King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 139


__ADS_3

1 bulan waktu bumi sudah berlalu sejak Bima melakukan latihan, Riski dan kawan-kawan sudah menunjukkan peningkatan yang signifikan. Tim Junior juga sudah mulai terbiasa dengan treatment latihan Dexter yang sangat keras.


Sedangkan Bima, dia sudah berjuta-juta tahun di alam Surgawi, namun hanya mendapat sedikit peningkatan. Bima merasa sangat susah untuk berkembang lagi, dia berpikir kalau sudah di penghujung masa nya.


"Temui dulu istrimu nak, kamu butuh semangat untuk berkembang. Pikiranmu juga mulai sulit untuk fokus karena terbelah menjadi dua." ucap Smith.


[Keluar dulu bos, kau butuh ketenangan. Berceritalah pada istrimu kalau ada masalah]


"Baiklah." jawab Bima murung lalu pergi menghilang begitu saja.


Bima muncul di halaman belakang yang sedang di gunakan latihan oleh teman-temannya.


"Bos! kenapa kau kembali? bukannya tiga bulan?" tanya Kong.


"Istirahat sejenak, aku masuk dulu ya." jawab Bima dengan wajah murung.


"Istirahat lah bos! serahkan sampah sampah ini pada kami!" ucap Kong.


Bima tidak menjawab, dia terus berjalan memasuki basecamp melalu pintu belakang. Bima berjalan ke ruang TV, dia duduk dengan lemas mengusap wajahnya lalu menghidupkan TV.


'Payah! kenapa jadi seperti ini!! batin Bima dengan hati terdalamnya.


'Susah sekali hanya untuk fokus! kenapa! argghhh!' batin Bima menjambak rambutnya.


"Jam 3, kemana via?" gumam Bima menengok ke arah jam dinding.


Bima sangat bingung, dia merasa sangat pusing dan kepalanya terasa mau meledak. Jadi Bima memutuskan untuk rebahan di sofa sembari menonton kartun.


Mungkin karena kelelahan bercampur rasa pusing, Bima pun tertidur pulas di sana dengan TV menyala. Namun saat sedang enak enak tidur, Bima di bangunkan oleh Albert karena hari sudah gelap.


"Sst! bangun...cepat mandi, sudah di tunggu di ruang makan." ucap Albert mencolek lengan Bima.


"Hoaammmm..." Bima membuka mata, menguap sambil mengucek matanya.


"Cepat mandi, aku tunggu di ruang makan." ucap Albert berlalu pergi.


Bima beranjak pergi ke kamarnya masih dengan wajah murungnya. Bima membuka pintu kamar, ternyata tidak ada Silvia di sana.


Bima langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri, selesai mandi Bima langsung pergi ke ruang makan untuk makan malam bersama.


"Loh, kamu udah balik nak? kapan?" tanya Diana kaget.


"Tadi bun." jawab Bima tersenyum paksa.


"Katanya 3 bulan, kok baru satu bulan sudah kembali? apa kamu sudah mendapatkan yang kamu elu-elukan?" tanya Diana.


Bima tidak menjawab, dia hanya tersenyum tipis saja dan lanjut makan.


"Bos kenapa?" bisik Kong pada Dexter yang makan di pojok ruangan.


"Nanti kita tanya." bisik Dexter.

__ADS_1


Kong menganggukkan kepala dan lanjut memakan daging monster mentah yang sudah Bima jatah setiap hari.


"Bim.." panggil Riski.


Bima menengok tanpa menjawab.


"Kita dapat panggilan lagi, besok pagi." ucap Riski.


Bima menganggukkan kepala lalu lanjut makan tanpa banyak bicara seperti biasanya yang selalu bertanya bagaimana hari hari teman-temannya.


Tak lama, Silvia pun datang menggandeng seorang pria tampan dan gagah. Silvia di buat kaget melihat kedatangan Bima, spontan Silvia melepaskan gandengannya dan memeluk Bima erat.


'Bob, aku ambil dungeon level 12.' ucap Bima.


[Oke]


"Kamu kapan datang bi?" tanya Silvia mencium pipi Bima.


"Tadi siang." jawab Bima tersenyum tipis.


"Katanya 3 bulan, kok sudah kembali?" tanya Silvia duduk si bangku sebelah Bima.


Bima hanya tersenyum paksa dan lanjut makan dengan rasa sakit di hatinya. Bima tidak menghabiskan makanannya, dia langsung pergi keluar tanpa mengucapkan apapun.


"Ayo." ajak Dexter menyeret mayat monster yang tinggal setengah keluar di bantu Kong dan Zhong.


"Dia kenapa sih?" tanya Rizal kebingungan.


"Dia kan kakaknya, apa salahnya nak." ucap Diana.


"Bunda, Bima tidak tau wujud Howard sekarang, yang dia tau dia adalah pria asing. Pasti saat ini dia sedang sangat sangat hancur melihat istri yang sangat dia sayangi menggandeng pria lain di depan matanya." ucap Henry.


"Dia sedang sangat kelelahan dan frustasi, jangan tambah beban pikirannya." ucap Albert.


"Jangan hakimi Via, dia sedang hamil." ucap Berliana.


"Wanita memang merepotkan." ucap Albert pergi begitu saja.


"Bert! kembali!" teriak Henry.


Albert tidak memperdulikan panggilan Henry, dia masuk ke dalam kamar dan membanting pintu sangat keras sampai terdengar nyaring dari ruang makan.


"Astagaa...." gumam Henry mengusap wajahnya dengan kasar.


"Yang, besok cancel aja, situasi sedang tidak baik baik saja." ucap Riski pada Lidia.


"Gak bisa sayang, kalau kita sudah setuju pihak Asosiasi tidak akan mau membatalkan kontrak." jawab Lidia.


"Gimana ini besok." ucap Riski lirih sambil mengusap wajahnya.


"Kamu harus semangat sayang." ucap Lidia menyemangati suaminya.

__ADS_1


"Ayah! kau hebat! tetap semangat! kami akan selalu menunggumu pulang dengan selamat!" ucap Jason menepuk punggung Riski.


"Aku pasti yakin bisa pulang, tapi Bima, di saat perasaannya sedang amburadul, dia pasti susah fokus. Aku paham betul raut wajahnya itu, dia sedang benar-benar pusing dan putus asa.


"Jangan menyimpulkan sesuatu sendiri ris." ucap Julian.


"Tanya Doni sama Rizal kalau gak percaya!" ucap Riski.


"Bener jul, wajahnya menunjukkan rasa putus asa. Sikap murungnya itu artinya dia lagi frustasi sama dirinya sendiri, tadi dia tidur kan? itu berarti dia lagi pusing banget. Soalnya dia gak pernah tidur sambil nyalain TV." jawab Doni.


"Kita cuma tau gerak-geriknya aja, kita gak tau masalah besar apa yang lagi dia hadapi sebulan kebelakang." ucap Rizal.


"Via, kamu temui Bima deh, takutnya dia ngelakuin hal nekat." ucap Diana jadi overthinking sendiri.


Silvia bergegas pergi keluar untuk menghampiri Bima. Di halaman belakang, Bima sedang duduk di gazebo melamun sambi merokok.


"Kau baik baik saja bos?" tanya Kong yang langsung membuyarkan lamunan Bima.


"Aku baik baik saja, aku ke sini cuma mau menengok istriku yang sedang hamil. Tapi malah begini." jawab Bima tersenyum lebar namun air matanya menetes.


"Tidak mungkin hanya untuk itu, pasti ada yang lain, kau pasti frustasi kan? kau merasa sangat kesepiankan?" tanya Kong.


"Hahahaha...kau memang yang paling memahamiku." ucap Bima menepuk-nepuk kepala Kong.


"Aku paham gerak gerikmu bos, aku paham semuanya! kau tertawa tapi sebenarnya kau tidak mau tertawa." ucap Kong.


"kau memang benar, walaupun aku memiliki keluarga yang menyayangiku, teman yang selalu membuatku tertawa, istri yang selalu menyayangiku, dan bawahan yang bodoh seperti kalian. Di saat aku sendiri, aku merasakan sebuah kesepian yang sangat sangat sepi, merasa tidak ada yang memperdulikan aku, tidak ada yang paham dengan kondisiku, dan tidak pernah tau apa yang sedang aku pikirkan." ucap Bima menghisap rokoknya.


"Semua orang menyayangiku dan memperhatikan aku, tapi mereka tidak pernah bertanya 'apakah kau baik baik saja?' hahaha....sangat menyedihkan. Merasakan sebuah rasa sakit di balik rasa senang itu sangat menguras mental." ucap Bima lagi.


"Kau terlalu sering menyembunyikan rasa sakit dan menerima rasa sakit sampai lupa untuk mengeluarkan rasa sakit itu. Tapi tenang bos, kau masih memiliki kami, bawahan yang akan terus ada di sampingmu walaupun kau sudah di benci seluruh alam semesta." ucap Kong.


"Terlalu sering menyembuhkan luka orang lain sampai lupa menyembuhkan luka sendiri. Hahaha...payah!" ucap Bima tertawa dan menangis secara bersamaan.


"Luapkan saja bos, tak apa, tidak ada aturan pria dilarang menangis. Kau juga boleh menangis walaupun kau adalah penguasa." ucap Zhong memeluk Bima.


"Kau adalah pria yang keren bos, kau bukan sekedar tuan bagiku, tapi sebagai panutan sekaligus Raja ku." ucap Kong ikut memeluk Bima.


"Jangan mati sebelum melihat penerusmu lahir bos." ucap Dexter ikut memeluk Bima.


"Kalian pernah merasakan cinta? bagaimana rasanya?" tanya Bima.


"Sangat membahagiakan bos, rasanya tidak ingin pisah dari orang yang kita cintai." jawab Kong.


"Bagaimana rasanya saat kalian tau wanita yang kalian cintai menggandeng seorang?" tanya Bima.


"Sepertinya aku akan pergi dan mengamuk, bisa juga aku bertarung tanpa henti sampai mati." jawab Kong.


"Jaga istriku ya." ucap Bima tersenyum lalu menghilang begitu saja.


"Bos! Bossss!" teriak Kong histeris.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2