
Bima dan Silvia duduk di meja makan yang sudah kosong, entah sudah berangkat duluan atau kemana teman-teman mereka itu.
"Udah jam 9, acaranya mulai jam 10, buruan yang." ucap Bima.
"Berangkat sekarang aja bi, nanti beli makan di jalan." usul Silvia.
"Ya udah, ayok." ajak Bima.
Keduanya pun berangkat menuju stadion tempat di adakannya pameran Hunter. Stadion ini sangat besar dan megah, posisinya tidak jauh dari gedung Asosiasi Hunter pusat.
Sesampainya di lokasi, Bima mengantarkan Silvia membeli makan sambil menelepon temannya.
"Halo, dimana? aku dah sampek." ucap Bima menelepon Rizal.
"Ya ya, aku tunggu." ucap Bima menutup telepon.
"Makan sini aja, Rizal sama Lidia mau ke sini." ucap Bima pada Silvia.
"Ohh ya udah." jawab Silvia.
Keduanya pun memakan sate ayam pesanannya di sana sambil menunggu Rizal dan Lidia datang. Tak lama, Bima dan Silvia pun di hampiri oleh Rizal, Riski, dan Lidia.
"Anjirr jadi laper cok." gumam Riski saat melihat sate ayam yang terlihat sangat nikmat.
Bima dan Silvia yang sudah selesai makan pun membayar makanannya dan pergi bersama mereka bertiga memasuki gedung.
"Kak Via ikut aku aja ke ruangan tante Berli." ucap Lidia.
"Okey." jawab Silvia setuju.
Mereka terus berjalan menyusuri lorong sampai di pertigaan arah ke ruang VVIP dan ruang untuk para Hunter.
"Semangat ya bi!" ucap Silvia mencium pipi Bima.
"Iya, sampai nanti." ucap Bima melambaikan tangan.
"Ayo kak." ajak Lidia.
Mereka berdua pun pergi ke ruangan tempat Berliana dan yang lainnya sudah menunggu. Sedangkan Bima pergi menemui teman-teman lainnya yang sedang sibuk menyiapkan beberapa materi.
"Lama amat anjink!" ucap Julian kesal.
"Biasa, olahraga." jawab Bima memainkan alisnya.
"Suami istri jul! wajar cok!" ucap Kevin.
"Tai! nanti siapa yang keluar duluan? kau? apa aku?" tanya Julian.
"Kau lah anjink! aku anti nomor satu untuk presentasi!" jawab Bima.
__ADS_1
"Ini sistemnya gimana? keluar satu persatu gitu?" tanya Kevin.
"Iya, satu satu, sampai semua anggota lengkap. Terus nanti bakalan summon monster gitulah, nah kita satu tim lawan monster itu. Nunjukin gimana sih kerjasama, apa pentingnya kekeluargaan dalam tim, dan sebagainya." jawab Julian.
"Terus keluar satu satu itu gunanya buat apa?" tanya Bima.
"Kau nunjukin beberapa skill mu dulu, biar orang-orang tau kalau kau hunter yang hebat dan bisa jadi panutan semua orang." jawab Julian.
"Ohhh pamer!" ucap Bima langsung paham.
"Aku suka pamer!" ucap Riski.
"Kumpul dulu semua, aku mau bicara sebentar." ucap Bima.
Rizal menepuk tangannya dan semua anggota guild langsung berkumpul membuat lingkaran dengan Bima berada di tengah-tengah. Kekompakan itu membuat seisi ruangan yang di penuhi hunter dari berbagai guild iri, belum lagi aura mereka semua yang terasa sangat kuat semakin membuat iri mereka.
"Firasatku mengatakan kalau hari ini akan terjadi hal buruk di sini. Tujuanku memberi kalian pemahaman tentang evakuasi warga adalah firasatku tadi. Jadi tolong, jika terjadi suatu hal buruk jangan panik. Tetap tenang, berfikir matang matang sebelum bertindak, utamakan keselamatan warga, dan tetap perhatikan keselamatan pribadi." ucap Bima.
"Ini aturan dariku khusus untuk tim, kalau terjadi portal break dan sebagainya semua harus berpencar, jangan sendirian, minimal berdua dan salah satunya harus memiliki kekuatan di atas rekannya. Perhatikan sekitar, indra pendengaran adalah hal terpenting dalam melakukan evakuasi." ucap Bima menarik nafas.
"Kalian wajib menyelamatkan semua makhluk hidup yang tertimpa reruntuhan bangunan apapun yang terjadi. Kalau tidak bisa, panggil rekan lain untuk meminta bantuan. Menjadi hunter tidak melulu soal kekuatan, tapi kemanusian! paham!" lanjut Bima.
"Paham!" jawab mereka tegas.
"Bagus! kalian boleh kembali bersiap siap!" ucap Bima.
Mereka membubarkan diri untuk mempersiapkan senjata, materi yang akan di bawakan, dan lain sebagainya. Acara pun di mulai dengan guild Black Dragon sebagai pembukanya.
Guild Black Dragon yang menduduki peringkat dua guild terkuat di Indonesia mampu dengan mudah membunuh monster itu dan mendapatkan tepuk tangan yang sangat meriah.
Saat sesi wawancara mereka menyebutkan bahwa tidak ada guild terkuat selain sang legenda yang mampu menyelesaikan 10 portal kelas Dewa dalam waktu satu hari saja.
"Siapa juga yang mau coba hal bodoh itu!" teriak salah satu penonton.
"Itu bukan hal bodoh, itu adalah hal keren yang mustahil di lakukan hunter lain. Bahkan peringkat pertama, The Sky God aku rasa tidak akan mampu menyaingi bagaimana kuatnya tim senior Guild The Devil's Crew." ucap ketua guild Black Dragon.
"Jangan menyinggung tim senior temanku, tim junior saja aku rasa mustahil hahahaha...." ucap wakil ketua yang di susul tawa teman-temannya.
"Bercanda ya kawan-kawan, have fun aja, dunia hunter tidak sekejam dan seburuk itu. Kalau kalian kuat! hahahaha....kalau sampah ya selamat menikmati hinaan dan cacian warga kita!" ucap ketua guild.
"Terimakasih atas penampilannya! berikan tepuk tangan untuk Guild Black Dragon!" ucap MC yang di sambut tepuk tangan meriah dari penonton.
"Selanjutnya kita akan saksikan pertunjukan dari guild The Sky God! guild pemegang peringkat pertama selama 5 tahun berturut-turut!" ucap MC dengan sorakan penonton yang sangat heboh.
Di belakang, Bima sedang membaca urutan guild yang akan tampil. Ternyata guildnya tampil paling akhir pada pukul 16.00.
"Ngent*d! kita keluar paling akhir asw!" ucap Bima kesal.
"Iyakah?" tanya Rizal kaget.
__ADS_1
"Itu tim Senior bodoh! tim Junior keluar habis ini." ucap Julian.
"Anjink! tau gini tadi berangkat sore kentod!" ucap Bima sangat kesal.
"Kita habis ini paman?!" tanya Jason kaget.
"Iya, kalian habis guild ini." jawab Julian sebagai wakil ketua umum guild.
"Waduh!" gumam Jason langsung keringat dingin.
"Hey! kalian sudah ada roh spiritual belum?" tanya Bima.
"Sudah!" jawab mereka tegas.
"Tunjukkan padaku! keluarkan semua yang kalian miliki! aku ingin melihat pencetak rekor yang di bangga banggakan kemarin!" ucap Bima.
"Baik!" jawab mereka tegas.
Bima kembali duduk masih dengan kekesalannya atas urutan terakhir tim Senior. Saat berada dalam kondisi kesal, tiba tiba Bima mendengar sebuah hinaan dari luar.
"Guild legendaris yang kalian agung agungkan itu hanyalah guild sampah! guild yang berisikan hunter hunter bermasalah! maruk! bodoh! mereka anak pelacur!" ucap ketua guild The Sky God yang di sambut tawa menggelegar seisi stadion.
"Bajingan." ucap Bima lirih.
Seketika MC langsung mengakhiri sesi wawancara dengan guild The Sky God dan segera melanjutkan urutan.
"Maju!" ucap Bima dingin.
"Sialan! beraninya mereka menghina bunda!" gumam Tigers menatap tajam guild The Sky God yang sedang asik tertawa.
"Maju bodoh!" teriak Albert menendang Tigers.
Tigers berjalan keluar memakai topengnya dengan aura khas Clan Nara yang sangat amat mengerikan. Tigers dengan kondisi penuh amarah langsung mengeluarkan Elemen Kegelapan yang membentuk seekor Naga hitam raksasa.
Di susul elemen halilintar yang membentuk seekor Phoenix, dan ribuan pedang dari elemen angin.
"Siapa yang berani menghina ibuku? hah?!!!" teriak Tigers.
Groahhhhhhh.....
Auman Naga elemen itu membuat seisi stadion bergetar ketakutan.
Woshhhh.....
Sebuah aura penguasa yang sangat amat mengerikan tiba tiba menyebar ke seluruh stadion.
"Jangan buang buang waktu." suara yang berat membuat Tigers merinding lalu menyudahi amarahnya.
Kemudian selanjutnya Ria, Doni, Bella, Rizal, Kelly, dan Kevin maju satu persatu menunjukkan kekuatan mereka. Roh Spiritual, skill skill yang sangat mematikan, dan menunjukkan senjata yang sangat kuat pemberian Bima.
__ADS_1
Bersambung....