
"Kenapa kau tertawa? kau harus menghormati tuan Edward sebagai pihak tertinggi di sini dan di luaran sana! gunakan sopan santun mu!" ucap Zidane si kepala guild King Cobra.
"Jelas tertawa!! bagaimana bisa sebuah organisasi tanpa ada ikatan dengan pihak Asosiasi bisa di atur Asosiasi seenaknya sendiri! aku memang orang kecil pak, kau beloh menindas ku seenak jidatmu, tapi kalau kau berani melibatkan sahabatku, lebih baik kita perang di luar!" ucap Bima mengeluarkan aura penguasanya yang langsung membuat tegang seisi ruangan.
'Hahahaha.....aku suka sifatmu nak!' ucap Adrian bangga.
"Suruh semua guild! suruh semua hunter melawan ku! kalau aku terluka kau bisa menyerap semua kekuatanku! tapi kalau aku tidak terluka setitik pun, maka kepalamu hancur dengan tangan dingin ku!" ucap Bima mengeluarkan pedang Yin Yang nya yang langsung membuat seisi ruangan merinding ketakutan.
"Hahahahaha.....kau berlebihan sahabatku! sudah sudah, orang-orang ini tidak ada yang sepadan dengan mu, santai saja." ucap Kevin tertawa keras.
"Ada benarnya juga, atau begini saja, ini di siarkan secara langsung kan?" tanya Bima.
"Ya." jawab Edward berusaha kuat mental.
"Aku menantang kepala Asosiasi Hunter Internasional pusat! bertarung satu lawan satu sampai mati di atas ring! beraninya kau menentukan kebijakan yang menguntungkan dirimu sendiri! tanggapi tantangan ku secepatnya!" ucap Bima ke depan kamera.
"Mana berani mereka bim, kau saja mengalahkan satu monster yang kelasnya tak tertandingi sendirian! kalau berani aku bertaruh 1M all in padamu! hahahaha...." ucap Julian.
"Aku ikut! 1M juga!" ucap Riski.
"Kalau menang banyak bisa buat mabok! hahahahaha...." ucap Julian tertawa keras.
"Aku setuju! hahahaha...." jawab Riski ikut tertawa keras.
"Intinya kau setuju atau tidak! tak usah sok jagoan!" ucap Dion kesal.
"Aku mewakili squad The Beast menolak kebijakan dari pusat! kalian kalau mau ya terima saja! kami ambil misi bukan untuk uang dan melindungi orang-orang, kami ambil misi untuk kesenangan dan menyalurkan hobi. Bayaran hanyalah hadiah, pujian hanyalah omong kosong, hinaan sudah makanan sehari-hari, dan kesenangan adalah utama." ucap Bima.
"Pujian hanyalah sampah? apa maksud kamu Bima?" tanya Abigail heran.
"Apakah awal awal tante merintis guild selalu di sanjung? apakah pujian selalu bersama di setiap langkah tante?" tanya Bima balik.
"Tentu saja tidak! pujian salah hadiah dari perjuangan kita di saat makian dan hinaan terus melanda kita saat sedang menjalani proses menuju puncak. Pujian adalah hadiah bukan omong kosong!" jawab Abigail tak terima.
"Pujian di ucapkan pada kalian karena mereka ingin kalian melindunginya, pembenci akan menjilat ludahnya sendiri supaya dirinya aman dari semua mara bahaya. Orang yang menghinamu dulu adalah pemujamu saat ini! pujian yang dilandasi rasa benci hanyalah omong kosong! satu lagi, sebuah pujian bukan berarti mereka menginginkanmu, kadang mereka memujimu untuk menjatuhkanmu!" ucap Bima yang langsung membuat Abigail terdiam
"Sekali lagi saya pertegas, squad The Beast hanya berisi 5 pria! tidak ada anggota lain! orang yang mengaku ngaku salah satu dari kami sudah di pastikan penipu!" ucap Rizal.
"Kebijakan tadi kami serahkan pada mereka bertiga yang sudah menyanggupi." ucap Kevin melanjutkan.
"Kami suah tidak ada kepentingan di sini, kami permisi." ucap Bima berlalu pergi bersama ke empat sahabatnya.
"Silahkan tuan, kalau ada yang mau di sampaikan lebih lanjut." ucap Zidane.
Meeting pun kembali di lanjutkan dengan bayang bayang Bima yang auranya masih terasa sampai ke otak mereka. Bima dan kawan-kawan pun duduk di bangku halaman Asosiasi sambil sebat santai menenangkan pikiran.
"Bim, libur di perpanjang ya, aku ada masalah di rumah ayah." ucap Rizal murung.
"Santai aja, kita gak buru buru ngejar kekuatan. Selesaikan masalahmu supaya tidak mengganggu pikiranmu, masih ada hari esok untuk berlatih, semoga masalah keluargamu bisa cepat selesai." ucap Kevin.
"Iya, santai aja, kalau butuh bantuan bisa hubungi kita." imbuh Bima.
__ADS_1
"Makasih ya." ucap Rizal lega.
"Balik yok, capek pikiran aku ***." ucap Julian.
"Gas lah." jawab Bima berdiri membuang rokoknya lalu berjalan menuju parkiran diikuti teman-temannya.
Bima mengantar mereka kembali ke basecamp, setelah itu dia langsung pulang ke rumah karena lapar dan ingin mengecek apakah Zoya sudah kembali atau belum.
Sesampainya di rumah, Bima di buat bingung karena di teras rumah terdapat seorang wanita cantik dengan memakai daster tipis sedang duduk memangku seekor kucing putih imut.
"Maaf, cari siapa mbak?" tanya Bima menghampiri wanita itu.
"Aku Zoya sayang! ish! gak peka banget!" jawab wanita itu ketus.
"Hah? istriku wajahnya lebih tua, tidak semuda ini, lagian dia juga dari kemarin belum pulang, mbaknya pasti salah masuk rumah." ucap Bima tak percaya.
Zoya pun mengeluarkan aura seorang Ratu Neraka yang sangat Bima kenali.
"Hehehe...." Bima nyengir sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hehehe! masuk!" ucap Zoya kesal.
Bima berjalan masuk rumah sambil nyengir.
"Makan!" ucap Zoya ketus.
"Gak usah marah dong..." ucap Bima.
Bima pun duduk di meja makan dan memakan masakan yang sudah tersaji di sana. Bima sesekali memperhatikan wajah Zoya yang terlihat sangat cantik dan indah dari sebelumnya.
"Habis ini ke kamar! aku tunggu di atas!" ucap Zoya berlalu pergi karena takut salting dengan tatapan Bima.
"Masih siang mau bobok?" tanya Bima.
"Nurut aja napa sih!" ucap Zoya ketus.
"Lagi men's kayaknya." gumam Bima bingung.
[Saatnya menunjukkan kejantananmu bos! selamat menikmati! aku sudah setting semuanya! semua orang tidak akan tau bagaimana pergelutanmu! termasuk aku dan orang-orang di alam Surgawi itu!]
'Apasi! gaje!' ucap Bika kesal.
[Saya mau off sebentar bos, ada pekerjaan di pemerintahan]
'Ya' jawab Bima singkat.
Setelah selesai makan, Bima pun pergi ke kamarnya dengan santai seperti biasanya. Sesampainya di kamar, Bima membuka lemari mengambil baju ganti lalu pergi ganti baju di kamar mandi.
Setelah itu dia pun merebahkan tubuhnya di samping Zoya yang rebahan menutup tubuhnya dengan selimut tebal.
"Nanti malem temenin ke mall ya, mau beli barang." ucap Bima sambil bermain ponsel.
__ADS_1
"Barang apa?" tanya Zoya heran.
"Bir." jawab Bima.
Plakk...
"Gak! tak bunuh kalau berani menyentuh minuman haram itu!" teriak Zoya marah dan menampar Bima keras.
"Bercanda! aku mau beli game!" ucap Bima mengelus pipinya karena terasa panas.
"Awas ya kalau berani berani sentuh minuman itu! habis kamu!" ucap Zoya mengancam.
"Iya enggak!" jawab Bima keringat dingin.
Hening...
"Capek, mau tidur ajalah." ucap Bima meletakkan ponselnya dan menarik selimut lalu mencoba tidur siang.
Namun saat mencoba tidur dengan memeluk guling, Bima merasakan hembusan nafas di telinganya dan tubuhnya merasakan sedikit berat.
"Jangan ganggu ah! aku mau bobok!" ucap Bima memberontak.
Namun kali ini bukan hanya hembusan nafas, kini sebuah bibir hangat dan manis ******* bibir bika penuh kelembutan. Tak sampai di situ, Bika merasakan tangan halus sedang mengelus stepen.
Bima membuka matanya, dia kaget melihat Zoya yang sudah menindihnya dengan ******* bibir Bima sangat lembut sambil tangannya menggerayangi ************ Bima. Stepen yang sudah siap tempur pun langsung mengacung tegak dan menunjukan kejantanannya.
"Besar, aku mau coba ya sayang..." bisik Zoya genit.
Bima hanya menganggukkan kepala, Zoya yang sudah mendapatkan persetujuan langsung turun ke bagian ************ Bima dan melorotkan celana Bima. Stepen yang sudah tak sabar langsung mengacung bebas menunjukkan urat kejantanannya.
Zoya tersenyum puas melihat tombak perkasa di depan matanya, karena suah tidak sabar lagi dia langsung melahap Stepen dengan penuh kelembutan.
Mereka pun melakukan hubungan suami istri sampai 5 ronde, Zoya yang sudah sangat berpengalaman pun di buat sangat kewalahan menghadapi keberingasan nafsu Bima. Zoya di buat pasrah merasakan kenikmatan yang tak kunjung usai padahal tubuhnya sudah sangat lemas.
Sampai akhirnya Bima memuntahkan cairan terakhir di ronde kelima, Bima langsung terbujur lemas memeluk Zoya yang penuh keringat.
"Aku tidak akan meninggalkanmu sayang, aku akan setia di sisimu, kamu satu satunya pria yang mampu memuaskan aku sampai ke titik pasrah ini! aku mencintaimu sedalam samudra sayang." ucap Zoya memeluk Bima penuh cinta.
"Berarti kalau aku pingin aku boleh minta kapanpun dong?" tanya Bima.
"Bebas sayang, yang penting jangan waktu menstruasi saja." jawab Zoya mengecup bibir Bima lembut.
"Iya, udah sekarang bobok ya." ucap Bima.
"Aku sayang kamu, jangan mendua." ucap Zoya menyembunyikan wajahnya di dada bidang Bima.
"Aku janji sayang." ucap Bima mencium kening Zoya.
Setelah itu mereka pun tertidur pulas sampai malam hari.
Bersambung......
__ADS_1