King Of Universe

King Of Universe
Bab 74


__ADS_3

Bima pun memakan kue yang tadi di berikan oleh Thomas, dia juga membujuk Silvia supaya tidak marah lagi.


"Mau kue enggak?" tanya Bima mengelus pipi Silvia lembut.


"Gak!" jawab Silvia ketus.


"Aku suapin, asal jangan marah lagi." ucap Bima.


"Enggak!" jawab Silvia.


"Iya iya, maaf deh soal tadi." ucap Bima.


"Jangan di ulangi lagi! ingat! kamu udah punya istri!" ucap Silvia ketus.


"Iyaa maaf." jawab Bima.


Akhirnya Silvia pun melepaskan pelukannya dan memakan kue yang Bima suapkan. Acara pun di mulai, MC acara memberikan sambutan pada Billy dan keluarga.


Tak lupa dia juga memberikan selamat pada Riski dan Lidia yang sudah menikah. MC juga memberikan sambutan istimewa pada Bima dan kawan-kawan sesuai request Riski.


"Selamat datang juga untuk tuan Bima dan kawan-kawan, terimakasih sudah datang ke acara pernikahan tuan Riski dengan nona Lidia. Saya sangat tersanjung bisa melihat wajah wajah pahlawan peperangan secara langsung." ucap MC.


Rentetan acara berlangsung sangat khidmat, sampai akhirnya acara yang paling di tunggu tunggu pun datang. Ya! acara makan makan!


"Silahkan tuan muda." ucap Thomas meletakkan berbagai macam makanan di meja Bima dibantu para pelayan yang lainnya.


"Mana ini rendangnya?" tanya Bima.


"Sebentar tuan, saya ambilkan terlebih dahulu." ucap salah seorang pelayan bergegas pergi.


"Lah, kok gak langsung aja?" tanya Bima aneh.


"Rendang itu menu untuk tamu undangan yang biasanya, untuk tamu undangan khusus seperti tuan muda, rendang bukanlah menu utama." jawab Thomas.


"Padahal itu sudah khasnya." ucap Bima heran.


"Ini permintaan dari Riski tuan." ucap Thomas.


"Si bodoh itu ternyata!" gumam Bima kesal.


Tak lama pelayan tadi datang membawa sepiring besar berisi rendang daging sapi yang terlihat sangat nikmat.


"Selamat menikmati tuan." ucap pelayan.


"Terimakasih ya, ini tip untukmu." ucap Bima memberikan amplop berisi uang.


"Terimakasih tuan." ucap pelayan sangat senang.


"Sama sama, silahkan pergi." jawab Bima.


"Kami pamit tuan." ucap Thomas berlalu pergi.


Bima dan kawan-kawan pun memakan makanan yang tersedia di mejanya.


"Siapin." pinta Silvia manja.


"Iyaaa..." jawab Bima menurutinya dan menyuapi Silvia dengan telaten.


"Kau bawa hadiah apa jul?" tanya Rizal.


"Jam Rolex sama kalung Giok." jawab Bima menunjukkan kotak kado.


"Kamu bawa apa vin?" tanya Berliana.


"Busur panah tante, walaupun gak sekuat punya Riski juga sih hehehe..." jawab Rizal.


"Gak papa, itu bisa di jadikan kenang kenangan." ucap Berliana.

__ADS_1


"Kau apa vin?" tanya Rizal penasaran.


"Aku? topeng yang punya pasif spesial." jawab Kevin santai.


"Kau apa don?" tanya Rizal.


"Pajangan tembok dari serpihan berlian." jawab Doni.


"Ngeriii!" ucap Bima.


"Kau apa bim?" tanya Kevin sangat penasaran.


"Aku gak kasih ke dia, aku kasih ke bapaknya." jawab Bima santai.


"Lah! yang nikah anaknya masa yang di kasih hadiah bapaknya! aneh banget." ucap Kevin.


"Silvia dah kasih, masa aku kasih lagi! sayang bodoh!" ucap Bima.


"Kakak ipar kasih apa?" tanya Kevin.


"Inti core doang." jawab Silvia cuek.


"Owalah...." ucap Kevin canggung.


Mereka pun makan dengan nikmat, beberapa kali juga bercanda bersama mengenai masa lalu guild. Sampai akhirnya acara terakhir pun datang, yaitu acara pemberian hadiah untuk mempelai pria dan wanita.


Berbagai macam hadiah di berikan tamu tamu undangan, dari jam tangan, senjata, jubah, dan lain-lain. Sampailah di tamu terakhir yaitu Bima, Bima naik ke atas panggung sendirian membawa sebuah kotak kaca berisi topeng lamanya dan sebuah inti core kelas Dewa.


"Ini untukmu bodoh." ucap Bima memberikan inti core kelas Dewa pada Riski dan sebuah kotak kecil untuk Lidia.


"Itu?" tanya Riski menunjuk kotak kaca yang di pegang Bima.


"Ini untuk om Gilang, topeng lamaku, walaupun sudah hampir pecah ya hehehe..." ucap Bima memberikan kotak kaca itu pada Gilang ayah Riski.


"Woahhhh....t-terimakasih!" ucap Gilang tidak percaya kalau topeng andalan Bima dulu di berikan padanya.


"Maaf ya om kalau udah agak usang." ucap Bima menggaruk tengkuknya.


Semua tamu undangan dibuat iri dengan hadiah yang diberikan oleh Bima.


"Semoga langgeng ya ris, kalau ada masalah cerita ke aku atau temen temen yang lain. Jangan di pendam, nanti yang awalnya kecil malah jadi besar. Semoga juga kau bisa berkembang lebih besar dari aku atau teman teman lainnya." ucap Bima dengan mic di tangan.


"Pengumuman juga ya, guild The Beast sudah bangkit dengan dua anggota baru, nantikan kejutan kejutan dari kami selanjutnya. Terimakasih untuk support nya, tetap semangat dan jangan pantang menyerah untuk hunter hunter yang baru merintis karier." ucap Bima.


"Jadilah hunter kuat dan berguna bagi nusa dan bangsa, banggakan orang tua kalian, sayangi mereka selagi ada. Yang sudah tidak memiliki orang tua jangan bersedih! tetap tegar! orang tua kalian pasti bangga di sana! terimakasih!" ucap Bima memberikan micnya pada MC lalu turun dari panggung.


Bima kembali duduk di tempatnya dan memakan kue yang tersedia untuk cuci mulut.


"Bibi gak pernah kasih aku hadiah! huh!" ucap Silvia kesal.


"Nanti malem ke mall deh, kamu mau beli apa aja aku beliin." ucap Bima.


"Beneran?!" tanya Silvia senang.


"Iya." jawab Bima.


"Kyaaa! bibi ku sayang!" ucap Silvia memeluk Bima erat dan menciumi pipi Bima berkali-kali.


"Om! jadi gak?!" tanya Kevin yang dari tadi mendesak Jhon untuk di kenalkan pada Abigail.


"Ayo ayo." jawab Jhon akhirnya setuju.


Keduanya pun mendatangi meja Abigail, Abigail duduk seorang diri bersama sang anak, tanpa di temani anggota guild atau petinggi guild.


"Dia udah tergila-gila cok sama tante Abigail." ucap Julian terkekeh geli.


"Kau ingatkan jul, gak baik cok kalau dia gini terus. Susah di atur." ucap Bima.

__ADS_1


"Nanti aku ingetin." jawab Julian.


"Kau kapan nikah Zal?" tanya Bima tiba tiba yang membuat Riana sangat sangat malu.


"Bim! anjink!" ucap Rizal kesal.


"Hahaha...santai broo!" ucap Bima tertawa keras melihat wajah kesal Rizal.


"Kalian kalau mau pulang duluan aja, kita masih mau disini, sekalian nungguin Kevin." ucap Diana.


"Ya udah deh, aku juga udah capek bun." ucap Bima berdiri.


"Bareng bim." ucap Julian.


"Ya udah ayok." jawab Bima menyimpan ponsel dan rokoknya lalu melambaikan tangan pada Riski.


Mereka berempat pun pulang duluan meninggalkan yang lainnya di sana. Sesampainya di basecamp, Silvia langsung menyeret Bima ke kamar.


"Kenapa si? rewel banget dah hari ini." ucap Bima kesal.


"Aku capek bi, pengen bobok." jawab Silvia memeluk Bima sangat manja.


"Ganti baju dulu baru tidur." ucap Bima mencopot bajunya.


"Kamu jangan pergi ya! awas!" ucap Silvia bergegas pergi ke kamar mandi untuk ganti pakaian.


Sedangkan Bima tinggal copot celana panjangnya dan memakai kaos polos saja karena dia sudah doublean celana pendek.


Bima merebahkan tubuhnya di atas ranjang, menghidupkan AC lalu membuka ponselnya. Tak lama kemudian Silvia keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai tanktop putih tipis dan celana hotpants yang memperlihatkan lekukan tubuh indahnya.


Silvia langsung ikut merebahkan tubuhnya di atas ranjang, Bima hanya cuek dan fokus pada ponselnya yang menunjukkan berbagai berita terbaru.


"Bibi!!" rengek Silvia dengan meregangkan tangannya.


"Apa si?" tanya Bima menengok.


"Peyukk!" jawab Silvia manja.


"Hemphhh...iya dehh!" ucap Bima menaruh ponselnya dan memeluk Silvia penuh kasih sayang.


"Dah, bobok." ucap Bima mencium kening Silvia.


"Aku pingin bebas bi, aku di sini terkekang. Aku pingin kita tinggal di rumah sendiri, biar bisa bebas berpakaian." ucap Silvia menatap Bima dalam.


"Aku sih ada rumah gak kepakai, emang mau? tapi cuma jarak 5 rumah dari sini." ucap Bima.


"Mauu! aku mau!" jawab Silvia semangat.


'Kosong kan bob?' tanya Bima.


[Kosong bos, mau yang rumahmu dulu atau rumah barumu itu kosong semua]


'Pakai yang deket aja.' ucap Bima.


[Baiklah, biar aku suruh bawahanku bereskan]


"Minggu depan kita pindah ya." ucap Bima.


"Iya bi! sayang deh sama bibi!" jawab Silvia memeluk erat tubuh Bima.


"Dah bobok, nanti malam katanya mau ke mall." ucap Bima.


"Iya iya! nanti malem ke mall!" ucap Silvia dengan semangat.


"Makanya bobok aja." ucap Bima menciumi wajah cantik Silvia.


"Iya bi!" jawab Silvia menyembunyikan wajahnya.

__ADS_1


Mereka pun akhirnya tertidur dengan saling memeluk satu sama lain.


Bersambung....


__ADS_2