
Di meja makan, mereka makan siang dengan penuh kebahagiaan. Riski tak henti hentinya bercerita pada Bima tentang title, latihan, dan Kerajaan Petir yang berhasil dia ambil alih.
Cerewet sekali, tapi Bima tidak kesal, dia malah senang melihat sahabatnya yang lebih aktif dari biasanya. Bima mendengarkan seluruh cerita Riski sembari makan.
Bima juga mendengarkan cerita Julian walaupun tidak seheboh Riski. Julian menceritakan tentang orang tuanya, wilayah kekuasaannya, dan latihan yang selalu dia jalani setiap hari.
"Oh ya, kemarin kamu menemui Hades kan?" tanya Amon yang membuat Rio kaget.
"Tidak mungkin! Kerajaan Neraka tidak bisa di masuki sembarangan orang!" ucap Rio sangat tidak percaya.
"Siapa yang tidak memperbolehkan? Hades itu bawahanku, kalau dia berani menentang ku aku bisa membunuhnya kapanpun dengan mudah." ucap Bima dengan santainya.
"Kamu ada masalah dengan Hades? atau Anubis?" tanya Amon.
"Tidak, aku hanya menyelesaikan beberapa masalah saja di sana." jawab Bima.
"Urusan dengan calonmu bagaimana?" tanya Aron.
"Entah." jawab Bima singkat dan lanjut makan.
"Calon? siapa?" tanya Aurora semangat.
"Paman, sudahlah, tidak usah di bahas." ucap Bima malas.
"Tidak bisa! nanti aku akan naik ke Kerajaan Envuella!" ucap Aron.
"Terserah." jawab Bima cuek.
Selesai makan siang, Bima memutuskan untuk langsung masuk ke kamarnya yang sudah di siapkan oleh Thomas. Bima mandi lalu tidur siang karena mengantuk.
Saat sedang enak enak tidur, tiba tiba Bima di bangunkan dengan paksa oleh Aron.
"Apaaa..." seru Bima sambil menggaruk pipi dengan mata masih tertutup.
"Bangun cepat! calon istrimu sudah datang!" ucap Aron.
"Ck! mengganggu saja!" ucap Bima kesal dan berjalan menuju kamar mandi.
Bima tidak mandi, dia hanya cuci muka lalu pergi menyusul Aron ke aula utama. Bima hanya memakai kaos hitam polos dan celana kolor sedengkul, dia berjalan memasuki aula utama yang sudah terdapat ramai sekali orang termasuk Adrian beserta empat istrinya.
"Ada apa sih?!" ucap Bima kesal karena tidur siangnya di ganggu.
"Haihhh...kenapa kamu masih belum ganti pakaian nak!" ucap Riana kesal.
"Ibu! ayolah! aku benci semua ini!" ucap Bima ketus.
"Huss! kamu tidak boleh bicara seperti itu! hargai pasangan kamu!" ucap Riana memarahi Bima.
"Hey! kenapa kau tidak ganti baju bodoh!" seru Aron kesal.
"Buat apa?" tanya Bima cuek.
"Anak ini susah sekali di atur! sialan!" gerutu Aron sudah pusing mengurus Bima dari dulu.
"Ayo ganti baju! ibu temani!" ucap Riana.
"Enggak mau!" jawab Bima menolak.
"Sayang, ayolah, mamah mohon sekali aja kamu nurut ya." ucap Berliana membujuk Bima.
"Aku mau temui dia dulu!" ucap Bima kesal dan berlalu pergi begitu saja.
Bima berjalan menemui Tasya yang sedang duduk bersama kedua orang tuanya dan Daniel. Mereka sedang berbincang-bincang dengan Aurora dan Indi istri Adrian.
__ADS_1
"Hey, aku mau bicara." panggil Bima.
Tasya hanya mengangguk dan mengikuti Bima yang berjalan ke arah halaman belakang. Bima dan Tasya duduk di bangku taman dengan didukung suasana mencekam karena keduanya sedang saling berseteru sebab masalah tentang Tasya yang bertemu teman masa kecilnya.
"Aku mau kita ke Kerajaan Envuella, aku mau tes kejujuran di sana." ucap Bima langsung.
"Kenapa tidak dari dulu! kalau dari dulu kau mau melaksanakan ini semua, aku tidak usah susah susah mengikutimu mengelilingi dunia!" ucap Tasya marah.
"Kau sendiri yang menuduhku! itu salahmu!" ucap Bima kesal.
"Itu memang kenyataannya! kau itu pria brengsek!" teriak Tasya sangat marah.
"Aku sangat menyesal dulu menolongmu, menolong wanita tidak tau diri." ucap Bima tersnyum sinis.
"Jaga ucapanmu sialan!" teriak Tasya benar-benar marah.
"Hahhhh....." Bima menghela nafas berat lalu berjalan meninggalkan Tasya yang sedang di kuasai amarah.
"Bodoh!!! kenapa harus jadi seperti ini!!" teriak Tasya sangat kesal.
"Ayo ikut aku!" panggil Aron dengan wajah datar.
Tasya hanya bisa menurut dan mengikuti Aron. Mereka berdua kembali ke aula utama Kerajaan, terlihat Bima yang sudah memakai pakaian kebesarannya sebagai Penguasa Jagat Raya duduk di samping Alex dengan wajah datar tanpa senyum sedikitpun.
"Tunggu di sini!" ucap Aron dingin.
Woshhhh....
Aron membuka portal lalu hilang bersamaan dengan portal buatannya. Seketika suasana yang sebelumnya penuh kebahagiaan kini berubah menjadi mencekam.
"Dia sangat mengerikan jika sedang dalam keadaan hati yang buruk." bisik Riski pada Julian.
"Iya..." jawab Julian sangat pelan.
2 menit kemudian, Aron datang bersama sosok kakek tua berjenggot putih dan sosok pria tampan yang bertubuh kekar dan berwibawa.
"Ada apa? kenapa kau jadi seperti iblis? apa ada sebabnya?" tanya kakek tua bernama Adam itu.
"Apa pedulimu, cepat cek kejujuran wanita itu, aku masih bisa menekan amarahku." jawab Bima dingin.
"T-tuan, saya ada pertemuan dengan walikota, mohon maaf." ucap Alex ketar-ketir.
"Pergi." jawab Bima hanya melirik.
"Permisi." ucap Alex langsung menghilang begitu saja.
Bima tidak berbicara lebih, dia hanya menatap dengan tatapan tajam ke arah Adam yang sedang mewawancarai Tasya.
Di sana, terlihat Amon, Aron, dan Bima benar-benar berwajah datar dan memancarkan aura yang sangat mengerikan. Hal ini benar-benar di luar kebiasaan mereka yang selalu bercanda gurau dan saling ejek.
Setelah 15 menit menunggu, akhirnya Adam menyelesaikan wawancaranya terhadap Tasya. Adam berbalik menatap Bima dengan tatapan tenang tanpa ada rasa takut maupun gerogi.
"Ceritamu palsu." ucap Adam yang langsung membuat Bima naik pitam.
Bima mengeluarkan Trisula Dewa Neraka yang memunculkan siluet Hades dan Anubis, Bima siap untuk melemparkan pada Adam.
"Bercanda! kau ini tegang sekali!" ucap Adam langsung klarifikasi.
"Ceritanya palsu, di tubuhnya pun tidak ada bekas dari tubuhmu atau cairanmu. Ceritanya hanya tuduhan semata, kau sudah jujur, saat kau datang dia sudah terkapar dengan kondisi kritis." ucap Adam melanjutkan ucapannya.
Bima tidak bereaksi lebih, dia hanya diam lalu berjalan pergi meninggalkan aula utama.
"Menikah lah dengan dia, karena yang membuat itumu perih adalah dia." ucap Adam lalu pegi menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Maafkan aku, aku saat itu sangat tergila-gila padamu." ucap pria berotot itu.
"Cuih! menjijikkan! aku kira kau adalah sahabat masa kecilku!" ucap Tasya dengan wajah penuh kebencian.
"Aku...aku sangat mencintaimu, aku mohon menikahlah denganku!" ucap pria itu.
"Tidak! lebih baik aku menjanda! perbuatanmu itu sudah mencerminkan bagaimana hubungan kita kedepannya!" ucap Tasya.
Setelah mengetahui semua kebenarannya, Tasya dan keluarganya pun memilih untuk kembali ke Kerajaan Mazzarri. Para tamu undangan pun pulang dengan perasaan kecewa karena gagal melihat penguasa mereka menikah.
"Hey, pergilah, tempatmu bukan disini." ucap Julian.
"B-baik!" jawab pria itu dengan penuh ketakutan lalu berlari kabur.
Saat ini Bima sedang berada di dalam Alam Surgawi, dia melamun di pinggir danau tanpa ada percakapan dengan salah satu bawahannya.
Sistem sudah mencoba untuk berbicara dengan Bima, namun sayang, Bima tidak menanggapinya dan hanya diam melamun menatap air danau yang tenang.
'Kau bodoh Bima, kau sangat bodoh! kau dulu pernah berucap kalau terlalu menyayangi sesuatu itu akan menimbulkan kebencian! kebencian yang menimbulkan rasa sakit! rasa sakit yang akan menimbulkan dendam!' teriak Bima dari hati paling dalamnya.
Bima terus memaki dirinya sendiri, memarahi dirinya sendiri yang sudah menjadi pria yang payah.
'Sebenarnya mencintai itu tidak salah, apalagi dengan setulus hati. Cuma ya itu, kalau orang yang kita cintai di lukai, kita akan merasakan kebencian, amarah, dan dendam. Itu yang aku benci.' ucap Bima.
[Sudahi penyelesalanmu! mari buat ketentraman di dunia ini bersama ku!]
"Cuih! menjijikkan!" ucap Bima kesal.
[Ya kau mau bagaimana?! mau aku carikan cewek saja? atau bagaimana?]
"Apa itu cewek!" ucap Bima sinis.
[Bos, aku kemarin di beri info oleh temanku yang bekerja di Pemerintahan, katanya ada satu wanita cantik sekali sedang mencari pasangan! kau mau tidak?]
"Mana?" tanya Bima langsung.
[Cih! urusan begini saja langsung cepat tanggap! sialan!]
"Cepat bodoh! sebelum aku berubah pikiran!" ucap Bima kesal.
Muncul sebuah foto di depan mata Bima, matanya melotot melihat sebuah ciptaan Tuhan yang menurutnya sangat sempurna.
[Bagaimana bos?]
"Siapa namanya?" tanya Bima.
[Jennifer Hana dari clan Astro, satu satunya perempuan yang mampu menembus pemerintah dengan kekuatannya sendiri!]
"Clan Astro kan memang memiliki jalur masuk Pemerintah sendiri kan?" tanya Bima.
[Memang bos, tapi Jennifer ini anak dari orang tidak mampu di clan tersebut. Jadi dia berusaha sekuat mungkin demi menaikan derajat keluarganya]
"Kerennn!" ucap Bima kagum.
[Tapi dia sudah tante tante bos, usianya jauh lebih tua darimu]
"Kau niat mencarikan pasangan tidak sih! kalau kau ragu, aku juga ragu bodoh!" ucap Bima kesal.
[Hehehe...sebaiknya kau bicarakan dengan tuan Aron saja]
"Menyusahkan saja!" ucap Bima kesal.
__ADS_1
Bima mengurungkan niatnya dan memilih untuk berlatih supaya sakit hatinya bisa hilang.
Bersambung....