King Of Universe

King Of Universe
Bab 30


__ADS_3

Di sisi lain, Bima kini sedang di sidang oleh semua Dewa Dewi penguasa di sebuah ruangan super besar dengan tubuh yang sudah di segel supaya Bima tak bisa memberontak.


"Kau adalah satu-satunya Dewa yang tak punya hati! kau adalah makhluk yang harusnya tidak Tuhan ciptakan! kau adalah makhluk Hina yang derajatnya sama dengan Iblis! Pembunuh! menjijikan!" teriak seorang Dewa sesepuh yang menjadi hakim utama dalam persidangan kali ini.


'Dia ngomongin apa si?' batin Bima malas.


[Entah bos]


'Lohhh! kau masih ada di sini bob?' tanya Bima kaget.


[Aku menyatu dengan jiwamu bos, kalau AI sialan waktu itu sudah pisah]


'Owww, terus ini aku bisa lepas gak dari segel ini?' tanya Bima.


[Mudahlah bos, kekuatanmu 100 tingkat dari Dewa Dewi rendahan di sini!]


'Iya sih, segelnya juga lemah, tapi males ah.' ucap Bima.


"Kau mendapatkan hukuman menjadi kuli tambang emas di Dimensi Yard selama lamanya! tidak ada keringanan!!!!" teriak hakim utama penuh kebencian.


"Baiklahh, ayo cepat kirim aku sebelum aku berubah pikiran." ucap Bima santai.


"Cuihhh! kau bisa apa sampah! kau sudah di segel! kau tak akan pernah bisa memberontak! dasar sampah! dasar anak haram! ayah ibumu adalah iblisss!!!" teriak hakim utama.


Woshhhhh...


Aura Penguasa Jagat Raya yang sangat kuat dan mengerikan menyebar ke seluruh sudut ruangan, menghancurkan segel sampah yang mengikat kekuatan Bima.


Semua dewa Dewi termasuk sang hakim di buat tertunduk lemah tak berdaya dengan darah terus mengalir dari hidung dan mulut mereka.


"Kau boleh menghinaku dengan berbagai macam cacian dan makian, tapi kalau sudah menyangkut orang tua, jangan harap masih bisa melihat mentari dan bulan indah besok!" ucap Bima dingin dengan tatapan tajam.


"Nak, sudah, mari, aku akan jelaskan semuanya padamu." ucap seorang kakek sepuh dengan aura sangat kuat sampai membuat aura milik Bima pecah.


"Siapa anda?" tanya Bima segan.


"Mari ikut aku, nanti aku akan jelaskan semuanya dengan rinci." ucap kakek sepuh itu.


Keduanya pun menghilang dari tempat itu, aura yang menekan para dewa Dewi termasuk sang hakim pun hilang begitu saja.


"Bajingannnn! aku gagal menyiksanya!!!!" teriak Hakim utama penuh kebencian.


Bima di bawa ke sebuah padang rumput yang terdapat beberapa pohon rimbun. Keduanya duduk di bawah pohon dengan pemandangan indah di depannya, Bima mengambil rokoknya di inventaris dan menghidupkan.


"Kau tau kenapa aku mengajakmu kemari?" tanya Kakek itu.


"Pertama perkenalkan dulu nama kakek, jangan langsung menjelaskan, aku kurang enak kalau ngobrol sebelum tau nama lawan bicaraku." ucap Bima.

__ADS_1


"Aihh, maaf, kakek lupa, maklum sudah sepuh, perkenalkan nama kakek Alvin Neilson, panggil saja kakek Alvin." ucap kakek sepuh bernama Alvin itu.


"Kakek ada urusan apa denganku?" tanya Bima mencoba tenang walaupun agak kaget mendengar marga kakek tua di sampingnya ini.


"Aku mendapatkan perintah dari pusat untuk memberimu sebuah misi khusus." jawab Alvin.


"Misi apa?" tanya Bima.


"Carilah adik kandungmu di alam Fana, selain itu kau harus mencari 7 pecahan jiwa Naga Penguasa Langit ke 7, kakak dari Ben, dan satu misi lagi yaitu carilah 12 pecahan batu Nirwana berwarna hitam. Kalau sudah lengkap datangi aku di Kerajaan Moonlight yang menjadi pusat pemerintahan alam Dewa." jawab Alvin menjelaskan.


"Susah sekali!" ucap Bima kesal.


"Mau bagaimana lagi nak, itu misi yang menjadi salah satu cara supaya kau terbebas dari hukuman mati." ucap Alvin.


"Ck! tau gini mending dulu bunuh diri! nyusahin hidup orang!" ucap Bima sangat kesal.


"Jangan bicara begitu, semua sudah ada jalannya masing-masing." ucap Alvin.


"Gimana aku mulai misinya?" tanya Bima ketus.


"Semoga berhasil ya." ucap Alvin mengibaskan tangannya.


Woshhhhhh....


Tiba tiba Bima berpindah ke sebuah hutan dengan tubuh berbeda yang lebih tampan dan badan yang sudah terbentuk.


"Bob!!" panggil Bima.


"Oh, ku kira kau pisah." ucap Bima beranjak dari posisi duduknya.


[Kau ada di alam fana bos, tepatnya di hutan Kematian. Pemilik tubuh sebelumnya mati karena di buru oleh Kerajaan Valhalla. Pemilik tubuh sebelumnya adalah sampah yang tak bisa berbuat apa apa karena tak memiliki bakat menjadi kesatria.]


"Aku gak tanya bob." ucap Bima sambil terus berjalan.


[Aku hanya bercerita]


"Terus kita kemana?!" tanya Bima frustasi.


[Entahlah, yang penting jalan terus saja sampai menemukan desa atau kota.]


Bima menghela nafas berat lalu berjalan menyusuri hutan lebat yang terasa mencekam karena hari sudah mulai gelap. Setelah 3 jam berjalan dengan berbagai gangguan dari monster monster di hutan itu, akhirnya Bima sampai di bibir Hutan Kematian.


Bima menghela nafas lega, setelah itu dia lanjut berjalan mencari desa terdekat. Di tengah jalan, tiba tiba Bima di kepung oleh puluhan pasukan yang berpakaian prajurit Kerajaan Valhalla.


"Bajingan tengik! ternyata kau masih hidup!" teriak salah satu prajurit penuh kebencian.


"Siapa? aku?" tanya Bima berlagak bodoh.

__ADS_1


"Dasar samp-" belum selesai bicara, kepala prajurit tadi pecah dan otaknya berhamburan kemana-mana.


Woshhhh...


Perfect Susano'o berwarna emas dengan aura yang sangat kuat muncul dan membuat para prajurit langsung berlari berhamburan karena ketakutan.


[Minimal basic attack dulu bos! jangan langsung pencet skill!]


"Haha..aku capek bob, mau cari tempat istirahat malah di kepung!" ucap Bima terkekeh.


Setelah itu Bima pun lanjut berjalan menyusuri jalan yang biasa di gunakan para pelancong bepergian antar desa atau kota.


Tepat saat tengah malam, akhirnya Bima sampai di sebuah kota yang lumayan besar. Bima mengurus semua perijinan untuk masuk ke dalam kota.


"Ada kartu Identitas tuan?" tanya penjaga.


[Di saku celanamu ada kartu Identitas bos]


Bima merogoh kantong celananya dan menunjukkan kartu Identitas pada penjaga.


"1 koin emas untuk syarat masuk tuan muda." ucap penjaga.


'Ada koin emas bob?' tanya Bima kebingungan.


[Di inventaris berceceran bos, bahkan koin Diamond sudah seperti krikil tak berguna! ini akibat kau sering menjarah ruang harta dulu!]


Bima memberikan 1 keping emas pada penjaga dan bisa masuk ke dalam kota tanpa ada masalah. Bima berjalan mencari sebuah penginapan untuk beristirahat di sana.


"1 hari." ucap Bima pada resepsionis penginapan super mewah.


"15 koin Diamond tuan." ucap resepsionis.


Bima membayarnya dan langsung mendapatkan kunci kamarnya, Bima langsung berjalan menuju ke kamar sesuai nomor di kunci yang dia pegang.


Sesampainya di kamar, Bima langsung pergi mandi, setelah mandi Bima langsung rebahan di ranjang yang empuk.


"Kau tau ciri ciri adikku bob?" tanya Bima.


[Namanya Albert Neilson bos, dia berawakan sama persis seperti kau saat ini, tapi wajahnya lebih tampan dan mempesona. Sifatnya dingin, cuek dan terkesan kejam, dia tergabung dalam sebuah sekte aliran hitam. Untuk lokasinya aku kurang paham di mana, itu bisa kau cari sambil berpetualang mencari dua batu yang ada di misimu]


"Dia kuat?" tanya Bima.


[Lumayan lah bos, dia sudah membangkitkan Rinnegan, memiliki perfect dan special Susano'o, dia juga sudah di kelas Dewa 3 Alam, wajar saja kalau dia menjadi panutan sektenya dan menjadi salah satu dari 7 kesatria paling di takuti oleh aliran putih maupun netral]


"Ternyata sudah salah mengambil jalan ya..." gumam Bima merasa sedih.


[Kau istirahat saja bos, kemungkinan besar kita akan lama di sini]

__ADS_1


"Iya..." jawab Bima yang langsung menutup tubuhnya menggunakan selimut tebal.


Bersambung....


__ADS_2