
Bima menjalani hari harinya dengan memperbanyak healing supaya pikirannya fresh. Bima terus menemani Zoya kemanapun dia mau pergi, Bima sangat menjaga Zoya demi keamanan dan kesehatan Zoya.
Berbulan-bulan Bima menjalani hidup tanpa mengambil misi atau apapun itu yang berbau hunter. Sampai akhirnya hari dimana Zoya melahirkan pun datang, Bima bersama bi Siti di buat kalang kabut mengatasi Zoya yang kontraksi di luar perkiraan dan lebih cepat satu minggu dari perkiraan bidan.
Keduanya sudah persis seperti ibu dan anak yang sibuk mengurusi Zoya. Walaupun harus sedikit merepotkan bi Siti dan Bima, Zoya melahirkan seorang anak laki-laki yang tak kalah tampan dengan Bima secara lancar tanpa hambatan dan di dampingi Bima secara langsung sebagai seorang penyemangat.
David Neilson, seorang anak laki-laki yang lahir dari rahim Zoya si Ratu Neraka yang terkenal kejam dan murahan dulunya. Nama yang di berikan oleh Bima atas rekomendasi dari sistem, Kong, dan Adrian.
"Hebat! kamu hebat sayang!" ucap Bima mencium kening Zoya penuh kasih sayang.
Zoya tersenyum lega dengan perasaan penuh kegembiraan yang tak bisa di ungkapkan menggunakan kata kata.
"Ganteng pak, nurun dari ayahnya ini, kalau tingginya nurun dari mamahnya. Cocok! selamat ya pak!" ucap bidan menggendong bayi laki-laki.
"Terimakasih ya bu bidan" ucap Bima tersenyum.
"Iya pak, ini sudah kewajiban saya untuk membantu calon calon ibu." jawab bidan tersenyum.
Setelah itu Zoya bersama David di bawa ke ruang rawat inap guna memantau kondisi keduanya. Bima setia menunggu anak dan istrinya dengan hati gembira bukan main melihat anak pertamanya yang lahir sehat tanpa cacat.
"Ayang, sini." panggil Zoya pada Bima yang sedang asik rebahan di sofa sembari menonton youtube.
Bima dengan sigap duduk di kursi samping ranjang.
"Kenapa? laper? apa haus?" tanya Bima.
"Enggak, aku cuma mau peyuk." jawab Zoya manja.
Bima tersenyum kecil dan memeluk Zoya lembut penuh kasih sayang.
"Capek banget tau, untung ada kamu disampingku." ucap Zoya mengelus pipi Bima lembut dengan tatapan penuh kasih sayang dari mata indahnya.
"Enak mana sama buatnya?" tanya Bima menaik turunkan alisnya.
"Ishh! aku serius ihh! malah ke arah sana!" ucap Zoya kesal.
"Hahaha..." Bima terkekeh pelan supaya David tidak bangun dari tidur nyenyak nya.
"Udah berapa bulan kamu rehat sayang?" tanya Zoya.
"9 bulan lebih seminggu, emang kenapa?" jawab Bima.
"Kamu gak mau come back? situasi di luar rasanya lebih mencekam dari sebelumnya. Firasatku gak baik sayang soal ini semua." ucap Zoya.
__ADS_1
"Gak, aku masih mau lihat tumbuh kembang si bocil, aku juga masih mau habisin waktu sama kamu." jawab Bima menggeleng pelan.
"Kalau itu pilihan kamu, aku sebagai istri cuma bisa suport." ucap Zoya tersenyum manis.
Tok..tok..tok...
Tiba tiba pintu ruangan di ketuk secara perlahan, sepertinya tamu di luar takut mengganggu si bocil.
"Bentar, aku bukain pintu dulu." ucap Bima mencium pipi Zoya.
Bima membuka pintu ruangan dan melihat Diana, Brian bersama calon istrinya, bi Siti dan Alena yang datang.
"Masuk bunda." ucap Bima pelan.
Mereka masuk ke dalam ruangan secara perlahan dan menghampiri Zoya untuk mengecek kondisinya.
"Hebat kamu sayang, lahiran normal dan masih sebugar ini." ucap Diana mengapresiasi Zoya.
"Terimakasih mah." ucap Zoya senang.
"Masih nyeri nak?" tanya Alena.
"Masih nek, cuma enggak senyeri tadi." jawab Zoya.
"Ini siapa namanya? ganteng banget." tanya Diana gemas.
"David bun, ganteng kayak bapaknya kan?" jawab Bima pd.
"PD banget kamu!" ucap Diana kesal.
"Hehehehe..." Bima terkekeh pelan.
"Sehat sehat ya." ucap Diana tersenyum gemas.
Ketiga wanita itu berbincang-bincang sangat asik melupakan keberadaan orang lain di ruangan itu.
"Kau mau nikah kapan?" tanya Bima santai.
"Kata bunda sih mau di undur kak, sampai kak Zoya pulih dan David bisa berjalan." jawab Brian yang memang lebih muda dari Bima.
"Lama juga ya, 1,5 tahun loh." ucap Bima.
"Gak papa kak, yang penting semua bisa datang ke pernikahanku. Lagian kita sudah tunangan juga kok." jawab Brian.
__ADS_1
"Mending nikah secara agama dulu, resepsinya belakangan. Nikah secara agamanya kau undang kerabat dekat aja, baru pas resepsi kau undang teman dan sahabatmu." ucap Bima memberi saran.
"Nanti aku bicarakan dengan pihak keluarga Rani dulu kak." ucap Beian.
"Aku cuma beri saran, jangan langsung kau lakukan. Bicarakan dengan kedua pihak dulu, pernikahan itu sakral, jadi jangan main-main." ucap Bima.
"Iya kak." jawab Brian.
"Kak Bima kapan mau come back?" tanya Rina, calon Brian.
"Belum kepikiran kesana, kayaknya masih lama." jawab Bima.
Rina hanya menganggukkan kepala tanda paham dengan apa yang mau Bima lakukan kedepannya.
Setelah 3 hari rawat inap, akhirnya Zoya dan anaknya di perbolehkan pulang karena kondisinya yang sudah stabil. Mereka pulang ke rumah dan langsung di sambut heboh oleh tiga hewan peliharaannya yang terlihat ikut bahagia.
Hari hari berjalan dengan normal tanpa hambatan, itu di dalam rumah tangga Bima. Berbeda dengan di luar sana yang sedang keos karena banyaknya portal portal liar yang muncul di luar prediksi Asosiasi.
Berita tentang guild The Beast yang menghina Stella saat akan melakukan pengumuman pun kembali menjadi trending topic.
Ya, Stella sendiri yang mengarang berita ini supaya guild The Beast tercoreng namanya sehingga masyarakat tidak lagi mengeluh eluhkan kekuatan mereka.
Berita yang sudah berbulan-bulan itu kembali menjadi trending topic karena di anggap sebagai berita palsu saja. Masyarakat yang sebelumnya balik membenci guild The Beast, kini kembali membela guild The Beast dan memohon untuk kembali demi keamanan masyarakat.
Walaupun ribuan orang sudah menyerbu akun instagram Guild The Beast untuk memohon kembali bertugas, tetap saja guild itu tidak juga kunjung menunjukkan tanda tanda untuk comeback.
Sampai kini Negara Indonesia sedang keos karena portal portal liar yang meledak secara bersamaan dan menginvasi wilayah-wilayah manusia, Guild The Beast juga tak kunjung menunjukkan tanda tanda akan kembali bertugas.
Masyarakat juga terus mendesak Asosiasi untuk melakukan gebrakan mengambil alih wilayah-wilayah yang sudah di kuasai monster. Bagaimanapun caranya, masyarakat hanya mau beraktivitas seperti dahulu kala.
Namun, memang pada dasarnya Stella belum cukup mahir memerintah sebuah negara besar, keluhan masyarakat tak ada satupun yang dia turuti.
Bukannya memikirkan keselamatan rakyat nya, Stella malah sibuk berlibur keluar negeri bersama keluarganya. Di pemerintahan Stella, hutang negara membengkak sampai 20.000 triliun tanpa ada pembangunan infrastruktur yang berguna untuk masyarakat umum.
Kini Indonesia sudah di ambang sebuah kehancuran karena pemerintahan nya yang bobrok dan wilayah-wilayahnya yang di ambil alih oleh para monster tanpa bisa melawan lebih jauh.
Teman-teman Bima bukanya membujuk Bima untuk comeback, mereka malah sibuk holiday dan berlatih mandiri sesuai pesan dari Bima. Mereka menghiraukan berita yang terus meminta guild The Beast untuk kembali bertugas.
9 Guild teratas pun tak punya kuasa untuk menyelesaikan portal portal yang kelasnya di atas mereka. Mereka tak luput dari caci dan maki para masyarakat yang sudah sangat percaya pada mereka.
Pilar Negara juga tak berguna, di saat saat masyarakat membutuhkan, mereka malah menghilang tanpa jejak bak di telan bumi.
Mereka merasa kalau perkataan Bima tentang pujian hanyalah omong kosong adalah benar adanya.
__ADS_1
Bersambung.....