King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 93


__ADS_3

Bertahun-tahun berlalu begitu cepat, Silvia juga sudah bahagia bersama Rio. Riski pun juga telah memiliki anak yang dia beri nama Jason.


Mereka membesarkan anak mereka penuh kasih sayang, tiga serangkai itu juga sering mengambil misi yang di tawarkan oleh Alex sebagai pemimpin dari alam Dewa.


Hal ini bisa mereka gunakan sebagai ladang latihan supaya kekuatan mereka tidak menurun dan berharap malah bisa meningkat.


Mereka juga bisa hidup bahagia dan aman karena tidak ada gangguan dari wartawan, monster, dan sebagainya. Namun berbeda dengan Bima.


Bima yang sekarang sedang berada di dalam Alam Surgawi merasakan hidup yang 180° berbanding terbalik dengan teman-temannya.


Bima memaksakan diri untuk mencapai titik maksimal dari persenan kekuatannya. Bima setiap hari harus menyiksa diri demi mencapai target di waktu yang tepat.


Angkat beban, latihan fisik, latihan berpedang, latihan reflek, pembentukan energi/elemen, latihan semua senjata, melatih kemahiran menggunakan Gudodama, dan memaksimalkan seluruh skill skillnya.


Tubuh Bima benar-benar di tekan melebihi batas kemampuan nya, Sistem sebenarnya tidak tega, namun mau bagaimana lagi, ini sudah sesuai SOP.


Di tahun ke 1000, Bima memutuskan untuk istirahat sejenak, merilekskan kepalanya yang sudah penuh dengan merokok santai di temani pisang goreng dan secangkir kopi buatannya.


"Sudah berapa bob?" tanya Bima.


[Baru bertambah 100% bos]


"Ya Tuhan..." ucap Bima lemas.


[Sebuah hasil yang luar biasa harus melalui proses yang luar biasa juga bos]


"Hahhhhh....betul juga! jadi aku harus semangat 45!" ucap Bima.


[Tetap semangat bos! tapi lebih baik kau istirahat dulu]


"Iyalah! ya kali gak istirahat!" ucap Bima kesal.


[Oh ya, info terbaru, Kong, Hades, Anubis, dan Lexsus telah bebas bos. Kong telah menjadi Beast Spiritual dari salah satu Pangeran di alam Dewa. Hades, Anubis, dan Lexsus telah mengambil alih kekuasaan di Neraka yang sebelumnya di kuasai oleh Ares si Dewa Perang]


"Lalu?" tanya Bima sembari menyeruput kopinya.


[Nyonya Silvia sudah menikah dengan pangeran yang menjadi tuan dari Kong. Riski pun juga sama bos, dia sudah memiliki satu putra bernama Jason, wajahnya sangar bos! sialan!]


"Hahaha....didikan Tigers pasti!" ucap Bima tertawa geli.


[Untuk Drago, dia sepertinya akan bebas di waktu yang sama seperti mu]


"Haihhh...semoga mereka semua bisa bahagia ya! aku ikut bahagia melihat mereka bahagia!" ucap Bima akhirnya bisa merasakan perasaan senang yang sebenarnya.


Bima kembali menyeruput kopinya yang membuat hidupnya lebih berwarna dan terasa lepas dari semua masalah. Setelah puas beristirahat, Bima pun lanjut berlatih dengan sangat keras.


Berbagai siksaan Bima laksanakan demi kekuatan yang sangat luar biasa dahsyatnya. Dari berendam di dalam lava, melakukan berbagai macam kombinasi batu crystal untuk mengupgrade kedua pedangnya, sampai memperkuat Susano'o nya dengan di tambah aliran energi Penguasa.


[Waktu masih panjang bos, aku sudah setel waktunya, di sini satu miliar tahun, di luar masih 1 tahun bos! kau bisa melakukan berbagai kombinasi!]


"Terimakasih!" teriak Bima sangat semangat.


Milliaran tahun Bima habiskan untuk memperkuat diri dan melakukan berbagai kombinasi terhadap semua skill, patung, dan susano'o miliknya.


Sampai akhirnya hari ke 5000 tahun pun datang juga, saat ini Bima telah mencapai maksimal kekuatan 100000% dan itu tidak akan pernah menurun walaupun Bima tidak berlatih secara rutin.

__ADS_1


Kekuatan Bima mampu membunuh Budha hanya dalam waktu 5 detik, hal ini di karenakan kecepatan dan kekuatan Bima yang sudah di atas semua Dewa Dewi penguasa era baru.


Bahkan Howard pun akan akan sekarat jika mau membunuh Bima, memang Bima mati di tangan Howard, tapi Howard akan cacat fisik selamanya dan seluruh kekuatannya akan hangus begitu saja karena bertarung hebat dengan Bima.


Hari ini Bima kedatangan Aron di alam Surgawinya, Bima di ajak ke suatu tempat untuk melakukan ritual penyucian diri.


"Dimana ini paman?" tanya Bima menengok ke kanan kiri yang isinya hanya hutan belantara.


"Kau harus jalani ritual pensucian diri sebelum bebas." jawab Aron.


"Oooo...." ucap Bima menganggukkan kepala sembari berjalan menyusuri hutan belantara.


2 jam berjalan, akhirnya mereka sampai di sebuah air terjun indah yang telah di tunggu oleh para Dewa Dewi yang berpakaian rapi demi menyambut Kaisar mereka.


"Paman, itu siapa?" bisik Bima melirik kearah seorang wanita cantik yang terlihat menyendiri dipojokan.


"Itu istri dari Dewa Angin, dia Dewi Kecerdasan. Kenapa? kau ingin memilikinya? aku akan membicarakan dengan Dewa Angin." jawab Aron.


"Ssttt! tidak boleh merebut istri orang!" ucap Bima.


"Baiklah, ayo cepat lakukan ritualnya, kau harus cepat cepat mendapatkan raga baru." ucap Aron.


"Aku pakai raga Ashura saja paman, aku lebih nyaman menggunakan ragaku sendiri." ucap Bima.


"Boleh boleh." jawab Aron setuju.


Woshhh....


Amon datang bersama para petinggi Khayangan tingkat ke 7 yang terlihat sangat antusias menghadiri ritual ini.


"Hai! ayo cepat lakukan." ucap Amon.


"Baiklah." jawab Bima.


'Kau siap bob?' tanya Bima menarik nafas panjang.


[Ayo bos! kita tunjukkan siapa penguasanya!]


Bima tersenyum lalu berjalan masuk ke dalam air terjun yang mulai bersinar terang memancarkan cahaya berwarna biru muda.


Mereka menunggu dengan was was, saat sedang merasakan sebuah kekhawatiran, tiba tiba tanah bergetar hebat di susul angin kencang dan petir emas yang menyambar bersahutan.


"Ini dia...." gumam Aron menyeringai.


Booommmm.....


Woshhhhhhh....


Bima melayang dengan tubuh bersinar terang, tatonya mengeluarkan cahaya merah, dengan sayap kelelawar di kiri dan sayap burung Phoenix di kanan.


Wajah tampan nan rupawan membuat setiap wanita melongo sekaligus ketakutan karena aura iblis yang bercampur dengan aura penguasa para dewa membuat semua Dewa Dewi merasa segan dan tidak berani mendongakkan kepalanya.


"Aku bangkit!" ucap Bima menyeringai yang menunjukkan dua taringnya.


"Salam yang mulia!" ucap Aron memberi hormat diikuti para Dewa Dewi penguasa lainnya.

__ADS_1


"Salam yang mulia!" ucap mereka serempak.


"Salam kalian aku terima!" jawab Bima lalu turun ke bawah dengan penuh kewibawaan.


Bima memberikan beberapa ucapan selamat pada para Dewa Dewi yang berhasil meraih title dari para pendahulu yang bersifat busuk.


Setelah berpidato beberapa saat, akhirnya Bima pun berpamitan untuk pergi bersama Aron. Bima di ajak masuk ke dimensi Surgawi untuk menemui sang ayah.


[Bos! Drago mengamuk!]


'Biarkan sajalah, mungkin dia butuh hiburan.' jawab Bima dengan santainya sambil berjalan mengikuti Aron menuju rumah Adrian.


[Masuk akal juga! baiklah kalau begitu!]


30 menit kemudian, mereka sampai didepan sebuah rumah yang dulunya tempat Bima menimba ilmu dengan Williams.


"Ini rumah paman Williams kan?" tanya Bima masih sangat ingat dengan rumah ini.


"Iya, William beserta istrinya tewas dibunuh Zeus dan komplotan nya, jadi ayahmu beserta keempat istrinya tinggal di sini." jawab Aron.


"Empat? sial! dia nambah istri lagi! cuma seorang roh saja sok sokan! dasar buaya!" ucap Bima kesal.


"Hahaha...Zoya kembali ke pelukannya, bukan nambah satu lagi." ucap Aron terkekeh geli.


"Ooo...baguslah kalau begitu!" ucap Bima lega.


Tak lama, Smith pun membukakan gerbang dengan wajah tersenyum lebar ketika melihat Bima dalam wujud Ashura.


"Selamat datang!" ucap Smith memeluk Bima erat.


"Hahaha...iya paman." jawab Bima membalas pelukan Smith.


Tanpa banyak bicara lagi, mereka pun masuk ke dalam rumah yang sudah di tunggu oleh Adrian dan keempat istrinya.


"Akhirnya bebas juga!" ucap Adrian langsung memeluk sang anak dengan sangat erat.


"Ayah baik baik saja kan?" tanya Bima membalas pelukan Adrian.


"Ayah baik baik saja nak." jawab Adrian melepas pelukannya.


"Syukurlah kalau begitu adanya." ucap Bima tersenyum senang.


"Bagaimana kabar kamu?" tanya Zoya memeluk Bima.


"Baik." jawab Bima membalas pelukan Zoya.


"Tubuh kamu tambah berisi ya." ucap Indi tersenyum.


"Iyalah! olahraga!" jawab Bima dengan bangganya.


"Hahaha....sudah sudah! ayo makan dulu! ibu sudah masak sayur kesukaan kamu." ucap Riana.


"Yeyyy!" seru Bima sangat senang.


Mereka pun pergi ke ruang makan dan makan siang bersama setelah ribuan tahun tidak berkumpul bersama.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2