
Bima masuk ke dalam ruangan tempat Billy terkapar lemah tak berdaya dengan berbagai alat medis terhubung ke tubuhnya.
"Jangan sakiti mamahmu nak, ini salah kakek, kakek sangat ceroboh." ucap Billy.
Bima tersenyum, berjalan membuka jendela ruangan dan menghidupkan rokoknya dengan santainya.
"Bukan aku yang menyakitinya, tapi paman Andi. Dia memuntahkan semua unek-unek nya dan mencaci maki mamah. Aku sebenarnya tak masalah di panggil anak haram dan sebagainya. Tapi paman Andi yang tak terima, jadi aku tak bisa berbuat lebih kek." ucap Bima.
"Lagipula, kakek terlalu bodoh. Kakek mengorbankan nyawa demi anak perempuan yang tak tau diri, harusnya kalau kakek tidak melakukan ini, Brian dan keluarga lainnya bisa bersenang-senang di rumah." lanjut Bima.
"Iya, kakek baru menyadarinya." ucap Billy lirih.
"Sekarang kakek fokus ke pemulihan tubuh saja, biar aku yang urus semuanya. Aku juga ada sedikit pekerjaan di Asosiasi." ucap Bima.
"Kamu mau apa nak?" tanya Billy mengerutkan dahi.
"Kakek tunggu saja, ini personal, bukan masalah publik." jawab Bima.
"Panggil paman pamanmu ke sini, kakek mau bicara." ucap Billy.
"Baiklah." jawab Bima membuang rokoknya dan pergi keluar ruangan.
"Paman, di suruh masuk, tiga tiganya." ucap Bima.
Andi, Wilson, dan Leon masuk ke dalam ruangan dengan segera. Bima duduk di samping Zoya yang asik ngobrol dengan David.
"Ada rencana?" tanya Zoya.
"Bulan ini bakalan sibuk, gak papa ya." jawab Bima.
"Gak papa, lagian kita juga sudah 3 tahun habiskan waktu bersama, sekarang sudah waktunya." ucap Zoya.
Bima tersenyum senang dan mengelus kepala Zoya lembut.
"Aku mau ngomong bim." ucap Kevin.
Bima berdiri, dia berjalan mengikuti Kevin menuju ke kursi yang agak jauh tempat teman-temannya sudah menunggu.
"Kau ada rencana apa?" tanya Kevin.
"Gulingkan pemerintahan, aku ada bawahan yang lebih cocok memerintah negeri ini." jawab Bima.
"Habis itu?" tanya Julian.
"Sebelum itu lebih tepatnya, kita bantai semua monster yang berkeliaran. Satu minggu full, habis itu baru bantai pemerintahan." jawab Bima.
"Aku sih gas gas aja." ucap Riski.
"Besok gas." ucap Doni.
"Ketemu di basecamp." ucap Bima.
"Ya udah, kita balik dulu, mau siap siap." ucap Rizal.
"Hati hati." jawab Bima.
Mereka pun pergi begitu saja, Bima kembali menghampiri keluarganya untuk berpamitan pulang. Setelah berpamitan, mereka langsung pulang, sesampainya di rumah Bima langsung mengajak Zoya berbicara empat mata di kamar gaming yang kedap suara
"Ada apa?" tanya Zoya lembut.
"Besok kamu sama David mau nginep di basecamp atau di sini aja? aku ada rencana besar selama satu minggu full besok." jawab Bima.
"Nginep aja, biar David bisa main sama Bella di sana." ucap Zoya.
Hening....
Bima diam dengan raut wajah yang sedang berpikir keras.
"Cerita kalau ada masalah, aku siap dengerin kok, lagian David juga udah tidur." ucap Zoya memeluk Bima penuh kasih sayang.
"Dalang di balik ini semua itu para Dewa Olympus, mereka buru aku soalnya di anggap sebagai penghambat kegembiraan mereka yang senang melihat para umat manusia mati di terkam para monster." ucap Bima.
"Terus?" tanya Zoya.
__ADS_1
"Ya mereka pasti bakalan datang ke sini buat bunuh aku, belum lagi sisa pangeran iblis yang kemungkinan besar bakal balas dendam atas kematian Asmodeus. Yang paling bikin aku kepikiran itu bukan keduanya, tapi penerus Dewa Indra, rival abadi Dewa Amral." jawab Bima.
"Kepikiran kenapa? kamu penerus Adrian, yang notabenenya satu satunya dewa yang membuat pemerintah pusat memberinya hadiah secara pribadi." ucap Zoya.
"Kalau masalah kekuatan aku gak khawatir sayang, tapi keselamatan kamu sama David yang aku pikirin. Kekuatan mah hal kecil yang, yang terpenting itu kamu sama David, gimana caranya biar gak di pakai buat senjata pelemah." ucap Bima.
"Kalau itu kamu tenang aja sayang, aku kan baru aja evolusi, soal keselamatan David biar jadi urusan aku. Kamu tenang saja." ucap Zoya.
'Biar anakku yang urus bos! Son biar jadi Beast yang menjaga baby Bos!' ucap Kong.
'Pasukan bayanganmu juga bisa di manfaatkan bos, Lie, Young, dan Joy sudah lebih dari cukup.' ucap Bao.
[Adikku juga akan menjaga nyonya Zoya bos, tenang saja. Kau bisa fokus ke para dewa dewi sampah itu]
'Baiklah, aku pasrahkan keselamatan mereka berdua pada kalian.' ucap Bima.
'Serahkan pada kami bos!' ucap Dexter.
"Kamu mau main? biar plong, mumpung David lagi tidur loh." tawar Zoya genit.
"Nafsuan! di ajak ke ruangan kosong langsung nawarin itu!" ucap Bima kesal namun tangannya sudah menggerayangi buah dada Zoya yang berukuran besar itu.
"Ahh..kamu kan juga mau." ucap Zoya menggigit bibir bawahnya.
Keduanya pun melakukan hubungan suami istri dengan panas, 5 ronde keduanya lakukan demi memuaskan nafsu satu sama lain.
"Ayang aku satu ini memang gak pernah bikin kecewa! makin sayang deh!" ucap Zoya memeluk Bima erat.
"Udah tengah malem, dah tidur." ucap Bima memeluk Zoya penuh kehangatan.
"Selamat malam sayang." ucap Zoya mengecup bibir Bima lalu tidur dengan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bima.
Keesokan harinya, setelah sarapan Bima bersama anak istrinya pergi ke basecamp membawa banyak barang dan ketiga hewan peliharaan yang sudah tumbuh lebih besar dari hewan peliharaan biasanya.
"Salam tuan, saya Ethan, menghadap." ucap seorang pria tampan bertubuh tegap dan berwajah tegas.
"Tuan muda, saya Thomas, siap melayani." ucap seorang pria setengah baya yang berpakaian rapi ala pelayan kerajaan.
"Iya mas." jawab bi Siti.
"Yang lain udah dateng?" tanya Bima.
"Sudah tuan muda." jawab Thomas.
"Ayo masuk." ucap Bima.
Mereka masuk ke dalam rumah besar itu dan menemui teman-teman Bima yang sudah siap.
"Wahhhh...David datang juga! bakalan rame nih rumah!" seru Lina senang.
"Halo tante!" sapa David senang.
"Ayo tante bantu beresin barang barangnya!" ucap Lina sangat bersemangat.
Kedua ibu rumah tangga itu pergi bersama anaknya untuk beberes barang. Sedangkan Bima bergabung dengan temen-temennya berikut Ethan juga.
"Buka aja segelnya, kita mau bantai bantai." ucap Bima.
"Nantilah cok!" ucap Kevin kesal.
"Kau siap kan jadi pemimpin negara bobrok ini?" tanya Bima pada Ethan.
"Siap tuan." jawab Ethan tegas.
"Hutang negara biar aku yang tanggung, kau tinggal urus sisanya." ucap Bima.
"Baik tuan." jawab Ethan.
"Ayok" ajak Bima.
Mereka pergi keluar rumah dan langsung terbang dengan aura yang sangat kuat menyebar ke seluruh sudut pulau Jawa.
'Perlu bantuan?' ucap sebuah suara berat yang mengagetkan seluruh penghuni alam Surgawi dan Bima sendiri.
__ADS_1
'Siapa itu hoeyy?!' tanya Bima kaget.
'Bukan aku tuan!' jawab Leo.
'Brengsek! siapa itu!' teriak Bima kesal.
'Kau akan tau dengan seiring berjalannya waktu....' ucap suara tadi.
"Kenapa bim?" tanya Kevin heran dengan kestabilan cara terbang Bima.
"Gak.." jawab Bima singkat.
Mereka terus terbang menyusuri kota Jakarta, mencari pusat dari perkumpulan monster yang merajalela ini. Namun, setelah menyusuri seluruh wilayah, mereka tak kunjung menemukan hal yang mereka cari.
"Keluar kota, aku ngerasa kalau pusat semua ini ada di pulau Jawa, tapi bukan di Jakarta." ucap Bima.
"Gass!" jawab Riski.
Mereka lanjut terbang ke arah kota lain, berjam jam mereka terbang sampai akhirnya mereka menemukan pusat kehidupan dari monster monster yang menguasai pulau Jawa.
Di sebuah pantai pasir putih yang di huni ratusan ribu monster dengan berbagai kelas yang sangat kuat. Bima tersenyum, dia langsung menyebarkan energi kehidupan yang sangat besar supaya membuat para monster tertuju pada mereka.
"Maju.." ucap Bima santai.
Woshhh...
Keenamnya langsung melesat menyerang para monster yang perhatiannya tertuju pada energi kehidupan milik Bima. Bima tersenyum memandangi teman-temannya yang dengan semangat membunuh para monster.
Bima menatap ke salah satu drone yang meliput grebek markas monster ini.
"Kalian sampah menjijikan!" ucap Bima mengacungkan jari tengah.
Woshhhh....
Setelah itu Bima langsung melesat menyerang para monster mengikuti teman-temannya yang terlihat sangat semangat dan merasa seru.
Boom...
Boom..
Boom...
Ledakan ledakan dahsyat terus terjadi mengiringi pembantaian yang dilakukan oleh Bima dan kawan-kawan. Sebuah guild yang telah lama hilang, kini kembali dengan kekuatan yang lebih dahsyat.
"Habisin!" teriak Bima keras.
Woshhhh...
Duarrrrrrr.....
Satu serangan dari Doni yang langsung membuat sisa monster di sana mati hangus akibat serangan berbentuk shuriken air berlapis petir merah.
"Anjayyyyy!" teriak Riski kagum.
"Ngeri cok!" teriak Rizal takjub.
"Keren kan?!" ucap Doni berpose.
"Gaya mu kayak om om cabul don! anjink!" ucap Bima kesal.
"Hahahahaha...." Kevin dan Julian tertawa keras.
"Istirahat dulu." ucap Bima.
Mereka berjalan ke sebuah halte tak berfungsi, makan, minum, sebat, dan ngobrol santai. Mereka beristirahat selama 30 menit, setelah itu mereka lanjut terbang menuju lokasi sesuai rute yang di buat oleh Sistem.
Berhari-hari mereka melakukan pembersihan wilayah di negara ini, tanpa bantuan Asosiasi ataupun hunter setempat. Sama sekali tidak ada! kalau pun ada Bima juga tidak menolaknya, karena sebenarnya dirinya dan kawan-kawan juga sudah terlalu kelelahan.
Pembersihan yang seharusnya hanya membutuhkan waktu kurang dari seminggu, malah melar sampai 2 minggu. Setelah di rasa bersih, mereka kembali ke basecamp setelah 2 minggu tidak pulang.
Mereka sesampainya di basecamp langsung istirahat, tanpa berbicara apa apa dengan orang rumah. Padahal di sana sudah terdapat keluarga besar Abraham, keluarga besar Rizal dan Riski, serta terdapat berbagai wartawan dari macam macam stasiun televisi, termasuk pihak Asosiasi yang juga datang.
Bersambung....
__ADS_1