King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 143


__ADS_3

Bima menatap mereka satu persatu dengan tatapan tajam. Bima ingin melihat wajah palsu mereka yang sangat menjijikkan itu.


"Kalau mau cari ketenaran, pergi, keluar dari guild. Di sini bukan tempat cari fans, aku bangun guild itu buat kekuatan bukan ketenaran." ucap Bima mengambil buku keanggotaan.


"Ayo, siapa yang mau keluar? biar langsung aku coret. Gak guna kalian masih disini kalau ego kalian masih tinggi." ucap Bima.


Hening....


"Gak usah pura-pura takut, kau bosnya di sini. Ayo katakan sesuatu." ucap Bima melempar buntalan kertas pada Jason.


"A-aku t-tidak melakukan apapun paman." ucap Jason dengan tubuh bergetar hebat karena ketakutan.


"Kau pikir aku tidak pernah muda? pria seperti mu sudah sering aku jumpai. Awalnya kau selalu kurang percaya diri, tapi setelah mendapatkan kepercayaan diri, kau merasa yang paling kuat di seluruh dunia. Jadi kau mau berkuasa di guild ini, padahal ketua di tim mu jauh lebih kuat dari kau." ucap Bima sinis.


"T-tidak paman, sungguh, aku tidak memiliki pikiran seperti itu." ucap Jason.


"Halahh! cepat tentukan! keluar sekarang atau aku skors sebulan!" ucap Bima.


"P-paman! aku mohon!" ucap Jason memohon.


"Cepat! waktu ku tidak banyak!" ucap Bima tegas.


"Tinggal pilih bodoh! tidak usah mohon mohon! dasar anak bodoh!" ucap Riski marah.


"Aku..aku memilih di skors paman." ucap Jason.


"Sebulan penuh mulai besok, dilarang mengikuti latihan rutin, dilarang ikut ambil misi. Kau latihan sendiri, terserah mau dimana, aku tidak perduli." ucap Bima.


"B-baik paman." ucap Jason murung.


"Hey bodoh! kenapa kau sering blunder? apa kau sudah lupa bertarung? atau kau mau bunuh diri?" tanya Bima pada Henry.


"Aku susah fokus karena memikirkan mu." jawab Henry.


"Benar-benar bodoh! memikirkan orang lain tanpa memikirkan keselamatan nya sendiri, kau adalah pria paling bodoh!" ucap Bima memarahi Henry.


"Kalau pemikiran mu masih sempit seperti itu, kau akan mudah di kecoh oleh musuhmu! saat kau terkecoh, kau akan dengan mudah di bunuh dan mayatmu di jadikan persembahan oleh para sekte-sekte!" ucap Bima.


'Sekarang hari apa bob?' tanya Bima.


[Rabu bos]


"Mulai besok pagi, kita mulai latihan serius. Tidak ada hari libur, dan tidak ada yang namanya cuti. Ambil misi tetap berjalan seperti biasanya, ada job kita ambil, dan semua itu tetap dengan latihan sore maupun pagi!" ucap Bima lalu pergi begitu saja.


"Mampus kita! gak ada libur! setiap hari! pagi, siang, sore harus latihan!" ucap Riski tidak membayangkan betapa menyiksanya treatment latihan Bima.


"Kurangi egomu kalau kau masih mau dalam tim ku." ucap Tigers pada Jason penuh penekanan.


"Maaf paman." ucap Jason.


"Semua sudah terlambat, mulai sekarang kurangi egomu dan sering-sering berlatih." ucap Tigers lalu pergi meninggalkan mereka.


"Tenangkan diri kalian, terima saja apa yang Bima mau. Ini pasti demi kebaikan kalian juga, tetap semangat dan belajarlah dari kesalahan teman satu tim kalian." ucap Berliana.


"Rapat selesai, silahkan pergi." ucap Lidia.


Mereka pun membubarkan diri meninggalkan ruang rapat dengan perasaan takut.


"Bima mana?" tanya Silvia pada Julian.

__ADS_1


"Tadi keluar duluan kok, aku gak tau kemana." jawab Julian.


"Paling ke tempat bawahannya." ucap Riski.


Silvia mengangguk menerima jawaban Riski, dia pun kembali ke dapur untuk lanjut memasak. Sedangkan Bima saat ini sedang berada di Neraka menemui Hades dan Anubis.


"Ada yang bisa kami bantu tuan?" tanya Anubis.


"Pedangku sudah tumpul, aku mau upgrade. Masukkan dua baru ini sekalian ya." ucap Bima memberikan sepasang pedang Yin Yang dan dua batu Giok berwarna merah dan biru.


"Baik, aku akan mengerjakannya bos, tapi kemungkinan agak lama." ucap Hades.


"Santai saja, yang penting perfect." jawab Bima.


"Anda mau mencari pedang lain? kemarin saya mendapatkan dua pedang kuno saat menjelajahi gudang." ucap Anubis.


"Bisa aku lihat?" tanya Bima.


Anubis mengeluarkan sepasang pedang penuh karat dengan ukiran tengkorak di kedua gagangnya.


[Itu pedang Dewa Neraka bos, ambil saja. Nanti aku restorasi]


"Baiklah aku ambil, terimakasih ya." ucap Bima


"Baik tuan." jawab Anubis mengangguk.


Setelah itu Bima pun berpamitan pulang, Bima kembali ke basecamp setelah menyerahkan pedang dewa neraka pada sistem di Alam Surgawi.


"Weh! udah malem!" gumam Bima kaget saat muncul di halaman belakang.


[Perbedaan waktu bos, di sana 1 jam, di sini 5 jam]


"Via ngamuk gak ya." gumam Bima panik.


"Dari mana?" tanya Silvia dingin.


"Hehe...ke tempat anu.." jawab Bima menggaruk tengkuknya.


"Anu siapa? hem?" tanya Silvia menatap Bima dengan wajah datar.


"Anu...ke tempat si anu sayang." jawab Bima gelisah.


"Siapa? tinggal ngomong, gak usah anu anu." ucap Silvia.


"Ke tempat Hades." jawab Bima.


"Berani kesana lagi? hem? udah lupa?" tanya Silvia duduk di sebelah Bima.


"C-cuma mau restorasi p-pedang kok." jawab Bima tidak berani menatap mata Silvia.


"Awas kalau macem-macem!" ancam Silvia mencengkram pipi Bima dengan tatapan sangat tajam.


Bima menganggukkan kepala dengan cepat, tubuhnya merinding karena baru pertama kalinya dia melihat Silvia semengerikan itu.


[Sial! aku merinding!]


'Bos, jangan berbuat macam macam! aku takut kau kehilangan salah satu bagian tubuhmu!' ucap Kong.


Silvia beranjak pergi membuka kulkas dan mengambil beberapa lauk pauk. Dia memanaskan lauk pauk itu untuk Bima makan.

__ADS_1


"Habisin, aku mau tidur." ucap Silvia datar lalu pergi begitu saja.


"Hiii! ngeri bat!" gumam Bima merinding.


Bima cepat cepat menghabiskan makanannya, setelah mencuci piring bekasnya Bima langsung bergegas pergi ke kamar untuk istirahat.


Saat membuka pintu kamar, Bima melihat Silvia sudah tidur dengan selimut menutupi seluruh bagian tubuhnya. Bima dengan perlahan masuk ke kamar mandi setelah mengunci pintu.


Setelah cuci kaki dan cuci muka, Bima langsung pergi tidur tanpa membangunkan Silvia yang sedang tertidur pulas dengan posisi memunggunginya.


[Besok kita latihan lagi bos?]


'Iya, buat mempertahankan kebugaran.' jawab Bima.


[Baiklah]


Bima mencium pipi Silvia lalu ikut terlelap dalam tidurnya. Di dalam mimpi, Bima kembali di pertemukan dengan sosok pria yang sangat dia rindukan.


"Kita bertemu lagi! kamu sudah banyak berubah ya Bima." ucap pria yang duduk santai di depan gubuk tua sambil ngopi dan ngerokok.


Bima tersenyum bahagia, dia menahan tangisnya supaya terlihat jantan.


"Kemarilah, duduk dan ceritakan pada ayahmu lika liku kehidupan mu setelah aku meninggal." ucap pria yang ternyata adalah Austin.


Bima berjalan menghampiri Austin dan duduk di bangku sebelahnya lalu menyulut rokok pemberian Austin.


"Bagaimana? apakah kamu bahagia nak?" tanya Austin.


"Sangat bahagia ayah." jawab Bima.


"Jangan bohong, ayah tau semuanya, jujur nak." ucap Austin.


"Ha-ha-ha-ha....brengsek! aku benar-benar kesepian ayah! bahagia yang dulu aku rasakan hilang setelah kepergianmu!" ucap Bima.


"Apa kamu tidak senang istrimu hamil darah dagingmu? apa kamu tidak bahagia mendapatkan kembali kasih sayang yang telah lama tidak kamu rasakan?" tanya Austin.


"Bisa iya, bisa juga tidak." jawab Bima masih menyembunyikan tangisnya.


"Maksudnya?" tanya Austin tidak paham.


"Aku sangat bahagia ayah bisa kembali memiliki anak, apalagi kembar. Tapi secara bersamaan aku juga tidak bahagia karena waktuku sebentar lagi habis." jawab Bima.


"Maka dari itu, jangan sia siakan sisa waktunya. Ayo, coba menerima semuanya, jangan gengsi untuk mengatakan apapun jika itu di luar ekspetasimu." ucap Austin.


"Ingat nak, istrimu butuh kebahagiaan, bukan hanya kamu yang membutuhkan kebahagiaan. Kalau kamu susah bahagia, usahakan orang sekitarmu merasakan bahagia itu." ucap Austin.


"Memang kamu butuh bahagia nak, tapi kalau orang sekitar mu kurang bahagia, apa kamu mau memaksa mereka untuk membahagiakan mu? tidak kan? maka dari itu, bahagiakan orang lain kalau kamu mau di bahagiakan." ucap Austin lagi.


"Baik ayah." jawab Bima menundukkan kepala.


"Kamu merasa kesepian walaupun di kelilingi orang-orang yang selalu membuatmu tertawa? iya?" tanya Austin.


Bima mengangguk pelan tanpa menengok.


"Ceritalah, jangan kamu pendam sendiri. Kamu memiliki sosok istri yang sangat menyayangimu nak. Dia pasti tau bagaimana caranya menghilangkan rasa kesepianmu." ucap Austin.


"Oh iya, jangan sampai kematian ayahmu ini membuat beban tersendiri di pikiranmu ya. Aku sudah bahagia di sana, aku memiliki banyak sekali teman baru, sahabat baru, dan peliharaan baru. Kamu tau nak, ayah memiliki anjing yang sangat penurut loh, besok kalau sudah waktunya kamu akan ayah kenalkan pada mereka semua." ucap Austin.


"Ayah akan mengenalkan anak yang sangat ayah bangga banggakan ini pada mereka. Kita bisa bercerita banyak tentang kehidupan mu di sana. Dari pertumbuhan anak, bagaimana kamu merintis karier, dan masih banyak lagi. Kita bisa bercerita bebas sambil merokok dan ngopi di sana." ucap Austin yang membuat Bima tak kuasa menahan tangis.

__ADS_1


"Kamu kuat nak, kamu hebat! ayah sangat bangga padamu! sampai jumpa di sana ya. Ayah menunggumu." ucap Austin yang langsung mengakhiri mimpi indah Bima.


Bersambung.....


__ADS_2