King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 133


__ADS_3

"Paman! aku butuh motivasi! paman jangan bermesraan!" ucap Jason dengan wajah yang sangat putus asa.


Bima berdiri, dia berjalan menghampiri Jason lalu...


Buaghhhhh....


"Kau pria kan? pria tidak butuh motivasi, motivasi hanya membuat otakmu penuh! pria bisa membuktikan kalau dirinya kuat tanpa motivasi siapapun!" ucap Bima memukul keras perut Jason.


"Teriakan padaku kalau kau bisa kuat dengan kerja kerasmu!" teriak Bima.


"Aku bisa kuat dengan kerja kerasku!" ucap Jason lirih karena rasa sakit di perutnya.


Plakkk....


"Yang keras bodoh!!!" teriak Riski di depan wajah Jason setelah menamparnya.


"Aku bisa kuat dengan kerja kerasku!" ucap Jason lebih keras.


"Lebih keras!!!" teriak Kevin memukuli kepala Jason menggunakan tulang ayam.


"Aku bisa kuat dengan kerja kerasku!!!" ucap Jason sedikit berteriak.


"Kurang keras sialan!" teriak Bima.


"Aku bisa kuat dengan kerja kerasku!!!!" teriak Jason sangat keras.


"Yaaaa! kau bisaa!!" teriak Bima menampar pipi Jason pelan.


"Yaaaa!" teriak Kevin melempar tulang ayam ke kepala Jason.


Plakkk..


"Kau bisa!!!!" teriak Riski menampar kepala plontos Jason.


"Aku bisaaa!!!!" teriak Jason penuh semangat.


"Yaaaa!" teriak Kevin, Riski, dan Bima bersamaan.


Melihat semangat anaknya kembali membara membuat Lidia sangat senang. Ternyata memang benar apa yang dia baca di artikel, semangat anak laki-laki akan membara saat mentalnya di tekan secara hebat.


"Makan yang banyak! buktikan padaku perkembangan mu di atas ring!" teriak Bima.

__ADS_1


"Yaaa!" jawab Jason langsung kembali makan dengan sangat lahap.


"Itu baru keponakanku!" teriak Julian semangat.


"Kalian harus semangat! makian dua binatang bodoh tadi bukan bermaksud untuk merendahkan kalian. Mereka ingin kalian kebal akan semua makian, kenapa? karena mulut manusia lebih berbahaya dari mulut binatang." ucap Bima menunjuk Ria, Kelly, dan Bella.


"Kami mengerti paman!" ucap mereka bertiga dengan tegas.


"Tetap semangat! jadikan makian sebagai motivasi! motivasi yang paling baik adalah hinaan! jangan berharap pada motivasi motivasi di luar sana! tunjukkan pada orang yang menghina kalian kalau kalian lebih hebat dari para penghina sampah itu!" ucap Bima tegas.


"Yaaa!" teriak mereka dengan semangat membara.


Bram benar-benar di buat terpukau dengan sikap kepemimpinan Bima yang sangat tegas dan mampu membangkitkan semangat anggotanya yang sudah putus asa.


Begitupun Henry, dia menggelengkan kepala tidak percaya dengan Jason yang mampu bangkit dengan semangat yang lebih besar. Hanya dengan perintah sepele dari adiknya Jason maupun kembali membangkitkan semangat yang sudah pupus.


Sihir apa yang Bima miliki sampai-sampai mampu membangkitkan semangat seseorang yang sudah putus asa. Pertanyaan yang ada di benak Henry terhadap adik luar biasanya itu.


Selesai makan malam, Bima langsung pergi ke kamarnya untuk istirahat. Bima rebahan sambil bermain ponsel memunggungi Silvia yang sibuk sendiri.


"Bibi..." bisik Silvia yang tiba tiba merangkul Bima dan mengelus ular piton milik Bima.


"Aaaaa!" seru Bima berlari ke pojok ruangan karena takut.


"Lagian ngagetin!" ucap Bima kesal.


"Bodo!" ucap Silvia menutup tubuhnya dengan selimut.


Bima nyengir dan langsung memeluk Silvia dari belakang. Aroma yang sangat harum dari tubuh Silvia membuat ular piton yang tadinya tertidur pulas langsung terbangun dan menyundul sarangnya.


"Bi..." ucap Silvia memberi peringatan.


"Gak jadi? ya udah." ucap Bima ingin berbalik namun langsung Silvia cegah dengan cepat.


Silvia mencium bibir Bima dengan sangat rakus, tangannya yang halus dan lembut itu membelai ular piton yang besar, panjang dan berotot.


"Tambah gede ya bi, aku udah kangen sama ular ini." ucap Silvia memasukkan tangannya ke dalam celana Bima.


"Gimana? gedean mana sama punya dia?" tanya Bima sambil membuka kancing piyama Silvia.


"Bibi bercanda ya? jangan bandingin hal yang berbeda jauh." jawab Silvia tersenyum genit.

__ADS_1


"Hahaha....malam ini untukmu sayang." ucap Bima melahap gunung indah Silvia.


Silvia mengerang keenakan sambil terus memainkan ular piton Bima. Karena sudah tidak tahan lagi, Silvia membuka semua pakaiannya dan berjongkok di atas tubuh Bima.


Silvia hanya bisa pasrah menikmati apa yang Bima berikan, berkali-kali dia muncrat sampai sprei basah. Akhirnya setelah 5 ronde Bima menghentikan permainan karena puas melihat Silvia yang benar-benar lemas.


"Kamu sexy banget sayang." ucap Bima menepuk pipi Silvia menggunakan ular piton nya.


Silvia tersenyum dan melahap ular piton Bima dengan tujuan membersihkannya.


"Hahhh....puas banget! jangan sungkan buat minta ya, aku bakalan turutin kapanpun." ucap Bima berbaring di sebelah Silvia yang masih ngos-ngosan.


"Kamu selalu hebat sayang." ucap Silvia menindih Bima dan memasukan ular Bima yang sudah lemas ke sarangnya.


"Jangan tinggalkan aku, jaga diri kamu untuk aku. Aku tidak rela kamu pergi tanpa aku di sisimu." ucap Silvia menatap Bima sambil tersenyum bahagia.


"Aku akan selalu setia sayang." jawab Bima mengecup kening Silvia.


"Terimakasih." ucap Silvia tersenyum bahagia.


"Bobok ya." ucap Bima memeluk Silvia.


Keduanya pun tertidur pulas setelah melakukan pergulatan yang sangat panas sebanyak 5 ronde.


Keesokan harinya, seperti biasanya, Bima bangun pagi untuk berolahraga. Setelah jogging dia langsung pergi ke ruang gym yang sudah ada Silvia di sana untuk membentuk otot dan kejantanannya.


"Bibi..." panggil Silvia menghampiri Bima yang sedang beristirahat dengan wajah genit.


"Apa?" jawab Bima menengok.


"Bibi kalau keringetan bikin aku panas, aku pingin bi." bisik Silvia duduk di pangkuan Bima.


"Jangan di sini, di kamar aja yang." jawab Bima mencium leher Silvia.


"Gendong.." ucap Silvia menggigit telinga Bima.


Bima dengan semangat menggendong Silvia menuju kamarnya, keduanya melepaskan pakaiannya masing-masing setelah mengunci kamar rapat-rapat.


Mereka melakukannya sebanyak dua ronde, lalu lanjut di kamar mandi sebanyak 3 ronde.


Dan hebatnya mereka berdua tidak terlihat kelelahan atau lemas sedikitpun. Setelah bersih bersih dan memakai pakaian rapi, keduanya pun segera pergi ke ruang makan untuk sarapan bersama.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2