
Selesai mandi, Bima pergi ke ruang makan untuk mengambilkan sarapan Silvia.
"Via mana nak?" tanya Aurora.
"Di kamar, kecapean, ini mau aku ambilin makan." jawab Bima santai.
"Ohh, yang banyak nak, biar cepet segar." ucap Aurora.
"Iya bunda." jawab Bima.
"Lusa kita gas ke Afrika bim, ada panggilan." ucap Riski.
"Latihan kalian tolol! jab job jab job teros!" ucap Bima kesal.
"Buat apa cok? kan portal Kaisar Iblis dah muncul!" ucap Kevin dengan bangganya di depan Abigail.
Bug..
"Baca halaman 502, jangan temui aku kalau lagi butuh doang." ucap Bima melempar buku di depan Kevin lalu pergi membawa dua piring makanan.
"Sini! anjink!" ucap Julian ketus merebut buku yang di pegang Kevin.
Julian membaca halaman yang tadi Bima katakan dengan Riski dan Rizal di belakangnya. Mereka membaca buku itu dengan sangat teliti, menghiraukan Aurora dan Diana yang meminta untuk makan dulu.
"Itu jul! Portal End Of Chaos! 50x lebih kuat dan dahsyat dari portal Kaisar Iblis! cookkkkk!" teriak Riski menunjuk paragraf yang menceritakan soal portal yang Riski katakan tadi.
"Anjink! Bima gak main main cok!" ucap Julian serius.
"Latihan keras kita!" ucap Rizal.
"Jangan bercanda, itu portal mitos." ucap Albert tidak percaya.
"Ini beneran anjink!" ucap Riski kesal.
"Mana, coba aku lihat." ucap Albert.
Julian menyodorkan bukunya pada Albert dan langsung dia baca.
"Apaan! masih 500 tahun lagi cok!" ucap Albert kesal.
"500 tahun kalender apa? alam Kultivasi atau bumi?!" tanya Tigers.
"Alam kultivasi." jawab Albert.
"Nanti tanyakan langsung ke Bima, aku gak bisa jelasin lebih rinci." ucap Tigers.
"Iya deh." ucap Albert menutup buku dan lanjut makan.
Di kamar, Bima sedang asik sarapan bersama Silvia sembari ngobrol asik.
"Bibi kenapa? kok kayak kesel gitu?" tanya Silvia.
"Enggak, cuma tadi ada sedikit masalah." jawab Bima santai.
"Masalah apa?" tanya Silvia penasaran.
"Job ke luar negeri." jawab Bima.
"Kemana?" tanya Silvia kepo.
"Afrika." jawab Bima.
"Ohh, kapan? lusa atau minggu depan?" tanya Silvia.
__ADS_1
"Besok lusa." jawab Bima.
"Berangkatlah, itukan udah kewajiban kamu bi." ucap Silvia.
"Emang mau berangkat besok, lumayan bisa tambah tambah uang jajan." jawab Bima.
"Hahaha....iya bi." ucap Silvia tertawa.
Selesai makan, Bima mengembalikan piringnya di dapur sekaligus mencucinya. Saat sedang sibuk mencuci piring, Julian datang menghampiri Bima.
"Bim, ke ruang TV bentar, anak anak mau ngomong." ucap Julian.
"Tar..." jawab Bima cuek.
Selesai mencuci piring, Bima mengikuti Julian ke ruang TV yang sudah di tunggu anak anak dan Abigail di sana.
"Apa?" tanya Bima.
"Soal portal bim, portal di buku itu rincinya gimana?" tanya Tigers.
"Masih lama itu, 50 tahun lagi, santai aja, gak usah latihan." jawab Bima cuek.
"Nohh! ku bilang apa cok! santai! gak latihan gak papa! kan ada hunter penerus kita." ucap Kevin.
"Diem kau jink!" ucap Julian kesal.
"Terus job besok lusa gimana? kalau gak latihan aku ragu cok, portal kelas Dewa Iblis bim, gak main main cok." ucap Rizal.
"Mau latihan juga udah mepet kan, besok siang juga kita udah berangkat ke sana. Habis dari sana baru bisa latihan, kita evaluasi gerakan kita." jawab Bima.
"Menurutmu kita udah kuat buat besok lusa?" tanya Tigers.
"Menurutmu?" tanya Bima balik.
"Aku juga ngerasa gitu sih, kita udah ada chemistry yang bagus buat besok." ucap Riski.
"Menurutmu gimana bim? kita butuh penjelasan cok." tanya Rizal.
"Sampah anjink! busuk! cacat! gerakan pada kayak kon*ol! Kau berempat keturunan Dewa juga kayak taik! anjink! yang ada di otak kalian itu cuma popularitas! job! job! dan job! anjink!" jawab Bima keras.
Plak...
"Otakmu pakai jink! kekuatanmu turun drastis! gak ada keren kerennya! di atas rata rata taik apa! sampah gitu di banggain! anjink!" ucap Bima menampar Kevin keras.
"Aku ngerasa udah kuat banget bim! kau aja yang gak paham!" ucap Kevin membela diri.
"Duel kita anjink! sampai mati! mau kau?!" ucap Bima.
"Sadar diri vin! kepedean mu terlalu tinggi! mentang mentang didepan cewek idamanmu kau jadi tolol gini!" ucap Julian memarahi Kevin.
"Kalian berdua ini kenapa sih?! gak suka ya ada aku di sini?! udah benci kalian sama aku? atau kalian iri sama aku?!" tanya Kevin.
"Bibi, jangan marah marah bi, gak enak sama bunda." ucap Silvia yang baru keluar kamar setelah tenaganya pulih.
"Sssttt! masuk kamar!" ucap Bima tegas.
"Maaf bi." jawab Silvia langsung masuk ke kamar menuruti perintah suaminya.
"Ada apa ini? kok teriak teriak?" tanya Diana menghampiri mereka.
"Kalian udah jadi saudara lho disini, jangan bertengkar." ucap Jhon mengekor Diana.
"Aku keluar aja lah kalau gini caranya! gak ada respect nya kalian berdua! gak pernah tau kondisiku selama ini!" ucap Kevin.
__ADS_1
"Vin! jangan asal bicara kau!" ucap Rizal marah.
"Apa?! mereka udah gak respect lagi sama aku! cuma gara gara pingin keren di depan wanita idamanku, mereka malah gitu! buat apa lagi!" ucap Kevin.
"Kita baru bangkit lho vin! kau jangan gitu lah!" ucap Doni.
"Eh eh eh, jangan ribut ribut! kalian sudah seperti saudara di rumah ini! ehh! jangan sampai karena masalah kecil kalian sampai pecah! jangan ya ampun!" ucap Aurora berlari menghampiri mereka.
"Bubar aja lah ngent*t! capek aku anjeng! setiap saat harus perhatiin kalian! capek anjeng!" teriak Bima sangat sangat kesal.
"Bibi! jangan asal bicara!" teriak Silvia tegas.
"Apa?! capek yang! aku udah bukain jalan selebar mungkin buat mereka! jalan ke arah yang baik! tapi apa?! gak ada niatan mereka buat jalan di jalanan itu! mereka malah buka jalur sendiri!" ucap Bima marah.
"Hey! kamu itu alpha di sini, kamu harus bisa bimbing mereka, jangan asal buat keputusan. Kalau ada yang mau pisah ya sudah, biarkan saja, itu artinya dia sudah menemukan jalannya sendiri." ucap Silvia.
"Alpha alpha taik! bubar kita!" teriak Bima langsung pergi begitu saja.
"Ck! Ya Tuhan!!! kenapa jadi seperti ini?!!!" teriak Doni mengacak acak rambutnya.
"Kevin anjeng!!!!!! pergi kau bang*at!!! kau bukan saudaraku lagi!!" teriak Julian marah besar.
"Jul, jangan gitu Jul, aku gak ada siapa siapa di sini Jul." ucap Kevin kaget dengan teriakan Julian.
"Apaan anjink! kau udah bikin guru kita marah gitu! kita dulu udah janji buat gak bikin dia marah dan kecewa kan! sekarang apa?! kau mengingkarinya demi sebuah kata keren! ngent*t!" ucap Julian menunjuk wajah Kevin penuh kemarahan.
"Jul, aku minta maaf Jul." ucap Kevin memohon.
"Pergi kau! pegi sana sama tante tersayangmu itu! anjink!" teriak Julian lalu pergi begitu saja meninggalkan mereka.
"Ck! repottt!" teriak Albert kesal.
"Sesekali turunin egomu vin! jangan asal bicara!" ucap Rizal kesal.
"Maaf Zal, aku kelepasan." ucap Kevin menyesali perbuatannya tadi.
"Telat vin! guild udah bubar! aku mau telepon om Andi dulu!" ucap Rizal ketus lalu pergi begitu saja.
"Kau minta respect tapi gak pernah respect ke orang vin, sadar." ucap Doni kesal.
"Aku mau ke kamar dulu, capek." ucap Riski pergi begitu saja dengan rasa kecewa berat.
"Dahlah!" ucap Albert pergi ke kamarnya.
"Kevin, Abigail, bunda tunggu di gazebo." ucap Aurora pergi begitu saja.
"Sana temuin kak Aurora, jangan sampai dia ikut kecewa." ucap Diana.
"Iya bunda." jawab Kevin lemas.
Kevin dan Abigail pun pergi menemui Aurora di gazebo belakang rumah.
"Kalian jangan sampai bubar, lusa bunda mau kalian tetap berangkat ke Afrika, ini sudah kewajiban kalian sebagai pelindung dunia." ucap Diana.
"Iya bunda, nanti aku kasih tau Rizal." jawab Doni.
"Bunda minta maaf ya gak bisa meredam emosi Bima." ucap Diana pada Silvia.
"Dia emang lagi enggak stabil bun, via maklumin kok." jawab Silvia.
"Ya udah, kamu coba tenangin Bima gih." ucap Diana.
"Iya bunda, via ke kamar dulu." ucap Silvia lalu pergi ke kamarnya.
__ADS_1
Bersambung....