
Ledakan energi super dahsyat dari ketiga pemuda itu membuat para monster kewalahan karena tak bisa bebas bergerak. Belum lagi efek slow dari serangan Riski dan Rizal.
"Cover jul!" teriak Kevin menusuk lebih dalam gerombolan monster diikuti Julian dari belakang.
"Brengsek!!!" teriak Bima meluapkan emosinya dengan melempar cakram api hitam yang langsung membunuh ribuan monster.
Bima bergerak menari nari menggunakan pedangnya sangat bringas, semua kemampuan dia kerahkan. Amarah, kesedihan, kegembiraan, semua Bima luapkan dalam pertarungan kali ini.
Saking beringas nya, Bima tak lagi melihat siapa yang di lawan. Bima membunuh semua makhluk yang berani menghalangi jalannya.
"Arghhhhh!!!! bajingannn!!!!!!" teriak Bima penuh rasa emosional.
Boomm...
Boomm...
Boomm...
Duarrrrrrr......
"Mati kalian semua bajingan!!!! brengsek!!!!!" teriak Bima mengeluarkan semua skillnya sampai tak sadar kalau topengnya hancur menjadi debu.
[Luapkan bos! marahlah! luapkan semua emosimu!!!]
'Mengamuklah boss!!!!!!!' teriak Kong penuh dengan rasa emosi yang dia rasakan di tubuh Bima.
"Arghhhhhhhhh!!!!!" teriak Bima menggunakan Zirah Susano'o berwarna ungu.
10 gudodama miliknya berubah menjadi pedang dan membunuh semua monster di saja tanpa pandang bulu.
Woshhhh...
Aura penguasa alam semesta meledak dari dalam tubuh Bima. Kekuatan di tubuh Bima benar-benar menunjukan taringnya, mendukung emosi Bima yang meluap luap.
Siluet dari Dewa Amral, Naga penguasa langit ketujuh, dan seorang pria dengan wujud Dewa Agung muncul di belakang Bima.
Bima benar benar marah kali ini, Kevin dan Julian pun ikut semangat melihat amarah Bima. Mereka mengaktifkan mode Dewa Samudra dan Dewa Galaxy lalu menyerang para monster penuh semangat di bantu Riski dan Rizal dari belakang.
Wajah asli dari pemimpin squad misterius selama ini pun terbongkar yang tentu saja membuat publik kaget bukan main. Orang yang selalu di hina, di caci, di maki, selama hidupnya sedang menunjukkan rasa marahnya yang terlihat sangat amat mengerikan.
Tak puas melawan monster recehan, Bima melompat setinggi-tingginya lalu mengaktifkan Ashura Susano'o miliknya dengan ukuran menyamai sangat Naga yang langsung berhadapan head to head dengan Naga penguasa.
"Pertarungan yang sebenarnya baru dimulai!" ucap Bima mengaktifkan 5000% kekuatannya.
Woshhhhh.....
Julian dan Kevin langsung terpental jauh menabrak dinding gedung Asosiasi saat Bima mengaktifkan setengah dari seluruh kekuatannya.
"Apa itu tadi!" ucap Kevin kebingungan.
"Dia sudah lepas kendali, kita tak bisa menghentikannya." ucap Julian.
"Kita lihat dari atas." ucap Kevin berdiri dan melompat menemui Riski dan Rizal.
"Rendahan!!!" teriak Naga penguasa langsung bergerak menyerang Bima sangat agresif.
Pertarungan dahsyat pun pecah, dua aura penguasa super dahsyat beradu mengikuti gerakan sang tuan. Pertarungan yang mengakibatkan tewasnya semua monster recehan karena tak sanggup menahan pertempuran aura kedua penguasa itu.
Keduanya bertarung adu ketangkasan dalam pertarungan tangan kosong. Walaupun tubuhnya yang sangat besar, kecepatan Naga penguasa ini bisa mengimbangi kecepatan Bima di tingkat Cahaya.
"Anakku, tunggu ayahmu pensiun beberapa hari lagi, aku akan melatihmu dan mewariskan tahta ini padamu." ucap seorang pria berjubah hitam tersenyum dari atas langit.
__ADS_1
Bima terus menerus memaksakan tubuhnya ke titik maksimal dari kemampuan tubuh. Keduanya terus bertarung sangat sengit yang di saksikan langsung oleh semua manusia di bumi maupun dunia kultivator.
Semua aktivitas berhenti demi menonton pertarungan dahsyat ini, semuanya berhenti, situs live streaming dalam sekejap menjadi situs nomor satu yang paling banyak di kunjungi dalam satu hari.
Terlihat dalam pertarungan, Bima melompat mengambil jarak untuk sekedar regenerasi tubuh dan memulihkan energi.
"Dasar makhluk rendahan! Kaisar Neraka yang terkenal kejam ternyata hanya segini kekuatannya! menjijikan! kau tak cocok menduduki tahta itu! bajingan!" ucap Naga Penguasa merendahkan Bima.
'Yin Yang mode On!' batin Bima penuh amarah karena merasa harga dirinya di injak injak.
Woshhhh....
Susano'o berwarna emas itu berubah warna menjadi merah biru, tubuh Bima berubah menjadi berwarna merah dan biru sesuai tatonya. Sayap Phoenix api dan sayap Phoenix air muncul di punggung Bima dan punggung susano'o nya.
"Berani menginjak harga diri Kaisar ini! mati kau!" teriak Bima melesat dengan kecepatan cahaya.
Naga penguasa menyeringai senang dan menyambut serangan Bima penuh siaga. Pertarungan dahsyat kembali pecah, kini bukan hanya adu fisik, namun adu serangan energi yang membuat Bima unggul karena energinya yang unlimited.
Boomm..
Boomm...
Boomm...
Berbagai ledakan terjadi sampai membuat banyak cekungan besar di sana akibat serangan meleset keduanya.
Cukup lama keduanya beradu serangan energi, sampai sang Naga penguasa melompat mundur untuk menggunakan mode Combatnya yang membuat kekuatannya meningkat 10x lipat.
"Mati kau!!!" teriak Naga penguasa melesat menyerang Bima lebih agresif dan brutal.
Boomm...
Duarrrrr....
Bima mencari celah Naga penguasa untuk merantainya dengan rantai emas penyegel.
Woshhhh....
Bima bergerak cepat ke titik buta sang Naga yang mulai lengah karena kelelahan.
Buaghhhh....
Bima menendang bagian perut samping Naga penguasa sampai membuat sang Naga terpental jatuh. Tak mau membuang kesempatan, Bima langsung merantau sang Naga dengan rantai emas.
Groahhhhh....
Teriak Naga penguasa tak terima akan kekalahannya.
"Destroyer Giant!!!" teriak Bima.
Boomm...
Sebuah patung kayu berbentuk seorang pria yang mirip dengan bentuk susano'o Bima dengan ribuan tangan di belakangnya, patung raksasa yang ukurannya 2x lipat ukuran Naga penguasa dengan aura keagungan yang sangat kuat.
"Bajingan!!!!" teriak Naga penguasa tak terima.
Woshhhh...
Boomm...
Boomm...
__ADS_1
Boomm....
Tubuh Naga penguasa tertimpa ribuan tangan dari patung suci itu yang membuatnya pingsan tak sadarkan diri. Bima menarik kembali patungnya dan memasukkan raga sang Naga ke dalam alam Surgawi.
Bima berjalan lemas lunglai ke arah Asosiasi dengan darah terus mengucur dari sudut bibir Bima dan besi yang tertancap di dadanya.
[Kau hebat tuanku! aku bangga menjadi bawahanmu!]
Bima tersenyum manis lalu menutup mata dan tubuhnya ambruk tak berdaya. Namun dengan sigap keempat sahabat Bima menahan tubuhnya dan langsung di larikan ke rumah sakit terdekat.
Sejarah baru tercatat di buku yang tidak akan pernah hangus sepanjang masa, seorang pria sampah yang berhasil menyelamatkan dunia dari serangan Naga mitos. Catatan manis yang tak akan pernah hilang di hati masyarakat luas.
Bima di rawat oleh pihak rumah sakit yang berusaha sekeras mungkin demi menyelamatkan nyawa Bima yang di ujung tanduk.
"Bagaimana keadaan Bima?" tanya seorang pria setengah baya bersama istri dan pemuda tampan di sampingnya.
"Sedang di tangani om, semoga bisa selamat." jawab Rizal mencium tangan pria yang adalah ayah Bima, mantan suami Berliana yang datang bersama Diana istrinya dan Brian anak tirinya.
"Lama om gak ketemu Bima, sekalinya ketemu malah kondisi begini." ucap pria bernama Austin itu.
"Mau gimana lagi om, tante Berlin yang larang. Tapi yang penting sekarang kita do'akan kesembuhan Bima." ucap Rizal.
"Iya, semoga saja masih bisa selamat, om kangen dengan Bima." jawab Austin.
Tak berselang lama, dokter pun keluar dari ruangan tempat Bima di rawat.
"Bagaimana dok keadaan anak saya?" tanya Austin langsung.
Dokter menengok ke arah Rizal dan kawan-kawan dengan wajah bingung.
"Beliau ayah kandungnya dok." ucap Rizal tersenyum canggung.
"Ohh, bapak, berkat do'a masyarakat luas dan pertolongan dari Tuhan, saudara Bima masih bisa selamat, tapi dia masih tak sadarkan diri. Berikan dia waktu untuk pemulihan, jangan ada yang boleh masuk karena itu akan menunda pemulihan tubuh saudara Bima." ucap dokter yang membuat Austin merasa lega.
"Terimakasih ya Tuhan!" ucap Austin lega.
"Iya Pak, dua atau tiga hari baru boleh masuk untuk menjenguk ya pak, kami akan terus memantau perkembangan tubuh Bima 24 jam." ucap Dokter.
"Baik dok, terimakasih." jawab Austin.
"Sama sama pak, jangan lupa tetap berdo'a ya demi kesembuhan saudara Bima. Kalau begitu saya permisi." ucap Dokter.
"Baik dok, terimakasih banyak." ucap Austin.
Dokter mengangguk lalu berlalu pergi meninggalkan mereka. Austin memeluk Diana penuh kebahagiaan karena bisa kembali bertemu sang anak setelah sekian lama.
Tak lama, Andi dan dua adiknya bersama Alena dan Billy pun datang dengan buru buru untuk mengetahui keadaan Bima.
"Bagaimana keadaan Bima nak?" tanya Alena pada Rizal.
"Selamat nek, cuma Bima gak boleh di ganggu dulu, sedang di masa pemulihan tubuh." jawab Rizal.
"Syukurlah!" ucap Alena lega.
"Kau kapan datang? katanya tinggal di Jogja." tanya Leon menyalami Austin.
"Aku datang semalam kak, firasat ku buruk soal keadaan Bima, jadi aku langsung pesan pesawat menuju ke sini malam tadi." jawab Austin.
"Syukurlah kalau kau masih ada ikatan batin dengan Bima." ucap Leon senang.
"Mau bagaimana pun Bima anak kandungku kak." ucap Austin.
__ADS_1
"Benar!" ucap Leon mengacungkan jempol.
Bersambung....