
Keesokan harinya, Bima bangun lebih pagi dari biasanya, pagi itu Bima bangun pukul 05.00. Bima ganti pakaian olahraga lalu segera pergi joging sebagai permulaan dari latihan beratnya hari ini.
Bima berlalu keliling komplek di temani Pom dan Piu yang Bima beri rantai supaya mudah di kendalikan.
"Hahhhh....segar sekali udara pagi hari!" ucap Bima yang sedang duduk beristirahat di taman komplek sambil minum air mineral.
[Hari ini kita latihan di alam Surgawi ya bos, nanti kau juga bisa memutuskan untuk masuk ke dungeon level 10 atau tidak]
"Baiklah bob." jawab Bima.
Setelah cukup beristirahat, Bima pun lanjut jogging menuju basecamp. Sesampainya di basecamp Bima langsung pergi ke ruang olahraga untuk pemanasan.
"Harus semangat!" gumam Bima ketika rasa sakit di beberapa lukanya kambuh.
"Demi menyempurnakan tugas terakhir! aku harus kuat! di kehidupan ku selanjutnya aku harus menjadi lebih baik dan lebih perhatian!" gumam Bima.
Saat sedang angkat beban, Diana datang menghampiri Bima dengan membawa segelas jus mangga, segelas susu murni, dan dua roti panggang isi selai Strawberry dan rasa blueberry.
"Istirahat dulu nak, tubuh kamu masih luka." ucap Diana duduk di salah satu tempat.
"Hahhhh!" teriak Bima melepaskan penatnya lalu duduk lesehan di depan Diana.
"Isi perut kamu sedikit, setidaknya minum." ucap Diana.
"Iya bunda." jawab Bima sambil mengelap keringat nya.
[Firasatku buruk bos! sialan!]
'Sama!' ucap Bima.
"Bunda tidak masak untuk anak anak?" tanya Bima sambil makan roti panggang buatan Diana.
"Sudah ada Rina, mamahmu, dan yang lainnya. Bunda sedang ingin berbicara denganmu nak." jawab Diana tersenyum manis.
"Bunda mau bicara apa? Bima masih ada banyak waktu kok." ucap Bima santai.
"Bunda mau tanya, hubungan kamu sama Jen gimana? baik baik saja?" tanya Diana.
"Baik baik aja kok bun, gak ada cekcok." jawab Bima cepat.
"Kalau sama Adel?" tanya Diana.
"Kalau sama Adel memang lebih renggang belakangan ini, Bima sebenarnya mau mendekat, tapi semenjak dia masuk PAUD jadi agak gimana gitu sama Bima." jawab Bima.
"Gitu ya? bunda udah paham gimana alurnya." ucap Diana.
"Kenapa bun?" tanya Bima santai sambil memakan roti panggang rasa blueberry.
"Adel udah empat hari ini kan ya masuk PAUD, menurut penyelidikan Bunda, Jennifer itu sudah main api di belakang kamu. Guru yang kemarin itulah lelakinya, selingkuhan berkedok guru." ucap Diana.
"Tapi kayaknya emang gitu deh bun, soalnya kemarin Bima tanya ke Adel waktu dia pulang jam 5 itu, dia sama ibunya di ajak ke rumah gurunya. Katanya dia senang sekali sama sikap ibu dari gurunya. Kemarin Bima juga ngerasa kalau mereka berdua sangat dekat dengan pria itu." ucap Bima.
"Tapi ya udahlah bun, biarlah, mau berbuat sampai mana kita lihat saja." ucap Bima lagi.
"Kamu gak marah?" tanya Diana kaget.
__ADS_1
"Aku mempercayainya, sisanya itu terserah dia. Simple bun." jawab Bima santai.
"Anak baik, semoga kedepannya kamu mendapat yang jauh lebih baik dan jauh lebih sempurna ya sayang." ucap Diana mencium pipi Bima.
"Amin bunda, makasih ya untuk sarapannya." ucap Bima merasa lebih santai setelah makan dan minum.
"Lanjut latihan gih, bunda ke depan dulu." ucap Diana berlalu pergi.
[All in gak sih bos?!]
"Hahaha....kau ini ya!" ucap Bima tertawa geli.
Bima masuk ke Alam Surgawi untuk melatih kembali beberapa celah di dalam gerakannya.
"Paman! sejak kapan paman ada disini?!" teriak Bima menyapa Smith, Aron dan Amon yang asik memancing di pinggiran danau.
"Sudah lama sih, kamu terlalu sibuk sampai lupa mengurus alam ini." jawab Smith.
"Hehehe...aku malas melihat wajah Kong paman." ucap Bima.
"Pergi saja kau Kong! wajah sama pantat tidak ada bedanya!" ucap Dexter sambil tertawa karena melihat wajah kebingungan temannya itu.
Bima tertawa geli ketika melihat wajah Kong yang sangat konyol.
"Salahku apa? aku tidak berbuat apa apa lho." ucap Kong semakin membuat Dexter dan Bima tertawa geli.
"Kamu mau apa kemari?" tanya Smith menggelengkan kepala pelan.
"Haduhhhh! aku mau latihan paman, aku baru sadar kalau banyak sekali celah di gerakan-gerakan ku." jawab Bima.
"Kekuatanmu sudah maksimal, kenapa latihan lagi?" tanya Aron heran.
"Iya deng, lupa aku." ucap Aron baru ingat.
"Nah! tujuanku berlatih ya mengembalikan lima poin penting tadi paman." ucap Bima.
"Baiklah, latihanlah biar aku awasi dari sini." ucap Smith.
"Okey paman!" jawab Bima langsung pergi mencari tempat yang cocok.
Bima memulai latihannya dengan bertahap karena lukanya terasa sangat nyeri.
[Wahh! bisa memperlambat rencana kita ini bos!]
"Haihhh! sangat menghambat bob! aku tidak bisa bergerak sesukaku." ucap Bima duduk di bawah pohon untuk istirahat.
"Kenapa?" tanya Smith menghampiri Bima.
"Kemarin aku terluka parah paman, jadi lumayan mengganggu latihan." jawab Bima.
"Bilang dari tadi, pamanmu ini mantan Dewa Pengobatan!" ucap Smith duduk di belakang Bima dan mulai mengobati luka luka Bima.
10 menit berlalu, akhirnya Smith selesai mengobati beberapa luka ringan Bima.
"Untuk di perut dan di kakimu itu terlalu dalam, aku tidak sanggup. Minumlah pill ini untuk mempercepat penyembuhan dan memudahkan Bob mengobati nya." ucap Smith menyodorkan dua pill berwarna kuning.
__ADS_1
"Terimakasih paman." ucap Bima langsung menelan kedua pill tersebut.
Bima pun lanjut berlatih dengan lebih bebas karena rasa sakitnya sudah sedikit hilang. Setelah di rasa cukup, Bima pun langsung masuk ke Dungeon level 10.
Bima berpindah kembali ke padang rumput yang jauh lebih luas dengan jutaan monster kelas Kaisar Dewa Iblis sudah siap memakai mode Combat mereka.
"Wah wah wah! lebih banyak ya!" ucap Bima mengeluarkan pedangnya.
[All in untuk semesta!]
Bima terkekeh lalu membuka 500.000% kekuatannya dan melesat menyerang para monster dengan sangat buas dan brutal.
Booommm...
Boomm..
duarrrrrr...
Duarrrr...
Ledakan ledakan besar terus terjadi akibat dari serangan Bima, tebasan dari berbagai energi dan elemen Bima lancarkan. Semua skill Bima keluarkan, semua kemampuan dia keluarkan, teknik bertarung, semua yang Bima miliki di keluarkan saat itu juga.
"Pertarungan harga diri! di larang pakai patung dan sebagainya!" teriak Bima melapisi tubuhnya menggunakan energi penguasa dan melesat menyerang para monster.
Crashh..
Crashhh...
Crashhh...
Boommm...
Booomm...
Duarrrrrr...
Bima terus melepaskan serangan walaupun tubuhnya terkena berbagai macam serangan. Sampai akhirnya karena muak, Bima menggunakan full kekuatannya karena para monster yang terus bertambah bukannya berkurang.
Di dalam keadaan full kekuatan ini, Bima hanya mengibaskan tangannya sekali semua monster di depannya langsung terduduk dengan mata melotot dan mulut mengeluarkan darah.
"All in untuk semesta!" teriak Bima sangat bahagia walaupun tubuhnya benar-benar hancur.
[Woooooo!]
'Woooo! makan besar!' teriak Kong.
Bima menyimpan semua mayat monster di sana lalu kembali ke Alam Surgawi untuk membersihkan diri dan membalut luka lukanya.
"Jutaan monster paman! bayangkan! sekali aku kibaskan tanganku, mereka langsung terduduk tidak bernyawa!" ucap Bima bercerita penuh semangat di depan Aron dan Amon.
"Kenapa kau tidak memakai patung patung mu?" tanya Aron penasaran.
"Ini pertarungan harga diri! di larang memakai bantuan! yang memakai bantuan itu pengecut!" jawab Bima yang di setujui oleh Smith.
"Betul! aku setuju!" ucap Smith.
__ADS_1
1 jam kemudian, semua luka di tubuh Bima pun telah selesai di obati oleh Smith. Bima hanya tinggal menunggu beberapa hari untuk sembuh total.
Bersambung....