King Of Universe

King Of Universe
Bab 14


__ADS_3

Satu minggu berlalu, tubuh Bima sudah kembali Vit seperti dahulu kala, semua luka di tubuhnya sudah sembuh total tanpa bekas. Kini Bima sudah bisa pulang ke rumahnya dan bisa lanjut istirahat yang cukup di rumah.


Berita tentang kehebatan Bima dengan cepat menyebar ke seluruh dunia, banyak orang yang dari benci jadi respect, tapi tak sedikit pula yang dari benci jadi lebih benci melihat perkembangan Bima.


Banyak anak anak kecil yang mengidolakan Bima, bahkan topeng yang di pakai Bima sebelumnya menjadi barang paling di cari replikanya.


.


.


Kini Bima sudah berada di rumahnya setelah di antar oleh Austin guna mengetahui tempat tinggal Bima.


"Istirahat ya, jangan ambil misi dulu biar badan kamu istirahat." ucap Diana.


"Iya mah." jawab Bima.


"Ya udah, kita pamit ya, besok kapan kapan kita datang lagi." ucap Austin.


"Iya pah, hati hati di jalan ya." jawab Bima.


Austin dan Diana memeluk Bima lalu setelah itu mereka pergi ke hotel untuk beristirahat dan mengurus keperluan lain.


Bima pergi kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk. Bima melamun di sana sampai akhirnya Dewa Aron muncul.


"Ayo ikut aku." ajak Dewa Aron.


"Yaa..." jawab Bima beranjak dari tempat tidurnya.


Dewa Aron membawa Bima menuju ke sebuah kerajaan super megah yang sudah ramai dewa dewi di sana. Dewa Aron membawa Bima ke sebuah ruangan yang sudah ada Amon, Zoya, William dan istri barunya.


"Kita mau apa paman?" tanya Bima bingung.


"Sini duduk!" ucap Zoya ketus.


Bima hanya menurut saja dan duduk di samping Zoya. Zoya mengecek keadaan tubuh Bima, dia sangat khawatir akan keadaan Bima walaupun wajahnya terlihat cuek dan ketus.


"Aku tidak apa apa bunda." ucap Bima.


Zoya dengan cuek menyudahi pengecekannya di tubuh Bima.


'Aneh sekali tante tante satu ini.' batin Bima.


[Hahahaha...oh iya bos, setelah ini datang ke alam Surgawi ya, pakai ragamu jangan jiwamu]


'Ya..' jawab Bima.


"Bima, kamu mau kan menikahi Zoya?" tanya William.


"Enggak! cih! aku menolak!" jawab Bima tegas.


Zoya menampar keras mulut Bima dan menonjok dada Bima keras.


"Kasar! gak! tetep gak mau! pernikahan itu harus di landasi rasa cinta satu sama lain! sedangkan kita? tidak ada syarat itu!" ucap Bima.


"Gak usah menolak! hanya ada pilihan terima!" ucap Zoya mencengkram kerah baju Bima.


"Tapi aku tidak tanggung jawab ya kalau hatiku mendua." ucap Bima.


"Aku bunuh! tidak mau tau!" jawab Zoya dingin.


"Gak! paman tolonglah!!!" teriak Bima meminta tolong pada Amon.


"Ini sudah keputusan dari pusat nak, aku tidak bisa menolongmu." jawab Amon.


"Tidakkkkk!" teriak Bima niat hati ingin kabur namun di tahan oleh Zoya.

__ADS_1


"Lepas! aku gak mau menikah dengan wanita kejam sepertimu!" teriak Bima memberontak.


Pletak....


"Duduk diam!" teriak Zoya menjitak Bima penuh rasa kesal.


'Hiks...bob, tolong aku bob hiks...' ucap Bima menangis.


[Apa bos? kau di beri pasangan sempurna seperti dia masa menolak, aneh sekali kau ini]


'Buat aku aja bos! aku siap!' ucap Kong.


'Ya! ayo bertukar tubuh! aku ikhlas kali ini!' jawab Bima.


'Hayoloo!' ucap Bao.


'Anu..gak jadi deng bos, aku berubah pikiran!' ucap Kong langsung kabur.


'Kong sialan!!!' teriak Bima kesal.


"Ganti baju sekarang." ucap Zoya dingin.


"Hiks..jangan, aku masih muda bunda, jangan ya...hiks...." rengek Bima memohon.


Zoya yang geram pun langsung menyeret Bima masuk ke ruang ganti dan mengganti pakaian Bima dengan setelan jas. Dia juga ganti baju menggunakan gaun indah yang membuat kecantikannya memancar.


"Kenapa begini takdirku ya Tuhan...." gumam Bima termenung di pojok ruangan.


"Ayo." ajak Zoya menyeret Bima.


Mereka pun melakukan pernikahan suci di Kerajaan super megah itu yang di hadiri tamu dewa dewi penguasa. Setelah mengucap janji dan bertukar cincin, keduanya pun berjalan masuk kembali ke Kerajaan.


Keduanya masuk ke dalam ruangan tadi untuk ganti baju pestanya. Bima yang masih aneh dengan situasi ini hanya bisa duduk melamun di pojok ruangan menghiraukan Zoya yang berganti baju.


"Ini keputusnku, alasannya untuk menjaga kamu dari wanita-wanita busuk di luar sana. Maaf ya sudah berlaku kasar tadi." jawab Zoya memeluk Bima penuh kehangatan.


"Tapi kan bukan dengan begini juga bun." ucap Bima masih tidak menerima.


"Sayang, jangan panggil bunda lagi ya, aku risih mendengarnya, kita sudah menjadi suami istri. Kamu jalani dulu saja, perlahan tapi pasti, perasaan tidak muncul dalam sekejap." jawab Zoya memegang pipi Bima lembut.


"Tapi aku tidak bisa bun, hatiku menolak." ucap Bima lirih.


"Sudah, kamu ganti baju saja, kita berpesta di luar sana." ucap Zoya mengecup kening Bima.


Bima dengan lemas mengganti bajunya lalu pergi keluar di gandeng Zoya dengan penuh kemesraan. Mereka berpesta merayakan hari pernikahan Bima dengan sangat meriah dan di penuhi kebahagiaan.


Namun tidak dengan Bima yang hatinya masih menolak mentah-mentah keberadaan Zoya di hidupnya.


[Aku paham bos, tapi jalani saja, nanti kau juga sadar akan semua ini]


'Cih! wanita lain ya! dasar pecundang! padahal kenyataan sudah pernah dia lihat! bodoh!' ucap Kong kesal.


Bima tidak menjawab dan hanya duduk di meja ujung ruangan memakan sebuah kue yang sedari tadi tidak habis habis karena sibuk Bima main mainkan. Melihat suaminya merenung tidak bahagia membuat Zoya sedih dan menghampirinya.


Zoya memeluk Bima dan mencium pipinya, dia membuka obrolan yang di tanggapi Bima tanpa semangat.


"Aku harap kamu bisa menerima keberadaan ku." ucap Zoya tersenyum getir.


Bima hanya tersenyum tipis dan melanjutkan makannya. Setelah pesta panjang yang sangat meriah itu, Bima pun pulang ke rumahnya bersama Zoya.


"Bunda bisa tidur di kamar utama, aku tidur di kamar lain saja tidak apa apa." ucap Bima.


"Enggak, kita tidur satu ranjang di kamar utama." jawab Zoya menggandeng Bima menuju kamar utama tempat biasa Bima tidur.


Mereka tidur bersama dengan Bima memunggungi Zoya, Zoya hanya bisa pasrah dan memeluk Bima dari belakang lalu tidur pulas.

__ADS_1


Keesokan harinya, setelah mandi Bima langsung pergi ke basecamp tanpa memakan sarapan yang suah di buat oleh Zoya. Sesampainya di basecamp, Bima di buat kaget dengan kemunculan Julia, wanita yang membuat Bima tergila-gila karena dialah cinta pertamanya.


"Bima!! lama tidak bertemu!" teriak Julia memeluk Bima.


Bima tersenyum gembira dan memeluk balik Julia seperti sepasang kekasih.


"Jadi gak bim?" tanya Kevin.


"Jadilah! ayok!" jawab Bima.


"Aku boleh ikut gak?" tanya Julia menatap Bima penuh permohonan.


"Boleh." jawab Bima.


Mereka pun berangkat ke Asosiasi untuk mengambil misi pembersihan portal. Kedatangan Bima dan kawan-kawan di sambut baik dan menjadikan mereka pusat perhatian.


Sambil menunggu Kevin dan Rizal mengurus pengambilan misi, Bima duduk di ruang tunggu bersama Julia ngobrol asik seperti topik mereka tidak ada habisnya. Setelah Kevin dan Rizal beres mengurus berkasnya, mereka langsung tancap gas menuju lokasi.


Sesampainya di lokasi mereka langsung masuk ke dalam portal dengan persiapan yang sudah sangat matang. Mereka berjalan menyusuri jalan setepak mencari sumber aura super dahsyat yang terus menerus keluar tanpa henti.


"Ini portal apa vin?" tanya Bima heran.


"Kelas Dewa Iblis." jawab Kevin.


"Dia yang maksa bim, padahal aku minta ambil kelas Abyss dulu soalnya ada anak baru." ucap Rizal kesal.


"Ini menantang adrenalin bro!" ucap Kevin.


"Matamu!" ucap Riski kesal.


"Hahahaha...." Kevin tertawa keras.


Mereka terus berjalan sampai akhir sampai di ujung jalan yang langsung terlihat ribuan monster kelas Kaisar Iblis dengan bos mereka berbentuk gorila hitam raksasa dengan kelas Dewa Iblis.


"Gas!" ucap Bima mengeluarkan pedang penguasanya.


"Ayok!" ucap Riski.


Mereka berlima melesat dengan kecepatan tinggi mengambil posisi meninggalkan Julia yang bingung ketakutan.


Ledakan ledakan besar terus terjadi seiring berjalannya pertarungan mereka. Julia yang tak mau kalah berniat ikut bertarung menyumbangkan skill skillnya sebagai seorang mage.


Namun bukannya membantu, skill Julia malah membuat Kevin, Julian dan Bima kesulitan karena efek kabut dari skill pengabur pandangan Julia.


"Hoeyyyyy! apa ini!!" teriak Bima kesal.


"Bukan kita anj*ng!!!" teriak Riski.


"Ganggu!!" teriak Kevin kesal.


Terpaksa Bima menggunakan skill Thunder Strom yang langsung membunuh semua monster termasuk bos monster.


Mereka pun bisa bernafas lega dan pergi keluar dari portal untuk beristirahat di luar. Di luar tidak ada pembicaraan lebih lanjut mengenai kejadian di dalam tadi, setelah puas beristirahat mereka langsung tancap gas kembali ke Asosiasi untuk menyetor misi.


Setelah setor misi mereka pun langsung pulang ke rumah masing-masing dengan Bima sebagai tukang ojek. Setelah itu Bima pun pulang ke rumahnya dan langsung di sambut oleh Zoya yang wajahnya penuh senyum indah.


"Sudah makan?" tanya Zoya mencium tangan Bima layaknya seorang istri pada umumnya yang menghormati sang suami.


"Udah bun." jawab Bima masih agak aneh jika memakai panggilan sayang.


"Ya udah, istirahat aja." ucap Zoya agak kecewa padahal dia sudah masak masakan yang spesial untuk Bima.


Bima mengangguk lalu pergi ke kamar untuk membersihkan tubuhnya, setelah mandi Bima langsung tidur karena kepalanya terasa pusing akibat efek skill dari Julia tadi.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2