
Mereka makan siang dengan nikmat, makan siang yang di selingi obrolan hangat layaknya keluarga pada umumnya. Selesai makan Bima yang masih memiliki urusan di Alam Dewa pun berpamitan.
"Sering sering kemari ya!" ucap Adrian.
"Iya ayah!" jawab Bima lalu menghilang begitu saja.
"Haihhh...dia sudah semakin kuat dan dewasa!" ucap Adrian tersenyum senang.
"Aku akan ikut dengannya, kakak di sini saja, aku akan mendampingi Bima." ucap Smith.
"Aku titip anakku ya." ucap Adrian.
"Tenang kak, dia sudah aku anggap adikku sendiri." ucap Smith memeluk Adrian lalu menghilang begitu saja.
Bima yang sudah berada di alam Dewa langsung melesat dengan kecepatan penuh mencari aura Drago.
[Ke Kerajaan Valhalla bos]
"Baiklah." jawab Bima menambah kecepatannya.
Woshhhhh...
Bima melesat layaknya sebuah cahaya di atas langit, hanya dalam waktu 10 menit, Bima telah sampai di Kerajaan Valhalla yang sedang terjadi pertarungan hebat antara Riski, Arie, dan Julian melawan Drago dalam wujud setengah dari full kekuatannya.
"Groahhhhhh....." Drago mengaum dengan sangat keras menandakan kemarahannya sudah berada di puncak.
"Aku membenci umat manusia! makhluk yang hanya mementingkan diri sendiri! tidak memiliki hati nurani! semua Beast Spiritual di perlakuan layaknya sebuah benda mati! aku akan membunuh kalian semua!" teriak Drago lalu melesat menyerang ketiga orang itu dengan sangat brutal.
Booommm...
Booommm...
Booommmm...
"Cover!" teriak Julian berlari untuk mencari titik kelemahan Drago.
Booommm....
Groahhhhhh....
"Menjijikkan!" teriak Drago menyabetkan ekornya yang membuat Julian terlempar menabrak tiang penyangga Kerajaan dan memuntahkan banyak darah segar.
"Rio mana!!!" teriak Riski.
"A-aku!" jawab Rio tergagap.
"Keluarkan Beast mu bodoh! jangan cuma jadi penonton!" teriak Riski marah.
"Son!" teriak Rio yang langsung bersembunyi di belakang Silvia.
Groahhhhhh....
Groahhhhhh....
Auman gorila putih yang adalah Kong di sambut semangat oleh Drago dengan auman yang lebih keras.
"Kau mau melawanku?!" teriak Drago menyeringai.
"Walaupun kau lebih kuat, jika tuanku terancam, aku akan melawanmu!" teriak Kong masuk ke mode Berserker.
"Kau sudah menghianati Tuan Besar!" teriak Drago tambah marah.
Woshhhh.....
Booommm..
Booommm..
Booommm...
Pertarungan antara dua binatang yang sama sama brutal dan gila itu pun pecah. Pertempuran aura antara kedua binatang gila itu sampai membuat tanah bergetar hebat.
__ADS_1
Drago yang sedang berada di puncak kemarahan menghajar Kong dengan brutal dan tanpa ampun sedikitpun. Kong yang pada dasarnya tidak pernah berlatih sejak berpisah dengan Bima pun di buat tak berdaya.
Hanya dalam waktu 38 menit saja Kong terkapar dengan tubuh penuh luka parah.
Groahhhhhh....
"Kau sama sampahnya dengan tuanmu sialan!" teriak Drago.
Kyakkk....
Woshhhh....
"Dasar monyet sampah! kau tak berhak ada di alam dewa!" ucap seekor Phoenix Emas dengan wajah sombong.
Phoenix itu membuat bola energi yang sangat kuat dan di arahkan pada Kong yang sedang tidak berdaya.
"Kau harus mati!" ucap Phoenix Emas.
Saat ingin menembakkan bola energi di mulutnya, tiba tiba sebuah tendangan keras mendarat di dadanya yang membuat Phoenix Emas itu terpental dan terluka sangat parah.
"Burung perkutut rendahan yang tak tau malu, mati kau di tanganku!" ucap seseorang yang langsung mengeluarkan Spesial Susano'o berwarna emas.
Booommmm...
Ya, dialah Bima yang tidak mau melihat Kong mati dengan konyol. Susano'o itu mencengkram erat leher Phoenix Emas yang membuat burung itu tak bisa bernafas.
"Jangan!" teriak Silvia.
Bima menengok dan tersenyum sinis, Bima memukuli Phoenix Emas itu dengan sangat brutal, Bima juga mencabuti seluruh bulu di bagian sayap Phoenix itu.
Woshhhh...
Bima menengok ke arah Drago yang masih mematung tidak menyangka bahwa yang ada di hadapannya adalah sang tuan.
"Kau sudah berani mengamuk ya?!" ucap Bima lalu melesat menyerang Drago.
Buaghhh..
Buaghhh...
Buaghhh...
"Mana kekuatanmu?!" teriak Bima terus menghajar Drago.
Groahhhhhh.....
Drago yang terpancing pun langsung mengeluarkan seluruh kekuatan penuhnya. Dia berubah menjadi wujud aslinya yang sangat besar dan mengerikan.
"Layani aku!" ucap Bima mengaktifkan God Of Eyes dan mengeluarkan Ashura Susano'o miliknya.
Setelah itu Bima langsung melesat menyerang Drago, serangan Bima di sambut baik oleh Drago. Keduanya pun mengadu kekuatan yang selama ini telah mereka pendam dalam dalam.
Setiap serangan yang Bima layangkan dapat dengan mudah Drago tahan dan kembalikan menjadi serangan fatal. Namun setiap serangan yang Drago kembalikan tidak mampu menembus Ashura Susano'o yang sekarang mustahil di tembus.
"Mana kekuatanmu?!" teriak Drago.
[Ayo bos!]
"Kau mau lihat?!" teriak Bima langsung membuka segel 10000% kekuatannya yang membuat Drago melotot.
Bima menyeringai lalu melesat kembali menyerang Drago dengan lebih ganas dan brutal. Drago yang masih kaget dengan kekuatan baru Bima tak bisa berbuat apa apa.
Drago yang menjadi binatang terkuat dari segala Beast Dewa dibuat tidak berdaya di hadapan Bima. Hanya dalam waktu 1 jam, Drago terkapar lemah tidak berdaya dengan berbagai luka parah di tubuhnya.
Bima kembali ke wujud aslinya lalu berjalan menghampiri kedua Beast Dewa itu. Bima memasukannya ke dalam Alam Surgawi lalu berjalan mendekati Rio.
"Kau selalu bertanya tentang Bima kan? kau mau menantang Bima kan?" tanya Bima mencengkram kerah baju Rio dengan bibir menyeringai.
"Aku jauh lebih kuat dari Bima! aku pangeran dari neraka!" teriak Rio memberanikan diri.
"Kau hanya pangeran, sedangkan aku Kaisar Neraka yang akan mengambil tahta Dewa Neraka!" ucap Bima dengan aura Kaisar Neraka yang menyebar ke seluruh area Kerajaan Valhalla.
__ADS_1
"K-kau siapa?" tanya Rio tergagap karena ketakutan.
"Aku? akulah Bima! Ashura Neilson Nara! Penguasa Jagat Raya! Kaisar Neraka! Dewanya para Dewa! Rajanya Alam Semesta!" jawab Bima menyeringai di depan wajah Rio.
[Hahaha....Keren sekali title mu bos!]
"M-maafkan aku! ampuni aku!" ucap Rio dengan mata melotot.
Buaghhh...
"Ajari suamimu sopan santun! tuntun dia sampai mendapatkan jiwa ksatria! seorang pria harus melindungi wanitanya! bukan wanita yang melindungi pria! menjijikkan!" ucap Bima melempar tubuh Rio ke hadapan Silvia.
"M-maafkan suamiku." ucap Silvia menundukkan kepala karena ketakutan dengan aura Bima yang sangat kuat, bahkan menyamai Howard kakaknya.
"Satu lagi! kalau sampai burung peliharaan mu melakukan hal menjijikkan tadi, aku tak akan segan segan membunuhnya dengan sadis!" ucap Bima penuh penekanan.
"A-aku akan menghukumnya!" jawab Silvia.
"Terimakasih." ucap Bima lalu berjalan memasuki Kerajaan Valhalla.
Saat menginjakkan kaki di aula utama Kerajaan Valhalla, Bima langsung di sambut oleh Alex dengan hormat khususnya.
"Salam Yang Mulia Tuan Besar!" ucap Alex.
"Bangun, kau seorang Raja! jangan merendahkan derajatmu!" ucap Bima tegas.
"Baik!" jawab Alex langsung berdiri tegap.
Bima menjabat tangan Alex sambil tersenyum bangga melihat kemajuan Kerajaan Valhalla yang sangat pesat.
"Aku bangga padamu!" ucap Bima menepuk pundak Alex.
"Terimakasih!" jawab Alex.
"Aku titip ibu dan teman-teman ku, aku mau menemui bawahanku yang lainnya." ucap Bima berbalik.
"Kau mau kemana kak?" tanya Albert dari belakang.
"Aku masih memiliki banyak urusan." jawab Bima terus berjalan.
"Bunda sakit!" teriak Albert.
Bima berhenti berjalan lalu berbalik menatap Albert.
"Tunjukkan jalan." ucap Bima berjalan menghampiri Albert.
Keduanya berjalan menuju kamar Aurora yang sudah terdapat Bitsy dan yang lainnya. Bima menatap Aurora yang terbujur lemah tidak berdaya dengan tubuh yang kurus kerempeng.
Bima menyentuh pergelangan tangan Aurora dengan sangat lembut.
"Bunda, ini Bima, bunda cepat sembuh ya." ucap Bima mengalirkan energi alam ke dalam tubuh Aurora.
Aurora melirik Bima dan tersenyum senang melihat kedatangan putranya.
"Siapa yang berani macam macam dengan ibuku." gumam Bima penuh amarah.
"Banyak alchemist yang di datangkan Alex demi kesembuhan Bunda, tapi bukannya membaik, Bunda malah semakin parah hingga berakhir seperti ini." ucap Tigers.
"Energi kehidupannya di serap sampai habis! bajingan! akan aku buru mereka bang*at!" ucap Bima.
[Bantai bos! kau yang berkuasa sekarang! tidak ada lagi hukum yang menghambat mu!]
"Bunda, Bima tinggal dulu ya, Bima masih punya banyak tanggungjawab di beberapa universe. Bima juga masih harus mencari sisa Beast dan Roh Spiritual Bima yang terpisah. Bima mau Bunda sehat saat Bima kembali, Bima mau melihat Bunda yang cantik seperti dulu." ucap Bima.
Aurora hanya tersenyum dan mengangguk pelan.
"Kau jaga bunda, berikan potion pemulih setiap hari!" ucap Bima pada Albert.
"Baik." jawab Albert.
"Aku pergi dulu ya bunda ku sayang." ucap Bima tersenyum lalu menghilang begitu saja.
__ADS_1
Bersambung....