King Of Universe

King Of Universe
Bab 48


__ADS_3

48Di saat Bima sedang bertapa, tiba tiba bumi berguncang hebat karena merasakan sebuah bencana besar yang akan terjadi berbarengan dengan tapa yang sedang Bima jalani.


Ribuan monster tiba tiba keluar dari dalam tanah, bukan monster receh yang keluar, tapi monster dengan kelas Dewa Iblis, semua! semua yang keluar adalah monster kelas Dewa Iblis.


Seluruh Asosiasi Hunter di Dunia di buat kalang kabut mengatasi masalah serius ini. Belum lagi daerah-daerah terpencil yang tidak memiliki hunter, otomatis kepala Asosiasi harus memecah semua hunter yang di miliki demi keselamatan warganya.


Di tambah langit yang berubah menjadi merah darah dan banyaknya portal liar yang muncul dengan kelas tinggi. Bos bos monster yang kelasnya di atas Dewa Monster membuat banyak hunter tingkat tinggi kewalahan.


Hal ini sangat membuat Alvin keheranan, dia mempertanyakan kinerja Bima sebagai penguasa alam semesta. Alvin dengan di dampingi Aron dan Amon masuk ke alam Surgawi untuk melakukan protes.


"Ada apa paman?" tanya Adrian.


"Di mana anakmu?" tanya Alvin balik.


"Sedang bertapa." jawab Adrian.


"Suruh dia menangani bumi! kenapa dia sampai lengah begini! lihat! para penguasa Iblis sudah mulai melancarkan rencananya! apa dia sudah tidak becus lagi memegang title penting ini?!" ucap Alvin dengan nada tinggi.


Woshhhh...


"Hey pak tua! jaga mulutmu!" ucap Drago marah dengan wujud aslinya yang sangat besar dan mengerikan.


"Kak, tenanglah." ucap Bao yang juga marah namun mencoba menekan amarahnya.


"Tuan adalah satu-satunya manusia yang mampu mengubah pola pikirku! aku sangat menghormatinya! dan sekarang ada yang berani melecehkannya?! sialan! mengantarkan nyawa!" teriak Drago.


"Kau tak tau apa apa orang tua bau tanah! pergi dan tunggu kami beraksi!" ucap Kong marah.


"Paman, Bima sedang bertapa demi mengembalikan performanya, jadi tolong pengertiannya." ucap Adrian.


"Dia sudah menyerap batu Nirwana! semua kekuatannya juga sudah aku bebaskan dari segel! apanya yang mengembalikan performa!" teriak Alvin marah.


"Diam!" ucap sebuah suara berat dengan aura yang sangat amat mengerikan.


Adrian dan Smith di buat kaget dengan aura yang sangat familiar ini.


"Dalam satu minggu, kalau bocah tengik ini tidak juga bergerak, jangan salahkan aku kalau dia mati!" ucap Alvin mengancam.


Setelah itu Alvin bersama Aron dan Amon pun pergi dari sana. Semua bawahan Bima dibuat sangat amat marah dengan ancaman Alvin.


"Tenangkan diri kalian, Bima akan aman." ucap Smith.


"Kalau tidak ada Array mengerikan itu aku sudah mengamuk!" ucap Drago kesal.


"Ya! dasar Array merepotkan!" ucap Kong juga kesal.


Di alam bawah sadar Bima, dia tiba tiba di datangi oleh sosok pria gagah dengan jubah hitam dan topeng putihnya.


"Mohon maaf tuan, anda siapa?" tanya Bima sopan karena tingkat kekuatan pria di depannya tidak bisa dia lihat.


"Aku Howard Einstein, aku adalah sosok yang mengawasi mu, Dewa yang menjadi pamomong jagat mu, bahasa gampangnya orang yang menjaga jiwa dan ragamu di saat kamu sedang bertapa, tidur, ataupun sedang lengah." jawab pria bernama Howard itu.


"Ada apa tuan menemui saya? bukankah tempat anda bukan di sini? tempat anda bukannya di khayangan tertinggi?" tanya Bima.


"Bima anakku, kamu sudah jauh dari jalan nak, kamu sudah melangkah jauh dari jalan yang sudah kamu buat." ucap Howard.


"Kenapa anda bisa bicara begitu?" tanya Bima bingung.


"Karena kamu sudah lalai akan tugasmu sebagai pengawas sekaligus penguasa jagat raya. Kamu melalaikan tugasmu demi kesembuhan dirimu sendiri nak." jawab Howard.


"Aku pikir anda adalah orang yang perlu aku hormati, ternyata aku salah." ucap Bima sinis.


"Apa maksud kamu nak?" tanya Howard bingung.


"Hahahahaha...kau adalah sisi gelapku sudah sudah aku tunggu tunggu! bajingan kau! peniru! menjijikan!" teriak Bima tertawa sinis.


"Cih! kau sadar ternyata!" ucap Howard yang berubah menjadi bayangan hitam yang sangat mirip dengan Bima.


"Sampah!" ucap Bima langsung melesat menyerang Howard.


Boom...


Howard menyambut serangan Bima dengan lihai, pertarungan dahsyat pun pecah. Bima yang sejatinya sedang melawan dirinya sendiri dibuat kewalahan.


Gerakan Howard terlihat tanpa celah, lebih sempurna dari gerakan Bima. Bima terus berusaha mengalahkan bayangan hitam di depannya sekuat tenaganya.


buaghh...


Buaghh..


Buaghh..

__ADS_1


Buaghh..


Bima terkena serangan fisik yang di kombinasi dengan gerakan cahaya. Bima terlempar jauh dan memuntahkan banyak darah.


"Cuih! sampah!" ucap Howard menatap rendah Bima yang terduduk lemas.


"Benarkah?" tanya Bima tiba tiba berada di belakang Howard dan mendaratkan tendangan super keras tepat di kepala Howard.


Buaghh...


Boomm...


Howard terlempar jauh dengan setengah wajah yang hancur akibat tendangan keras Bima.


"Baru serius!" ucap Bima menyeringai.


Woshhh...


Booomm..


Booomm..


Boommm...


Ledakan besar terus terjadi akibat dari tubuh Howard yang terlempar kesana kemari terkena serangan Bima. Bima terus menyerang Howard tanpa ampun, Bima memaksa tubuhnya melampaui batas demi membuat Howard musnah.


Duarrrrrr....


Saat ingin melayangkan serangan finishing, tiba tiba Bima terpental jauh karena ledakan besar dari tubuh Howard.


"Hahahaha....kau terlalu cepat bangga bodoh!" teriak Howard yang kembali sehat lalu melesat menyerang balik Bima.


Bima yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa menerima serangan balasan Howard dengan beberapa kali usaha untuk lepas dari serangan kombinasi itu.


Buaghh..


Duarrrr...


Bima terpental jauh dengan berbagai luka parah, tulang tulangnya terasa remuk dan nafasnya terasa sesak.


'Sial!' batin Bima kesal.


"Bagaimana sayang? enak? hahaahaha..." ucap Howard tertawa puas.


"Ini yang kau mau!" teriak Bima melesat dengan wujud Kaisar Neraka yang tak pernah Howard bayangkan.


Boomm..


Boomm..


Boomm...


Howard di buat tak berkutik terkena serangan yang sangat cepat dari Bima. Tubuhnya seakan akan kaku tak bisa bergerak, semua ingatan tentang bertarung hilang seketika.


Tubuhnya bingung ingin melakukan apa supaya lepas dari serangan bertubi-tubi Bima. Namun otaknya beku, Howard hanya bisa menikmati setiap pukulan yang Bima layangkan hingga akhirnya mati begitu saja.


"Aaarrrggggghhghhhggg!!!!!" teriak Bima sangat keras.


Bima bernafas dengan ngos-ngosan, merasa amarahnya sudah berada di pucuk kepala. Berbagai hinaan dan cacian yang dulu dia terima kembali Bima ingat.


"Bajingannnn!" teriak Bima melempar ribuan tombak dari berbagai elemen dan cahaya.


"Kalian semua bajingannnn!!!!" teriak Bima meluapkan amarah.


Duarrr...


Duarrr...


Duarrrr....


Ledakan dahsyat terus terjadi tanpa ada jeda sedetikpun, sampai akhirnya sosok yang paling Bima rindukan datang memeluk Bima penuh kasih sayang.


"Sudah nak, papah disini." ucapnya langsung menghentikan aktivitas Bima.


Bima mulai meneteskan air mata lalu memeluk pria yang ternyata adalah Austin itu dengan sangat erat.


"Aku rindu papah!!!" teriak Bima keras sambil menangis histeris.


Austin tersenyum getir, dia tak bisa menahan tangisnya. Tak terbayangkan bagaimana tersiksanya Bima setelah kepergiannya. Sedih, marah, sepi, itu pasti terus Bima rasakan.


"Aku gak bisa pah! aku gak bisa! aku sampah! aku lemah! aku menjijikkan! aku bajingan!" teriak Bima menangis keras.

__ADS_1


"Hey hey hey, tenangkan dirimu." ucap Austin lembut.


Bima terus menangis sembari menggelengkan kepalanya, dia merasa tak sanggup lagi menjalani hidup beratnya.


"Kamu hebat nak, papah sangat bangga, kamu anak papah yang paling papah banggakan sampai akhir hidup. Papah sangat sangat bangga pada Bima Abraham sang penaklukan alam semesta!" ucap Austin memegang pundak Bima.


"Kamu kuat! kamu hebat! kamu luar biasa! kamu spesial! kamu sangat sangat membuat papah kagum nak!" ucap Austin.


"Papah bohong!" ucap Bima lirih dengan tubuh bergetar hebat.


"Ayolah! mana Bima yang kuat? mana Bima yang punya jiwa pemimpin? mana Bima yang papah kenal? ini bukan Bima, ini adalah seonggok sampah yang tak bisa apa apa." ucap Austin.


"Aku memang sampah." ucap Bima.


"Kalau kamu sadar, ayo berubah! ayo kembali ke masa prime kamu! ayo banggakan mamah dan teman-teman kamu! ayo! jangan cuma diam!" ucap Austin.


"Bima gak bisa pah, Bima udah putus asa." ucap Bima lemah.


Plakk...


"Kamu mengecewakan papah! papah benar-benar kecewa! mana Bima yang dulu! mana!" teriak Austin menampar Bima sangat keras.


"Maaf..." ucap Bima lirih.


"Kecewa papah..." ucap Austin yang perlahan memudar.


Bima hanya bisa menangis, dia menyesali sifatnya, dia sangat benci pada dirinya sendiri yang sangat lemah ini. Hingga akhirnya Bima pingsan, bangun bangun Bima sudah berada di atas tempat tidur dengan Aulia menunggu di sampingnya.


"Tenangin diri dulu baru cerita." ucap Aulia tersenyum.


Bima merubah posisinya menjadi duduk di depan Aulia, Bima menunduk lesu.


"Tenang sayang." ucap Aulia lembut, dia memeluk Bima penuh kasih sayang dan kehangatan.


"Aku nyerah." ucap Bima tiba tiba.


"Kenapa?" tanya Aulia lembut.


"Aku mengecewakan semua orang, aku bukan orang yang cocok mengemban tanggungjawab besar ini." jawab Bima lirih.


"Kamu gak mengecewakan kok sayang, contohnya aku, aku bangga bisa lihat kamu sehat, gak perlu berbuat wah untuk mengagumkan orang. Hal kecil saja juga bisa mengagumkan orang kok." ucap Aulia.


'Kenapa dia?' tanya Kong berbisik.


[Aku Off sebentar]


'Bob kenapa? kenapa suaranya serak?' tanya Dexter aneh.


'Entahlah.' jawab Kong juga aneh.


"Kamu ketemu siapa?" tanya Aulia.


"Papah." jawab Bima lirih.


"Dia kenapa?" tanya Aulia.


"Papah kecewa, katanya aku bukan seperti dulu lagi, aku sampah tak berguna." jawab Bima.


"Memang." ucap Aulia santai.


"Kalau kamu seperti ini, kamu memang layak di sebut begitu." lanjut Aulia.


"Terus aku harus bagaimana?" tanya Bima tak bersemangat.


"Berubah, kamu harus jadi lebih baik." jawab Aulia.


"Berubah bagaimana?" tanya Bima lemas.


"Seperti dulu, ceria, positif thinking, berpikir bahwa semuanya bukan tentang kamu, mengedepankan logika, dan memiliki jiwa pemimpin yang kuat." jawab Aulia.


"Susah." ucap Bima.


"Susah! kamu belum coba!" ucap Aulia ketus.


"Jangan tinggalkan aku." ucap Bima memeluk Aulia erat.


"Enggak, kecuali kalau kamu terus gini, aku gak akan segan segan tinggalin kamu. Tapi kalau kamu serius mau berubah, aku bakalan stay buat kasih semangat." jawab Aulia.


"Aku mau berubah, kamu jangan tinggalin aku." ucap Bima.


"Iyaa sayang." jawab Aulia mencium pipi Bima penuh cinta.

__ADS_1


Setelah itu Bima pun tertidur pulas dalam pelukan Aulia, rasanya sangat lelah dan lemas.


Bersambung....


__ADS_2