
Adrian melatih Bima persis seperti ayahnya dulu melatihnya, sangat berat dan sangat keras untuk bocah seumur Bima. Waktu di sana sudah di atur sedemikian rupa supaya Bima bisa berlatih maksimal, 1 menit di bumi sama dengan 100 juta tahun di alam Surgawi.
Dari fisik, reflek, teknik berpedang, skill, sampai kemistri dengan Beast Spiritual Adrian asah sampai setajam silet. Walaupun merasa tak sanggup, Bima terus memaksa tubuhnya untuk melewati batas.
Berendam si lava, di jadikan samsak tinju Adrian, sampai di hajar oleh bawahannya sendiri merupakan metode untuk menguasai amarah dan mengasah ketahanan tubuh terhadap berbagai luka.
Setelah 1 miliar tahun lebih Bima berlatih, akhirnya Bima merasakan arti kata maksimal dari sebuah kekuatan. Kini maksimal kekuatan Bima masih 10000% namun hanya dengan 100% kekuatan Bima saja sudah bisa membunuh Leo dengan sangat mudah.
Dewa Aron datang sesaat setelah Bima selesai berlatih untuk memberikan beberapa hadiah dan cincin penyimpanan yang berisi mayat dari guild The Destroyer.
"Tuan..." panggilan Aron memberi hormat.
"Ada apa Aron?" tanya Adrian.
"Saya ada urusan dengan Kaisar baru kita." jawab Aron.
"Ada apa paman?" tanya Bima.
"Aku ada hadiah dari pusat dan cincin penyimpanan yang berisi jasad ayahmu dan anggotanya." jawab Aron.
"Mana?" tanya Bima langsung.
"Ini." jawab Aron memberikan cincin penyimpanan pada Bima.
"Jangan di buka di sini, kamu buka di luar, di sini tempat suci dan tempat terpilih. Biar keluarganya juga bisa melihat jasad mereka." ucap Adrian.
"Baik ayah." jawab Bima menurut.
"Hadiahmu dari pusat adalah di bukanya segel kekuatanmu terdahulu dan sebuah kekuatan dahsyat untuk Zoya yang sudah dia terima dengan senang hati." ucap Aron.
"Memang kekuatanku di segel ya dulu?" tanya Bima bingung.
[Iya bos, setelah kau bertarung dengan tiga Beast bodoh itu, setengah kekuatanmu di segel]
"Oooo...pantas aku ngerasa lebih lemah waktu itu!" ucap Bima baru ingat.
"Sudahlah, yang terpenting sekarang kau sudah menjadi satu-satunya Dewa terkuat sepanjang sejarah. Kau balaskan apa yang ayahmu dapatkan nanti! bunuh para Iblis laknat itu!" ucap Aron.
"Baik paman!" jawab Bima.
"Ayo kembalilah, waktunya sudah mepet." ucap Adrian.
"Aku pergi dulu ya paman!" ucap Bima membuka portal lalu masuk ke dalamnya.
Bima muncul di ruang keluarga dengan aura super dahsyat yang langsung membuat teman-temannya muntah banyak darah.
[Pendam dulu auramu bos bodoh!]
"Maaf maaf!" ucap Bima memendam auranya sambil cengengesan.
"Uhuk..uhuk...anjink! Bima anjink!" teriak Julian kesal.
"Lupa ***!" ucap Bima nyengir.
"Lama bet kau ritual Bim!" ucap Kevin.
"Ribet ritualku, banyak langkah langkah." jawab Bima.
"Sayang! sini bentar! aku mau ngomong!" panggil Zoya dari dapur.
"Tar yak, panasin dulu mobilnya." ucap Bima.
"Yaa.." jawab Doni.
Bima menghampiri Zoya di dapur, dia duduk di meja makan sebelah Zoya.
"Kamu dapat apa? kok aku tiba tiba dapat hadiah jekpot dari Aron?" tanya Zoya.
"Kamu gak di kasih tau?" tanya Bima balik.
"Aku gak percaya! aku mau denger dari mulut kamu sayang." jawab Zoya menatap Bima dalam.
"Ya itu bener yang, gak bohong dia. Aku dapet itu, terus di latih sama ayah sampai maksimal." ucap Bima yang membuat Zoya heran.
"Ayah? William?" tanya Zoya heran.
"Bukan, ayah Adrian, suami pertamamu." jawab Bima langsung membuat Zoya terpaku.
"Mau ketemu? nanti aku ajak." ucap Bima.
"Gak! aku gak mau ketemu! yang lalu biar berlalu, aku mau fokus ke rumah tangga kita!" jawab Zoya tegas.
"Ya udah kalau gitu." ucap Bima santai.
"Ayo bim!" teriak Doni.
"Ayo." ajak Bima.
Mereka pun pergi ke pantai Ancol untuk memantau keadaan di sana. Sesampainya di lokasi, mereka langsung naik ke atas sebuah hotel bintang 5 dan bersantai di sana.
__ADS_1
"Tumben pake rok yang? biasanya pake jeans." tanya Bima sambil merokok.
"Kalau berantem pake jeans kaku, ini aja aku double legging biar bisa bebas." jawab Zoya.
"Kak, anu...boleh tanya gak?" tanya Julian.
"Tanya apa? tanya aja gak papa." jawab Zoya ramah.
"Anu, tadikan aku rasain aura kakak, itu auranya mirip sama seseorang-" belum selesai Julian berbicara, Zoya sudah mengangguk paham.
"Iya, pikiran mu bener kok." ucap Zoya.
"Maaf atas kelancangannya." ucap Julian.
"Santai aja, penasaran itu wajar, lagian kita gak ada hubungan darah, cuma hubungan jiwa aja. Jadi tidak melanggar aturan." ucap Zoya.
"Bener vin!" ucap Julian.
"Ck! udah kubilang jangan kepo bodoh! maaf ya tante! Julian ini batu banget! nanti biar aku hajar!" ucap Kevin kesal.
"Jangan panggil tante dong, kita beda dimensi, panggil kakak aja, umur juga gak terpaut jauh kok." ucap Zoya.
"Untung masih baik! anjink emang Julian!" ucap Kevin memukuli Julian.
"Ampun vin!! gak lagi lagi vin!!!" teriak Julian.
"Mampus! makanya jangan kepo urusan orang satt!" ucap Riski.
"Aku salah! ampunn!" teriak Julian.
"Pukulin ampe mati vin!" ucap Doni.
"Om! kau bukan temanku om!" teriak Julian.
"Hahahaha...udah udah ah!" ucap Doni tertawa keras.
"Awas kau kepo kepo lagi!" ucap Kevin kesal.
"Iya!" jawab Julian lesu.
Duarrrrrrrr.....
Ledakan super dahsyat yang di barengi aura Iblis super pekat menyebar cepat.
"Bener bener gak kehitung njir!" ucap Kevin.
"Kalian sanggup enggak?" tanya Zoya.
"Ya udah, kau aja vin turun sendirian." ucap Bima.
"Gak gitu dong konsepnya sattt!" ucap Kevin kesal.
"Hahahahaha...ya udah tunggu sini dulu." ucap Bima tertawa keras.
Portal di tengah laut itu memuntahkan jutaan monster Iblis, Iblis, dan Beast Iblis yang sangat kuat. Semua guild yang sudah bersiap dengan penuh percaya diri pun di buat gentar.
"Mantanmu mana?" tanya Bima pada Zoya.
"Ayang! gak mau ah kalau kayak gitu!" rengek Zoya kesal.
"Ahahahaha...bercanda!" ucap Bima tertawa geli.
"Asmodeus mana? katanya jadi jendral." tanya Rizal.
"Nohh, kau lihat Titan kuda setengah manusia warna merah itu, Asmodeus di atas kepalanya." jawab Bima.
"Dia ada kekuasaan apa bim di Kekaisaran Iblis?" tanya Riski penasaran, menghiraukan peperangan yang sudah pecah.
"Salah satu dari 7 Pangeran Dosa Besar, satu saudaranya ada di bumi dan punya kuasa besar di bumi ini." jawab Bima.
"Siapa? siapa saudaranya yang ada di sini?" tanya Riski.
"Beelzebub, dia nyamar dalam wujud manusia biasa dan sekarang jadi ketua Asosiasi Hunter Internasional. Makanya dia gak berani lawan aku sebelum saudaranya ini datang." jawab Bima.
"Ohhhh, paham aku!" ucap Riski.
"Belum juga 30 menit dah lari kalang kabut aja!" ucap Julian.
"Udah, ayok, gemes aku." ucap Bima memakai topengnya, mengeluarkan pedang Yin Yang lalu melompat turun bersama Zoya.
"Ayo vin!" ajak Julian.
"Gasss!" jawab Kevin.
Mereka pun melompat turun ke bawah menyusul Bima dan Zoya.
Boomm....
Woshhhh...
__ADS_1
Ledakan dahsyat berasal dari pendaratan kasar Bima membuat ratusan monster mati hancur.
"Nyebar!" teriak Bima.
"Yaaaa!" jawab mereka tegas.
Woshhhh....
Mereka bergerak sangat cepat menyebar ke segala arah, Julian, Kevin dan Doni tak merasa takut karena Riski dan Rizal senantiasa mengcover mereka dari serangan tiba tiba.
Bima dan Zoya terus melakukan kombinasi raja dan ratu Neraka yang membuat monster dan Iblis mati dengan mudahnya.
"Aku di belakangmu! jangan takut!" ucap Bima mencium Zoya di tengah pertarungan.
Zoya tersenyum semangat lalu membuka segel kekuatannya dan menyerang para monster dan Iblis menggunakan sabit kebanggaannya.
Crashh...
Crashh...
Crashh...
Bima terus membuntuti Zoya yang bergerak kesana kemari membunuh monster Iblis dan para Iblis yang bergerak menyerang sangat brutal.
"Cuma ini?!" tanya Bima dengan nada remeh.
"Ngeremehin aku kamu!!" ucap Zoya marah.
Zoya melapisi tubuhnya dengan api hitam lalu bergerak sangat cepat membunuh setiap Iblis yang ada di depannya. Zoya terlihat sangat marah dan lepas kendali, sampai sampai Zoya menggunakan mode ratu Neraka yang merubah bentuk tubuhnya menjadi seorang Ratu bergaun merah berlapis api ungu.
[Kau bodoh sih bos! makanya jangan di pancing!]
Zoya membunuh semua Iblis dengan sangat kejam, auranya membuat Asmodeus fokus padanya dan tersenyum bahagia. Asmodeus merasa sangat bahagia karena memiliki kesempatan besar membawa mantan kekasihnya itu.
"Akhirnya aku kembali menemukanmu sayang!!!!" teriak Asmodeus.
"Brengsek!" umpat Bima marah.
'Saya siap bos!' ucap Lexsus.
Woshhhhh....
Lexsus muncul dengan aura Neraka yang sangat panas dan terasa menyakitkan di hati.
"Mundur cokkk!!!" teriak Kevin kabur.
"Mundur Don!!" teriak Julian melompat menjauh.
"Sialan! aku belum puasss!" teriak Doni kesal.
"Hylossss!!!! lawan aku bajingannnn!!!" teriak Lexsus.
"Lexsus!!!" teriak Hylos, Titan milik Asmodeus.
Boom....
Kedua Titan penguasa Neraka itu pun bentrok, aura Neraka yang sangat amat mengerikan pun beradu. Pertarungan penguasa alam bawah yang tak pernah di bayangkan oleh siapapun akhirnya pecah.
Duarrr...
Duarrr...
Duarrr....
Berkali-kali terjadi ledakan super dahsyat akibat pertarungan dua Titan penguasa itu.
"Lawanmu aku sialan!" ucap Bima berdiri di depan Asmodeus dengan mode Abyss.
"Bajingan! kau perebut kekasihku!!!" teriak Asmodeus sangat marah lalu menggunakan mode Combatnya.
"Kau! ******! kau penyebab Asmodeus tak bisa mencintaiku!" teriak seorang wanita Iblis dengan pakaian super sexy.
"Pakaianmu sudah mencerminkan kualitas dirimu! Aana! putri Yama!" ucap Zoya sinis.
"Bajingannnn!" teriak wanita Iblis bernama Aana itu.
Duarrrrrr....
Tiga pertarungan antara penguasa Neraka dan Pangeran Iblis pun pecah. Aura mencekam di barengi langit yang berubah menjadi merah darah semakin membuat suasana hari itu sangat mengerikan.
'A-apa ini...' ucap Aron yang masih berada di alam Surgawi.
'Bos memang begitu, senang menggoda, sekalinya di goda marah. Bos bodoh dia itu, biarkan saja.' ucap Kong santai.
Pletak...
'Jaga lisanmu bodoh! dia sudah jadi Kaisar semua Dewa Dewi!' ucap Dexter kesal.
'Astaga! maaf! maafkan mulutku bosss!' teriak Kong panik.
__ADS_1
'Aku tidak ikutan ya.' ucap Grock angkat tangan.
Bersambung...