King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 129


__ADS_3

Bima kembali ke kamarnya bukan untuk tidur, melainkan pergi ke kerajaan Valhalla. Bima membawa cincin berlian di sakunya sesuai permintaan sistem.


"Kamu luka luka kenapa nak? astaga.." tanya Aurora tidak jadi bahagia melihat kedatangan anak angkatnya.


"Bunda kalau lihat tadi pasti bangga! woooo! sangat membanggakan!" jawab Bima.


"Bagaimana ceritanya? bunda mau dengar!" tanya Aurora.


Bima pun menceritakan tentang dungeon level 10 yang sangat luar biasa itu sampai ke full kekuatannya. Aurora mendengarkan dengan serius, dia ikut bahagia karena luka Bima tidak sia sia, itu artinya di balik luka pasti ada sebuah kebaikan dan kebahagiaan.


"Bunda ikut bangga padamu nak! lalu sekarang kamu kemari untuk apa?" tanya Aurora.


"Melamar dia." jawab Bima menunjuk Silvia yang sedari tadi ikut menyimak cerita Bima dan ikut bahagia.


"Ha?!" seru Silvia kaget.


"Kalau tidak mau ya sudah, aku pulang saja." ucap Bima berbalik.


[Mantap bos! teknik ancaman yang bagus!]


"Bagaimana nak? mumpung dia belum pergi." tanya Aurora.


"Aku....aku....aku m-m-mau..." jawab Silvia gugup.


Bima berbalik sambil tersenyum lebar, Bima berjalan tertatih menghampiri Silvia yang terlihat sangat malu sampai wajahnya sangat merah.


Bima memasangkan cincin berlian yang tadi dia bawa ke jari manis Silvia yang lembut itu.


"Ayo kita ucap janji dulu! pak tua Fergie sudah menunggu!" ajak Smith.


Bima menggandeng Silvia ke aula kerajaan yang sudah di tunggu oleh Howard, Fergie dan keluarganya untuk menjadi saksi pernikahan Bima. Di sana juga terdapat Adrian beserta 4 istrinya sudah duduk menunggu dengan wajah cerah ceria.


"Nasib orang tampan." ucap Bima memainkan alisnya saat menengok ke arah Adrian.


"Di selingkuhi?" tanya Adrian.


"Hiks..ayang! ayah jahat!" ucap Bima mengadu.


"Cih! mengadu! gentle dong!" ucap Adrian tersenyum puas.


"Hihihi....cup cup..gak usah nangis, sini aku cium." ucap Silvia.


Bima tersenyum lebar dan menyerahkan pipinya pada Silvia, Bima pun di cium beberapa kali oleh Silvia.


"Roh mana bisa!" ucap Bima pada Adrian.


"Pffttttt...." Fergie dan Howard menahan tawa sebisa mungkin.


"Sialan!" ucap Adrian kesal.


"Kau bisa begini tidak?" tanya Bima sambil mencium pipi Silvia kanan kiri dan kening Silvia.


"Bisalah!" jawab Adrian mempraktekkan dengan mencium keempat istrinya berkali-kali.


"Curang! dasar pak tua!" ucap Bima tidak terima karena Adrian berubah menjadi wujud asli untuk mencium keempat istrinya.


"Orang tampan harus punya empat broo! satu? apa itu? punya yang setia aja susah! hahahaha..." ucap Adrian.


"Hiks..." Bima memeluk Silvia dan menangis sesenggukan di dekapan Silvia.


"Maaf ya dulu clone ku menyakiti hatimu, aku akan janji untuk setia sampai akhir hayatku. Dengan syarat kamu juga menjaga hatimu supaya tetap menjadi milikku selamanya." ucap Silvia mencium pipi Bima.


"Kek! ayo cepat nikahkan aku!" teriak Bima sudah tidak sabar lagi.

__ADS_1


[Gas terus bos! jangan kendor!]


"Baiklah kakek mulai ya." ucap Fergie sambil menggeleng pelan melihat perseteruan ayah dan anak itu.


Fergie pun menikahkan Bima dengan Silvia dengan resmi. Bima dan Silvia saling mengucapkan janji suci pernikahan, menandatangani surat pernikahan, dan resmi menjadi suami istri.


"Semoga langgeng terus selamanya, yang terpenting tetap menjaga hati satu sama lain. Jangan tergiur wajah, sifat, dan harta orang baru. Ingat, kalian sudah memiliki pasangan, jangan menuruti nafsu kalian. Nafsu akan membunuhmu jika kau turuti." ucap Fergie.


"Cepat berikan cicit!" ucap istri Fergie yang bernama Elena.


"Haha! jadi malu!" ucap Bima menyembunyikan mukanya di punggung Silvia.


"Aku mau gendong cucu! utamakan kembar!" ucap Adrian.


"Kau pikir memiliki anak bisa request!" teriak Bima kesal.


"Berdoa itu termasuk request." ucap Adrian.


Bima ingin membantah namun itu benar, jadi Bima hanya menunjuk Adrian dengan wajah kesal.


"Aku menang telak! huhuhu!" ucap Adrian menari nari.


"Awas kau pak tua!" ucap Bima kesal.


"Kau kalah aku menang ye ye! Bima kalah Adrian menang ye ye!" ucap Adrian mengejek Bima.


"Kek! lihat ayah!" adu Bima pada Fergie.


Fergie yang memang pada dasarnya benci pada Adrian dari lama, langsung melempar sepatu nya yang mengenai tepat di wajah Adrian.


"Hahahahahahahaha...." Bima dan Fergie tertawa keras melihat tepak sepatu di wajah Adrian.


"Makanya jangan pakai wujud asli!" ucap Bima tertawa puas.


"Sudah sudah, kamu kembalilah, tubuhmu butuh banyak istirahat." ucap Fergie sudah lelah tertawa.


"Ayo kita pulang!" ajak Bima.


Keduanya pun menghilang dari aula kerajaan dan muncul di kamar Bima. Bima pergi ke kamar mandi untuk berganti baju, setelah ganti baju Bima langsung rebahan di kasur yang sangat lembut dan nyaman itu.


"Hahhhhhh! nyaman sekali kasur ini!" ucap Bima.


Silvia tersenyum tipis sambil menggeleng pelan, dia masuk ke kamar mandi untuk ganti baju. Setelah berganti pakaian, Silvia pun ikut rebahan di kasur yang nyaman itu.


"Kyaaa! aku kangen banget sama bibi! aku pingin peluk bibi sampai besok!" ucap Silvia memeluk Bima tidak erat karena tau letak luka Bima.


Bima tersenyum senang dan membalas pelukan Silvia yang terasa jauh lebih nyaman dari siapapun.


"Bibi istirahat ya, aku ada di sini terus kok." ucap Silvia yang masih belum sadar kalau Bima sudah molor.


"Ih! udah ngorok! hihihi..." gumam Silvia terkekeh geli saat menyadari Bima sudah tidur duluan.


[Mission success!]


'Pesta bob! kita pesta merayakan sukses besar kita!' ucap Kong.


[Agendakan!]


'Ayo Grock!' teriak Kong penuh semangat.


Bima tertidur pulas seharian penuh, Silvia ingin membangunkan Bima untuk makan malam tapi tidak tega saat melihat kondisi Bima. Jadi dia ikut tidur sampai esok harinya.


Keesokan harinya, Bima terbangun karena merasakan nyeri yang sangat menyiksa dari perutnya. Saat dia bangun, Silvia ikut bangun karena khawatir akan keadaan luka Bima.

__ADS_1


"Nyeri lagi bi?" tanya Silvia mengucek matanya.


"Waktunya ganti perban yang." jawab Bima beranjak ke kamar mandi untuk membasuh luka lukanya dengan air hangat.


Silvia membantu Bima dengan sangat telaten, dia menyiapkan semuanya yang Bima butuhkan dari perban sampai obat obatan.


"Udah mulai menutup kok bi, paling besok udah sembuh total." ucap Silvia.


"Semoga aja." jawab Bima.


Silvia kembali menutup luka luka yang ada di tubuh Bima dengan perban. Setelah beres semua, keduanya pun kembali tidur karena hari masih gelap.


Pukul 07.00, keduanya baru bangun dari tidur panjangnya, mereka bergantian cuci muka. Setelah itu keduanya pun keluar kamar untuk sarapan bersama yang lainnya.


"Loh!" ucap Diana dan Berliana spontan saat melihat keduanya muncul bersamaan.


"Loh! aku siapa?!" ucap Bima cekikikan.


"Mau makan pake apa?" tanya Silvia mengambil piring Bima.


"Ayam! sama sayur sayur!" jawab Bima menunjuk lauknya.


"Habisin ya." ucap Silvia tersenyum manis.


"Besok latihan ya anjink!" bisik Bima pada Kevin yang kebetulan duduknya selalu di samping Bima setiap makan.


"Iya bang*at!" jawab Kevin.


"Mau ambil misi kelas apa hari ini?" tanya Bima santai sambil makan.


"Naik SSS bisa gak bim menurutmu? soalnya kemarin udah solid banget." ucap Tigers.


"Kalau udah solid naik, gitu aja, gak usah nyari apa apa! kita itu main tim cok, kekuatan tim lebih penting dari kekuatan individu." jawab Bima.


"Kalau kita? katanya harus punya kekuatan mumpuni buat naik ke tim Senior." tanya Riski.


"Bro! kau mau mati konyol? aku gak bisa perhatiin kalian setiap detik, jadi aku nuntut kalian punya kekuatan individu yang di atas rata rata." jawab Bima.


"Semangat! kalian pasti bisa nembus tim Senior." ucap Riski.


"Soal tim Ghost, itu jadi tidak paman? dan apa syarat utama untuk mendaftarkan diri." tanya Jason.


[Jangan bos! brengsek! menuh menuhin pikiran!]


"Gak jadi deh, setelah aku pikir pikir nanti malah kepikiran." jawab Bima.


"Kau mabuk ya bim? ngomong ngelindur gitu." ucap Julian.


"Pusing jul aku." jawab Bima menunjuk kepalanya yang masih di perban.


"Minum bodrex." ucap Julian.


"Kau ada? sini cok, beneran pusing aku." ucap Bima.


"Di kamar, nanti aku ambilin." jawab Julian.


Mereka sarapan dengan lahap dengan beberapa obrolan ringan.


Bersambung....



(Silvia wujud asli)

__ADS_1


__ADS_2