
Bima di sana sampai sore, ngobrol, menonton film, ngopi, dan ngerokok. Setelah puas, Bima pun pamit pulang karena Aulia sudah meneleponnya dari tadi.
Sesampainya di rumah, Bima langsung di suruh duduk Aulia tepat di sampingnya.
"Kenapa?" tanya Bima merangkul Aulia yang terlihat gelisah.
Aulia tidak menjawab namun menunjuk layar TV yang sudah mati.
"Berita tadi?" tanya Bima lembut.
Aulia mengangguk pelan dengan tatapan mata khawatir bercampur gelisah akan keselamatan Bima di masa yang akan datang.
"Gak usah di pikirin sayang, percaya aja sama aku. Aku gak akan kenapa napa." ucap Bima mengelus pipi Aulia sangat lembut.
"Apa kita mengasingkan diri dulu? atau pindah ke Dunia Kultivator?" tanya Aulia dengan tatapan sendu.
"Gak perlu, di sini aku ngerasa masih ada banyak masalah." jawab Bima.
"T-tapi aku gak mau kamu kenapa kenapa! kamu satu satunya hal paling berharga di hidup aku! kamu sumber bahagia aku sayang!" ucap Aulia mulai menangis.
"Cup cup cup...aku gak akan kenapa kenapa sayang. Aku gak akan pergi kemana-mana, aku bakalan terus mendampingi kamu. Aku gak akan pergi dari kamu sayang." ucap Bima menghapus air mata Aulia.
"Aku gak bisa sayang!" ucap Aulia menangis sesenggukan.
"Percaya sama aku aja ya, kalau aku gak bakalan pergi dari kamu." ucap Bima memeluk Aulia penuh kasih.
Aulia mengangguk paham dan membalas pelukan Bima dengan lebih erat. Karena terlalu lama Aulia menangis, akhirnya dia tertidur pulas di pelukan Bima.
Bima tersenyum melihat tingkah laku Aulia, dia membopong tubuh sang istri ke kamar, setelah itu dia kembali turun ke bawah untuk membuat kopi.
Bima pergi ke rooftop, duduk di gazebo kecil, membakar rokoknya lalu mulai melamun meratapi nasibnya. Bima berkelahi dengan pikirannya sendiri, berdebat di otaknya sendiri, bahkan memaki satu sama lain.
'Haihhh...tunggu waktunya sajalah kalau begini caranya.' batin Bima menghela nafas berat.
Malam hari pukul 20.00, tiba tiba Bima mendengar teriakan Aulia dari dalam kamarnya. Namun Bima hanya tersenyum geli, sampai akhirnya Aulia naik ke rooftop dan memeluk Bima sangat erat.
"Kenapa si teriak teriak?" tanya Bima menahan tawa.
"Lagian di tinggal sendirian!" jawab Aulia ketus.
"Kamu tidurnya kaya kebo." ucap Bima terkekeh.
"Udah makan belum?" tanya Aulia saat melihat secangkir kopi di depan Bima.
"Udah tadi." jawab Bima bohong.
"Jangan bohong!" ucap Aulia menunjukkan tinjunya.
"Beneran udah, tadi bikin mie jam 7." jawab Bima.
"Awas kalau bohong!" ucap Aulia memeragakan kalau dirinya sedang menonjok seseorang.
"Kamu makan dulu sana." ucap Bima.
"Bentar ya, aku ke sini lagi nanti." ucap Aulia langsung beranjak pergi.
[Info bos, tuan Alvin sudah datang, dia bersekutu dengan Albedo si Kaisar Iblis. Kemungkinan besok atau beberapa hari lagi baru melancarkan serangan]
__ADS_1
"Jadi ini yang kau maksud ya?" tanya Bima tersenyum penuh makna.
[Kau sadar ternyata, hahahaha.....]
"Baiklah kalau ini yang harus aku jalani." ucap Bima.
Tak berselang lama, Aulia pun datang membawa segelas air putih dan duduk di samping Bima, bersandar di bahu Bima. Keduanya berbincang-bincang santai mengenai hubungan mereka, bercanda tawa bersama, dan saling berpelukan merasakan kehangatan diantara dinginnya malam.
Karena sudah hampir larut malam, Bima pun mengajak Aulia untuk tidur. Hati berlalu dengan berbagai kejadian tidak mengenakan di alami Bima dan Aulia serta kawan kawannya.
Setiap keluar rumah, Bima maupun Aulia selalu di caci maki, bahkan beberapa kali di serang karena ingin menangkap keduanya supaya bisa secepatnya di proses hukum.
Sedangkan Kevin dan kawan-kawan, mereka terus di hina karena sudah berteman dengan buronan hina. Julian yang pada dasarnya orang yang mudah terpancing emosi, beberapa kali memukuli para penghina Bima.
Teman-temannya bahkan sampai kesulitan untuk mengontrol Julian karena sifatnya ini. Hal ini membuat Bima lelah, dia di paksa untuk terus memendam amarahnya sendirian.
Sampai akhirnya sebuah bencana besar datang setelah berbulan-bulan tidak muncul. Sebuah pasukan iblis yang jumlahnya tidak terhitung keluar dari portal dengan di pimpin oleh sosok pria setengah iblis setengah dewa.
Kemunculan pasukan iblis di Negara Indonesia ini membuat gempar seluruh dunia. Ratusan Hunter di kerahkan untuk membantu Indonesia menyelesaikan masalah ini.
Mereka semua datang tepat waktu sebelum pria itu memerintahkan pasukannya untuk menyerang. Akhirnya pertempuran dahsyat pun pecah, pertempuran manusia melawan iblis yang belum pernah di bayangkan.
Kevin dan kwan kawan pun datang untuk membantu, bahkan Andi, Leon, Wilson, serta Berliana datang untuk membantu. Mereka semua mengerahkan kekuatan maksimalnya demi memenangkan pertempuran ini supaya para iblis gagal menguasai Bumi.
"Aku akan menguasai alam semesta dengan Bumi sebagai permulaan! bersiaplah untuk menyembah yang maha besar ini!" teriak pria yang ternyata adalah Alvin itu.
"Bunuh para manusia rendahan ini!!" teriak Alvin dengan aura gabungan iblis dan dewa penguasa.
Woshhhh....
Duarrrr....
Duarrrr....
"Dimana kau Ashura!!!!" teriak Alvin penuh dendam.
Ledakan ledakan dahsyat terus berdentuman, teriakan kesakitan menjadi iringan musik pertempuran dahsyat ini. Kevin dan Julian yang memiliki dendam pada para iblis tentu saja langsung mengamuk, mengeluarkan semua kekuatannya, beast, Titan, bahkan mode Berserker yang berakibat fatal bagi yang menggunakan mereka berdua gunakan tanpa pikir panjang.
Keduanya melakukan kombinasi membasmi para pasukan iblis tanpa ampun, Aura keduanya bahkan membuat beberapa Hunter harus mundur karena tak sanggup.
Duarrrr...
Duarrrr...
"Ini untuk ibuku!!!!" teriak Kevin sambil meneteskan air matanya.
Boommmm...
Ledakan dahsyat yang berasal dari tombak air membuat banyak pasukan iblis mati seketika.
"Ini untuk ayahku bajingannnnn!!!" teriak Julian menembakkan panah batu yang sudah di gabungkan elemen cahaya dan sisa energi nya.
Duarrrrrrrr....
Ledakan super dahsyat membuat sebagian pasukan iblis mati seketika tanpa perlawanan sedikitpun. Setelah dua serangan itu, keduanya langsung terduduk lemas karena sudah kehabisan energi dan tenaga.
"Ibu, aku akan segera menyusul." gumam Kevin tersenyum tipis.
__ADS_1
"Aku juga akan menyusulmu pahlawanku!" ucap Julian tersenyum manis dengan air mata mengalir.
"Hahahaha....dua dewa penguasa sampah! aku kira kalian berdua akan melakukan perlawanan yang berarti! mati kalian!" teriak Alvin menembakkan dua bola hitam yang sangat kuat.
Woshhhhhh....
Bammmm....
Hening....
Semua pasukan iblis dan para hunter terdiam melihat ledakan dahsyat dari dua bola hitam sebesar bola pingpong itu.
"Kau sudah hilang arah ya kek?!" ucap seseorang dengan aura penguasa super dahsyat yang menyusul.
Woshhhhhh....
Semua debu yang beterbangan langsung menghilang begitu saja, memperlihatkan sosok buronan internasional yang berdiri kokoh dengan tubuh full putih. Ya, mode six path yang sudah melegenda itu kembali muncul ke permukaan dengan Bima sebagai pemakainya.
"Dasar ceroboh!" ucap Aulia menyeret tubuh Kevin dan Julian menjauh.
"Maafkan kami kakak ipar." ucap Kevin lemas.
"Diam bodoh!" ucap Aulia cuek.
"Akhirnya kau datang juga! Ashura! Dewa Penguasa Jagat Raya!" teriak Alvin yang membuat semua orang tercengan.
"Dewa Penguasa Alam Fana, karena dendam padaku kau sampai mengorbankan Kerajaan Moonlight pada kaisar Iblis demi bisa membunuhku." ucap Bima menyeringai.
"Kau tau apa sialan! kau hanya bocah kemarin sore yang tak tau apa apa!" teriak Alvin penuh amarah.
"Tapi aku yang membunuh Yama." ucap Bima langsung mengeluarkan Drago dalam wujud aslinya.
Woshhhhhhh.....
Groahhhhhhhhh......
"Penghianat menjijikkan!" teriak Drago yang menggetarkan jiwa seluruh makhluk hidup.
[Minimal Kong dulu bos! jangan langsung kartu AS!]
'Hey! aku juga kuat ya! jangan meremehkan!' teriak Kong tersinggung.
[Percaya diri sekali kau]
'Cih! dasar bob sialan!' ucap Kong kesal.
Kemunculan Naga yang sangat besar dan mengerikan itu membuat seluruh dunia ketakutan, termasuk Alvin yang sudah mengetahui asal usul Drago.
"Berani kau pada yang mulia ini!" teriak Alvin mencoba mengembalikan keberaniannya.
"Suruh semua dewa memburuku! aku tak akan pergi!" ucap Bima langsung melesat menyerang Alvin.
Groahhhhhhhhhhhh.....
Aum Drago yang membuat para pasukan iblis kocar-kacir, bahkan para hunter sampai dibuat terduduk lemas dengan hidung dan mulut terus mengeluarkan darah karena tak sanggup menahan aura Drago.
Bersambung.....
__ADS_1