King Of Universe

King Of Universe
Bab 73


__ADS_3

Keesokan harinya, hari pernikahan Riski pun datang. Bima dan kawan-kawan bersiap siap untuk mendatangi acara pernikahan Riski di gedung megah dekat komplek.


"Aku cocok gak bi?" tanya Silvia berpose dengan memakai dress batik panjang dan tidak menunjukkan lekukan tubuhnya.


Bima menengok dan di buat mimisan karena melihat kecantikan dan keanggunan Silvia.


"Kamu kenapa bi? sakit?" tanya Silvia panik melihat darah yang keluar dari hidung Bima.


"Kamu kecantikan yang! sampe mimisan aku!" ucap Bima berlari ke kamar mandi untuk mencuci hidungnya.


[Gila bos! cantiknya di luar nalar!]


'Sial! aku sampai mimisan!' ucap Smith kesal.


'Hahahahahaha....' Kong tertawa keras melihat Smith yang menyumbat hidungnya dengan tisu.


"Aku pake batik aja ya, biar cocok." ucap Bima menyumbat hidungnya dengan tisu.


"Kemarin kan aku udah kasih baju yang sama motifnya bi. Biar kita couple!" ucap Silvia tersenyum manis.


"Jangan senyum! ntar aku pingsan!" ucap Bima.


"Bibi bisa aja!" ucap Silvia tersipu malu.


Bima pun memakai baju batik yang Silvia berikan semalam, Bima berpose di depan cermin.


"Ganteng!" ucap Silvia memeluk Bima erat.


"Udah ayo." ajak Bima menyemprotkan parfum di bajunya lalu pergi menggandeng Silvia.


Di ruang TV, yang lainnya sudah menunggu Bima dengan pakaian batik. Memang semalam saat makan malam mereka sepakat untuk memakai pakaian batik untuk menghadiri acara ini.


Saat Bima dan Silvia berjalan mendekati mereka, Kevin dibuat melongo melihat kecocokan pasangan itu.


"Tisu tisu!" ucap Rizal menutup hidungnya.


"Lemah!" ucap Doni memberikan tisu pada Rizal.


"Cantik banget Silvia!" seru Zoya kagum.


"Bunda sampai jatuh cinta sama Silvia!" ucap Diana memeluk Silvia.


"Bunda bisa aja." ucap Silvia malu.


Akhirnya mereka pun berangkat ke gedung pernikahan Riski bersama-sama. Sesampainya di gedung pernikahan, mereka pun menjadi pusat perhatian terutama Silvia yang sangat cantik dan anggun.


"Mari tuan muda." ucap Thomas datang menyambut mereka.


"Ngerii! pakai jas ya kau sekarang!" ucap Bima menepuk pundak Thomas.


"Sudah jadi aturan tuan muda, supaya formal juga." jawab Thomas menganggukkan kepala.


"Pimpin jalan." ucap Bima.


"Mari..." ucap Thomas memimpin jalan.


Mereka di bawa ke meja yang di khususkan untuk orang-orang terdekat Riski dan orang-orang yang paling berjasa untuk Riski.


"Kalau ingin minuman atau makanan, tuan panggil saya saja." ucap Thomas.


"Baiklah, nanti aku panggil." ucap Bima.


"Saya permisi dulu tuan, masih ada tugas." ucap Thomas pamit dan pergi.


"Dia nyebar undangan berapa cok? banyak banget anjink!" ucap Rizal menengok ke sekeliling yang di penuhi orang penting.


"Entah, 500 lebih kayaknya." jawab Doni.


"Mentang mentang dah jadi orang kaya cok dia!" ucap Rizal.


"Zal, kau ingat cewek itu gak cok?" tanya Bima menunjuk wanita yang bersanding dengan Riski di atas pelaminan.


"Siapa? aku gak pernah liat." jawab Rizal.


"Lidia, Lidia yang waktu SMP itu cok!" ucap Bima.

__ADS_1


"Ehh! iya juga cok! baru ngeh aku!" ucap Rizal setelah mengingat ingat wajah Lidia teman SMP nya dulu.


"Lidia? Lidia yang dulu di pepet Bima?" tanya Doni.


"Iya! Lidia yang itu!" jawab Rizal.


"Beda bodoh! yang ini lebih putih!" ucap Doni.


"Kau liat wajahnya blokk! mirip!" ucap Rizal.


Doni melihat wajah wanita di samping Riski dengan seksama.


"Iya anjerrr!" ucap Doni setuju.


"Nahh! lebih cantik cok dia! gak nyangka aku!" ucap Bima.


Mendengar ucapan Bima, Silvia langsung mencubit perut Bima dengan keras. Wajahnya menujukan kekesalan dan cemburu yang sangat besar.


"Awww! sakit yang!" ucap Bima menggosok perutnya.


"Bodo!" ucap Silvia ketus.


"Kamu cemburu ya?" tanya Bima tersenyum meledek.


"Siapa?! apa peduliku!" jawab Silvia ketus.


"Hilihh! ngaku aja!" ucap Bima mencolek dagu Silvia.


"Apasih! gak usah pegang pegang!" ucap Silvia ketus.


"Ayang cemburu! hihihi...." ucap Bima cekikikan.


"Bibi diem ah!" ucap Silvia kesal.


"Iya iya, sini peluk." ucap Bima memeluk Silvia.


Silvia memeluk Bima erat dengan beberapa kali memukul dada Bima pelan tanda kecemburuan nya.


"Vin! Tante Abigail vin!" seru Julian menujuk sosok wanita cantik dan menawan yang berjalan di belakang Thomas.


"Itu cokkk! matamu fokus bodoh!" jawab Julian menujuk meja yang di duduki Abigail.


"Kyaaa! cantiknya!!" seru Kevin memeluk Julian.


"Jijik vin anjink!" ucap Julian memberontak.


"Tante ku sayang jul! kyaaa!" ucap Kevin heboh.


"Hihihi...dia tergila-gila sama Abigail ternyata." ucap Berliana terkekeh geli.


"Kamu mau om kenalin gak? tapi dia udah punya anak satu." ucap Jhon.


"Jendes vin! gasss!" ucap Rizal.


"Dia janda lho vin, emang kamu mau?" tanya Berliana.


"Enggak!" jawab Kevin tegas.


"Taik vin!" ucap Bima.


"Enggak akan nolak! hahaha....ayo om! kenalin om!" ucap Kevin menyeret-nyeret tangan Jhon.


"Bentar! nanti kalau acaranya udah mulai! gak enak kalau acara belum mulai kita udah keluyuran." ucap Jhon.


"Beneran ya om!" ucap Kevin.


"Iya, nanti om kenalin." jawab Jhon.


"Ihiiyyy! asekkk!" ucap Kevin tidak sabar.


"Zal, pacarmu mana Zal?" tanya Bima yang masih saja memeluk Silvia karena masih marah.


"Itu, satu meja sama ayah. Katanya malu kalau gabung ke sini, dia malu sama kau." jawab Rizal menunjuk meja tempat keluarganya dan keluarga Riana duduk.


"Ngapain malu cok? aneh banget." ucap Bima aneh.

__ADS_1


"Gak tau, aku juga bingung." jawab Rizal.


"Panggil ke sinilah kak, biar bisa akrab." ucap Bian.


"Bentar." jawab Rizal beranjak pergi.


Rizal pun pergi ke meja keluarganya untuk memanggil sang pacar. Sedangkan acara akan segera dimulai, di meja Bima terdapat keluarga kecil Berliana dan keluarga kecil Diana yang membuat suasana lebih cari.


Banyak tamu tamu penting yang datang atas undangan Riski, dari petinggi Asosiasi sampai Ethan sendiri datang untuk memberikan ucapan selamat.


9 kepala guild teratas juga datang menghadiri undangan Riski karena ingin membangun ikatan pertemanan guild dan juga membangun sebuah bisnis dengan para orang-orang penting di sana.


"Guild nomor satu siapa yah?" tanya Bima pada Jhon.


"Guild kamu kan, masa gak tau sih." jawab Jhon.


"Hah? kok bisa? guild kita kan baru di umumkan." ucap Bima kaget.


"Memang baru di umumkan sayang, tapikan reputasi guild kamu yang dulu sudah mengguncang dunia. Jadi walaupun sudah bubar lama, guild nomor satu itu tetap di huni guild The Beast selamanya." jawab Berliana.


"Woahhh, ngeri juga." ucap Bima takjub.


"Gimana gak ngeri kak, satu bulan aja kalian udah selesaikan 100 lebih portal kelas Dewa. Belum lagi portal portal recehan, hampir 800 portal lebih loh kalau aku hitung hitung." ucap Devi.


"Wajarlah kalau gitu bim, alasan paling masuk akal." ucap Tigers.


"Ngeri juga ya kalian dulu, gak nyangka aku." ucap Lia.


"Dulu masih gila gilaan kak, gak mikir masalah lain. Fokus kita cuma top satu aja, bahkan sehari bisa empat sampai lima kali masuk portal." ucap Bima.


"Pantes di juluki guildnya para monster hihihi..." ucap Lia terkekeh.


Tak lama Rizal datang bersama Riana yang terlihat malu malu, keduanya duduk di kursi yang masih kosong di meja itu.


"H-halo..." ucap Riana tergagap karena sangat sangat malu.


"Halo, salam kenal ya." ucap Zoya.


"I-iya.." jawab Riana mencengkram erat tangan Rizal.


"Ini acaranya gak mulai mulai dah!" ucap Bima kesal.


"Sabar blokk! masih nunggu tamu utama." ucap Rizal.


"Siapa? lama amat! gak disiplin banget!" ucap Bima kesal.


"Kakekmu bodoh! kakekmu sendiri yang telat blokk!" ucap Rizal.


"Ck! kakek tua bau tanah itu! gak pernah disiplin!" ucap Bima kesal.


"Huss! ngawur!" ucap Diana.


"Telpon kakekmu cepet, dah laper aku." ucap Bima pada Brian.


Baru saja Brian ingin menelepon Billy, tiba tiba seluruh tamu dibuat heboh melihat kedatangan Billy dan keluarga yang menjadi tamu utama di pernikahan Riski.


"Maaf ya terlambat." ucap Billy.


"Tidak apa apa tuan, silahkan duduk." jawab Thomas.


"Terimakasih." ucap Billy duduk di meja yang bersebelahan dengan meja Bima dan kawan-kawan.


"Hey, ambilkan aku kue." ucap Bima pada Thomas.


"Baik tuan muda, tunggu sebentar." jawab Thomas.


Thomas pun pergi mengambilkan beberapa kue dan minuman untuk Bima.


"Silahkan tuan muda." ucap Thomas memberikan beranekaragam kue dan camilan.


"Terimakasih." jawab Bima memberikan sebungkus rokok Marlboro.


"Saya pergi dulu tuan." ucap Thomas dengan wajah girang.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2