King Of Universe

King Of Universe
Bab 65


__ADS_3

Woshhhhh.....


Groahhhhhhhhhh.....


6 Hewan Dewa yang besarnya menyamai gunung muncul dan mengaum sangat keras. Albedo dibuat sangat ketakutan melihat keberadaan Drago di sana.


"Iblis menjijikkan!" ucap Drago dingin.


"A-ampuni aku!" ucap Albedo langsung down.


"Perlu di ingat! aku tidak selembut pendahuluku!" teriak Bima langsung melesat menghajar Albedo.


Groahhhhhhh....


"Bunuh!!!" teriak Drago benar-benar menggila.


Kebencian dan amarahnya dia muntahkan di pertarungan ini, Drago menyiksa semua hewan iblis itu tanpa ampunan. Bima pun juga sama, dia benar-benar memuntahkan amarahnya.


Albedo di hajar habis habisan, di banting ke sana sini, dia pukuli, dia serang menggunakan skillnya, dan dia tendangi terus menerus.


"Bajingan!!!! mati kau sialan!!!!" teriak Bima.


"Arghhhhhhhhhh!" teriak Bima menunjukkan sisi kerasnya.


Duarrrrr....


Duarrrrr...


Duarrrrr....


Duarrrrr.....


"Mati kalian semua!!!!!!" teriak Bima melemparkan ratusan bola energi ke tanah kosong demi meluapkan emosinya.


[Luapkan bos! kau harus menetralisir semua energi negatif di tubuhmu!]


"Argghhhhhhhhhh! bajingannnnn!!!!!" teriak Bima melempar bola bola energi ke arah Drone.


Susano'o, naga petir, Naga Api, Naga air, pokoknya semua skill dari berbagai elemen Bima keluarkan demi menunjukkan seberapa besarnya emosinya yang dia pendam selama ini.


Setelah 30 menit, barulah Bima berhenti, tubuhnya bergetar, air mata menetes deras di matanya. Ingatan ingatan tentang Austin, penderita sebelum mendapatkan kekuatan, dan masa sulit saat merintis guild The Beast terus mengelilingi otak Bima.


"Kenapaaa!!!!!!" teriak Bima menggema.


[Persiapkan diri kalian!]


"Buat formasi!" teriak Drago menenteng mayat Albedo.


"Ayaahhhhhh! aku merindukanmu!!!!" teriak Bima sebelum terjatuh tak sadarkan diri.


Woahhhh...


Sistem muncul dalam wujud manusia tampan bersamaan dengan para bawahan Bima dan keluarga Bima.


"Langsung!" teriak sistem.


Woshhhhhh....


Mereka meneteskan darahnya di setiap titik altar, lalu mengalirkan energinya pada tubuh Bima.


Duarrrrrrrr.....


Tubuh Bima meledak menjadi butiran darah, mereka menunggu dengan cemas. Bahkan teman-teman Bima kembali datang untuk mengetahui apa yang terjadi.


2 menit


5 menit


9 menit


15 menit


"Apa yang terjadi?!" tanya Adrian panik.


"Sepertinya gagal tuan." jawab Sistem menunduk lesu.


"Tidak! tidak mungkin!" teriak Adrian tidak mau menerima fakta.


"Jangan mendekat!" ucap Anubis memperingati Aulia.


"Kenapa?! aku istrinya!" teriak Aulia.


Anubis langsung mencekik Aulia penuh amarah dan kebencian.


"Kau masih berani bicara seperti itu setelah bercinta dengan pria lain?! ******!" ucap Anubis menatap tajam Aulia.


"Anubis!" teriak Dewa Amral.


"Maaf!" jawab Anubis melemparkan Aulia sejauh mungkin.

__ADS_1


"Apa vin? mana Bima?" tanya Riski kebingungan.


"Mati, dia gagal dalam ritualnya." jawab Kevin menangis.


"Ha?" tanya Riski tak kuasa menahan tangis.


"Vin?" panggil Julian dengan suara serak.


Kevin menggelengkan kepala, dia terduduk lemas dengan air mata terus mengalir deras dari matanya.


"Kakak!!!" teriak Albert histeris.


Adrian yang mendengar suara Albert langsung mencarinya dan memeluknya erat.


"Kakak dimana ayah?! dimana!" teriak Albert menangis histeris.


"Maaf, maafkan ayah nak, kakakmu gugur." ucap Adrian menangis.


Albert langsung menangis sejadi-jadinya mendengar bagaimana nasib Bima.


"Sialan!!!!!!!" teriak sistem sangat marah terhadap dirinya sendiri.


"Makhluk macam apa aku?! sangat tidak berguna! menjijikkan!" ucap Sistem memukul tanah berkali-kali.


"Air suci! dimana air sucinya?!!!" teriak Smith.


Adrian baru ingat dan langsung melemparkan sebotol air yang berasal dari sumur rumah ibadah di alam Surgawi.


Woshhhhhhh....


Perlahan, butiran cahaya beterbangan dan membentuk sesosok pria di tengah altar.


Bammm...


Ledakan kecil terjadi bersamaan dengan munculnya sesosok yang sangat mereka kenali. Ya! Bima bangkit dengan tubuh yang jauh lebih baik dari sebelumnya. Semua penyakitnya berhasil di hilangkan dan kini dia sudah bisa melakukan apapun dengan bebas.


"Ampir mati aku!" ucap Bima kesal.


Seketika Adrian dan Albert memeluk Bima penuh suka cita, Bima hanya terkekeh pelan melihat keduanya yang menangis histeris.


"Aku kembali bos!" ucap sistem masuk ke dalam tubuh Bima.p


[Selamat bos telah berhasil!]


"Terimakasih ya sudah mau membantuku." ucap Bima.


[Sama sama bos!]


"Baiklah." jawab Bima.


Seketika semua bawahan Bima kembali masuk ke Alam Surgawi, termasuk Aron, Amon, Dewa Amral dan Adrian.


"Kenapa diam?" tanya Bima pada Silvia.


Silvia tersenyum bahagia lalu memeluk Bima erat, dia meracau tidak jelas terhadap Bima.


"Bentar, ada sesuatu nih." ucap Bima merasakan ada sesuatu yang sangat kuat mendekat.


Boommmm..


Benar saja, seorang pria dengan Indra Susano'o langsung melayangkan tinju terhadap Bima. Namun Bima dapat menangkap tinjuan itu dengan Ashura Susano'o.


"Ternyata kau yang menjadi penerusnya, Indra!" ucap Bima menyeringai.


"Ashura!" teriak pria yang mengendalikan Indra Susano'o penuh semangat.


"Pergi yang jauh, jangan mendekat." ucap Bima mencium kening Silvia.


"Jaga diri kamu." ucap Silvia dengan tatapan khawatir.


"Tenang saja, Vin! pergi! yang jauh! buat Array 8 arah mata angin! 10 lapis!" teriak Bima pada Kevin.


"Siap! ayo jul! Bert!" jawab Kevin bergegas melesat pergi.


"Aku mencintaimu." ucap Silvia mencium pipi Bima lalu melesat pergi meninggalkan Bima.


Zoya mengangkat tubuh Aulia dan pergi diikuti yang lainnya. Kini tersisa Bima bersama sang rival Indra Stanford dari Clan Urashi rival dari Clan Nara.


"Kita selesaikan dengan cepat!" teriak Indra membuka segel seluruh kekuatannya yang mencapai 20000%.


"Layani aku dengan hebat Indra!" teriak Bima tak mau kalah, dia membuka 25000% kekuatannya, kekuatan penuh Bima keluarkan.


[Hahahahaha! seru!!!]


Booommmm....


Dua patung legendaris terkuat sepanjang masa itu pun beradu, beradunya kedua patung itu menimbulkan ledakan luar biasa kuat sampai membuat tsunami di berbagai negara, hujan tiba tiba di gurun pasir, dan fenomana petir emas yang menyambar berkali-kali.


Bima melesat menyerang Indra dengan kecepatan cahaya, itulah keunggulan susano'o Bima, berbeda dengan milik Indra yang unggul dalam ketahanan namun kurang di kecepatan.

__ADS_1


Boommm...


Booommmm....


Booommmm.....


Tak puas dengan susano'o, mereka bertarung menggunakan mode dewa murni yang memperlihatkan wujud dewa penguasa mereka yang sebenarnya.


Woshhhhhh.....


"Indra!!!!!" teriak Bima.


"Ashura!!!!" teriak Indra.


Duarrrrr.....


Keduanya beradu aura dan saling beradu pukulan serta senjata yang di pegang.


Petir emas yang menyambar berkali-kali kini berubah warna menjadi petir putih yang sangat amat langka.


Keduanya bertarung sangat sengit, saking sengitnya mereka tidak ada Dewa atau Dewi penguasa yang berani memisahkan. Bahkan Adrian saja merinding melihat pertarungan antara rival abadi itu.


Pertarungan dahsyat yang tersiar di seluruh dunia, membuat petinggi Organisasi hukum internasional yang menetapkan Bima sebagai buronan langsung mencabutnya karena ketakutan.


Semua orang dibuat ketakutan melihat dahsyat kekuatan Bima dan Indra, bagi mereka ini adalah mimpi buruk yang benar-benar terjadi di kenyataan.


Namun bagi para Dewa Dewi si pemerintahan pusat, ini adalah ajang pencarian kandidat yang akan menerima Wahyu ketentraman. Wahyu yang hanya milik satu orang.


Pertarungan dahsyat itu terus berjalan berjam-jam, menimbulkan banyak sekali bencana di sekitar. Bahkan setiap pantai di seluruh dunia mengalami mega Tsunami.


Silvia yang melihat pertarungan itu dibuat khawatir dan gigit jari karena takut suaminya kenapa kenapa. Begitupun Kevin dan kawan-kawan yang sangat mengkhawatirkan kondisi Bima.


"Sialan! kau di luar perkiraan ku!" ucap Indra melompat mengambil jarak.


"Cuih!" Bima meludahkan seteguk darah beberapa kali karena luka dalam dari serangan Indra.


'Dia mengandalkan luka dalam dari pada luka fisik! anjink!' batin Bima menatap tajam Indra.


[Jangan di bunuh bos, cukup berikan luka parah saja!]


'Baiklah!' jawab Bima.


Woshhhh....


Woshhhhh...


Keduanya kembali melesat dan saling beradu ketangkasan bertarung tangan kosong.


Buaghhh...


Buaghhh..


Buaghhh..


Setelah melayangkan beberapa pukulan dan tendangan, Bima langsung melompat mundur untuk memakai serangan tipuan. Benar saja, Indra yang mengira Bima ingin mengambil jarak langsung mengendorkan kewaspadaan nya.


Bima langsung melesat memanfaatkan kelengahan Indra, Bima menendang keras dada Indra sampai terpental jauh dan kembali ke wujud aslinya.


Buaghhhh....


Woshhhhh...


Booommmm....


"Sial!" ucap Indra sebelum membuka portal dan kabur.


Bima kembali ke wujud aslinya, ternyata tak hanya luka dalam saja, tapi lengan kanan Bima hampir putus, kaki kirinya tertancap besi baja sepanjang 1,5m, dan dadanya tertancap pedang perak sedalam 15cm.


Bima tersenyum sinis menghadap drone yang tersisa lalu terjatuh tidak sadarkan diri. Kevin, Julian, Riski, dan Silvia langsung melesat menghampiri tubuh Bima.


"Bawa ke rumah sakit!" teriak Silvia histeris.


Julian dengan cepat membuat tanah tempatnya berpijak terbang menuju rumah sakit. Silvia membuka portal tepat di depan Julian dan seketika muncul di rumah sakit Amerika Serikat.


Bima dengan cepat langsung di tangani oleh dokter dan tim medis. Bima di operasi atas izin Silvia, mereka menunggu di luar dengan perasaan khawatir akan kondisi Bima.


Setelah 3 jam, barulah dokter keluar dari ruangan dan menjelaskan tentang kondisi Bima.


"Kondisi pasien sangat kritis, luka di dadanya sedikit menimbulkan luka di organ dalam, besi di kaki nya membuat tulang kering remuk, dan syaraf di lengan kanannya terputus semua. Kami akan mencoba yang terbaik untuk pasien, mohon do'a nya." ucap Dokter.


"Lakukan yang terbaik dok, soal biaya tidak usah di fikirkan, saya yang tanggung semuanya." ucap Silvia.


"Baiklah, kalau begitu saya tinggal dulu, nanti akan ada dokter yang khusus untuk menangani pasien 24 jam penuh." ucap dokter berlalu pergi.


"Astagaa...kamu kenapa senekat itu sayang.." gumam Silvia mengusap wajahnya pelan.


"Mohon maaf sebelumnya, kakak ini siapanya Bima ya?" tanya Julian penasaran.


"Aku istrinya, sudah 2 minggu kami bersama." jawab Silvia bohong.

__ADS_1


"O-oooo, baiklah, kalau begitukan jelas." ucap Julian canggung.


Bersambung....


__ADS_2