King Of Universe

King Of Universe
Bab 35


__ADS_3

Ledakan demi ledakan terus terdengar, terlihat Kong terus menerus di hajar oleh Bima. Bima mengaktifkan Ashura Susano'o dan kembali menghajar Kong tanpa belas kasih.


Jlebbb...


Bima menusuk leher Kong dengan Pedang Penguasa, setelah itu dia lanjut menghajar Drago si Naga Penguasa langit ke 7. Lagi lagi Bima menghajar Drago tanpa ampun dan tanpa jeda, pukulan, tendangan, tebasan, ledakan energi, semua Bima keluarkan.


Drago benar-benar di buat kewalahan, selain tubuhnya yang besar, Drago juga bukan tipe yang kuat untuk di berondong serangan.


Crashhh...


Kepala Drago terputus dari tubuhnya dan mati seketika, setelah itu Bima menatap Adrian yang sedari tadi tidak melakukan apapun.


"Ayo lawan aku sialan!" teriak Bima lalu melesat menyerang Adrian dengan perasaan penuh dendam dan kebencian.


Boomm...


Boomm...


Boomm...


Duarrrrr....


Bima menghajar Adrian tanpa ada kesulitan, setiap Adrian ingin membalas, Bima langsung memotong jalannya, hal ini membuat Adrian mati kutu dan terus terkena serangan telak dari Bima.


Buaghhh..


Buaghhh...


Buaghhh...


Bima terus memukuli Adrian dengan amarah yang sangat membara.


"Balas bajingannnn!!!" teriak Bima penuh amarah.


Adrian yang sudah tak berdaya hanya bisa menatap Bima dengan tatapan penuh rasa bersalah. Bima mencekik Adrian dan mengangkatnya ke atas.


"Datang dengan wujud asli! muncul di depanku! maka hari itu aku akan membunuhmu tanpa belas kasihan!" ucap Bima dengan tatapan penuh kebencian.


"Maa-" belum selesai berbicara, kepala Adrian langsung meledak.


Belum puas, Bima langsung menyerang sisa beastnya yang masih sibuk bertarung melawan Tigers dan Albert.


Boomm...


Bima membunuh ketiga beastnya dengan sangat tragis, rasa emosinya dia muntahkan dengan membunuh mereka tanpa belas kasih.


"Sampah!" ucap Bima menatap rendah mayat kelima beast dewa itu.


Setelah itu Bima, Albert, dan Tigers menghilang begitu saja tanpa ada pembicaraan lebih dengan para guild dan teman teman lain.


'Bob masukan aku ke Dongeon tingkat tertinggi.' ucap Bima datar.


[Baik bos]


"Kalian istirahat, aku masih ada acara." ucap Bima langsung menghilang begitu saja.


"Sepertinya dia sangat marah." ucap Tigers.


"Aku tau itu." jawab Albert setuju.


Woshhhh....


Bima muncul di sebuah padang rumput yang di penuhi lautan monster kelas Dewa Monster. Bima yang niatnya mau meluapkan semua rasa emosinya langsung menerjang para monster di sana.


Crashhh..


Crashhh...


Tebasan demi tebasan terus Bima layangkan, teknik berpedangnya sudah tidak tau aturan, semua yang di depannya Bima tebas.


"Bajingannnn!" teriak Bima penuh amarah.


Aura kemarahan yang sebelumnya belum pernah sistem rasakan. Aura yang sangat mengerikan, kebencian, dendam, rasa sakit, amarah, semua yang dulu di pendam bercampur aduk hingga menimbulkan aura yang sangat mengerikan.


[Tumpahkan saja bos, aku paham semua rasa yang sudah kau pendam]


Boommm....

__ADS_1


Boommm....


Boommm...


Ledakan dahsyat terus Bima keluarkan demi memuntahkan amarah yang sudah di pendam selama ini.


"Rasakan rasa sakit ini sialan!!!!!" teriak Bima melemparkan cakram api putih.


Woshhhhh....


Duarrrrrrr....


Ledakan super dahsyat pun terjadi, Bima benar-benar lepas kendali atas kesadarannya.


Di Kerajaan Moonlight, Adrian dan Alvin merasa sangat kasihan dan bersalah melihat semua apa yang telah Bima lalui selama ini.


"Boss..." ucap Kong lirih.


"Aku paham Kong, kita butuh waktu untuk Bos bisa kembali menerima kita." ucap Dexter memeluk Kong.


"Hanya Lexsus yang memiliki takdir indah, dia bisa terus bersama bos sampai kapanpun." ucap Kong sedih.


"Sudah, kita tunggu waktunya saja." ucap Grock.


"Aku pamit, aku harus kembali ke ragaku." ucap Drago.


"Dimana?" tanya Alvin.


"Di tubuhnya." jawab Drago langsung menghilang begitu saja.


"Aron! bawa Bima ke sini!" teriak Alvin.


"Baik tuan." jawab Aron langsung menghilang bersama Amon.


Di dalam Dongeon, Bima duduk di bawah pohon melamun dengan air mata terus mengalir. Dia sangat merindukan sosok ibu dalam hidupnya, sosok yang bisa di jadikan tempat bercerita, tempat mengutarakan keluh kesah, dan tempat meminta pendapat untuk hidup yang lebih baik.


"Aku hanya butuh seorang ibu Bob, sosok yang tak pernah mengecewakan aku, yang tak pernah meninggalkan aku di semua kondisi." ucap Bima dengan suara serak.


Sistem tak bisa berkata-kata, karena ini adalah masalah yang bukan ranahnya, masalah yang menurutnya sangat sulit di selesaikan.


'Kau masih punya bawahan untuk bercerita bos, tak selalu harus ibu bos." ucap Zhong.


"Walaupun sudah sesukses apapun, kalau tak ada sosok ibu atau ayah dalam hidup, semuanya berasa hambar Zhong." ucap Bima menunduk penuh keputusasaan.


Woshhh....


Aron dan Amon muncul di depan Bima dengan tatapan penuh rasa kasihan.


"Nak, ayo ikut." ajak Amon.


"Kemana?" tanya Bima lirih.


"Ikut saja." jawab Amon.


"Baiklah." ucap Bima menurut.


Mereka pun masuk ke dalam portal dan muncul kembali di Kerajaan Moonlight.


"Kemari nak." panggil Aurora lembut.


Bima berjalan dengan lemas menghampiri Aurora, Aurora memeluk Bima penuh kasih sayang. Layaknya seorang ibu yang sedang memeluk sang anak kandung.


"Kamu punya bunda, kamu bisa cerita apapun pada bunda. Kamu hebat, bunda bangga." ucap Aurora yang langsung membuat Bima menangis.


"Bunda akan selalu ada untuk kamu nak." ucap Aurora.


"Terimakasih bunda." ucap Bima.


[Di sini kau ada Nyonya Aurora, di Bumi ada Nyonya Diana Bos, kau bisa ke mana saja untuk bercerita]


"Sudah, tak perlu menangis lagi, tak perlu marah lagi. Ada bunda di sini, bunda akan terus ada di hati kamu, sebagai sesosok ibu yang terus menunggu kamu pulang dengan keadaan selamat." ucap Aurora menghapus air mata Bima.


"Iya bunda." jawab Bima tersenyum.


Aurora sangat senang melihat Bima bisa kembali tersenyum lebar, menurutnya Bima jika tersenyum sangat mirip dengan Kevin Williams anak kandungnya.


"Kong! jangan pakai ekor ku!" ucap Dexter kesal.

__ADS_1


"Ah maaf! aku lupa aku juga punya ekor." ucap Kong nyengir.


"Sialan!" ucap Dexter kesal.


"Kau masih mau jadi dewa atau tidak?" tanya Alvin.


"Gak, menjijikkan!" jawab Bima ketus.


"Kenapa?" tanya Alvin aneh.


"Banyak aturan! terlalu suci!" jawab Bima.


"Mau bagaimana?" tanya Alvin.


"Bebas, tidak ada aturan apapun dalam membunuh, pokoknya bebas!" jawab Bima malas menjelaskan.


"Kau kembalilah dulu ke bumi, aku akan membicarakannya dengan pusat." ucap Alvin.


"Bunda mau di sini atau ikut ke bumi?" tanya Bima.


"Boleh ikut?" tanya Aurora balik.


"Silahkan, kalau anda bersedia." jawab Alvin.


"Baiklah, bunda ikut." ucap Aurora.


"Ayo kita pulang!" ucap Bima membuka portal.


Bima bersama Aurora pun masuk ke dalam portal dan muncul di halaman rumah tempat Bima tinggal sementara.


"Siapa kak?" tanya Albert datar.


"Ibu, ini ibu sambungku." jawab Bima.


"Artinya ibuku juga." ucap Albert menyalami Aurora.


"Bunda masuk ke dalam dulu ya, aku mau rapat dengan petinggi organisasi." ucap Bima.


"Jangan lupa mandi." ucap Aurora.


"Iya bunda, nanti di gedung." jawab Bima.


Aurora menganggukkan kepala lalu masuk ke dalam rumah bersama Albert. Sedangkan Bima pergi menemui Tigers di gedung pertemuan untuk melakukan rapat sesuai jadwal.


Selesai rapat Bima pun pergi ke taman dekat rumah, dia duduk di sana melamun di malam hari dengan rokok menyala di tangannya. Entah memikirkan apa, Bima hanya diam menatap bunga matahari di depannya sangat dalam.


[Kenapa jadi sad boy gini kau bos?]


'Aku gak sedih Bob, cuma lagi seneng melamun.' ucap Bima terbuyar dari lamunannya.


[Kesepian? merasa lebih rendah dari sebelumnya? kan itu pilihanmu bos]


'Ck! ngapain jadi ke sana bodoh!' ucap Bima kesal dan beranjak pergi kembali ke rumah.


Sesampainya di rumah, Bima langsung di suruh makan malam oleh Aurora.


"Rapat apa tadi?" tanya Aurora duduk di depan Bima yang sedang menikmati makan malamnya.


"Biasa, keuangan organisasi sama perkembangan organisasi." jawab Bima santai.


"Terus?" tanya Aurora penasaran.


"Udah, itu doang bun." jawab Bima.


"Kok sampai malam?" tanya Aurora.


"Wajar bunda, ada beberapa konflik di luar, jadi Bima harus turun tangan buat cari jalan keluar." jawab Bima.


"Owalah...ya udah, kamu lanjut makan, bunda mau istirahat." ucap Aurora paham.


"Malam bunda." ucap Bima.


"Jangan malam malam ya tidurnya." ucap Aurora.


"Iya bunda." jawab Bima.


Setelah itu Aurora pun pergi ke kamarnya untuk istirahat setelah seharian mengurusi banyak permasalahan.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2