King Of Universe

King Of Universe
Bab 88


__ADS_3

Keesokan harinya, Bima terbangun dari tidurnya karena ponselnya yang berdering keras tepat di samping telinganya.


"Ngent*t! siapa si pagi pagi anjink!" umpat Bima kesal.


[Sudah jam 2 siang bos bodoh!]


"Halo!" ucap Bima.


"Turun cok! kau mati apa gimana anjink!" ucap suara dari telepon yang ternyata adalah Riski.


"Ngantuk bang*at!" ucap Bima malas.


"Buruan satt!" ucap Riski lalu menutup telepon.


Bima ngulet lalu beranjak pergi memasuki kamar mandi, Bima membersihkan dirinya, selesai mandi Bima langsung turun ke bawah.


"Itu kek anaknya." ucap Riski menunjuk Bima.


"Apa?" tanya Bima menguap.


"Ada portal yang kelasnya belum ada di kitab manapun, portalnya ada di pusat kota, dekat sini. Kakek mau kalian ikut menyelesaikan portal ini." jawab Billy.


"Ogah, males banget, masih pegel pegel ni!!" ucap Bima.


"Di bilang apa kek! ngeyel sih!" ucap Julian.


"Berapapun yang kalian minta aku akan bayar." ucap Billy.


"Kesehatan lebih mahal dari uang berapapun jumlahnya." ucap Bima.


"Lagian kan ada guild lainnya kek, kita juga masih agak kurang vit." ucap Riski.


"Kakek gak yakin dengan mereka, portal ini bukan portal main main." ucap Billy.


"Suruh guild luar, apa susahnya." ucap Bima.


"Haihhh...baiklah kalau kalian menolak, kakek pergi dulu ya." ucap Billy beranjak pergi.


Setelah kepergian Billy, Bima pun berlalu ke gazebo untuk nyantai sambil ngopi.


"Aku perlu latihan tertutup gak ya?" gumam Bima berpikir keras.


[Kemungkinan portal yang di bicarakan orang tua itu adalah portal Dewa dari gunung Olympia bos, kalau dia datang mencari mu dan kau membunuhnya, kekuatanmu akan di bekukan lagi beberapa persen. Menurutku, lebih baik nanti saja setelah kau membunuhnya]


"Baiklah." ucap Bima mengangguk pelan.


Bima kembali melamun di gazebo dengan rokok menyala di sela sela jarinya. Tiba tiba di otak Bima terpikirkan satu hal yang sangat amat penting.


"Bob, kalau aku di segel aku boleh merokok gak ya?" tanya Bima jadi resah.


[Ada aku bos, aku masih bisa bebas mengakses dunia luar]


"Haihhh...syukurlah kalau begitu, aku jadi lebih tenang." ucap Bima.


[Tenang saja]


Lalu Bima kembali melanjutkan lamunannya mengenai berbagai resiko yang akan dia terima jika benar-benar melaksanakan misi balas dendamnya.


Berjam jam Bima melamun, sampai dia tersadar dari lamunannya karena di kagetkan oleh teriakan David dari pintu dapur.


"Pah! makan!" teriak David yang langsung membuyarkan lamunan Bima.

__ADS_1


"Yaaa..." jawab Bima langsung beranjak pergi.


Di ruang makan, Bima sudah di tunggu oleh yang lainnya dengan piring sudah terisi makanan.


"Kamu belakangan ini banyak melamun nak, ada apa?" tanya Aurora.


"Enggak bun, biasalah banyak pikiran." jawab Bima.


"Kamu ada rencana rahasia ya? jujur sama bunda." ucap Aurora.


"Iya, rencana buat universe lain." jawab Bima sekenanya.


"Ohhh, ya udah kalau gitu, kamu jangan kebanyakan melamun, nanti kesambet bisa bahaya." ucap Aurora.


"Iya bun." jawab Bima tersenyum tipis.


"Besok agendanya apa nih?" tanya Riski.


"Istirahat lah, mau ngapain lagi." jawab Bima.


"cuma istirahat? haihhh...gak seru!" ucap Julian kecewa.


"Ihhh gik siri...tai!" ucap Bima kesal.


"Ayolah! ambil misi, kita udah lumayan Vit cok! kurang suntikan adrenalin aja biar bisa sembuh total." ucap Riski.


"Kau sudah sembuh kah Arie?" tanya Bima.


"Sudah kaka, badan sudah enakan, cuma memang agak lemas saja." jawab Arie.


"Ya itu biasa buat orang yang punya kekuatan besar, itu tandanya badanmu butuh sebuah adrenalin supaya sel sel di tubuhmu bisa bangkit." ucap Julian.


"Ya udah, besok kita ke Asosiasi aja, cari misi yang cocok." ucap Bima hanya bisa pasrah menuruti nafsu membara temannya itu.


"Semangat kalau gini!" ucap Riski sangat bahagia.


"Serah kalian lah." ucap Bima malas.


Mereka melanjutkan makannya dengan obrolan ringan di antara mereka, selesai makan Bima langsung pergi ke kamarnya untuk tidur, padahal hari masih sore.


Keesokan harinya, setelah mandi Bima langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama.


"Jadi gak ni?" tanya Riski.


"Habis sarapan." jawab Bima.


"Fixs! aku mau coba senjata baru soalnya!" ucap Riski.


"Eeee...kaka Riski mau pamer e ternyata!" ucap Arie.


"Uji coba bro! mahal ini!" jawab Riski.


"Berapa by?" tanya Lidia dengan tatapan tajam.


"Hehehe....cuma 5 jutaan kok." jawab Riski nyengir.


"Tambah nol dua hahahaha..." ucap Bima tertawa keras.


"Bim!" panggil Riski pelan.


"Ihhh! semahal itu kenapa gak bilang aku dulu!" ucap Lidia marah.

__ADS_1


"Nanti kamu marah, terus semua senjata sama ATM ku kamu blokir." jawab Riski.


"Hemphh!" Lidia hanya bisa mendengus kesal mendengar pembelaan sang suami.


Akhirnya setelah selesai sarapan, mereka pun pergi bersiap siap di kamarnya masing-masing. Selesai bersiap, mereka langsung tancap gas menuju Asosiasi mengendarai dua mobil, Arie, Julian dan Riski di mobil milik Riski, dan Bima sendirian dengan mobilnya.


Sesampainya di Asosiasi, mereka langsung pergi ke aula pengambilan misi yang terdapat puluhan papan misi dengan ratusan misi tertempel dari level terendah sampai tertinggi.


Kedatangan mereka membuat seisi aula yang tadinya ramai menjadi hening karena aura mengerikan dari keempat orang bertopeng itu.


"Kelas Dewa Murni langsung, gak usah kebanyakan milih." ucap Bima yang langsung membuat semua orang menengok dengan tubuh merinding hebat.


"Ambil jul." ucap Riski.


Julian mengambil misi kelas Dewa Murni satu satunya yang ada di papan misi kelas atas. Setelah itu mereka langsung membawanya ke resepsionis untuk mengurus berkas perizinan.


"Maaf, tapi khusus misi kelas Dewa Murni harus dilaksanakan dengan 10 hunter kelas atas lebih. Kecuali tuan tuan sekalian adalah guild dari 10 besar." ucap resepsionis.


Bima tanpa bicara langsung memberikan kartu member guild The Devil's Crew yang sedang naik daun dan menduduki posisi 5 guild paling kuat di Indonesia.


"Kau tidak lihat nama ini di papan top 5 besar guild?" tanya Julian tepat di depan muka resepsionis dengan aura yang sangat mengerikan. Ya, itu adalah aura iblis yang telah Anubis tundukkan.


"B-baik!" ucap resepsionis langsung buru buru mengurus semua dokumen perizinan untuk mereka.


Setelah semua beres, Bima dan kawan-kawan langsung tancap gas menuju lokasi yang berada dekat dengan alun alun kota.


Sesampainya di lokasi, setelah menunjukkan dokumen resmi dari Asosiasi pada kepala tentara yang berjaga, mereka langsung masuk ke dalam portal.


Woshhhh...


Dalam satu kedipan mata, mereka muncul di atas hamparan awan yang sudah di tunggu oleh ratusan Dewa Dewi penguasa dengan aura khas mereka.


"Jebakan ya?! hahahaha! kebetulan!!!" teriak Bima langsung masuk ke moda bankai.


Woshhhh...


Riski, Julian, dan Arie pun sama, mereka masuk ke moda bankai dengan kekuatan yang meningkat 10x lipat.


Boommm...


Pertarungan dahsyat pun dimulai, Bima yang memang pada dasarnya sudah memiliki dendam pada para penguasa langit membunuh Dewa Dewi yang menyerangnya dengan brutal dan sadis.


Riski, Julian dan Arie pun sama, mereka seolah-olah di rasuki setan yang sangat membenci para Dewa, mereka membunuh setiap Dewa Dewi yang berani menyerang mereka.


Tebasan, tusukan, serangan energi, serangan elemen, semua mereka keluarkan di sana sebagai sebuah tanda kalau mereka bukan orang sembarangan.


Mereka adalah keturunan bangsawan Dewa yang menjadi murid sang Raja alam Semesta. Mereka menunjukkan taringnya yang sudah di asah setajam silet oleh Bima.


Boomm..


Boomm...


Boommm...


Duarrrr....


Bima benar-benar menggila, dia kesetanan membunuh para Dewa Dewi yang tidak bisa berbuat banyak. Matanya telah di butakan oleh dendam dan amarah.


Sampai akhirnya setelah 1 jam bertarung, di hamparan awan yang sebelumnya penuh oleh Dewa Dewi penguasa, kini berubah menjadi dipenuhi oleh mayat dan darah dari Dewa Dewi penguasa.


'Tunggu aku sialan! akan aku bunuh semua Dewa Dewi yang telah menyiksaku!' ucap Bima penuh dendam.

__ADS_1


Setelah cukup menenangkan diri, Bima pun mengajak teman-temannya untuk keluar portal dan istirahat di luar.


Bersambung....


__ADS_2