
Setelah selesai pengobatan, Bima pun keluar dari Alam Surgawi untuk mengisi perutnya yang keroncongan. Bima berjalan santai ke ruang makan, saat membuka tudung saji, lagi lagi tidak ada lauk di sana.
Bima membuka ponselnya untuk melihat jam, ternyata Bima keluar dari alam Surgawi pukul 13.00. Tapi kenapa tidak ada sisa makanan di sana. Tidak mau menambah beban hidupnya, Bima pun memilih untuk membeli makanan lewat online.
Bima berjalan ke teras depan untuk memikirkan mau makan apa siang ini.
"Makan apa ya? seafood? ayam? sop iga? atau apa?" gumam Bima sambil scroll aplikasi ijo.
"Cumi goreng tepung ama gurame asam manis enak dah keknya! minumnya cola! beegghhhh!" gumam Bima langsung memesan dua menu tersebut dan menunggu kedatangannya.
Saat sedang menunggu kedatangan makanannya, datanglah Jennifer bersama Adel dan pria kemarin malam mengendarai mobil. Mereka bertiga lewat begitu saja seperti tidak mengenali Bima.
Di susul Kevin dan kawan-kawan yang datang setelah seharian mengambil misi di Asosiasi.
"Gimana?" tanya Bima.
"Mantap cokk! kita ambil dua misi kelas SS hari ini! cetak rekor baru brooo!! 1 jam setiap portal!" jawab Rizal sangat semangat.
"Mantapp!" ucap Bima ikut senang.
"Kau dah makan belom? kita beli banyak ayam goreng tuh." tanya Rizal.
"Ini lagi nunggu pesanan, kalian makan duluan aja." jawab Bima.
"Woke! kita duluan ya!" ucap Rizal yang benar-benar terlihat sangat gembira hari ini.
Bima memberikan dua jempol pada mereka semua sebagai apresiasi atas peningkatan yang sangat besar bagi seorang pemula.
Tak lama, mas mas gojek pun sampai di depan gerbang, Bima berjalan dengan perlahan karena kakinya terluka cukup parah tadi.
"Walah mass! tadi biar saya yang kesana!" ucap mas mas gojek yang merasa kasihan pada Bima.
"Hahaha...gak papa mas, latihan jalan juga." ucap Bima membayar makanannya sekaligus memberikan tip yang dia taruh di dalam amplop.
"Makasih banyak mas! semoga cepat sembuh! di lancarkan rejekinya!" ucap mas mas gojek.
"Amin mas, hati hati di jalan, salam buat keluarga di rumah." ucap Bima.
"Iya mas, mari." ucap mas mas gojek.
Bima pun pergi ke gazebo untuk makan siang, Bima mengambil cola di bar sebelah gazebo, menghidupkan TV lalu mulai makan.
Saat sedang asik makan sambil menonton film, Julian bersama Rizal datang dengan sepiring makanan di tangan mereka.
"Lusa kita mulai latihan serius ya, aku mau kembangin guild lebih serius." ucap Bima.
"Oke bos!" jawab Rizal setuju.
"Aku mau coba push kalian, mau lihat bisa sampai mana." ucap Bima.
"Anjink! kita dulu di siksa bang*at! Arie, kau tau, pace itu sampe gak bisa jalan anjink!" ucap Julian.
"Hahaha...tapikan hasilnya nyata cok." ucap Bima tertawa geli.
"Asal ada hasilnya gak papa jul." ucap Rizal.
"Bunda kemana ya?" tanya Bima.
"Di kamar, gak tau ngapain sama om Jhon." jawab Julian.
__ADS_1
"Mamah?" tanya Bima.
"Kalau tante Berli aku gak tau, habis sarapan tadi dia pergi sama keluarganya. Kayaknya ke tempat kakekmu." jawab Julian.
"Ohh oke." ucap Bima mengangguk paham.
Selesai makan, Bima mengembalikan piringnya ke dapur lalu kembali ke gazebo untuk bersantai.
"Berapa sekarang surya?" tanya Rizal.
"Terakhir aku beli 32, sekarang paling 35. Yang 16 ya, kalau yang 12 paling 25 sampai 26 ribuan." jawab Bima.
"Anjink! mahalnya sekarang! aku jarang beli di toko, sering beli di sistem, lebih ramah di kantong." ucap Rizal.
"Sama cok, itu aja aku beli gara gara kepepet." ucap Bima.
"Sampoerna berapa jul?" tanya Bima.
"26 sampe 27 ribuan." jawab Julian santai.
"Murah cok, tapi buat main emel cepet abis anjink! kelar game mau nyedot tinggal busa doang!" ucap Bima.
"Anjink! bener!" ucap Rizal setuju.
"Kalau buat nyambi game mending surya." ucap Julian.
"Iyalah, rokok sejuta umat." jawab Bima.
Saat sedang asik ngobrol, Riski datang dengan wajah kesal.
"Kont*l! rapat njing anjink!" teriak Riski kesal.
"Sama, di pake istriku buat liat drakor." ucap Julian.
"HP ku di kamar, habis batrenya." ucap Rizal.
"Malah alesan ngent*d! cepetan ke ruang rapat! sattt!" ucap Riski sangat kesal.
"Sabar anjink! kau gak liat kakiku luka!" ucap Bima berjalan perlahan.
"Sabar ris! kasihan Bima!" ucap Julian.
"Bantuin blokk! malah belain! anjink!" ucap Riski kesal.
"Santai!" ucap Rizal menahan tawanya karena wajah Riski yang sangat lucu.
"Malah ketawa si anjink! buruan kont*l!" ucap Riski ikut menahan tawa.
"Sabarrrr! mem*k!" teriak Rizal membantu Bima sambil cekikikan.
Akhirnya mereka sampai di ruang rapat yang tepat di depan ruang tamu tempat Jennifer, Adel, dan gurunya sedang ngobrol.
"Masuk bim anjink! noh! dah di tungguin!" ucap Riski kesal.
"Sabar tai!" jawab Bima cengengesan.
Mereka berempat masuk kedalam ruang rapat, Riski menutup pintu dengan keras lalu menguncinya dari dalam.
"Mau bicarain apa si?" tanya Julian heran.
__ADS_1
"Gini, barusan aku dapat email dari Asosiasi, kita dapat undangan untuk tampil di pameran Hunter besok minggu. Tim Senior dan tim Junior di undang. Aku undang rapat untuk menanyakan persetujuan kalian semua sebagai anggota." jawab Lidia menjelaskan.
"Wahh, anjink! waktu luka gini baru di undang! brengsek!" ucap Bima kesal.
"Potong aja bim kalau masih sakit!" ucap Rizal.
"Matamu!" ucap Bima kesal.
"Gimana kak? kalau kakak setuju aku langsung balas emailnya." tanya Lidia.
"Setuju aja, aku juga mau buka pendaftaran untuk tim 3 atau tim Ghost." jawab Bima.
"Baiklah, itu aja yang mau aku bicarakan, kalau kakak mau menambahkan silahkan." ucap Lidia kembali ke mejanya.
"Pertama, selamat untuk pencapaian rekor pertama kalian!" ucap Bima memberikan tepuk tangan.
"Aku sangat bangga, baru empat hari kita aktif tapi sudah menyabet rekor baru. Kalian hebat sekali! kedua, mulai besok sabtu kita mulai latihan serius. Setelah pembukaan pendaftaran guild, kita langsung latihan keras. Aku mau push kekuatan kalian sejauh mungkin, aku mau lihat sampai mana kalian bertahan." ucap Bima.
"Kalian siap menjadi salah satu legenda?" teranya Bima.
"Siap!" jawab mereka dengan tegas.
"Kita buat mereka mengakuinya!" ucap Bima tersenyum.
"Itu saja yang mau aku sampaikan, kita akhiri rapat sore ini." ucap Bima.
Mereka pun membubarkan diri, Bima tidak kembali ke gazebo melainkan ke kamarnya untuk istirahat. Saat ingin tidur, Diana memanggil Bima dari luar.
"Apa bun?" tanya Bima membuka pintu kamar.
"Sini! buruan!" ajak Diana menggeret tangan Bima ke kamar Adel.
Bruakkkkk.....
Jhon mendobrak pintu kamar Adel yang di bantu oleh Henry dan Riski. Terpampanglah Jennifer bersama guru Adel sedang melakukan hubungan terlarang yang di saksikan langsung oleh Adel.
"Terulang lagi, ya Tuhan, harus bagaimana hambamu ini Tuhan..." ucap Bima lirih.
[Balikan sama Silvia aja bos! dia janda loh! belum punya anak juga!]
'Agendakan bob! hahaha! pucuk dicinta ulam pun tiba! hahaha!' ucap Bima semangat.
[Pak Smith! ayo kita jalankan misi kesejahteraan bos Bima!]
'Siap!' jawab Smith.
'Aku buatkan jadwalnya!' ucap Aron yang di sambut anggukan Amon.
[Ayo kerja!]
"Sudahlah, biarkan saja, aku mau istirahat. Badanku penuh luka, besok minggu harus pergi lagi, dah ya, gak usah ribut." ucap Bima berjalan pergi.
"Perasaannya benar-benar sudah mati om." ucap Riski.
"Pakai baju kalian bodoh! malah di lanjut!" ucap Jhon kesal.
Sore itu Jhon dan Diana menyidang Jennifer dan selingkuhannya. Mereka tidak melepaskan keduanya sampai Berliana dan keluarga pulang dari rumah orang tuanya
Bersambung....
__ADS_1