King Of Universe

King Of Universe
Bab 16


__ADS_3

Keesokan harinya, Bima bangun pagi dengan pemandangan indah wajah cantik Zoya yang baru dia sadari, belum lagi bodynya yang tercetak dari baju tidur tipisnya membuat Bima menyesal, kenapa dia baru sadar sekarang.


[Demi kebaikan bersama, aku punya minyak lintah super bos, kau mau beli? 100 ribu saja, sudah sama pajak]


Tititku kecil, mana mungkin ayang puas, beli bob!' batin Bima berpikir dulu.


[Sudah di inventaris bos, cara pakaiannya adalah teteskan 3 tetes minyak ke batang dan satu tetes ke biji mulia mu. Tunggu sehari, besoknya pasti tititmu sudah berukuran 19cm dengan diameter 3,5cm yang berurat! ingat, pakai setelah mandi malam!]


'Baik!' jawab Bima gembira.


Bima masih berdiam di tempatnya memandangi wajah cantik natural Zoya yang membuat hatinya berbunga-bunga. Bima membelai pipi Zoya yang sangat halus dan chubby penuh kelembutan.


"Hemphh..." Zoya ngulet, memegang tangan Bima dan memeluk tubuh Bima menyembunyikan wajahnya di ada bidang Bima.


Bima tersenyum lebar dan memeluk balik Zoya sambil menciumi pucuk kepala Zoya. Sampai tak lama Zoya terbangun dan menengok ke wajah Bima sambil tersenyum lebar.


"Kenapa?" tanya Bima heran.


"Enggak, cuma seneng aja sayangkuu..." jawab Zoya kembali menyembunyikan wajahnya di dada Bima.


"Udahh, aku mau mandi." ucap Bima ingin pergi namun di tahan oleh Zoya.


"Sini dulu! aku masih mau pelukan sama kamu!" ucap Zoya semakin erat memeluk Bima.


Bima hanya bisa menghela nafas pasrah, setelah 1 jam, barulah Zoya menyuruh Bima segera mandi karena sudah puas menyalurkan rasa sayangnya. Bima pergi mandi, setelah mandi Bima langsung pergi ke ruang keluarga untuk bersantai.


Tak lama, Zoya pun ikut turun dengan memakai daster tipis terusan selutut, dia pergi ke dapur untuk memasak sarapan. Setelah sarapan bersama, Bima kembali duduk di ruang keluarga untuk menonton TV.


Bima menonton berita tentang portal break yang kembali terjadi di dekat Asosiasi Hunter Pusat. Saat sedang fokus menonton berita, Zoya pun datang membawa secangkir kopi hitam untuk Bima.


"Serius banget, kamu gak keluar hari ini?" tanya Zoya memeluk Bima.


"Libur tiga hari, yang lainnya lagi capek." jawab Bima membelai rambut Zoya.


"Aku boleh bawa hewan peliharaan gak? bosen di rumah gak ada temennya." ucap Zoya.


"Boleh, emang mau bawa apa?" tanya Bima.


"Kucing." jawab Zoya.


"Bawalah, buat temen." ucap Bima setuju saja.


"Nanti aku ambil deh." ucap Zoya senang.


[Bos, ayo ikat kontrak dengan cicak albino itu! keburu mati nanti!]


'Aku sampai lupa! sialan! gara gara cewek!' ucap Bima baru ingat.


[Aku tunggu bos!]


"Aku mau latihan dulu, ada hal yang lupa aku kerjain." ucap Bima.


"Ini gak di minum?" tanya Zoya menunjuk kopi buatannya.


"Taruh situ dulu, nanti aku minum." jawab Bima beranjak pergi.


Bima masuk ke alam surgawi, dia melihat Adrian sudah berada di sana sedang berbincang dengan Dewa Amral.


"Kapan ayah datang?" tanya Bima mencium tangan ayahnya.


"Barusan, dua bulan ini surat pensiun ku terus di tolak, tapi entah alasan apa tadi langsung di terima." jawab Adrian.


"Ooooo...." ucap Bima paham.

__ADS_1


"Ayo lakukan kontrak dengan dia, kasihan sampai lemas tak berdaya hehehehe...." ucap Adrian.


"Tolong!!" teriak Naga Penguasa.


"Sebentar!" jawab Bima.


Bima melepas rantai emas yang mengikat erat tubuh Naga penguasa, sehingga akhirnya sang Naga bisa bergerak bebas sesuka hatinya.


"Akhirnya bisa bebas!" teriak Naga penguasa gembira.


"Kemari! kita ikat kontrak!" ucap Bima.


"Baiklah..." jawab Naga penguasa pasrah.


Bima pun melukai jarinya dan meneteskan 25 tetes darah di kepala Naga penguasa yang membuat tubuhnya bersinar terang.


Woshhhh....


Boommm....


Ledakan aura yang sangat kuat terjadi, ledakan aura ini sampai membuat Kong, Dexter, dan Bao terpental beberapa meter. Namun tidak dengan Bima yang hanya bersikap biasa saja, bahkan dia sempat menghidupkan rokoknya sambil menunggu Naga penguasa selesai mencerna darahnya.


30 menit kemudian tubuh sang Naga pun kembali seperti semula, namun bedanya adalah ukuran tubuhnya yang bertambah besar sekitar 200m dan panjangnya yang mencapai 1km.


"Lambat sekali!" ucap Bima mengejutkan Adrian dan sang Naga.


[Jangan kaget gitu tuan, aura seperti ini sudah menjadi makanan sehari harinya di dunia Kultivator! hahahaha....]


"Bukan begitu, yang membuatku kaget adalah ledakan aura dahsyat dari Leo tidak berefek apapun padanya! mereka saja terpental dan memuntahkan darah!" ucap Adrian bingung.


"Pasif yah, aku punya pasif kebal terhadap semua aura yang kekuatannya di bawah kekuatan ku, mau itu derajatnya lebih tinggi dari ku, kalau kekuatannya sampah tetap tidak berefek juga." ucap Bima menjelaskan.


"Pasif yang sangat berguna! bagus!" ucap Adrian takjub.


"Kita mau apa ayah? apa hanya ini yang mau di lakukan?" tanya Bima.


"Baiklah..." ucap Bima membuka portal keluar dan memasukinya.


Bima muncul di kamarnya pada malam hari, Bima menjadi kebingungan dengan hal ini, padahal dia hanya sebentar di alam surgawi tak sampai satu jam.


[Aku lupa setting waktunya bos, maaf ya hehehe...]


'Aihhh...ceroboh sekali!' ucap Bima kesal.


[Namanya juga lupa bos]


'Ah sudahlah!' ucap Bima tak mempersalahkan nya dan memilih untuk pergi mandi sekalian mengoleskan minyak yang baru dia beli dari sistem.


Selesai mandi, Bima langsung turun ke ruang makan untuk makan malam bersama Zoya. Namun Bima di buat bingung karena tidak melihat satupun makanan di atas meja dan tidak ada Zoya di semua sudut rumah.


'Paling lagi ambil kucing bos.' ucap Kong.


"Masuk akal, ya udahlah aku mau makan mie aja." ucap Bima menerima pendapat Kong dan pergi untuk membuat mie instan.


Selesai makan, Bima langsung tidur karena kekenyangan dan merasakan kantuk yang luar biasa. Keesokan harinya, saat mandi Bima di buat kaget melihat tititnya yang jadi lebih besar sesuai prediksi sistem.


[Bagaimana bos? manjur bukan? hahahaha...]


"Tahan lama gak nih?" tanya Bima.


[1 jam tanta **** kecuali lawan mainmu jago!]


Bima tersenyum puas lalu lanjut mandi, selesai mandi Bima turun ke bawah untuk membuat kopi lalu pergi menonton TV.

__ADS_1


Saat sedang asik menonton kartun, tiba tiba ponsel Bima berdering dan memunculkan nama Rizal di sana.


"Halo, ada apa?" tanya Bima mengangkat telepon.


"Anj*ng! napa di telpon dari semalem gak di angkat sih! blokkk! penting ini sattt!" ucap Rizal tiba tiba marah marah.


"Tidur lebih awal aku, kekenyangan makan mie tiga bungkus. Ada apa emang?" tanya Bima.


"Harusnya tadi pagi kita di suruh ke Asosiasi buat nemuin pak Edward! tapi karena kau gak bisa di hubungi aku minta mundur waktu sampai nanti habis makan siang! kau bisa gak?!" jawab Rizal.


"Bisa." ucap Bima.


"Jemput!" ucap Rizal.


"Ngent*t!" umpat Bima.


"Orang serumah gak ada yang bisa nyetir blok! jadi kau harus pengertian!" ucap Rizal.


"Iya iya! banyak bac*t! ntar aku jemput!" jawab Bima.


"Habis jam makan siang! ingat!" ucap Rizal.


"Iya! cerewet banget!" jawab Bima langsung menutup telepon.


Setelah itu Bima lanjut menonton TV, menonton kartun sambil sebat santai di temani secangkir kopi hitam nikmat buatannya sendiri.


Siangnya setelah jam makan siang, Bima berangkat menuju basecamp yang letaknya di ujung komplek yang terletak di bagian agak luar komplek tapi masih satu komplek dengan rumah Bima.


Bima berangkat tanpa makan siang terlebih dahulu karena perutnya masih terasa kenyang, Bima menjemput keempat sahabatnya dan langsung tancap gas menuju Asosiasi.


Sesampainya di Asosiasi, kelimanya langsung di jemput oleh asisten pribadi Edward yang bernama Tommy, mereka di giring menuju ruang meeting yang berbentuk seperti sebuah aula besar dengan para kepala guild 10 besar terkuat sudah menunggu termasuk Billy dan Austin yang menjadi salah satu pemimpin guild terkuat di Indonesia ini.


Bima dan kawan-kawan duduk di kursi khusus yang sudah di siapkan untuk mereka, di tempat itu sudah terdapat Julia, Angel dan Dion yang tidak tau apa kepentingannya di sana.


"Baiklah, semua sudah lengkap, saya mengumpulkan kalian kesini karena ada kepentingan mendadak dari Asosiasi Hunter Internasional pusat yang baru tadi malam saya terima." ucap Edward.


"Apa ada masalah besar tuan?" tanya kepala guild Black Dragon bernama Benny. Black Dragon adalah guild terkuat nomor 3 setelah guild White Rose dan King Cobra yang menduduki kursi nomor satu dan dua.


"Bukan masalah, namun sebuah kebijakan yang menyangkut masalah Naga mitos dua bulan yang lalu." jawab Edward.


"Kebijakan apa tuan?" tanya Benny.


"Kebijakan itu adalah Bima dan kawan-kawan yang harus membantu semua negara dikala mereka kedapatan sebuah portal berbahaya. Tapi mereka meminta kalau squad Bima di tambah 3 orang karena mereka meragukan kesanggupan mereka untuk menjalani kebijakan ini." jawab Edward.


"Apakah itu tidak memberatkan mereka yang masih muda dan harusnya masih bisa menikmati hidup bebasnya? apakah pihak pusat sudah berbicara dengan Bima dan kawan-kawan seara eksklusif?" tanya kepala guild White Rose yang bernama Abigail.


"Mereka memutuskan kebijakan ini tanpa berkoordinasi dengan pihak Bima maupun saya sendiri, mereka memutuskan ini semua secara sepihak." jawab Edward.


"Kalau begitu adanya Bima dan kawan-kawan yang menjadi pihak paling di rugikan. Dengan kekuatan yang di sembunyikan secara sempurna dan di keluarkan demi melindungi manusia sekitar, mereka malah harus menanggung beban keselamatan seluruh dunia." ucap Abigail.


"Kita tanyakan pada pihak terkait terlebih dahulu, bagaimana?" ucap Edward merujuk pada Bima dan kawan-kawan.


"Kami siap tuan!" ucap Julia tiba tiba.


"Jawaban kalian akan saya kirimkan pada pihak pusat, saya harap itu jawaban yang suah dipikirkan dengan matang." ucap Edward tersenyum bangga.


"Kau yakin Bima? hari mu akan di habiskan untuk melindungi manusia manusia asing di luar sana." tanya Alice, kepala guild The Queen's yang menduduki kursi nomor 7 terkuat di Indonesia.


"Dia siapa? squad The Beast hanya kami berlima, dan yang berhak menentukan hanya aku sebagai ketuanya. Dia orang asing di squad kami, squad The Beast hanya berisi seorang pria, tidak ada wanita di dalamnya." jawab Bima santai.


"Yoiii!" ucap Julian sangat setuju.


"Tapi mereka bertiga sudah saya masukkan ke dalam squad kamu Bima. Dan ini adalah keputusan mutlak dari kami para petinggi." ucap Edward.

__ADS_1


"Hahahahahahaha....." Bima tertawa keras lalu menatap mata Edward tajam.


Bersambung.....


__ADS_2