King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 109


__ADS_3

Keesokan harinya, Bima bangun pagi pagi buta untuk mengecek luka lukanya.


"Haihhh...mana bisa aku keluar kalau kek gini!" gumam Bima kesal.


[Mau ke tempat Demian bos?]


'Iya.' jawab Bima sembari mengganti perban.


[Lumayan jauh bos, pakai portal pun juga susah kalau masih di alam Dewa. Lebih baik istirahat dulu saja, paling agak sore kau bisa berangkat]


'Baiklahh..' jawab Bima pasrah.


"Hemph...bubuy...." panggil Jennifer yang terbangun karena mendengar suara kresek-kresek.


"Hem? kenapa?" tanya Bima menengok.


"Sakit buy..hiks..." rengek Jennifer manja.


"Bentar ih!" ucap Bima tetap fokus mengganti perban pada luka lukanya.


Setelah semua beres, Bima pun beranjak menghampiri Jennifer yang duduk bersandar di kasur.


"Peyukkk..." rengek Jennifer sambil meregangkan tangannya.


"Udah tante tante masih manja!" ucap Bima kesal.


"Ihhh!" seru Jennifer kesal dan mengigit lengan Bima sambil cemberut.


"Aawww! sakit!" ucap Bima sambil nyengir.


"Hemphh!" dengus Jennifer kesal.


"Bobok lagi dah." ucap Bima kembali rebahan tanpa melepaskan pelukannya.


Keduanya pun kembali tertidur pulas sampai matahari terbit dan menyinari mereka berdua melalui jendela. Bima ingin beranjak untuk mandi, tapi di tahan oleh Jennifer yang terus merengek.


"Aaaa! mau kemana?" rengek Jennifer memeluk Bima sangat erat.


"Mandi, gak kemana mana." jawab Bima mengusap pipi Jennifer lembut.


"Aku gimana? aku gak bisa jalan buyyy!" rengek Jennifer.


"Kamu mau mandi bareng?" tanya Bima.


"Mandiin!" jawab Jennifer nyengir.


"Katanya sakit." ucap Bima.


"Mandiin doang buy! dasar mesum!" ucap Jennifer kesal dengan pikiran Bima.


"Hahaha...ya udah, ayok." ucap Bima tertawa lalu menggendong Jennifer masuk ke dalam kamar mandi.


Keduanya pun mandi bersama, sebenarnya Bima tidak tergoda, namun Jennifer terus memaksa dan terjadilah kembali sebuah pergulatan panas di sana.


Jennifer yang benar-benar di kuasai nafsu pun dibuat tidak berdaya, Bima mendominasi permainan dan Jennifer hanya bisa pasrah menikmati setiap gempuran yang Bima lancarkan.


Mereka melakukannya sebanyak 3 ronde karena Jennifer yang sudah sangat lemas dan ngilu di setiap jengkal tubuhnya. Selesai mandi Bima pun pergi untuk memesan sarapan pada Thomas.


"Ada yang bisa saya bantu tuan muda?" tanya Thomas.


"Tolong ambilkan sarapan ya, istriku sedang malas keluar, dua." jawab Bima.


"Baik!" jawab Thomas sambil nyengir.

__ADS_1


"Apa? cepat sana sialan!" ucap Bima kesal.


"Hahaha...tunggu sebentar tuan muda." jawab Thomas tertawa keras lalu pergi begitu saja.


"Dasar botuna!" gumam Bima kesal.


Bima kembali masuk ke kamar dan melihat Jennifer sedang asik menonton drakor melalui ponsel milik Bima.


"Bubuy! sini!" panggil Jennifer dengan manja.


"Kenapa?" tanya Bima duduk di samping Jennifer.


Jennifer tidak menjawab, dia langsung menciumi pipi Bima berkali-kali lalu memeluk Bima sangat erat.


'Aneh! kenapa jadi seperti ini?' batin Bima kebingungan.


"Kenapa?! bubuy tidak suka?! hah!" tanya Jennifer menatap tajam Bima.


"Apa sih? emang aku ngapain?" tanya Bima sangat bingung dengan sifat Jennifer.


"Bercanda! aku sayang sama bubuy!" ucap Jennifer tersenyum manis dan kembali memeluk Bima.


Tok..tok..tok..


Tak berselang lama, pintu kamar di ketuk, Bima dengan sigap langsung membukakan pintu dan melihat Thomas mendorong troli makanan untuk mereka.


"Selamat menikmati tuan." ucap Thomas lalu pergi meninggalkan mereka.


Bima memasukkan troli makanan tersebut lalu menutup pintu kamar dan mengajak Jennifer untuk sarapan.


"Suapin..." ucap Jennifer manja.


"Ini buat apa?" tanya Bima menunjuk tangan kanan Jennifer.


"Iya iya! ish!" ucap Bima akhirnya menyuapi Jennifer.


Mereka berdua sarapan bersama sembari berbincang-bincang santai. Selesai makan, Bima membereskan semua piring lalu dia taruh di luar kamar supaya Thomas mudah mengambilnya.


"Kenapa?" tanya Bima yang merasa di tatap oleh Jennifer saat sedang asik merokok di balkon kamar.


"Enggak kok." jawab Jennifer tersenyum manis lalu merebahkan tubuhnya untuk kembali tidur.


'Kok malah tambah lemes bob?' tanya Bima yang merasa aneh dengan kondisi tubuhnya.


[Aku cek dulu bos]


Bima hanya menganggukkan kepala dan fokus menatap pemandangan indah dari balkon sambil merokok santai. Tak lama, sistem mengabarkan tentang kondisi Bima.


[Semua baik bos, tidak ada racun maupun penyakit, tapi di ruang hampa mu sangat berantakan. Energi energi di sana tidak duduk pada kamarnya, mereka berebut kursi penguasa supaya bisa menjadi rajanya energi di ruang hampa mu]


'Busuk sekali! paman Amral sama Ben ngapain sih?' ucap Bima kesal.


'Apa?' tanya Dewa Amral yang sedang asik bermain kartu dengan Leo.


'Aku baru pulih bos! maaf!' ucap Ben.


'Ayolah! aku masih harus mengurus banyak masalah, aku tidak bisa mengurus diriku sendiri! makanya aku mencari kalian dulu! kalau aku bisa urus diri sendiri, aku gak akan butuh bawahan! aku bakalan hidup menyendiri! tolonglah kerjasamanya!' ucap Bima.


[Kerja kerja!! main kartu teros! kalau menang sih gak papa!]


'Cih! sialan! baiklah baiklah! aku minta maaf!' ucap Dewa Amral lalu pergi memasuki ruang hampa bersama Ben.


"Haihhh...pusing pusing!" gumam Bima memijat dahinya.

__ADS_1


Karena merasa sangat pusing, Bima pun memutuskan untuk keluar kamar menghirup udara segar yang bisa menenangkan pikirannya.


Bima duduk di taman belakang Kerajaan, membakar rokoknya lalu menatap hamparan bunga yang indah dan harum.


Baru juga 30 menit, tiba tiba Thomas datang menghampiri Bima.


"Tuan muda, anda di panggil tuan Adrian di aula." ucap Thomas.


"Hahhhh...baiklah." jawab Bima beranjak pergi dengan menghela nafas berat.


Sesampainya di aula utama, Bima langsung di suguhkan dengan 4 putri yang sebelumnya telah di jodohkan dengannya.


"Apa?" tanya Bima malas.


"Pilih salah satu atau aku mencoret namamu dari bagian keluarga Neilson." ucap Adrian dingin.


"Coret saja, aku tidak perduli." jawab Bima datar.


"Kamu kenapa lemas?" tanya Smith menghampiri Bima dengan perasaan khawatir.


"Tidak apa apa paman." jawab Bima tersenyum tipis saat Smith memeriksa kondisi tubuhnya.


"Ruang hampa mu berantakan, ada apa?" tanya Smith menatap tajam Bima.


"Sudahlah paman, Ben dan Paman Amral sudah mengurusnya, aku mau siap siap untuk pergi menemui Demian nanti sore." jawab Bima.


"Secepat ini?" tanya Riski kaget.


"Katanya mau balik ke bumi! ya aku harus cepet cepet selesai in masalah dong! gimana sih!" jawab Bima kesal.


"Hehehe..." Riski hanya nyengir bodoh ketika mendengar alasan Bima.


"Jangan sore ini, kamu harus istirahat dulu, tubuhmu sangat lemah." ucap Smith.


"Tak apa paman, sudahlah, aku pusing, mau ke kamar dulu." ucap Bima berlalu pergi.


"Kau memang ayahnya, tapi kau tidak pernah paham apa yang sedang dia rasakan! dasar bodoh! kau punya otak tapi kenapa tidak pernah di pakai!" ucap Smith pada Adrian.


"Sudah sudah, tidak usah bertengkar." ucap Aurora.


"Tidak! kalau dia di biarkan seperti ini, Bima akan mati lebih cepat!" ucap Smith marah.


"Apa maksudmu?!" tanya Adrian kaget.


"Sudah aku duga! kau ayah yang buruk! bahkan kau tidak tau bagaimana takdirnya! sudahlah! kau cari tau sendiri saja!" ucap Smith lalu menghilang begitu saja.


"Apa maksudnya?!" tanya Adrian pada Aron dengan nada tinggi.


"Entahlah, aku juga tidak paham, apa maksud tuan Smith." jawab Aron juga tidak tau jawabannya.


"Kau sebagai ayah harusnya mencari tau sendiri! jangan cuma bisa tanya dan memerintah! kau hanya sebuah roh tidak berguna! kau sekarang bukan ada di titik tertinggi mu! kau hanya seonggok ayah tidak berguna!" teriak Riana sangat marah.


"Riana! jaga omonganmu!" ucap Aurora langsung memeluk Riana.


"Kak! aku tidak tega dengan Bima! dia sangat tersiksa selama hidupnya! siksaan dari semua arah! aku tidak bisa melihatnya kak!" ucap Riana memeluk Aurora dengan tangis sesenggukan.


"Aku tau! aku tau apa yang kamu rasakan! tapi tetap jaga sopan santun mu terhadap suamimu! kamu ini seorang istri! jangan sampai kamu berani berteriak di hadapan suamimu! itu dosa besar!" ucap Aurora menasehati Riana.


"Maaf...." ucap Riana lirih.


"Sudah! tidak usah di bahas lagi!" ucap Aurora ketus.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2