King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 111


__ADS_3

Saat membuka mata, Bima melihat kalau dia sedang berada di kamar dengan di kelilingi oleh keluarga dan teman temannya.


"Bisa kalian keluar? aku ada pekerjaan penting." ucap Bima langsung duduk bersila dan menutup matanya.


"Cepat keluar!" ucap Fergie langsung berlari keluar tanpa memikirkan orang-orang di sekitarnya yang panik.


Saat berada di luar kamar, mereka langsung memarahi Fergie dengan sangat kesal karena memikirkan dirinya sendiri.


"Dasar pak tua sialan!" gerutu Amon kesal.


"Hehehehe....aku sudah tua, jadi harus menyelamatkan dirku sendiri terlebih dahulu.


"Lalu kau membiarkan para generasi muda ini mati? begitu?! sialan!" ucap Aron kesal.


Pletak...


"Hey! jaga sopan santun mu pada sesepuh ini!" ucap Fergie kesal dan menjitak Aron.


"Ampun puh sepuh." ucap Aron langsung meminta maaf.


"Ya begitu!" ucap Fergie tersenyum senang.


Di sisi lain, saat ini Bima sedang berada di ruang Hampa miliknya. Bima melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri kalau semua energi di dalam tubuhnya saling serang dengan aura membunuh yang sangat kuat.


Woshhhhh.....


Bima mengeluarkan aura penguasanya yang langsung menghentikan peperangan antar energi yang berusaha Dewa Amral dan Ben lerai.


"Jika ingin terus berperang, ubah wujud kalian menjadi manusia dan lawan aku! jangan jadi pengecut!" teriak Bima penuh penekanan.


Hening....


"Siapa yang ingin menguasai ruang hampa ku?! hah?!" teriak Bima yang benar-benar marah.


Hening....


Tidak ada yang berani memberikan gestur jawaban karena ketakutan mereka pada Bima yang sudah sangat amat kuat walaupun tanpa mereka.


"Kalian berperang aku yang terkena getahnya! bajingan kalian semua! kalau tidak terima pergi! kalian pikir aku butuh kalian?! tidak sama sekali! kalian hanyalah biji kelereng tempat penampungan rasa egois! kalian sampah! menjijikkan!" teriak Bima.


"Berkali-kali aku menerima masalah hanya karena kalian!" teriak Bima penuh amarah.


"Kalau sekali lagi kalian berperang, aku tidak akan segan segan memusnahkan kalian! paham!" teriak Bima yang langsung di jawab anggukkan para bola energi itu.


"Kembali ke tempat kalian!" teriak Bima.


Woshh..


woshhh..


Woshhh..


Puluhan bola energi itu langsung melesat kembali ke tempatnya masing-masing dan kembali membentuk saluran satu sama lain ke sebuah bola raksasa berwarna emas yang menjadi inti dari kekuatan tubuh Bima.


"Naahhh! begini kan enak! jangan saling bertengkar ya! kalian itu sahabat! harus saling membantu satu sama lain!" ucap Bima tersenyum senang.


Setelah masalah di ruang hampa beres, Bima pun masuk ke Alam Surgawi.


"Bob! aku beli 1000 kesatria kelas Dewa 3 Alam! tempatkan mereka di berbagai daerah konflik! tambah 500 kesatria kelas Dewa Alam Semesta untuk di tempatkan di daerah yang belum sempat aku datangi!" ucap Bima tegas.


"Baik!" jawab Sistem langsung menghilang dari tempatnya.


"Kembali ke tempat masing-masing!" ucap Bima.


"Baik!" jawab mereka serempak.


Setelah semua masalah di tubuhnya beres, Bima langsung kembali ke raganya dan memulihkan luka dalam akibat dari peperangan para bola energi.


Setelah sembuh total, akhirnya Bima bisa merasakan lega di tubuhnya yang tadinya sangat lemas dan mual. Bima melihat ke arah jendela, ternyata hari sudah malam, Bima pun memutuskan untuk mandi supaya tubuhnya lebih segar.


Selesai mandi Bima keluar kamar untuk menyapa semua orang yang sedang merasakan khawatir. Saat membuka pintu, Bima langsung di peluk sangat erat oleh Jennifer dan Adel.


"Kenapa nih?" tanya Bima tersenyum canggung.

__ADS_1


"Ayah baik baik saja kan?" tanya Adel mendongak menatap mata Bima.


"Tentu saja, ayah baik baik saja! Adel tidak usah khawatir." jawab Bima mengusap kepala Adel.


"Apa yang terjadi?" tanya Fergie.


"Kakek sudah tau dong harusnya." jawab Bima.


"Kalau soal ruang hampa mu aku sudah tau, tapi kamu kemana?" tanya Fergie.


"Adalah kek, ini rahasiaku." jawab Bima tersenyum manis.


"Ohhhh! oke oke! gitu ya kamu sekarang! mainnya rahasia dengan kakekmu ini!" ucap Fergie sinis.


"Hey! itu hak dialah!" ucap Amon kesal.


"Cih!" dengus Fergie kesal.


"Ada beberapa pesan kek, dari portal Gate Of End, sampai beberapa hal penting lainnya yang aku terima. Tapi hal lain itu belum bisa aku ceritakan padamu, aku butuh banyak waktu untuk evaluasi diri." ucap Bima.


"Baiklah baiklah! aku mau pulang dulu! istriku sudah menunggu!" ucap Fergie ketus.


"Salam untuk nenek ya." ucap Bima terkekeh pelan melihat sifat kekanak-kanakan Fergie.


"Ya!" jawab Fergie ketus lalu menghilang begitu saja.


"Ayo makan dulu, nanti ibu ceritakan beberapa hal penting di ruang makan." ucap Riana.


"Baik bu." jawab Bima nurut.


Mereka pun berjalan bersama-sama menuju ruang makan, Bima sangat asik berbincang dengan Jennifer dan Adel sampai tidak menyadari ada orang yang sangat mengagumi ketegarannya selama ini.


Di ruang makan, Bima langsung duduk di sebelah Jennifer dan mengambil makanannya sendiri. Bima masih belum menyadari ada orang baru di antara mereka.


"Ayah makan banyak sekali! apa perut ayah tidak meledak nanti?" tanya Adel terkejut dengan porsi makan Bima.


"Ayah tidak makan dari siang, jadi wajar dia makan segunung begitu. Sudah, kamu makan saja cepat." jawab Jennifer.


"Baiklah bu!" ucap Adel nurut dan mulai makan makanan yang Jennifer siapkan.


"Ke kamar mandi bentar katanya." jawab Riski.


"Ohh okey." ucap Bima santai.


Saat sedang asik mengunyah makanan, Bima mengernyitkan alisnya. Bima baru merasakan aura yang sangat kuat ada di depannya.


'Siapa dia?' batin Bima menatap pria di depannya lekat lekat.


[Luar biasa bos! dia sangat kuat! walaupun hanya 1% dari mu.]


'Woahhhh! 1%! baru dengar aku sosok yang mampu menyamai kekuatan bos 1%!' teriak Kong haboh.


"Kenapa sayang?" tanya Jennifer yang heran dengan tatapan Bima.


"Hem? enggak." jawab Bima tersenyum canggung dan lanjut makan.


Tak lama Albert pun datang dengan wajah lega, dia duduk di samping pacarnya yang bernama Agnes.


"Kau free kapan bert?" tanya Bima.


"Aku free terus kak, aku pengangguran." jawab Albert santai.


"Besok temani aku ya." ucap Bima.


"Kemana?" tanya Albert.


"Ke dimensi kakek Yan, aku mau buat tugu peringatan." jawab Bima.


"Ohh, baiklah." ucap Albert menuruti ajakan Bima.


"Ayah! aku boleh ikut tidak?!" tanya Adel penuh harap.


"No! mulai besok Adel belajar dengan ibu!" ucap Jennifer tegas.

__ADS_1


"B-baik bu." ucap Adel sigap langsung kembali makan karena takut dengan tatapan tajam Jennifer.


Mereka lanjut makan tanpa ada percakapan dan suasana terasa sangat canggung.


'Canggung sekali!' batin Bima mengeluh.


[Buka percakapan lah bos!]


"Hey, pria berotot, siapa kau?" tanya Bima yang bingung mau memanggilnya apa.


[Astagaaa! apa tidak bisa lebih halus lagi bosss! sialannn!]


"A-anu...hehehe....aku Henry." jawab Henry terkekeh canggung.


"Henry? siapa? aku baru dengar nama itu." tanya Bima.


"Nak, dia kakakmu, anak kandung ibu." ucap Riana yang sudah dari tadi ingin berbicara namun entah mengapa dia merasa tertahan.


"Kakak? aku? punya kakak? hahaha...ibu bercanda!" ucap Bima tertawa keras.


"Ibu serius nak! apa wajah ibu terlihat bercanda?!" jawab Riana dengan wajah garang.


"Ini anakmu?" tanya Bima pada Adrian.


"Ya." jawab Adrian cuek.


"Kau? kakakku?" tanya Bima menunjuk Henry dengan sendok.


"I-iya.." jawab Henry benar-benar merasa canggung.


"Apa buktinya?" tanya Bima masih ragu.


"Anu...aku punya mata yang sama seperti milikmu." jawab Henry.


"Mana?" tanya Bima butuh bukti.


Henry pun memperlihatkan mata RinneSharingan dengan 6 titik berwarna ungu dan God Of Eyes berwarna kuning dengan 8 titik. Berbeda dengan Bima yang berwarna merah dan memiliki 12 titik pada God Of Eyes nya.


"Kau sudah membangkitkan God Of Eyes ya? lumayan." ucap Bima mengangguk pelan.


"Anu...aku boleh lihat milikmu?" tanya Henry yang sudah kembali memakai mata normal.


Bima mengaktifkan mata RinneSharingan berwarna kuning dengan 8 titik dan God Of Eyes miliknya yang membuat Henry kagum.


"Butuh perjuangan untuk mencapai titik maksimal mata ini, aku akui kau hebat." ucap Bima kembali memakai mata normal.


"Terimakasih." ucap Henry sangat senang mendapatkan pujian dari Bima.


"Tapi memang kau kakakku ya?" tanya Bima masih ragu.


"Hey! sudah ada buktinya! kenapa kau masih ragu bodoh!" seru Riski yang merasa kesal sendiri.


"Hehehe...." Bima terkekeh geli melihat wajah kesal Riski.


"Jauh sebelum kamu dan Albert lahir, aku sudah lahir duluan. Tapi aku di culik oleh sekte aliran sesat untuk di jadikan persembahan. Tapi aku berhasil selamat karena seorang pria gagah yang menyelamatkan aku dari sekte itu dan aku di besarkan olehnya serta di latih menjadi seorang kesatria tingkat tinggi." ucap Henry.


"Sepertinya kita ini satu nasib ya, kau di culik, Albert hilang, aku mati dan jiwanya pindah. Keluarga macam apa ini hey! aneh sekali!" ucap Bima.


"Ini semua karena ayah kak." ucap Albert datar.


"Hey! jangan salahkan aku!" ucap Adrian kesal.


"Benar juga, kalau ayah menjaga kita dengan benar, pasti kita akan tumbuh bersama ya." ucap Bima.


"Ya! ayah penghancur keluarga!" ucap Albert.


"Tolong hilangkan julukan jelek itu." ucap Adrian dengan wajah murung.


"Tapi semua ada baiknya kan, kalian bisa tumbuh mandiri walaupun tanpa bimbingan kita." ucap Indi istri ke tiga Adrian.


"Masuk juga." jawab Bima menganggukkan kepala.


Mereka makan malam bersama dengan perbincangan seru antara Bima, Albert, dan Henry yang saling bercerita tentang perjalanan mereka saat ada di alam Fana.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam, mereka pun kembali ke kamarnya masing-masing dan istirahat.


Bersambung...


__ADS_2