King Of Universe

King Of Universe
Bab 18


__ADS_3

Malamnya, tepat di pukul 19.00 Bima bangun dari tidurnya karena Zoya yang membangunkannya.


"Mandi sana, katanya mau ke mall." ucap Zoya tersenyum.


Bima tidak menjawab, dia langsung beranjak pergi masuk ke dalam kamar mandi. Selesai mandi Bima langsung turun ke ruang makan karena sudah di tunggu oleh Zoya.


"Kamu bangun kapan?" tanya Bima pada Zoya yang duduk di sebelahnya.


"Sore, tadi tidur sebentar terus bangun buat cuci baju sama sprei yang basah." jawab Zoya tersenyum ketika mengingat pergulatan panas tadi.


"Aku mau tanya, wujud kamu kok bisa berubah gini?" tanya Bima.


"Habis evolusi, jadi berubah lebih muda gini deh, biar kamu makin cinta sama aku juga! hahaha..." jawab Zoya tertawa.


Bima hanya terkekeh pelan lalu melanjutkan makan malamnya, setelah selesai makan malam Bima dan Zoya pergi ke kamar untuk ganti baju dan pergi ke mall.


Bima membeli PS 4 dan PS 5, Xbox, PC spek dewa, speaker, TV 43 Inci, lampu penghias kamar, dan beberapa barang lain permintaan Zoya.


"Mau beli apa lagi?" tanya Bima.


"Boleh beli kalung?" tanya Zoya balik.


"Boleh, ayok." jawab Bima.


Zoya berjalan menuju toko perhiasan dengan gembira, Zoya memilih kalung berlian indah yang sangat serasi dengannya.


"Bagus gak sayang?" tanya Zoya bergaya.


"Bagus, cocok sama kamu." jawab Bima tersenyum kagum.


"Ya udah ini aja." ucap Zoya yakin dengan pilihannya.


Bika mengurus pembayarannya lalu setelah itu mereka pun pulang ke rumah. Sesampainya di rumah Bima langsung pergi ke kamar di depan kamar utama, dia menata barang barangnya di sana sedemikian rupa supaya terlihat keren dan rapi.


Setelah selesai, Bima pun kembali ke kamarnya untuk istirahat karena jam sudah menunjukkan pukul 01.00. Saat masuk ke kamar, Bima sudah melihat Zoya tertidur pulas berselimut tebal yang menutupi tubuhnya.


Bima hanya tersenyum tipis, dia ikut merebahkan tubuhnya di samping Zoya, mencium pipi dan keningnya lalu tidur memeluk tubuh Zoya.


Keesokan harinya, Bima terbangun dari tidur lelapnya karena sinar matahari yang menyilaukan matanya. Bima mengumpulkan nyawanya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Selesai mandi, Bima langsung turun ke bawah untuk sarapan, di ruang makan Bima sudah melihat Zoya sedang duduk menunggu Bima. Mereka pun makan bersama sembari ngobrol santai layaknya seorang pasangan pada umumnya.


Setelah sarapan Bima pergi ke ruang keluarga menghidupkan TV dan duduk santai menonton berita yang sedang panas panasnya mengenai kebijakan sepihak dari Asosiasi Hunter Internasional.


Dan yang paling menghebohkan adalah kepala Asosiasi nya yang bernama Antonio menyanggupi tantangan Bima dan akan datang besok pagi. Namun Antonio menambahkan syaratnya, yaitu kalau dia bisa mengalahkan Bima, dia akan mendapatkan wanita Bima yang belakangan ini menjadi perbincangan.


Bima hanya bisa tersenyum geli mendengar syarat yang mustahil di dapatkan Antonio itu. Tak berselang lama Zoya pun datang membawa secangkir teh hangat pesanan Bima, setelah menaruh di atas meja Zoya langsung menjatuhkan tubuhnya di pelukan Bima.


Zoya sangat merasa tidak rela kalau misalkan Bima harus pergi meninggalkan dirinya berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan. Zoya merasakan kalau hatinya di penuhi dengan Bima yang menjadi pemimpinnya saat ini.


[Boss!!!!]


'Apaaa! brengsek! jangan teriak teriak!!' ucap Bima kesal.


[Anu...ada harimau putih umur 3 bulan yang tak punya ayah dan ibu, kau mau adopsi tidak?]


'Cuma begitu?! kenapa harus teriak-teriak bodoh!' ucap Bima kesal


[Kau sendiri sibuk bermesraan begitu! makanya aku berteriak supaya kau dengar!]


'Kau bicara biasa saja pasti aku dengar bodoh!' ucap Bima kesal


[Iya maaf! huh! jadi mau adopsi tidak?!]


'Cuma harimau?' tanya Bima.


[Ada Cerberus juga bos, tapi dalam bentuk seekor Anjing American Bully warna abu abu dengan dada berwarna putih]


"Yang, aku mau adopsi anjing sama harimau, boleh gak?" tanya Bima pada Zoya.


"Tapi kamu harus tanggungjawab ya! aku gak mau kalau peliharaan kamu sampai makan Miu!" jawab Zoya menunjuk kucing yang bermalas-malasan di karpet lembut bawah meja.


"Iya, aku ajarin biar mereka gak galak." ucap Bima.


[Bagaimana bos?]

__ADS_1


'Ambil dua duanya.' jawab Bima.


[Baiklah! nanti ambil di alam Surgawi ya!]


Saat sedang asik menonton TV, ponsel Bima tiba-tiba berdering keras dan menunjukkan nama Riski di sana.


"Halo, napa?" tanya Bima mengangkat telepon.


"Anu bim....hehehehe...aku mau tanya." ucap Riski malu.


"Tanya apa?" tanya Bima aneh.


"Kau emangnya udah nikah?" tanya Riski agak malu.


"Udah, ini ceweknya ada di sampingku." jawab Bima.


"Ahh bohong, mana aku mau dengar suaranya." ucap Riski tak percaya.


"Ada apa yang?" tanya Zoya pada Bima dengan suara halusnya.


"Beneran cok!" ucap Riski seperti bicara pada orang lain.


"Rizal gimana?" tanya Bima.


"Hah?? apa? ini aku, kenapa?" ucap Rizal menyahut.


"Gimana masalahmu?" tanya Bima.


"Dah beres, cuma masalah kecil doang." jawab Rizal.


"Masalah apa? adik perempuan mu?" tanya Bima.


"Kau pahamlah gimananya." jawab Rizal.


"Sama siapa ***?" tanya Bima penasaran.


"Dion, gak tau aku gimana ceritanya." jawab Rizal.


"Penjahat kelamin *** Dion itu." ucap Bima.


"Brutal juga adikmu Zal!" celetuk Julian.


"Terus sekarang gimana?" tanya Bima.


"Kata ayah, dia mau minta pertanggungjawaban Dion nanti malam." jawab Rizal.


"Ya udah, nanti aku ke basecamp dah, nongkrong bentar." ucap Bima.


"Terserah kau aja, nanti aku gak ikut ayah juga kok, mau dateng jam berapa terserah kau." jawab Rizal.


"Ya udah kalau gitu.." ucap Bima.


"Yooo...." jawab Rizal mematikan telepon.


"Mau kemana?" tanya Zoya menatap tajam Bima.


"Ke basecamp nanti malem, kenapa?" jawab Bima.


"Kenapa kenapa! terus aku gimana?! ini malam jumat loh! masa harus libur!" ucap Zoya ketus.


"Ya kan gak sampek malem banget yang, paling cuma sampai jam 10 atau jam 11." jawab Bima.


"Gak!" ucap Zoya menolak keras.


"Cuma nongkrong yang, gak main cewek, gak mabok, gak narkoba, cuma ngopi sama sebat santai sambil ngobrol bareng mereka." ucap Bima membujuk.


"Aku bilang enggak ya enggak! ish! gak pengertian banget!" bentak Zoya kesal.


"Sore deh, sampe jam 9, gimana?" tawar Bima.


"Gak!" jawab Zoya ketus.


"Bodoamat, sore aku pergi!" ucap Bima tak perduli.


"Berani keluar aku bikin bonyok!" ucap Zoya mengancam.

__ADS_1


"Lolololo....mau tak bikin kejang kejang sekarang?!" tanya Bima memegangi celananya.


"Emang bisa?! kali ini kamu gak akan sebebas kemarin!" ucap Zoya sombong.


Bima tanpa banyak bicara langsung membuka celananya, setelah itu dia menunggingkan tubuh Zoya dan membuka ****** ***** Zoya. Setelah siap Bima langsung menusukkan tombak perkasanya dan menggejotnya dengan kecepatan penuh.


Keduanya pun melakukan hubungan badan di ruang keluarga dengan beringas, Zoya kembali di buat tak berkutik dan hanya bisa pasrah sambil tersenyum karena pancingannya berhasil.


Setelah 3 ronde baru Bima menghentikan genjotannya karena tak tega melihat Zoya yang terlihat sangat lemas dan tubuh mengkilap karena keringat kenikmatannya.


"Ampun...aku kalah sayang...." ucap Zoya memegang tangan Bima sambil bergetar merasakan kenikmatan yang terus keluar dari liang surgawinya.


"Masih mau?!" tanya Bima tepat di depan wajah Zoya.


"Nanti malam! aku mau nanti malam..." jawab Zoya membelai pipi Bima lembut.


"Gak asik ah, gak ada adrenalinnya." ucap Bima menggoda.


"Aaaaa....iya! besok aku olahraga! tapi jangan tinggalin aku!" rengek Zoya memeluk tangan Bima erat.


"Hahahaha....iya iya! dah aku mau mandi dulu." ucap Bima tertawa geli.


Zoya mencium pipi Bima lalu menyuruh Bima segera pergi mandi supaya tidak bau nanti. Selesai mandi Bima langsung pergi ke basecamp setelah berpamitan dengan Zoya yang masih rebahan tanpa memakai baju di sofa ruang keluarga.


Bima pergi ke basecamp mengendarai motor Kawasaki H2 hadiah pecahnya perjaka Bima dari sistem. Sesampainya di basecamp, Bima dibuat bingung melihat dua mobil asing di halaman rumah.


"Mobil siapa pak?" tanya Bima pada satpam basecamp yang bernama Budi.


"Katanya ayah dari mas Rizal bos, kalau yang satunya saya gak tau namanya bos." jawab Budi.


"Ooo, ya udah kalau gitu saya ke dalem dulu pak." ucap Bima.


"Iya mas silahkan." jawab Budi mempersilahkan.


Bima berjalan memasuki rumah besar itu, saat melewati ruang tamu Bima melihat keluarga Rizal yang sedang berbicara serius dengan keluarga Dion.


"Rizalnya mana om?" tanya Bima menyalami ayah Rizal yang bernama Andrew.


"Waduh, tadi katanya sih mau keluar cari angin bim. Disana cuma ada Riski sama Julian." jawab Andrew.


"Ooo, ya udah nanti Bima telpon kesini aja." ucap Bima berjalan pergi.


Bima menghampiri Riski dan Julian yang asik menonton film sambil sebat dan ngopi.


"Lah, katanya ntar malem anjink!" ucap Riski kaget.


"Rewel *** istriku!" jawab Bima kesal.


"Coba aku lihat fotonya ***! penasaran aku!" ucap Riski langsung mendekati Bima.


Bima membuka ponselnya dan menunjukkan foto Zoya di ponselnya yang sering di pinjam untuk selfie.


"Cantik ***! liat jul anjink!" ucap Riski terpesona.


"Umur berapa tu bim?" tanya Julian langsung fokus pada foto di ponsel Bima.


[Kalau di bumi umur nyonya Zoya 27 tahun tuan, kalau di dunia Kultivator umur nyonya Zoya tak terhitung]


"27." jawab Bima menyimpan kembali ponselnya.


"Dia suka spek kek gitu jul, wajar, tapi bisa awet muda gitu cukkk! mukanya kek umur 23 24 ******!" ucap Riski kagum.


"Telpon Rizal buruan." ucap Bima.


Riski menelepon Rizal untuk segera merapat ke basecamp, setelah itu mereka pun lanjut menonton film sambil menunggu Rizal kembali.


Bersambung....



(Ini Bima)



(Ini Zoya)

__ADS_1


Yang lain terserah kalian wkwkwkw......


__ADS_2