monster di depannya.


Duarrr...


Duarrr...


Duarrr...


Ledakan ledakan besar terus terdengar, Bima terus bertarung walaupun di tubuhnya terdapat berbagai luka parah. Sampai akhirnya setelah 5 jam bertarung sendirian, Bima mampu membunuh semua monster di depan.


Walaupun Bima harus membayar dengan berbagai luka parah dari fisik sampai luka dalam dan luka jiwa. Bima terduduk lemas di bawah pohon menatap mayat mayat monster raksasa yang tadi dia bunuh.


[Mau di jual semua bos?]


"Jual saja." jawab Bima.


[Pendapatan bersih: 2.000.000 triliun, pajak: 100 triliun, biaya pengobatan: gratis]


"Sialan! pajaknya besar sekali!" teriak Bima kesal.


[Hehehehehe...]


"Hehhe matamu!" ucap Bima kesal.


[Maaf bos, jiwa VOC ku bangkit]


"Anjink!" umpat Bima tak habis fikir.


[Potong dikit gak ngaruh bos]


Woshhhhh.....


Tiba tiba di depan Bima muncul Aulia, Berliana, Julian, dan Kevin yang dibuat kaget melihat kondisi Bima yang sangat tragis.


"Waduh..." gumam Bima melihat wajah marah Aulia.


"Wuihhh! anjink! parah banget cokk lukanya!" ucap Julian kaget.


"Ayo vin! cepet!" ucap Julian langsung membopong tubuh Bima dibantu oleh Kevin.


Mereka membawa Bima kembali ke basecamp, saat muncul di taman belakang Riski dan kawan-kawan dibuat kaget melihat keadaan Bima yang penuh luka.


"Anjink!!!" seru Riski kaget.


"Bawa masuk." ucap Aulia dingin dengan tangan sudah mengepal keras.


"Bantuin!" teriak Julian.


Mereka bersama sama membawa Bima ke dalam rumah yang sudah di tunggu Zoya dan lainnya. Bima di baringkan di atas sofa dan langsung di tangani oleh Aulia, Zoya, dan Diana.


"Separah ini, kamu lawan berapa monster?" tanya Zoya.


"Anu...r-ribuan hehehe..." jawab Bima nyengir.


"Kelas?" tanya Zoya dingin.


"Hehehehehe...." bukan menjawab Bima hanya nyengir.


"Kelas apa?!" teriak Aulia menahan tangis.


"Anu...k-kelas D-dewa Neraka..." jawab Bima tergagap.


Plakkkk...


"Bodoh! bodoh!!!" teriak Aulia menampar pipi Bima keras.


"Ngeri banget *** dia! masih hidup lawan monster sebanyak itu." bisik Riski.


Julian hanya menganggukkan kepalanya.


[Aku tidak ikut ikutan bos]


"Aku gak bisa kalau kamu gini, aku gak kuat." ucap Aulia tiba tiba.


"Gak papa." jawab Bima santai walaupun hatinya sakit.


"Huss! gak boleh bilang gitu! gak baik!" ucap Diana menegur.

__ADS_1


"Aku bisa sembuh sendiri bun, dah sampai sini aja." ucap Bima bangkit dari tidurnya.


"Jangan, kamu masih sakit." ucap Diana.


"Aku mau latihan tertutup, sampai jumpa 3 minggu kedepan." ucap Bima lalu menghilang begitu saja.


"Haihhhh....dia keras kepala sekali!" ucap Diana menggelengkan kepalanya.


"Latihan lagi yok! fokus!" ucap Andi.


"Wokeee!" jawab Riski semangat.


"Bunda mau ngomong sama kamu sayang." ucap Diana menggandeng Aulia.


Di Alam Surgawi, Bima sedang di obati oleh Smith yang terus mengomel karena jengkel dengan kelakuan Bima.


"Kamu ini ngeyel sekali! persis seperti ayahmu! keras kepala! sialan! menyusahkan orang lain saja!" ucap Smith jengkel.


"Akukan anaknya, makanya sama." ucap Bima.


"Masuk akal juga." ucap Adrian menganggukkan kepala.


"Diamlah!" ucap Smith semakin jengkel.


"Hehehe..maaf maaf.." ucap Adrian terkekeh geli.


"Kau masih mau latihan lagi tuan?" tanya Drago.


"Iya, aku mau menyempurnakan kekuatanku." jawab Bima.


"Kau belum mendapatkan mode Bankai?" tanya Drago heran.


"Apa itu? aku belum pernah mendengarnya." jawab Bima aneh.


[Mode yang di dapat setelah menduduki titik tertinggi sebuah kekuatan. Itu untuk orang-orang dengan kekuatan standar, sedangkan kau tidak mungkin bos, kekuatanmu terlalu besar. Butuh waktu ratusan juta tahun untuk mendapatkannya]


"Aku tertarik, bagaimana pendapatmu ayah? paman?" tanya Bima pada Adrian dan Smith.


"Kalau kamu yakin bisa ya lakukanlah, tapi jangan lakukan kalau kamu ragu." jawab Adrian.


"Kalau paman?" tanya Bima.


"Lakukanlah sesukamu, asal itu baik untuk semua orang." jawab Smith masih fokus pada penyembuhan Bima.


"Bagaimana Kong?" tanya Bima pada Kong.


"Gas bos! aku mendukungmu!" teriak Kong penuh semangat.


"Kalau kau mendukung, kau juga harus mencapai mode Berserker Kong, kau sendirian yang belum mencapainya. Payah!" ucap Dexter.


"Kau sudah Zhong?!" tanya Kong menatap tajam Zhong yang sedang makan mayat monster jatah dari sistem.


"Baru saja kemarin, aku di paksa Drago." jawab Zhong santai.


"Hemph! dasar tidak setia hewan!" ucap Kong kesal.


"Kau harus mencapainya, jangan stuck di tempat tidurmu." ucap Zhong.


"Baiklah!!! aku akan latihan! sialan!" teriak Kong jengkel.


"Nanti aku dampingi." ucap Ben.


"Janji ya!" ucap Kong.


"Ya." jawab Ben singkat.


"Aku pegang kata-kata mu!" ucap Kong.


"Sudah, sudah sembuh semua." ucap Smith.


"Terimakasih paman." ucap Bima.


"Sama sama, kau harus berusaha keras untuk menggapai tujuanmu, kesampingkan semua masalahmu di luar." jawab Smith.


"Baiklah, Bob! atur waktunya! akan ku gapai mode mustahil itu!" ucap Bima semangat.


[Baiklah..]


Bima pun memulai kembali latihannya, dia berlatih dengan sangat amat keras, menghiraukan rasa sakit yang kambuh berkali-kali karena kelelahan.


Dengan Adrian dan Smith yang terus mengawasi kondisi kesehatan Bima, dia terus memaksa tubuhnya mencapai kekuatan paling tertinggi.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2