
Sesaat setelah Bima menghilang, datanglah Silvia dengan wajah khawatir.
"Dimana suamiku?" tanya Silvia.
"Bos pergi." jawab Kong menunduk lesu.
"Kemana?" tanya Silvia.
"Tidak tau nyonya, dia pergi setelah memberikan tugas menjaga anda." jawab Kong.
Silvia terduduk lemas kembali merasakan kehilangan orang paling dia cintai dalam hidupnya. Dia sangat menyesal tidak langsung menjelaskan wujud kakaknya tapi malah asik makan di sebelah suaminya.
"Anda istirahat saja nyonya, bos akan sangat kecewa jika calon penerusnya mati." ucap Dexter.
Silvia berjalan dengan lemas kembali ke ruang makan dan duduk di kursinya.
"Dimana Bima?" tanya Diana.
"Pergi bunda...hiks..." jawab Silvia mulai menangis.
"Kemana?" tanya Diana kaget.
"Via gak tau bun, dia pergi gitu aja habis berpesan ke tiga bawahannya itu." jawab Silvia.
"Aku akan mencarinya, kamu tunggu di sini." ucap Howard langsung pergi menghilang.
"Aku akan menemui ayah." ucap Henry ikut pergi menghilang.
"Jangan di pikirkan, dia pasti kembali. Mustahil dia pergi tanpa kabar via." ucap Berliana.
Mereka hanya bisa diam menunggu kabar dari Howard mengenai nasib Bima. Di tempat Howard, dia sedang berkunjung ke kerajaan tempat Fergie tinggal.
"Ada masalah apa?" tanya Fergie menemui Howard di aula singgasana.
"Bima, Bima pergi entah kemana, aku pikir semua ini terjadi karena dia melihat Via menggandeng tanganku." ucap Howard.
"Haihhh...kau sangat ceroboh! ayo ke tempatnya." ucap Fergie membuka portal ke Alam Surgawi.
Woshhhh....
Mereka muncul di Alam Surgawi yang ternyata sudah kosong, tidak ada kehidupan di sana kecuali Adrian, Henry, Amon, dan Aron yang berteriak-teriak memanggil nama Bima.
"Kemana mereka semua?" tanya Fergie kaget.
"Aku tidak tau! datang datang sudah sepi!" jawab Adrian dengan nada marah bercampur khawatir.
__ADS_1
"Sial! kemana anak itu pergi!" gumam Fergie kesal.
"Adikmu kemana?" tanya Howard pada Adrian.
"Dia pergi mencari Bima, entah kemana aku tidak tau." jawab Adrian.
"Kembalilah, kau harus menjaga teman-teman mu besok! urusan Bima biar kami yang selesaikan." ucap Fergie pada Henry.
"Aku minta tolong kek, temukan adikku. Kasihan istrinya." ucap Henry.
"Jangan pikirkan adikmu! sudah sana pergi!" ucap Fergie.
Henry menganggukkan kepala dan pergi dari Alam Surgawi. Fergie dan yang lainnya ikut pergi untuk mencari keberadaan Bima yang hilang dari radar mereka.
Di tempat lain, di sebuah hutan belantara, Bima sedang berjalan dengan diikuti para bawahannya dalam wujud mininya.
"Kita mau kemana bos?" tanya Bao.
"Ssttt! diam bodoh! aku mau cari tempat yang cocok untuk berlatih! waktu kita tidak banyak!" jawab Bima.
[Di depan bos, ada padang rumput yang sangat luas! kau bisa pakai. Nanti aku akan tutup pakai Array ilusi]
"Baiklah! ayo cepat!" ucap Bima berlari.
30 menit kemudian Bima sampai di padang rumput yang sistem beri tahu. Bima membuat sebuah rumah kecil dari elemen kayu sebagai tempat tinggal sementara. Setelah itu dia segera menancapkan beberapa besi ke titik-titik yang sistem berikan.
[Aku sudah atur waktunya bos, 1 miliar tahun di sini sama dengan satu bulan di luar sana. Kau memiliki dua miliar tahun untuk berlatih secara sungguh-sungguh]
"Baiklah! ayo kita mulai!" ucap Bima penuh semangat.
"Wujud mini ku sangat menjengkelkan!" gumam Drago saat melihat di pantulan cermin.
"Kau sangat imut kak!" ucap Bao terkekeh geli.
"Tutup mulutmu sialan!" ucap Drago sangat membenci kata 'Imut'.
"Hahaha...." Bao dan Leo tertawa geli melihat wajah Drago.
Mereka keluar rumah untuk mengawasi Bima yang sedang berlatih dengan serius. Kali ini Bima benar-benar serius dan sangat fokus, terlihat gerakannya selalu on point dan penuh dengan power.
"Kenapa dia baru bisa serius?" tanya Drago berbisik.
"Suasana di Alam Surgawi terlalu ramai, dia butuh suasana yang tenang seperti ini. Kalau Bob paham pasti dia akan memperbaiki Alam Surgawi demi kenyamanan bos." jawab Leo.
"Benar! di sana sudah seperti pasar, tidak seperti dulu yang selalu tenang dan sunyi." ucap Bao.
__ADS_1
[Tenang saja, aku sudah mulai renovasi]
"Baguslah kalau begitu." ucap Leo.
Bima terus melatih tiga skill barunya dengan di sambil melatih insting, reflek, kelenturan tubuh, teknik bertarung, dan stamina yang sudah sangat menurun secara drastis.
Berjuta-juta tahun Bima berlatih sangat-sangat keras, pagi siang sore malam Bima gas tanpa istirahat. Bima juga sudah mulai memakai energi Dewa yang sebelumnya sangat dia hindari penggunaan nya.
Di bumi, sudah genap satu bulan sejak menghilangnya Bima. Panggilan beberapa waktu lalu dapat dengan mudah di selesaikan karena peningkatan kekuatan tim Senior yang signifikan.
Sudah satu bulan tapi tidak ada kabar mengenai Bima dari Howard maupun Adrian. Silvia setiap hari menghubungi Howard untuk menanyakan kabar Bima, tapi jawaban dari kakaknya selalu membuatnya kecewa.
"Kamu harus menunggu sampai bulan ke tiga sayang, sabar ya. Kalau Bima tidak juga kembali, artinya dia sudah mengingkari janjinya untuk selalu bersamamu apapun yang terjadi." ucap Diana menenangkan Silvia.
"Via cuma butuh waktu sebentar bunda, via mau menjelaskan semuanya pada Bima kalau apa yang dia lihat adalah kesalahpahaman saja." ucap Silvia murung.
"Ceritakan saat dia kembali sayang, jangan di paksakan. Kamu harus sehat dan tenang supaya kandungan mu juga sehat." ucap Diana.
"Iya bunda." jawab Silvia menganggukkan kepala.
Di ruang rapat, tim Junior dan tim Senior sedang melakukan evaluasi gerakan dalam pertarungan. Tim Senior benar benar terkena marah besar dari Dexter karena gerakan mereka yang amburadul saat menjalankan tugas dua minggu lalu.
"Ini! ini kenapa?! kenapa kau harus terbang bodoh! gerakan tidak penting ini harus kau hilangkan!" teriak Dexter memarahi Henry.
"Kau susah berkembang ya semenjak adikmu hilang! bodoh!" ucap Kong menampar Henry.
"Kau tidak akan paham perasaan sebagai kakak!" teriak Henry.
"Apa? apa kau bilang? tidak akan paham? ha? apa aku tidak salah dengar?" tanya Kong mencengkram kerah Henry dengan tatapan mata sangat tajam.
"Kau pikir hanya kau yang merasa kehilangan? ha? kau aku siapa? ha? bos itu lebih dari sekedar tuan! dia sudah aku anggap Raja dari ras ku! dia adalah raja dari segala Gorilla di alam semesta ini! dan itu sudah di setujui oleh seluruh Gorilla! dan kau masih bilang tidak akan pernah memahami perasaan mu?!" teriak Kong penuh amarah.
"Hentikan!" teriak Dexter menarik Kong.
"Jangan memperkeruh suasana! emosi kami sedang tidak stabil!" ucap Zhong santai namun terasa penuh penekanan.
"Rapat selesai sampai di sini! pergi!" ucap Dexter.
Mereka pun keluar dari ruang rapat dengan perasaan campur aduk antara tidak enak, merasa bersalah, dan kesal terhadap ketiga hewan itu.
Memang perkembangan mereka sangat pesat, tapi masalah internal guild juga membuat mereka semakin tidak nyaman. Apalagi tidak ada yang bisa menjadi alpha dari para pemuda penuh ego itu.
Saat latihan mereka memang bergerak secara teratur, tapi saat mengambil misi atau menjalani tugas, mereka semua bergerak sesuka hatinya demi terekspos oleh media.
Ini membuat Kong, Dexter, dan Zhong sangat pusing, mereka baru merasakan pusing yang Bima rasakan dari dulu. Kalau bukan demi Silvia, mereka bertiga sudah kembali ke tempat asalnya masing-masing dan hidup bahagia di sana.
__ADS_1
Bersambung.....