King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 102


__ADS_3

Saking enaknya, Bima pun tertidur pulas menjadikan Pom sebagai guling dan Piu sebagai bantal yang empuk dan lembut. Bima tertidur pulas sampai mendengkur, Piu dan Pom pun yang sebelumnya tidak rela menjadi alat tidur Bima malah ikut tertidur pulas.


"Sialan malah tidur!" gumam Aron kesal.


"Kalian pergi saja, biar aku yang jaga." ucap wanita itu dingin.


"Aku titip ya." ucap Aron.


Wanita itu tidak menjawab dan hanya duduk di samping Bima sembari bertapa. Aron dan Amon pun pergi meninggalkan mereka berdua, keduanya kembali ke Kerajaan Valhalla untuk melaporkan kabar gembira pada Adrian.


Bima yang sedang tertidur pulas merasa aneh karena yang dia peluk saat ini tidak berbulu dan memakai pakaian. Bima meraba raba guling hidupnya namun dia tidak menemukan empat kaki Pom, melainkan dua gundukan lembut yang besarnya 2x dari telapak tangannya.


Bima langsung membuka matanya dan berteriak ketika melihat wanita tadi tidur di pelukannya.


"Kyaaaa....." teriakan seorang pria sejati pun terdengar dari mulut Bima.


"Ssttt! jangan teriak teriak!" ucap wanita itu dengan wajah cemberut.


"K-kau siapa?!" tanya Bima mundur perlahan namun terpojok di batang pohon beringin.


"Aku Jennifer Hana, calon istrimu yang tadi kamu kalahkan dalam pertarungan." jawab wanita bernama Jennifer itu.


"J-jangan bercanda!" ucap Bima menggeleng cepat.


Jennifer tersenyum manis yang membuat Bima terpesona dengan kecantikannya. Jennifer berjalan mendekati Bima yang masih syok, Bima melotot dan terus menggeleng kan kepala.


"Tidak perlu takut, aku akan menjadi istrimu, aku akan menurut padamu asal kamu berada di jalan yang benar." ucap Jennifer memeluk Bima penuh kehangatan.


Jantung Bima berdetak kencang mendengar suara lembut di telinganya dan mendapatkan pelukan hangat dari seorang pasangan setelah jomblo puluhan juta tahun.


"Ayo makan, ibuku sudah memasak untuk makan malam." ajak Jennifer.


Bima hanya menganggukkan kepala lalu beranjak pergi mengikuti Jennifer dan di susul oleh Pom dan Piu.


"Senang rasanya akhirnya kamu punya seorang suami yang bisa melindungi kamu di masa depan." ucap Ibu Jennifer tersenyum manis.


"Siapa namamu nak?" tanya ayah Jennifer ikut senang.


"Panggil saja Bima paman." jawab Bima dengan sopan.


"Ohh baiklah, aku sebagai ayah mulai sekarang akan mempercayakan keselamatan Jen padamu. Aku menaruh tanggungjawab yang besar padamu nak Bima." ucap ayah Jennifer.


"Aku akan menjaganya walaupun nyawa taruhannya paman." jawab Bima tersenyum ramah.


"Terimakasih." ucap ayah Jennifer tersenyum senang.


Tak lama, Jennifer datang dengan menggendong seorang anak perempuan yang berumur sekitar 3 tahunan.


"Itu ayah Adel, Adel senang kan?" ucap Jennifer duduk di samping Bima sambil tersenyum manis.


"Siapa ini namanya?" tanya Bima tersenyum manis.


"Adel..." jawab gadis kecil itu.


"Cantik sekali ya..." ucap Bima gemas.


"Mau gendong ayah tidak?" tanya Jennifer.


Adel langsung merentangkan tangannya dan disambut oleh Bima, Bima menggendong Adel yang langsung akrab dan seperti seorang ayah dan anak yang lama tidak berjumpa.


"Adel mau makan tidak? biar ayah suapin." tanya Bima memangku Adel.


"Mau!! Adel mau di suapin!" jawab Adel semangat.


Bima mengambil piring yang sudah Jennifer siapkan khusus untuk Adel. Bima menyuapi Adel dengan telaten karena dia mau anak ini tumbuh sehat tidak seperti dirinya dulu.


[Boss! aku kembali!]


'Enak ya bangun tidur!' ucap Kong sembari menguap.


'Kyaaaa....gemas sekali!' teriak Kong saat melihat wajah Adel.


[Aku terlalu lama off ternyata!]


'Diamlah!' ucap Bima kesal.


[Iihhh...bapak bapak satu ini sensitif sekali!]

__ADS_1


"Adel sudah kenyang ayah! stop!" ucap Adel dengan mulut penuh.


"Sesuap lagi ya...ini sudah habis.." ucap Bima membujuk Adel.


Adel menelan makanan di mulutnya dan kembali membuka mulut untuk menerima suapan terakhir.


"Habisss...woooo! hebat sekali!" seru Bima bertepuk tangan.


"Yeyyy!" seru Adel iku bertepuk tangan sambil tersenyum lebar.


"Sudah ya, ayah mau makan dulu, Adel sama ibu ya." ucap Jennifer.


"Ibu..." ucap Adel langsung memeluk Jennifer yang juga sudah selesai makan.


Bima hanya tersenyum tipis lalu memakan makanan yang telah di siapkan oleh Jennifer.


"Kamu makan yang banyak ya, aku tunggu di teras." ucap ayah Jennifer.


"Iya paman." jawab Bima menganggukkan kepala.


Setelah itu ayah Jennifer pun pergi meninggalkan mereka setelah kopi buatan ibu Jennifer jadi.


"Ayah hebat! bisa mengalahkan mamah!" ucap Adel menatap Bima sambil tersenyum lebar.


"Terimakasih.." jawab Bima tersenyum senang.


"Ayo main sama nenek, biar ayah dan ibumu berduaan di sini." ucap Ibu Jennifer tersenyum lebar.


"Adel tinggal main dulu ya ayah! jangan sakiti Ibu!" ucap Adel memperingati Bima dengan wajah yang di buat agar terlihat mengerikan.


"Iyaa..." jawab Bima terkekeh geli melihat wajah imut Adel saat marah.


Setelah itu Adel pun di gendong ibu Jennifer pergi dari ruang makan.


"Itu anak kandung?" tanya Bima penasaran.


"Bukan, dia anak angkat, aku menemukannya di halaman rumah waktu dia masih umur 7 bulan." jawab Jennifer.


"Ohhh...aku kira kamu sudah melahirkan." ucap Bima mengangguk paham.


"Boro boro melahirkan! menikah saja belum pernah!" jawab Jennifer.


Bima membawa kopi buatan Jennifer ke teras depan rumah, Bima duduk di bangku sebelah ayah Jennifer yang sedang menikmati rokoknya.


Mereka ngobrol santai ngalor ngidul, berbagai topik pembicaraan mereka bicarakan. Tidak ada habisnya, seperti sahabat yang nongkrong bareng.


Bima merasa satu frekuensi dengan ayah Jennifer, semua topik pembicaraan yang dia buka selalu di terima dengan asik oleh ayah Jennifer.


Begitu pun sebaliknya, ayah Jennifer juga ikut senang melihat Bima yang bisa mengimbangi topik pembicaraan yang dia buka.


Karena hari sudah semakin larut, Bima pun memutuskan untuk berpamitan.


"Tidak menginap saja?" tanya ayah Jennifer.


"Bukannya menolak paman, tapi rasanya tidak etis kalau belum memiliki hubungan yang resmi." jawab Bima yang semakin membuat ayah Jennifer kagum.


"Jenn!" panggil ayah Jennifer.


Jennifer langsung berlari keluar dengan menggendong Adel yang sudah mengantuk.


"Ya ayah, kenapa?" tanya Jennifer.


"Nak Bima mau pulang." jawab ayah Jennifer.


"Loh, tidak menginap saja? sudah larut begini lho." tanya Jennifer khawatir akan terjadi sesuatu pada Bima.


"Besok ke sini lagi." jawab Bima tersenyum.


"Ayah mau kemana?" tanya Adel sambil meminum susu dari dot.


"Ayah pulang dulu ya, besok ke sini lagi." jawab Bima mengelus kepala Adel lembut.


"Ayah tidak mau tidur di sini saja? sama Adel, sama Ibu juga." tanya Adel.


"Belum boleh Adel, ada waktunya Adel bisa tidur dengan ayah ya." ucap Bima menjelaskan dengan halus dan lembut.


"Ayah hati hati ya." ucap Adel membelai pipi Bima dengan tangan mungilnya.

__ADS_1


"Iya, Adel tidur yang nyenyak ya." jawab Bima.


"Hati hati ya, aku menunggumu." ucap Jennifer tersenyum manis.


"Ibu di mana?" tanya Bima.


"Sudah tidur, besok aku sampaikan." jawab Jennifer.


"Baiklah, aku pulang dulu ya." ucap Bima melambaikan tangan.


"Dadahhh..." ucap Adel melambaikan tangan.


Bima tersenyum lalu melesat dengan kecepatan tinggi menuju Kerajaan Valhalla. Hatinya merasakan bahagia yang sudah sangat sangat lama tidak dia rasakan.


Bima terbang sambil tersenyum lebar sampai giginya kering, sesampainya di Kerajaan Bima langsung berjalan menuju kamarnya tanpa singgah di aula utama.


"Hey! mau kemana kau?!" teriak Aron.


"Istirahat!" jawab Bima menengok.


"Kemari sebentar!" panggil Adrian.


Bima menurut dan berjalan mendekati mereka yang masih saja belum tidur.


"Kenapa?" tanya Bima.


"Ayah sudah menjodohkan kamu pada salah satu putri Kerajaan Iceland, kamu tidak usah kembali ke tempat Dewi Penguasa benua utara Khayangan itu!" jawab Adrian tegas.


"Ayah saja yang menikah, ini pilihan ku." ucap Bima cuek.


"Bima! nurut sama ayah!" ucap Adrian tegas.


"Kalau aku katakan tidak ya tidak! selama ini aku terus menurut padamu soal seorang pasangan! tapi apa?! hasilnya bagaimana?! hah!! kau itu ayah yang tidak pernah mengerti keadaan anakmu! taunya cuma nyuruh sama marah!" teriak Bima marah.


"Sayang, jangan berteriak pada ayahmu." ucap Berliana mencoba menenangkan Bima.


"Mamah mau aku sakit lagi? mamah mau aku menyendiri lagi? mamah mau aku mengurung diri lagi? mamah mau terjadi pembantaian besar lagi? hah? kalian semua mau aku jadi monster pembunuh?! mau?!!" teriak Bima dengan wajah penuh amarah.


"Kalau mau aku bisa membantai kalian semua sekarang juga! tidak apa apa aku di segel selamanya! yang penting benalu di hidupku mati!" teriak Bima lagi.


"Sudah sudah, kamu istirahat saja ya, ibu menyetujui hubungan kamu dengan Jennifer kok. Ibu tau bagaimana kondisi kamu sekarang nak." ucap Riana menenangkan Bima yang di selimuti amarah.


"Ck! baru saja mau bahagia sudah di hancurkan lagi!" gumam Bima sangat kesal.


"Sudah ya, kamu istirahat sana, besok ibu temani melamar pacarmu ya." ucap Riana tersenyum manis.


"Ahaha..ibu memang yang terbaik!" ucap Bima memeluk Riana penuh kebahagiaan.


"Iyaa, besok ibu ajak pamanmu juga ya." jawab Riana.


Bima mengangguk cepat lalu berjalan ke kamarnya dengan hati bahagia.


Plakkk...


"Hargai pilihannya! jangan asal menjodohkan anak!" ucap Riana menampar keras Adrian.


"Kalau benci jangan turunkan pada anakmu, pendam sendiri saja dasar bodoh!" ucap Smith yang baru datang dan telah mendengar pertengkaran barusan.


"Kau mau kan mendampingi keponakanmu?" tanya Riana.


"Siap aja sih." jawab Smith menganggukkan kepala.


"Besok kita ke sana bersama." ucap Riana lalu pergi begitu saja.


"Kalian berdua juga ikut ya." ucap Smith.


"Baik!" jawab Aron dan Amon bersamaan.


"Ibu sambungnya juga harus ikut." ucap Smith.


"Baik." jawab mereka.


"Kami?" tanya Riski penuh harap.


"Kalian datang waktu pesta saja." jawab Smith.


"Haihhh...baiklah!" ucap Riski hanya bisa pasrah.

__ADS_1


Setelah semua persiapan matang, mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing untuk istirahat supaya besok acara berjalan dengan lancar.


Bersambung....


__ADS_2