King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 113


__ADS_3

Keesokan harinya, saat Bima sedang asik berendam di bathtub, tiba tiba pintu di dobrak oleh Jennifer yang sudah tidak memakai sehelai pakaian.


"Hey!" seru Bima langsung menutupi ular pitonnya yang sedang tertidur nyenyak.


"Bubuy! aku kangen sama ular kamu buy!" ucap Jennifer langsung duduk di atas tubuh Bima yang sedang rebahan di dalam bathtub.


Karena tidak tega dengan Jennifer, Bima pun melayaninya dengan senang hati. Keduanya pun melakukan pergulatan pagi hari dengan sangat panas di dalam kamar mandi.


Setelah 3 ronde, keduanya pun lanjut mandi dan setelah mandi mereka langsung keluar dari kamar mandi. Keduanya berganti pakaian lalu keluar kamar untuk sarapan bersama.


Saat sampai di ruang makan, Bima di buat kaget karena melihat tiga sahabat lamanya yang duduk di sana dan makan dengan senyum merekah.


Bima tersenyum tipis dan duduk di kursi kosong yang tersedia khusus untuknya dan Jennifer.


"Ayah dan ibu kenapa telat? apakah semalam begadang lagi?" tanya Adel.


"Hem? iya, semalam ayah dan ibu keasikan ngobrol." jawab Bima mencium pipi gemas Adel.


"Ayah dan ibu membicarakan apa? apakah ayah dan ibu membicarakan tentang adik?" tanya Adel yang langsung membuat Jennifer malu.


"He? a-anu...a-ayah dan ibu semalam membicarakan tentang Bumi, Adel mau ke Bumi kan?" jawab Bima gelagapan yang membuat seisi ruangan menahan gejolak tawa.


"Mau! Adel mau ke Bumi yang sering ayah ceritakan itu!" ucap Adel semangat.


"Besok lusa kita berangkat bersama sama ya, nanti ayah carikan teman baru untuk Adel di sana." ucap Bima.


"Yeyyyy!" seru Adel sangat gembira.


"Lusa banget ini?!" tanya Riski sangat gembira.


"Iya, aku dah gak ada kerjaan lagi disini." jawab Bima santai.


"Katanya mau pergi satu minggu, hemph! pembohong!" ucap Jennifer.


"Ya udah, aku pergi dah nanti habis makan, biar kamu puas." ucap Bima.


"Jangan!" ucap Jennifer ketus.


"Ihh, lihat nak, ibumu orang yang plin plan." ucap Bima pada Adel.


"Ayah baru sadar?" tanya Adel dengan wajah polos.


"Kamu sudah berani ya sama ibu!" ucap Jennifer menjewer telinga Adel.


"Tidakk! Adel minta maaf bu!" ucap Adel merengek.


"Sudah sudah, cepat makan." ucap Bima.


Jennifer pun melepaskan jewerannya dan lanjut makan.


"Bima..." panggil Aurora.


"Ya bunda?" jawab Bima menengok.


Aurora memberikan kode untuk membuka percakapan dengan ketiga sahabat lamanya.


"Ohh, apa kabar kalian? baik?" tanya Bima paham.


"Baik." jawab mereka agak canggung.


"Oh ya, tante Rina gimana? udah sehat?" tanya Bima.


"Sudah kok, terimakasih ya sudah membantu." jawab Rina tersenyum manis.


"Santai saja, tante sudah aku anggap kakakku sendiri." ucap Bima tersenyum ramah.


"Jangan senyum!" bisik Jennifer penuh penekanan.


"Apasi!" bisik Bima kesal.

__ADS_1


Jennifer pun mencubit pinggang Bima dengan keras dan menunjukkan wajah cemberut.


"Mules kau bim?" tanya Riski aneh.


"Iya nih, kebanyakan sambel." jawab Bima tersenyum canggung.


"Ibu, nanti siang apakah ibu mau menemani Adel menjenguk teman Adel yang sedang sakit?" tanya Adel.


"Iya sayang, nanti ibu antar ya, kita belikan buah buahan juga." jawab Jennifer tersenyum manis.


"Terimakasih bu." ucap Adel memeluk Jennifer sambil tersenyum.


Mereka berbincang banyak di sana, berbagai pengalaman Kevin, Rizal, dan Doni mereka ceritakan pada semua orang. Bima hanya mendengarkan sambil tersenyum tipis karena menyadari bahwa ada dua orang yang berwajah penuh kebencian.


Setelah makan, Bima pun pergi ke taman untuk merokok santai sambil mendengarkan berbagai informasi tentang Bumi dari sistem.


"Sudah berapa lama portal portal liar itu muncul lagi?" tanya Bima santai.


[Dari informasi yang aku dapat, sudah sejak 5 tahun lalu bos. Dan yang keluar itu bukan portal liar biasa, portal portal itu muncul dengan aura mengerikan dan saat meledak memuntahkan ribuan monster tingkat tinggi]


"Hemmm...lumayan lama ya, berarti sudah banyak korban jiwa." gumam Bima.


[Benar bos, ratusan ribu orang tewas setiap tahunnya semenjak lima tahun yang lalu]


"Baiklah, besok saja kita ke bumi, kita majukan." ucap Bima.


[Baik bos, aku akan berikan informasi pada para bawahan lain di Bumi supaya mempersiapkan tempat tinggalmu]


"Kau urus saja." jawab Bima setelah menghela nafas berat.


'Ihiyyy! tidak sabarnya aku bos! setiap minggu kita makan enak!' ucap Kong benar-benar gembira.


'Hihihi...setiap minggu kita berpesta!' ucap Zhong.


"Dasar! otak cuma isi pesta!" gumam Bima menggelengkan kepala.


Saat sedang asik bersantai, Bima di hampiri oleh Julian dan Riski, keduanya ikut duduk di bangku yang Bima duduki dengan wajah kesal.


"Kesel aja." jawab Riski singkat.


"Udahlah, yang lalu biar berlalu, gak usah di ingat lagi." ucap Bima.


"Gimana bisa gitu anjink! aku gak akan pernah lupain kejadian dulu! sampai kapanpun!" ucap Riski marah.


"Kau sekarang siapa?" tanya Bima.


"Dewa." jawab Riski ketus.


"Seorang Dewa itu harus memiliki kepribadian baik, kecuali aku ya. Kau itu harus punya jiwa besar, memaafkan segala kesalahan setiap musuh yang mau bertobat, mengakui kesalahan, sabar, dan rendah hati. Kalau kau masih pendendam begini, itu artinya kau bukan seorang Dewa sejati, kau hanyalah seorang manusia bertitle saja." ucap Bima.


"Kau?" tanya Julian.


"Aku? aku kan bukan Dewa, aku cuma manusia biasa yang punya title luar biasa. Aku gak ada bedanya sama orang-orang biasa, bisa sakit, bisa salah, bisa dosa, aku ini cuma makhluk biasa cok." jawab Bima santai.


"Apalagi mereka itukan sahabat kalian dulu, Rizal sama Doni sahabat dekat Riski. Kevin sudah jadi adik Julian sekarang, apa lagi yang harus kalian dendamkan, apa tega kalian menyakiti hati orang yang benar-benar sudah berubah? kalian mau mereka berubah menjadi jahat karena sudah tidak di anggap sebagai orang spesial di hidup kalian berdua?" ucap Bima.


"Ayolah, kalian itu bukan seorang Dewa biasa, kalian itu Dewa Penguasa, hilangkan sifat dendam kalian. Hilangkan sifat benci kalian, hilangkan semua sifat negatif kalian supaya tidak mudah di hasut." lanjut Bima.


Riski dan Julian hanya diam menundukkan kepala saat mendengar nasehat Bima.


"Kalau mereka minta maaf dengan setulus hati di hadapan kalian, cobalah untuk ikhlas, cobalah untuk kembali menerima. Jangan anggap permintaan maaf itu sebagai awal dari penghianatan kembali, cobalah memaafkan mereka." ucap Bima.


"Dah ah, aku mau beres beres barang! oh ya, besok pagi kita berangkat ke bumi, aku majuin soalnya bosen di sini." ucap Bima lalu berjalan pergi meninggalkan mereka berdua.


Bima berjalan santai menuju kamarnya, di tengah perjalanan Bima melihat pertengkaran hebat antara Albert dengan Henry. Bima bergegas menghampiri mereka berdua untuk melerai pertengkaran keduanya.


"Hey, ada apa ini?" tanya Bima dengan santainya sambil menghisap rokoknya.


"Dia mencuri yogurt ku!" seru Albert dengan wajah sangat kesal.

__ADS_1


"Bukan aku! aku tidak suka yogurt!" ucap Henry.


"Mengaku saja! kalau kau mengaku aku akan memaafkanmu! pencuri!" ucap Albert ketus.


"Sungguh bukan aku pencurinya!" seru Henry.


"Ck! cuma masalah yogurt?!" tanya Bima kesal.


"Walaupun cuma yogurt, pencuri tetaplah pencuri!" jawab Albert kesal.


"Buktinya apa kalau dia yang mencuri?" tanya Bima.


Albert ingin menjawab tapi bingung karena dia tidak punya bukti.


Pletak....


"Kalau mau menuduh, pastikan punya bukti bodoh!" ucap Bima menjitak Albert dengan kesal.


"M-maaf." ucap Albert sambil menggosok kepalanya.


Saat sedang memarahi Albert, datanglah Adel bersama Jennifer dengan sekotak yogurt di tangannya.


"Ayah!" panggil Adel sambil berlari menghampiri Bima.


"Stoppp!" ucap Bima menunjuk Adel yang berada tepat di depannya.


"Ada apa ayah?" tanya Adel heran sambil meminum yogurt di tangannya.


"Itu, dapat dari mana?" tanya Bima menunjuk yogurt di tangan Adel.


"Tadi Adel ambil di kulkas dapur kerajaan yah, kata ibu Adel boleh mengambilnya karena di kotak ini tidak ada nama pemiliknya." jawab Adel dengan polosnya.


"Itu punyakuuu..." ucap Albert dengan wajah lesu.


"Kamu pencuri kecil! ayah akan menghukummu!" ucap Bima tegas.


"Tapi...tapi ibu yang memperbolehkan Adel ayah!" ucap Adel panik.


"Tidak ada pembelaan! Adel bersama Jennifer akan aku hukum!" ucap Bima.


"Apa salahku!" protes Jennifer.


Tak...


"Kamu mengajari anakmu mengambil barang yang bukan haknya! walaupun di barang itu tidak ada nama pemiliknya, itu tetap bukan haknya!" jawab Bima menyentil dahi Jennifer dengan karas sampai membuat Jennifer terhuyung kebelakang.


"Aku salah, aku minta maaf." ucap Jennifer lesu sambil menggosok dahinya.


"Adel!" ucap Bima tegas.


"Siap ayah!" jawab Adel tegas.


"Minta maaf pada pamanmu! dua duanya! gara gara kamu mengambil yogurt itu, mereka berdua sampai bertengkar!" ucap Bima tegas.


"Paman Albert, paman Henry, Adel minta maaf ya, karena Adel, kalian berdua sampai bertengkar." ucap Adel sambil memainkan jari telunjuknya.


"Tidak apa apa, jangan di ulangi ya, kalau itu bukan hak Adel, jangan Adel ambil, okey." jawab Henry tersenyum sambil mengusap kepala Adel.


"Iya, jangan asal ambil barang kalau itu bukan milikmu, walaupun itu barang kecil, pasti di sisi lain itu akan menimbulkan sebuah masalah." ucap Albert datar.


"Iya paman, Adel salah." ucap Adel.


"Baiklah! kamu! kamu bereskan barang barang di kamar kita dan kamar Adel sendirian! kalau ketahuan meminta bantuan, kamu akan aku hukum lebih berat!" ucap Bima tegas menunjuk Jennifer.


"Baiklahh..." jawab Jennifer pasrah dan beranjak pergi.


"Adel! ikuti ayah!" ucap Bima berjalan ke halaman belakang.


"Baik ayah!" jawab Adel berlari menyusul Bima.

__ADS_1


Albert dan Henry pun bersalaman lalu pergi ke tujuannya masing-masing.


Bersambung....


__ADS_2