King Of Universe

King Of Universe
Bab 66


__ADS_3

Bima di rawat satu minggu masih dalam kondisi kritis, dan dengan terpaksa Bima di pindahkan ke Indonesia dengan menggunakan pesawat jet karena permintaan dari Aurora dan Diana.


Sesampainya di Indonesia, Bima langsung di bawa ke rumah sakit dekat komplek yang terkenal sangat bagus dan lengkap. Bima di rawat di sana dengan Silvia yang senantiasa menjaga Bima di dalam ruangan ICU.


Akhirnya setelah genap 1 bulan Bima pun tersadar dari kritisnya, Bima merasakan rasa sakit yang luar biasa di seluruh tubuh dan organ dalamnya.


"Uhukk..uhukkk..." Bima terbatuk pelan supaya Silvia tidak terbangun dari tidurnya.


Namun karena pada dasarnya Silvia yang sangat siaga, dia langsung mengetahui bahwa Bima sudah sadar. Silvia langsung memanggil dokter yang 24 jam memantau kondisi Bima.


Bima di cek kondisi tubuhnya, setelah itu dokter keluar ruangan untuk mencatat kondisi terkini dari Bima.


"Haus." ucap Bima lirih.


Silvia dengan sigap memberikan minum pada Bima, setelah dahaganya terobati, Bima pun bernafas lega dengan menatap wajah Silvia yang terlihat sangat kelelahan.


"Kamu belum tidur? nangis terus ya?" tanya Bima.


"Enggak, aku udah tidur kok, ini cuma gara gara bangun tidur aja" jawab Silvia bohong.


"Wajah kamu gak bisa bohong, istirahat aja di sofa, aku gak mau habis aku sembuh malah gantian kamu yang sakit." ucap Bima.


"Aku mau dampingi kamu di sini aja, aku mau tidur di sini aja." jawab Silvia mengelus pipi Bima lembut.


"Terserah kamu aja." ucap Bima lemas.


"Bobo ya, gak usah pikirin aku, kamu harus sehat dulu." ucap Silvia.


"Kamu jangan lupa istirahat." ucap Bima tersenyum tipis lalu memejamkan mata.


"Kenapa ada yang menduakan pria perhatian seperti kamu? bodoh sekali mereka. Aku tidak akan menyia-nyiakan orang seperti kamu dalam hidup ku." gumam Silvia tersenyum bahagia.


'Bob, tolong tangan kananku dulu, aku gak bisa makan kalau gak ada tangan kanan!' ucap Bima.


[Baiklah bos, kau tidur saja]


'Aku serahkan padamu, tubuhku lemas sekali bob, maaf merepotkan.' ucap Bima.


[Santai bos]


Bima akhirnya tertidur pulas sampai mendengkur.


"Hihihi..udah tidur, semoga cepat sembuh ya." ucap Silvia pelan sambil cekikikan melihat wajah polos Bima.


Keesokan harinya, Bima terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang menyoroti matanya.


"Mau langsung sarapan aja atau minum susu dulu?" tanya Silvia langsung.


"Bantuin duduk bentar." ucap Bima mengulurkan tangan kirinya.


Silvia membantu Bima duduk dengan perlahan karena dia tau rasa sakit yang Bima rasakan.


"Minum?" tawar Silvia.


"Boleh." jawab Bima.


Bima pun meminum segelas susu jatah sarapannya pagi ini, setelah puas minum susu, Bima mencoba menggerakkan jari tangan kanannya, namun rasanya masih kebas dan tidak bisa di gerakan.


"Jangan di paksain, nikmati aja penyembuhannya." ucap Silvia mengelus punggung tangan kiri Bima.


"Kenapa kamu rela kayak gini sama aku?" tanya Bima melirik wajah Silvia.


"Kamu suami aku, sudah sepantasnya aku lakuin ini ke kamu." jawab Silvia.

__ADS_1


"Bukan itu, maksud aku kenapa kamu mau menikahi pria sampah seperti aku." ucap Bima.


"Kamu ini spesial sayang, hanya orang-orang tertentu yang bisa merasakan kespesialan kamu itu. Aku adalah salah satunya, kamu ini bukan tipe yang romantis, tapi rasa sayang kamu melebihi apapun ketika sudah senyaman itu." jawab Silvia.


"Aku masih ragu buat menaruh hati, maaf." ucap Bima lirih.


"Tidak apa apa, aku akan berusaha supaya kamu mencintai aku melebihi apapun." jawab Silvia tersenyum manis.


[Buka hati bos! dia sudah welcome!]


'Ayo bos! kau bisa sialan!' ucap Kong.


Pukul 13.00, Aurora dan yang lainnya pun datang untuk mengecek kondisi Bima.


"Syukurlah kamu sudah sadar." ucap Aurora lega walaupun merasakan sakit hati karena melihat kondisi Bima yang mengenaskan dengan perban di seluruh tubuhnya kecuali leher dan kepala.


"Orang kuat kok!" jawab Bima tersenyum bangga.


"Iya, kamu kuat sayang." ucap Berliana tersenyum bangga.


"Kabar baiknya kamu udah dihapus dari daftar buronan paling di cari bim, kamu bisa hidup tenang." ucap Zoya.


"Tenang? cih!" ucap Bima sinis.


"Huss! jangan bicara kayak gitu! gak baik!" ucap Silvia menasehati Bima.


"Mana bisa tenang! orang aku jadi buronan Dewa Dewi! nalarnya itu loh!" ucap Bima kesal.


"Setidaknya kamu bisa hidup tenang di sini tanpa harus di buru sama hunter lain. Ambil positif nya." ucap Silvia.


"Masuk akal juga." ucap Bima menganggukkan kepala.


"Mana Aul?" tanya Bima menatap Aurora.


"Bunda gak tau nak, dia pergi seminggu yang lalu." jawab Aurora.


"Kamu fokus sama kehidupan kamu sekarang aja, fokus ke penyembuhan diri." ucap Aurora m


"Iya bun." jawab Bima.


"Kau mau ngapain ris! anjink!" ucap Rizal menjitak kepala Riski saat mengeluarkan rokok.


"Ehh! sorry sorry! kebiasaan cok!" jawab Riski langsung memasukkan kembali rokoknya.


"Blokk!" ucap Rizal kesal.


"Wihhh! pengantin baru nih!" ucap Julian yang menggandeng seorang wanita cantik.


"Ahhaaayy!" seru Doni melihat Julian yang malu.


"Dih! malu dia cok! hahaha.." ucap Bima tertawa keras.


"Merah cok kayak tomat hahahaha..." ucap Rizal tertawa keras melihat wajah Julian yang memerah karena malu.


"Siapa namanya jul?" tanya BimaBima sembari menggenggam tangan Silvia erat.


"Indah Permatasari, cantik kan? kayak orangnya." jawab Julian.


"Iya dah iya." ucap Bima tertawa geli.


"Bima, paman mau tanya." ucap Leon.


"Tanya apa paman? silahkan." jawab Bima.

__ADS_1


"Kamu sudah menguasai mode Bankai? lalu pria mengerikan kemarin yang membantai para petinggi ras iblis itu siapa?" tanya Leon penasaran.


"Sudah paman, untuk pria kemarin itu salah satu perwujudan dari iblis di dalam diriku. Gak salah satu deng, cuma satu." jawab Bima.


"Iblis?" tanya Andi aneh.


"Iya, setiap manusia itu terselip satu roh iblis di dalam tubuhnya. Jika manusia itu ingin mencapai titik tertinggi dalam sebuah kekuatan, dia harus memilih untuk mengalahkan iblis di dirinya atau berdamai dengannya dan bekerja sama menjadi makhluk yang lebih baik." jawab Bima menjelaskan sedikit yang dia ketahui.


"Maksud iblis itu bagaimana?" tanya Andi masih belum paham.


"Gampangnya sisi gelapmu." jawab Bima.


"Oooo, paham paham." ucap Andi paham.


"Keren sih kau bisa berdamai dengan sisi gelapmu Bim." ucap Riski kagum.


"Biasa aja sih, soalnya aku lihat dia kayak aku dulu, gampang terprovokasi, gampang di perbudak, bodoh, dan lemah, jadi aku bisa berdamailah sama dia." ucap Bima santai.


"Ayah dimana kak?" tanya Albert tiba tiba.


"Di alam jiwa, kau mau bertemu?" tanya Bima balik.


"Tidak jadi, beastmu galak semua, kapan kapan saja." jawab Albert.


"Hahaha...wajahmu sangar tapi penakut juga ternyata." ucap Bima tertawa geli.


"Hey! beastmu itu beda dari yang lain ya! kera milikmu itu masih oke lah! tapi yang lain! hiii!" ucap Albert bergidik ngeri.


'Sialan! aku di hina!' ucap Kong kesal.


'Mukamu terlalu imut untuknya Kong hahahaha..." ucap Dexter tertawa keras.


'Aku harus lebih galak sepertinya.' ucap Kong cemberut.


'Ganti saja wajahmu dengan kadal air Kong.' ucap Zhong.


'Matamu! sialan kau Zhong?' ucap Kong kesal.


"Ngomong ngomong, nama gadis cantik ini siapa nak?" tanya Aurora mendekati Silvia.


"Silvia nyonya." jawab Silvia sopan.


"Oooo, kamu sudah lama berhubungan dengan Bima?" tanya Aurora penasaran.


"Sudah nyonya." jawab Silvia.


"Kamu ada hubungan apa dengan Bima?" tanya Aurora berbisik.


Silvia menunjuk cincin berlian di jari manisnya sambil tersenyum manis.


"Wahhh! kamu ini selalu begitu ya! tidak pernah mengundang bunda!" ucap Aurora pada Bima.


"Paman Aron yang tiba tiba menarikku! makanya aku tidak bisa mengundang bunda." ucap Bima kesal.


'Hey!' seru Aron kesal.


"Hahaha...tidak apa apa, yang penting mulai sekarang, kamu harus janji sama bunda kalau gak akan ganti ganti pasangan lagi. Oke?" ucap Aurora tertawa.


"Bima janji bunda." jawab Bima menganggukkan kepala.


"Bagus! cepat berikan bunda cucu!" ucap Aurora semangat.


'Waduh!' batin Bima aneh.

__ADS_1


Silvia yang mendengar ucapan Aurora dibuat tersipu malu dan wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


Bersambung....


__ADS_2