
Mereka pergi ke depan Asosiasi yang terdapat portal berwarna merah. Portal itu terus menerus mengeluarkan aura yang sangat mengerikan, bahkan Kevin di buat muntah muntah karena aura negatif portal tersebut.
"Kalian ke Asosiasi saja, lihat dan perhatikan dari sana. Ini di luar kemampuan kalian." ucap Bima pada tim Junior.
"Baik!" jawab mereka serempak lalu pergi kembali ke Asosiasi.
"Kita tunggu di belakang saja kek, di sini terlalu banyak resiko." ucap Bima berjalan pergi menjauhi portal.
Bima dan yang lain menunggu di halaman Asosiasi sambil menyiapkan senjata mereka. Bima duduk bersila di depan pedang Yin Yang miliknya.
"Sudah lama aku tidak memakai kalian." gumam Bima tersenyum tipis.
"Ris! agak sinian anjink!" panggil Julian saat melihat Bima melukai jempolnya.
Riski yang memang sudah sedikit berpengalaman dengan Bima langsung berlari menghampiri Julian membawa sabit dan busur panahnya.
"Lupa aku cok!" ucap Riski.
Julian memberikan kode pada Wilson untuk tidak dekat dekat dengan Bima supaya tidak terjadi hal buruk nantinya.
Woshhhh....
Tiba tiba dua ekor roh naga penguasa api dan air keluar dari pedang Yin Yang dengan aura yang sangat amat mengerikan.
"Salam Yang Mulia!" ucap keduanya bersamaan dengan menundukkan kepala.
Bima tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.
"Groahhhhhh....." kedua naga itu terbang meliuk-liuk di atas langit dan mengaum sangat keras lalu melesat masuk kembali ke dalam pedang.
"Roh Pedang! luar biasa! ilmu yang sudah sangat lama punah!" gumam Julian.
"Sabitku bisa di isi gak jul? aku mau isi badak! biar kuat!" ucap Riski.
"Aku tidak tau, aku belum pernah mempelajari tentang roh senjata." jawab Julian.
"Payah!" ucap Riski kecewa.
"Itu baru senjatanya." bisik Albert pada Henry.
"Diamlah!" ucap Henry kesal.
Bima menghela nafas panjang lalu berdiri menghampiri teman-temannya yang masih sibuk mempersiapkan senjata mereka. Bima memberi kode untuk berkumpul sebentar.
"Saling cover aja, jangan lengah, jangan cuek, ini bukan portal biasa. Kita tunjukkan taring iblis kita." ucap Bima.
"Pace, jangan kebanyakan ngalamun! tunjukkan kalau kau senior yang kuat!" ucap Bima.
"Siap kaka!" jawab Arie mengangguk paham.
"Kau kalau payah, langsung aku kembalikan pada ayah!" ucap Bima menunjuk Henry.
Henry langsung menganggukkan kepala cepat dengan perasaan deg-degan karena baru kali ini dia di tekan.
Duarrrrrr.....
Groahhhhhh.....
Portal tadi meledak dengan sangat dahsyat, memuntahkan ratusan ribu monster dengan ukuran raksasa di kelas Dewa Monster dan seekor Naga hitam berkepala tiga yang besarnya seukuran Kuro dengan kelas di Kaisar Dewa Iblis.
Meledaknya portal liar tersebut membuat hancur gedung gedung dan bangunan di sekitarnya. Kuatnya para monster itu tentu saja membuat hunter hunter yang menonton bergetar ketakutan.
Bahkan Kevin, Rizal, dan Doni sepintas merasakan rasa takut, padahal dulu mereka dapat dengan mudah membunuh para monster monster itu.
__ADS_1
"Ashuraaaaa!" teriak Naga berkepala tiga dengan sangat keras.
"Tiamat." gumam Bima menengok sambil menyeringai menunjukkan taring iblisnya.
"Tuan!" panggil salah satu kepala Guild yang di panggil untuk membantu Bima dan kawan-kawan.
"Berapa guild yang ikut?" tanya Bima.
"4 guild, The Destroyer, The Force, Black Dragon, dan White Rose." jawabnya.
"Kalian menyebar, bagi beberapa tim, satu tim isi 10 orang! jangan terlalu jauh dengan kami!" ucap Bima sambil berjalan kedepan.
"Baik!" jawab kepala guild itu lalu berlari pergi.
"Santai Bima, ini pertarungan pertama setelah berbulan bulan. Jangan grogi, kau pasti bisa pulang dengan selamat." gumam Bima menarik nafas berkali-kali supaya tenang.
"Groahhhhhhhhh......"
Booommmmm.....
Saat sedang menenangkan diri di depan teman-temannya, tiba tiba Bima di serang oleh Tiamat menggunakan bola energi hitam.
"Ashuraaaaa! lawan aku bajingannnn!" teriak Tiamat keras mungkin.
"Sampah!" ucap Bima lalu melesat menyerang ratusan monster dengan pedangnya.
"Maju jul! aku cover!" teriak Albert.
"Baiklahh!" teriak Julian lalu melesat menyerang dengan Albert membuntuti dari belakang.
"Maju! kenapa kau diam saja bodoh!" ucap Riski kesal pada Henry.
"Hehehe....maaf maaf! aku grogi!" ucap Henry nyengir lalu ikut melesat menyerang para monster.
Woshhh....
Boommm....
Boommm....
Ledakan ledakan dahsyat terjadi di mana mana, keempat guild yang membantu menyebar menyerang para monster sebisa mereka dengan sedikit bantuan dari Riski dan Arie.
[Lemas saja bos, jangan di bawa tegang]
'Lemas bos! ingat! yang kau bunuh adalah sumber makanan kami!' ucap Kong.
"Hiaaaaaaaa!" teriak Bima melempar cakram api biru.
Woshhhh....
Duarrrrrrrr.....
Ledakan yang sangat dahsyat dari cakram api yang Bima lempar membuat tanah bergetar hebat dan membunuh ribuan monster secara langsung.
Hal ini membuat Tiamat sangat marah, dia menginjak tanah tiga kali. Tiba tiba para monster yang tadinya sudah mati kembali hidup dengan fisik yang kembali sempurna dan energi yang kembali penuh.
"Sial!" gumam Bima kesal.
"Mundur semua!" teriak Bima melompat ke belakang membantu guild lain lepas dari kepungan para monster.
Mereka semua pun berhasil mundur, Bima melompat setinggi-tingginya lalu memasang Array empat mata angin yang langsung mengurung para monster termasuk Tiamat.
"Brengsek!" ucap Bima kesal.
__ADS_1
"Aku lupa skill spesialnya! anjink!" ucap Bima sangat kesal.
[Boss! lepaskan keteganganmu bodoh! kau akan mudah terluka kalau terlalu tegang! santai saja!]
Bima menghela nafas berat, meminum air mineral yang di berikan oleh Bella.
"Bagaimana tuan Bima?" tanya kepala guild The Destroyer.
"Kalian istirahat saja, biar kami yang urus." jawab Bima.
"Anda yakin tuan?" tanya kepala guild The Force.
"Nyawa kalian lebih penting, istirahatlah, biar kami yang urus." jawab Bima menepuk pundak kepala guild The Force.
"Baiklah tuan, semangat!" ucap kepala Guild The Destroyer.
Bima memberi kode untuk berkumpul.
"Santai saja, kita anggap semua ini latihan. Jangan tegang, keluarkan semua yang kalian punya! maju! tidak ada yang ngendok!" ucap Bima.
"Baik!" jawab mereka langsung mengeluarkan aura aslinya.
"Maju!" ucap Bima.
Woshhhh...
Kelimanya langsung melesat dengan kecepatan penuh meninggalkan Bima yang masih mau menenangkan diri.
Henry dan Albert memakai Perfect Susano'o mereka yang besarnya masih kalah dengan besar Tiamat. Sedangkan Julian, Arie, dan Riski menyerang dengan menggunakan kekuatan Dewa mereka yang sangat terkenal dahsyat di sana.
Pertarungan yang sebelumnya terlihat sangat menyulitkan berubah drastis menjadi terlihat sangat mudah. Drone terus menyorot pertarungan yang sangat sengit itu.
Sedangkan Bima masih duduk menenangkan diri sambil meminum air mineral pemberian Bella.
'Santai bos, ini bukan peperangan yang sebenarnya, ini hanyalah latihan belaka sebelum kau melawan Typhoon sang raja terakhir! kau tidak boleh kalah di tangga pertama! kau itu penguasa! kau bisa mengalahkan siapapun sesuai kehendakmu!' ucap Drago.
'Kalahkan dia! jangan hanya diam menatap pertarungan sampah di depanmu! jadilah yang terbaik dari yang terbaik! kau pencetak sejarah! bukan sejarah yang mencetakmu!' teriak Drago di barengi auman para bawahan lainnya.
Bima berdiri, menghilangkan Array empat mata angin lalu mengaktifkan mata RinneSharingan. Aura penguasa yang sangat kuat menyebar luas membuat siapapun yang merasakannya langsung merinding.
"Ini dia! keluarkan nak! aku ingin melihatnya!" gumam Billy menyeringai dengan seluruh tubuh merinding.
"Keluarkan!" gumam Wilson merinding.
"Ayo tunjukkan pada pamanmu yang payah ini!" gumam Leon menatap punggung Bima.
Woshhhhhhh.....
Boooommmmm.....
Ashura Susano'o berwarna emas yang ukurannya menyamai Tiamat muncul dengan Bima sebagai pengendalinya.
"Lawan aku Tiamat!!!" teriak Bima lalu melesat ke arah Tiamat.
Kemunculan patung legendaris yang dulu pernah mengalahkan dua naga penguasa membuat seluruh orang yang melihat merinding seluruh tubuh. Momen yang sangat di nanti nanti oleh para hunter senior saat mendengar guild The Devil's Crew kembali aktif akhirnya terjadi juga.
Tim Junior yang melihat kekuatan asli tim Senior hanya bisa melongo dan terdiam membisu. Ada perasaan bangga dan ada perasaan ingin melampaui mereka di diri mereka.
"Ashuraaaaa!!!" teriak Tiamat.
"Tiamattttt!!!!" teriak Bima.
Booommmm.....
__ADS_1
Dua entitas yang sangat kuat saling beradu aura dan energi yang sangat kuat hingga menimbulkan ledakan yang luar biasa dahsyat.
Bersambung.....