
47Keesokan harinya, setelah sarapan Bima mengajak Aulia pergi ke pantai Kuta. Aulia hanya menurut saja, mereka berdua menikmati hari hari dengan penuh kebahagian.
Bima membuang jauh jauh semua overthinking yang ada di otaknya, kini Bima lebih mengedepankan logikanya daripada perkiraan perkiraan yang akan terjadi.
Tak lupa juga Bima terus memantau perkembangan teman teman dan kedua saudaranya. Dia terus memberikan evaluasi tentang semua gerakan, skill, jarak serangan, kekompakan, dan kombinasi dari pertarungan yang teman temannya lakukan.
1 bulan pun berlalu, aktivitas Bima tidak banyak, hanya bersantai di rumah, berlibur jika Aulia meminta, beberapa kali keliling kota mencari inspirasi, dan merawat Harimau putih bernama Piu serta anjing American Bully bernama Pom yang dulu dia adopsi dari sistem.
Bima juga sudah banyak mendapatkan pencerahan mengenai tugas seorang dewa dari Aulia, dia menjelaskan semuanya dengan rinci, Aulia juga menjelaskan kenapa dia bisa mengetahui ini semua pada Bima.
"Yaa, gini gini aku dulu sempet masuk pemerintahan pusat sayang, tapi gara gara nafsu pingin menguasai dunia, aku dihukum sangat berat. Aku di buang ke alam Roh dan wajahku di jadikan buruk rupa serta memiliki hawa nafsu yang sangat besar." ucap Aulia.
"Ngeri!" gumam Bima.
"Kamu ingat tante tante yang datengin kamu waktu habis selesai evolusi pertama? yang di dimensi Surgawi." tanya Aulia.
"Itu gak pernah bisa di lupakan sih." jawab Bima merinding.
"Itu aku sayang, setelah melihat kamu waktu itu, akhirnya aku memutuskan buat berubah menjadi lebih baik. Sampai akhirnya jadi kayak gini." ucap Aulia agak malu.
"Ihhh!" seru Bima kaget.
"Hihihi..maaf ya." ucap Aulia terkekeh.
"Ini boleh di seling seling kan ya? seminggu santai, seminggu latihan." tanya Bima mengalihkan pembicaraan.
"Boleh kalau kamu maunya gitu, sekali dayung dua pulau terlewati kan. Gak papa." jawab Aulia memperbolehkan.
"Ya udah, aku besok mulai latihan deh." ucap Bima.
"Harus semangat ya." ucap Aulia.
"Peluk dulu biar semangat." jawab Bima nyengir.
"Alahalah...sini sini!" ucap Aulia meregangkan tangannya.
Bima dengan segera langsung memeluk Aulia, sangat erat sembari mencium pipi Aulia beberapa kali.
Keesokan harinya, Bima masuk ke alam Surgawi untuk melakukan persiapan latihan panjangnya.
"Apa lagi?" tanya Bima menengok ke kanan kiri.
[Apa bos? sudah semuanya kan?]
"Ayahmu belum datang bos." ucap Bao.
"Ohh iya!" jawab Bima baru ingat.
__ADS_1
Woshhhh...
Adrian bersama Dewa Amral muncul di tengah-tengah altar yang biasa di gunakan untuk keluar masuk alam Surgawi oleh Aron dan Amon.
"Itu sudah datang bos." ucap Dexter.
"Kamu mau apa nak?" tanya Adrian.
"Latihan sekaligus belajar." jawab Bima.
"Teman temanmu?" tanya Adrian heran.
"Aku rehat total ayah, aku mau belajar banyak tentang jati diri, kewajiban, dan merilekskan pikiran." jawab Bima.
"Baiklah, besok datanglah lagi, ayah akan ajarkan semua yang ayah ketahui padamu." ucap Adrian.
"Ya udah, aku keluar dulu ya." ucap Bima membuka portal dan memasukinya.
Bima muncul di ruang TV yang membuat Aulia berteriak kaget karena dia sedang menonton film horor.
"Ayang!!! ishh!" teriak Aulia kesal.
"Kenapa sih?" tanya Bima ikut kaget.
"Jangan muncul tiba tiba! lagi nonton horor!" seru Aulia dengan wajah cemberut.
"Huhh!" Aulia mendengus kesal melihat kepergian Bima yang tidak merasa bersalah sama sekali.
Satu tahun pun berlalu sangat cepat, hubungan Bima dengan Aulia sudah sangat erat, memahami satu sama lain, tau isi hati satu sama lain hanya dengan mimik wajahnya saja, Aulia sudah paham betul bagaimana kebiasaan, sifat, dan mood Bima yang mudah berganti-ganti.
Bima juga paham betul sifat Aulia, dia memahaminya dalam waktu agak lama karena Aulia tipe yang menjaga privasinya, mood, suasana hati, dan cara meluluhkan Aulia dikala sedang merajuk sudah Bima ketahui.
Bima juga sudah paham akan tugasnya di alam semesta ini, agak lama dia paham semua yang Adrian dan Dewa Amral jelaskan. Tapi secara perlahan Bima memahaminya dengan bantuan sistem.
Bima juga lebih cerah, tidak seperti sebelumnya yang selalu berpikir bahwa semuanya harus dia yang handle. Pemikiran Bima sudah maju, namun tidak dengan kekuatannya.
Kekuatan Bima bukannya meningkat tapi malah merosot drastis. Energi yang sebelumnya tidak terbatas, kini tidak bisa digunakan, God Of Eyes drop, RinneSharingan drop, skill skill drop, semua drop total.
Tubuh Bima serasa di segel oleh seorang yang sangat kuat, kekuatan yang tiada tandingannya tiba tiba susah di atur dan mencoba berontak untuk mengambil alih tubuh Bima.
Adrian dan Dewa Amral sudah berusaha semaksimal mungkin demi memecahkan masalah Bima, namun mereka menemukan titik buntu paa masalah ini.
"Kamu kenapa nak? kenapa bisa jadi merosot begini?" tanya Adrian kebingungan.
"Entahlah yah, aku juga gak paham." jawab Bima juga bingung.
Woshhhhh....
__ADS_1
Tiba tiba seorang pria bertubuh gagah dengan jenggot putih panjang muncul di samping Adrian dengan aura yang sangat kuat.
"Aihhh, Smith! akhirnya kau datang juga! bisa bantu aku memecahkan masalah serius ini?" ucap Adrian.
"Aku akan membantu kak, tapi aku harus meneliti tubuh anakmu terlebih dahulu." ucap pria yang di panggil Smith itu.
"Cepat cek." ucap Adrian.
Smith pun menyentuh punggung Bima yang sedang duduk bertapa. Smith menganalisis tubuh Bima dari tipe tubuh, kondisi kesehatan, maksimal kekuatan, ruang hampa, dan yang paling penting adalah pintu gerbang sisi kegelapan yang ternyata masih terkunci rapat.
"Haihhh....tubuhmu ini tipe yang sangat sulit berkembang kalau sisi gelap mu belum di kalahkan. Egois, dendam, dan amarah mu masih di kendalikan sisi gelap mu, jadi kekuatan tubuhmu akan terus menurun kalau di paksakan." ucap Smith.
"Kau belum melakukan ritual penting ini?" tanya Drago kaget.
[Hehehehe...aku lupa]
"Dasar bob bodoh!" seru Kong kesal.
[Sorry sorry]
"Kalau begitu kau harus puasa sebulan tuan, kau harus dalam keadaan suci untuk melaksanakan ritual hidup dan mati ini." ucap Drago.
"Puasa?" tanya Bima bingung.
"Iya nak, tidak makan minum, tidak melakukan hubungan seksual, dan menahan hawa nafsu. Seperti bertapa yang sering kamu lakukan." jawab Smith.
"Baiklah kalau begitu, aku mau mengabari istriku dulu." ucap Bima.
"Kamu bisa bertapa sekaligus puasa nak, di luar alam Surgawi juga bisa." ucap Smith.
"Baiklah kalau begitu." jawab Bima.
Bima pun keluar alam Surgawi, menemui sang istri yang sedang asik menonton drakor di kamar.
"Ada apa yang?" tanya Aulia paham dari raut wajah Bima yang lesu.
"Aku mau bertapa sebulan penuh, tanpa makan dan minum. Kamu gak usah masakin aku sebulan ini, aku mau bertapa di kamar sebelah." jawab Bima rebahan di samping Aulia.
"Ya udah, lakukanlah, aku paham semua ini kamu lakukan untuk apa. Lakukanlah, aku bisa menjaga diri." ucap Aulia mengusap pipi Bima lembut.
"Terimakasih sudah mau pengertian." ucap Bima tersenyum menatap wajah cantik Aulia.
"Itu sudah tugas seorang istri sayang." jawab Aulia mencium pipi Bima penuh kasih sayang.
Bima pun beranjak pergi ke kamar sebelah, membuat Array penghalang 5 lapis sekaligus, membuat altar lalu duduk di tengah altar dengan posisi lotus.
Bima pun memulai tapanya, Aulia yang menunggu di luar hanya bisa berdo'a untuk keselamatan Bima. Para bawahan Bima juga begitu, mereka melakukan sembahyang dengan do'a bersama demi kelancaran ritual Bima.
__ADS_1
Bersambung....