King Of Universe

King Of Universe
Bab 71


__ADS_3

Setelah selesai makan malam, Bima pergi ke gazebo untuk merokok dan bersantai. Bima di temani Piu dan Pom duduk di gazebo sendirian menikmati malam yang terasa lebih tenang dan nyaman itu.


Saat sedang menikmati malam yang indah sendirian, Silvia datang membawakan secangkir teh hangat untuk Bima dan untuk dirinya sendiri.


"Ini buat bibi." ucap Silvia menaruh secangkir teh hangat di depan Bima.


"Makasih." ucap Bima tersenyum senang.


"Sama sama." jawab Silvia.


Hening...


Tidak ada percakapan di antara keduanya untuk beberapa saat.


"Bibi gak kangen sama aku?" tanya Silvia mendekatkan dirinya.


"Enggak." jawab Bima santai.


"Ish! bohong!" ucap Silvia ketus.


Bima hanya tertawa geli melihat wajah kesal Silvia, Silvia langsung memeluk Bima sangat erat seperti sudah di tinggal sangat lama.


"Badan bibi udah bagus kayak dulu lagi!" ucap Silvia ketika menyentuh perut Bima yang sudah kembali sixpack.


"Iyalah!" jawab Bima bangga.


"Badan aku bagus gak?" tanya Silvia menatap penuh harap.


"Gak keliatan, kamu aja pake baju longgar kok." jawab Bima.


"Luarnya gimana?! masa mau pamer harus bugil! aneh!" ucap Silvia kesal.


"Bagus, dah lebih berisi dari sebelumnya." jawab Bima mencium kening Silvia.


"Nih, aku kemarin tato nama bibi di pergelangan tangan aku, biar aku inget terus sama bibi." ucap Silvia memamerkan tato nama Bima di tangannya.


"Aneh aneh." ucap Bima menggelengkan kepala.


"Biarin!" ucap Silvia ketus.


Saat sedang menikmati rokoknya, Bima merasa kalau Silvia menatapnya.


"Kenapa?" tanya Bima menengok.


"Kamu gak bisa kurangin rokok kah? gak baik buat paru paru bibi." jawab Silvia.


"Ini itu sumber ketenangan aku, susah buat pisah." ucap Bima menjelaskan.


"Kan ada aku bi, bibi bisa cerita sesuka hati kalau lagi banyak masalah. Gak harus hisap rokok." ucap Silvia.


"Kamu tumben sensi sama ginian? aneh deh." ucap Bima heran.


"Ck! aku itu cuma gak mau bibi sakit!" ucap Silvia kesal.


"Aku kan ngerokok gak sering." ucap Bima.


"Gak sering apanya?! hampir tiap 10 menit bakar rokok kok! gak sering! kamu sehari berapa bungkus?!" ucap Silvia marah.


"3 bungkus." jawab Bima santai.


"Kayak gitu gak sering?! iya?!" tanya Silvia mencubit pipi Bima gemas.


"Hehehehe..." Bima nyengir.


"Kurangin bi, sedikit demi sedikit." ucap Silvia memeluk Bima lembut.


"Susah sayang, ngurangin masalah aja susahnya minta ampun kok." ucap Bima.


"Ngeyel banget sih!" ucap Silvia kesal.


"Yang pentingkan cintaku padamu gak berkurang hahaa..." ucap Bima.

__ADS_1


"Gak nyambung!" ucap Silvia kesal.


'Bodoh! gombalanmu keluar topik bos bodoh!' ucap Kong kesal.


'Pemula Kong!' ucap Bima.


'Makanya setiap pelajaranku kau dengarkan baik baik!' ucap Kong kesal.


"Bibi mau nyobain gak?" tanya Silvia.


"Apa? kamu masak lagi? aku dah kenyang." jawab Bima.


"Ck! ayo ke kamar aja!" ucap Silvia menyeret Bima menuju kamar.


Mereka pun pergi ke kamar setelah mengembalikan gelas, di kamar, Silvia langsung mengunci pintu dan membuat Array kedap suara.


Silvia langsung menerkam Bima dengan sangat ganas, Bima yang sudah Vit pun membalas terkaman Silvia dengan lebih ganas.


Keduanya pun melakukan hubungan suami istri dengan sangat panas, Bima menghajar Silvia dengan gerakan lembut dan penuh kasih sayang.


Silvia yang sudah berolahraga di alam jiwa miliknya tentu saja tidak mudah di tumbangkan. Kini keduanya bisa saling memberikan kepuasan satu sama lain.


Mereka berdua bergulat sampai pukul 03.00 pagi, akhirnya karena sama sama kelelahan, mereka pun tertidur pulas dengan saling memeluk satu sama lain.


Jam 8 pagi, Bima terbangun dari tidurnya karena Silvia yang membangunkan.


"Bangun bi, udah jam 8, mandi terus sarapan." ucap Silvia.


"Hemm...5 menit." jawab Bima menutupi wajahnya menggunakan guling.


"Ishh! cepetan!" ucap Silvia menarik guling.


"Iyaa.." jawab Bima beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


Selesai mandi, Bima pergi ke ruang makan bersama Silvia yang memakai pakaian longgar dan tertutup. Di ruang makan, ternyata Andi bersama Leon datang berkunjung memenuhi panggilan Rizal.


"Tumben sayang baru bangun, biasanya jam setengah 6 sudah olahraga." ucap Aurora pada Silvia.


"Iya bun, Bima nih." jawab Silvia menunjuk Bima.


"Dah gak usah di bahas, cepet makan." ucap Aurora sudah paham.


"Bim, nih om Andi dateng mau konfirmasi yang kemarin." ucap Rizal.


"Apa?" tanya Bima lupa.


"Soal guild." jawab Rizal.


"Ohhh, iya, kenapa?" tanya Bima baru ingat.


"Paman mau konfirmasi kalau guild kalian setuju buat masuk tim khusus. Tim khusus pembersih portal liar dan memenuhi panggilan Asosiasi luar negeri." ucap Andi.


"Boleh tu man, biar ada kegiatan, aku lagi nganggur juga." jawab Bima.


"Kalau setuju, habis sarapan kita ke Asosiasi, kita buat kartu member khusus untuk guild kalian dan tandatangan kontrak." ucap Andi.


"Dah selesai ris jubahnya?" tanya Bima.


"Udah, cepet cok kalau buat di tempat Joni." jawab Riski.


"Anjir! baru semalem cok!" ucap Kevin kaget.


"Andalan ku bro! aku pelanggan prioritas soalnya!" ucap Riski bangga.


"Kita ambil jubahnya sekalian ke Asosiasi." ucap Bima.


"Woke!" jawab Riski setuju.


Mereka melanjutkan sarapannya dengan di selingi obrolan ringan. Selesai sarapan mereka langsung ganti baju dan pergi menuju Asosiasi sekaligus mengambil jubah guild yang baru.


Sesampainya di Asosiasi, mereka langsung menjadi pusat perhatian karena penampilan barunya. Bima memimpin jalan ke gedung utama Asosiasi menemui Andi yang sudah duluan.

__ADS_1


"Topengmu keren bim, bisa gerak gerak." ucap Riski takjub.


"Spesial bro!" jawab Bima.


"Noh! iyakan anjir! ikut gerak cok mulutnya!" ucap Riski menunjuk topeng Bima.


"Ajaib cok!" ucap Rizal.


Mereka terus berjalan dan akhirnya sampai di ruangan meeting yang sudah di tunggu Billy, Andi, dan petinggi Asosiasi lainnya.


"Selamat datang..." ucap Billy tersenyum ramah.


Bima menganggukkan kepala dan duduk di tempat yang sudah di sediakan dengan teman-temannya yang mengikutinya duduk di tempatnya masing-masing.


[Kau siap bos?]


'Apa?' tanya Bima kebingungan.


[Akan ada pertumpahan darah di sini, sebarkan indra perasamu]


Bima langsung menyebarkan indra perasanya ke seluruh sudut bagian Asosiasi Hunter. Benar saja, Bima merasakan hawa membunuh dan hawa kebencian yang sangat pekat di sekitar gedung utama.


'Para tentara bayaran yang di utus menangkapku?' tanya Bima.


[Benar! persiapkan dirimu! kita akan berlumuran darah manusia!]


'Cih! manusia rendahan!' ucap Kong sinis.


'Tenangkan dirimu!' ucap Bima merasa kalau aura Kong merembes keluar dari tubuh Bima.


"Kenapa bim?" tanya Doni merasakan aura yang sangat kuat keluar dari tubuh Bima.


"Aman." jawab Bima menunjukkan jempolnya.


"Bisa kita mulai?" tanya Andi.


"Silahkan paman." jawab Bima.


"Baiklah, akan aku jelaskan sedikit job desc kalian ketika masuk guild khusus yang di naungi oleh Asosiasi. Pertama, tugas kalian adalah menyelesaikan masalah tentang portal, khususnya portal liar." ucap Andi.


"Kedua, kalian juga memiliki tugas untuk melindungi masyarakat jika terjadi portal break atau peperangan besar lainnya. Ketiga, kalian wajib menghadiri konferensi pers yang di adakan setiap minggu." lanjut Andi.


"Konferensi pers? buat apa paman?" tanya Bima heran.


"Untuk menjawab beberapa pertanyaan masyarakat tentang hal hal terkait masalah dan keluhan mereka." jawab Andi.


"Keuntungan?" tanya Doni.


"Soal keuntungan itu banyak, dari bayaran yang besar, akses khusus ke banyak Instansi pemerintah dan tentara bayaran, bebas hukum dari kasus pembunuhan, dan masih banyak lagi. Ini aku berikan khusus pada guild ini, kenapa? karena aku percaya pada ketua kalian kalau dia bisa membimbing kalian ke jalan yang benar." jawab Andi.


"Bebas membunuh? siapapun itu?" tanya Julian kaget.


"Yap! kalau kalian memiliki dasar yang kuat untuk membunuh mereka dan orang yang kalian bunuh memiliki kesalahan yang fatal." jawab Andi.


"Aku mau tanya." ucap Bima.


"Tanya apa nak?" tanya Billy menimpali.


"Apa dari kalian ada yang menghianati aku?" tanya Bima.


"Maksudnya?" tanya Billy bingung.


"Ada yang menyewa tentara bayaran untuk menangkapku, ada ratusan hawa membunuh dan kebencian di sekitar Asosiasi. Tentara bayaran tingkat tinggi ada di sekitar sini." ucap Bima dengan tenang.


"Siapa?! siapa yang berani lancang!" teriak Billy sangat marah.


"Sialan! pantas perasaanku tidak enak!" ucap Kevin kesal.


"Kalian urus kontraknya, aku keluar dulu. Sekalian urus berkasku juga." ucap Bima melemparkan berkas berkas data dirinya pada Rizal.


"Kau mau kemana?" tanya Rizal.

__ADS_1


"Keluar bentar." jawab Bima berjalan pergi keluar ruangan.


Bersambung...


__ADS_2