
Keesokan harinya, Bima bersama kakek neneknya pun pergi ke kediaman keluarga besar Abraham walaupun sedikit terjadi beberapa drama dari Berliana yang memohon agar tidak pergi, sampai Berliana menangis histeris meminta maaf atas segala kelalaiannya.
Namun Bima tetap pada pendiriannya, dia pun pergi bersama kakek dan neneknya tanpa menggubris Berliana yang terus memohon. Sesampainya di kediaman Abraham, mereka di sambut dengan baik oleh kedua kakak Berliana yang bernama Leon dan Wilson.
Keduanya membantu Bima membereskan barang barang dan membantu Bima membereskan kamar yang akan dia pakai untuk latihan tertutup. Yang membantunya tentu saja Andi, kakak tertua Berliana yang rela pulang dari Inggris untuk menyambut Bima.
"Sudah sesuai?" tanya Andi.
"Sudah paman, nanti untuk penghalang aura dan energi biar aku yang urus. Terimakasih ya sudah mau membantu." jawab Bima tersenyum lebar.
"Sama sama, kalau begitu paman tunggu di meja makan ya." ucap Andi senang.
"Iya, sebentar lagi Bima ke sana." jawab Bima.
Andi mengangguk lalu pergi keluar ruangan meninggalkan Bima.
"Gimana nih bob?" tanya Bima melihat sekeliling kamar.
[Bos masuk ke alam Surgawi yang sudah saya buat, nanti kita bicarakan di sana]
"Aku makan dulu kalau gitu, di sini suasananya lebih hidup dari pada rumah sana." ucap Bima.
[Baiklah bos]
Bima tersenyum senang, lalu berjalan keluar kamar menuju ruang makan. Sesampainya di ruang makan, Bima langsung duduk di samping Leon dan mengambil makanan yang sudah tersedia.
"Mau mulai latihan kapan?" tanya Wilson.
"Siang ini paman." jawab Bima.
"Kalau gitu nanti kamu kunci pintunya dari dalam biar gak ada yang ganggu." ucap Wilson.
"Iya, nanti sekalian Bima kasih Array pengunci." jawab Bima.
"Itu lebih bagus biar latihan mu tidak terganggu." ucap Wilson.
Selesai makan, Bima langsung masuk ke kamar khususnya dan mengunci pintu dari dalam. Tak lupa Bima memasang Array pengunci dan Array penghalang tingkat dewa kasta tertinggi 3 lapis supaya mampu menahan aura yang keluar dari tubuhnya.
Bima duduk di tengah altar yang sudah dia buat bersama Andi tadi, setelah itu jiwa Bima masuk ke alam Surgawi buatan sistem.
Bima muncul di sebuah padang rumput yang sangat luas dengan pegunungan besar dan hutan lebat di belakang sebuah rumah minimalis yang terlihat elegant. Terdapat 4 Goa raksasa di pegunungan yang berjajar, Goa yang akan di huni para beast milik Bima.
"Indahnya!!" teriak Bima sangat senang.
[Rumahnya bagaimana bos? kalau kau suka aku akan konfirmasikan pada Dewa Aron supaya rumah permintaanmu itu segera di realisasikan sesuai dengan desain rumah ini]
"Kurang bob, dua lantai, garasi gak luas gak papa, yang penting muat 2 mobil." ucap Bima.
[Baiklah bos, nanti aku adukan komplain mu pada Dewa Aron]
"Bagus!" ucap Bima.
[Sekarang aktifkan kembali kekuatanmu yang dulu bos, di alatar itu]
"Itu?" tanya Bima menunjuk sebuah altar serbaguna di dekat Goa terbesar di sana.
[Benar bos, setelah itu kau juga harus menemui ayahmu di dimensi Surgawi untuk mengetahui semuanya]
"Baiklah.." jawab Bima menurut saja.
Bima duduk di tengah altar lalu merapalkan mantra untuk membangkitkan kekuatannya yang sebenarnya.
"Bangkitlah!!!" teriak Bima meregangkan tangannya.
Woshhhhh....
Sebuah kekuatan super dahsyat masuk dengan cepat ke dalam tubuh Bima dan menggeser keberadaan energi emas yang menjadi energi utama Bima beberapa hari kebelakang.
Energi berwarna merah dengan aura hitam pekat yang mengelilingi bola energi sebesar matahari itu. Energi yang langsung menundukan bola energi emas yang memiliki kepribadian tak mau kalah itu.
Aura Bima meledak keluar dari raganya sampai menggetarkan rumah kediaman kepala keluarga Abraham.
"Gempa!!" teriak Alena panik.
"Mah! tenang!" ucap Andi menenangkan Alena.
"Ada apa? apa yang terjadi?" tanya Billy panik.
"Bima sedang membangkitkan kekuatannya, kalian santai saja. Ini masih belum seberapa! tenang!" jawab Andi.
"Kekuatan asli? apa maksud kakak?" tanya Wilson kebingungan.
__ADS_1
"Bima itu punya darah murni dari klan Nara, jadi kekuatannya tak mungkin sereceh itu. Kalian tenang saja, dan jangan sampai ada yang berani mendobrak pintu kamarnya! sesuatu yang mengerikan akan bangkit!" jawab Andi.
"Peringatkan adik perempuan mu itu! dia keras kepala sekali! mamah sampai stress mengurusnya!" ucap Alena.
"Andi bakal menetap disini mah, tenang saja, Berliana biar Andi yang urus." jawab Andi.
"Mamah percayakan padamu nak." ucap Alena lega.
Di alam Surgawi, Bima berdiri tegap dengan senyum merekah.
[Dahsyat bos! ayo bangkitkan roh spiritual, beast spiritual, dan para titanmu!]
Bima menyentuh tanah dan berteriak.
"Datanglah! tuanku telah kembali!" teriak Bima menengok ke atas.
Woshhh...
Boomm..
Boomm..
Boomm...
3 hewan dewa penjaga dunia Kultivator, dua titan penguasa, satu patung penyegel, dan seekor naga emas dengan ukuran di luar nalar manusia muncul menghadap pada Bima dengan senyum merekah.
"Para bawahan bodoh! selamat datang kembali!" teriak Bima senang bukan main.
"Bossss!!!!" teriak Kong melompat kesana-sini merasa sangat gembira.
"Hahahaha....bekantan bodoh! bagaimana kabarmu!" teriak Bima sangat senang bisa melihat kera bodoh itu lagi.
"Baik boss! aku sangat merindukanmu! hahahaha...." jawab Kong tak kalah hebohnya.
"Salam bos..." ucap Dexter si dewa rubah putih ekor 10 bermata enam.
"Wahhh kau sehat ya! bagaimana? masih melajang? hahaha..." tanya Bima tertawa keras.
"Cih! terus saja mengejek! menjengkelkan!" ucap Dexter kesal.
"Hahahahaha....." Bima tertawa keras mendengar ucapan Dexter.
"Trisula pemberianmu kemana ya? di tempatku hilang." tanya Bima heran.
"Kembali ke saya bos." jawab Bao.
"Ohh, syukurlah kalau begitu." ucap Bima lega.
"Lexsus menghadap yang mulia tuan besar kaisar Neraka!" ucap seorang pria raksasa berlapis api abadi yang memegang tali seekor kuda raksasa berlapis api neraka abadi.
"Gimana Hades? masih hidup dia?" tanya Bima.
"Tuan Hades abadi bos." jawab Lexsus.
"Iya juga." ucap Bima baru sadar.
"Grock menghadap bos!" ucap Grock si titan penguasa galaxy.
"Kita bertemu lagi! hahaha....senang bisa bertarung bersama kemarin!" ucap Bima.
"Terimakasih bos..." jawab Grock menunduk senang.
"Ben menghadap tuan besar!" ucap Ben si Naga Emas penguasa langit ke tujuh.
"Sudah lama kita tidak bertatap muka seperti ini, kemana saja kau?" tanya Bima heran.
"Aku menghuni ruang hampa mu bos, kalau di butuhkan aku pasti datang." jawab Ben.
"Oooo....baru tau aku." ucap Bima tersadar.
"Terus gimana bob?" tanya Bima pada Sistem.
[Ben akan menjaga ragamu selama kau berlatih di dimensi Surgawi bos]
"Kau mau Ben?" tanya Bima.
"Saya siap bos." jawab Ben tegas.
"Aku titip raga ku ya." ucap Bima.
"Baik bos, kalau begitu aku pamit." jawab Ben memberi hormat lalu menghilang begitu saja.
__ADS_1
"Lexsus, kau boleh kembali ke habitatmu, kalau tinggal di sini nanti kekuatanmu pasti menurun drastis." ucap Bima.
"Baik bos, terimakasih." ucap Lexsus lalu pergi menghilang begitu saja.
"Yang lain bisa tinggal di sini, di Goa yang sudah tersedia." ucap Bima.
"Itu Goa siapa bos? perasaan tubuh kita tidak sebesar itu." tanya Kong heran pada Goa terbesar di antara 3 Goa lainnya.
[Setelah latihan kita akan tau]
"Baiklah kalau begitu." ucap Kong berjalan dengan gembira ke Goa favoritnya yang sudah dia incar dari tadi.
Sedangkan Bima masuk ke dalam portal yang sudah sistem siapkan. Seketika Bima berpindah ke depan sebuah rumah sederhana namun mengeluarkan aura yang membuat Bima terpental setiap mendekati rumah itu.
"Gimana ini bob?" tanya Bima keheranan.
[Coba aku tanyakan dulu bos]
10 menit kemudian aura yang sangat kuat tadi menghilang begitu saja dan keluarlah seorang pria tampan dan penuh wibawa dari dalam rumah.
"Masuk." ucap pria itu.
Bima hanya menurut saja, dia masuk ke dalam rumah mengikuti pria itu. Keduanya pun duduk di ruang tamu, saling pandang satu sama lain.
"Apa?" tanya Bima aneh.
"Kau Bima?" tanya pria itu aneh.
"Iya, aku Bima Abraham." jawab Bima.
"Dapat dari mana tato itu?" tanya pria itu.
"Entah, waktu aku sadar, tiba-tiba tato ini ada saja." jawab Bima.
"Coba buka bajumu." ucap pria itu.
"Aku normal ya! kau om om cabul ternyata!" teriak Bima ketakutan
"Aku juga normal bodoh! aku doyan wanita! bukan pria! cepat buka bajumu dulu!" ucap pria itu kesal.
Bima membuka bajunya agak ragu, setelah terbuka seluruhnya pria itu pun melihat punggung Bima yang ternyata sesuai dugaannya.
"Mahh! kemari cepat!" teriak pria itu.
Bima memakai kembali bajunya dan tak lama seorang wanita cantik yang masih terlihat sangat muda datang.
"Ada apa?" tanya wanita itu.
"Dia Ashura yang dulu kita lihat bertarung melawan 3 hewan dewa penjaga dunia Kultivator." jawab pria itu.
'Ashura siapa bob?' tanya Bima heran.
[Kau bos, namamu di dunia Kultivator yang sangat terkenal. Ashura Neilson Nara, anak dari Ratu Neraka yang menikah dengan Raja Surgawi]
'Takdir aneh!' ucap Bima kesal.
"Nak, perkenalkan, aku William Neilson, Raja Surgawi, Dewa terkuat sepanjang sejarah yang menjadi ayah kandungmu. Dia adalah Zoya Nara, Ratu Neraka, ibu yang melahirkan jiwamu." ucap pria bernama William itu.
"Terus ibuku di bumi?" tanya Bima bingung.
"Mereka memang orangtuamu yang melahirkan raga, sedangkan kami orangtua yang melahirkan jiwa." jawab William.
"Terus tato tato ini?" tanya Bima.
"Tato di tanganmu itu melambangkan kalau kau adalah satu-satunya keturunan dari elemen yang berlawanan dan bisa hidup sampai selama ini. Sedangkan tato di punggungmu itu adalah tato yang melambangkan bahwa kau adalah pewaris dari sebuah kekuatan luar biasa yang mampu menundukkan semua penghuni neraka yang kejam. Kekuatan yang melambangkan keturunanku dan gambaran Neraka yang melambangkan keturunan istriku." jawab William menjelaskan.
"Terus aku kesini buat apa?" tanya Bima bingung.
"Untuk mengetahui asal usul dirimu yang sebenarnya sekaligus akan aku latih secara pribadi. Kau juga akan menjadi wadah muridku yang masih belum memiliki pewaris yang cocok." jawab William.
"Siapa?" tanya Bima bingung.
"Dewa Amral, satu-satunya murid yang aku miliki sekaligus yang meneruskan perjuangan ku dalam memimpin alam semesta ini." jawab William.
"Pemilik Susano'o milikku?" tanya Bima.
"Ohh, kau sudah sedikit menerima warisannya? baguslah! jadi lebih mudah untuk menjadi wadahnya." ucap William senang.
"Entahlah, aku bingung!" ucap Bima sangat pusing.
Bersambung....
__ADS_1