King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 99


__ADS_3

Setelah mereka masuk ke dalam Alam Surgawi, Bima pun membuka portal menuju Neraka untuk menemui Hades dan yang lainnya.


Woshhhh...


Bima muncul di aula Kerajaan Neraka tempat Anubis dan Hades berkuasa.


"Tuan!" ucap keduanya langsung berdiri dan memberi hormat.


"Lama tidak bertemu ya!" ucap Bima lega melihat mereka berdua yang baik baik saja.


"Kapan anda bebas tuan?" tanya Anubis.


"Sudah lama sih, cuma aku harus menyelesaikan masalah masalah di berbagai Universe." jawab Bima.


"Anda ingin mengambil alih title Kaisar Neraka tuan? akan saya berikan secara cuma cuma." ucap Anubis.


"Tidak, aku mau ambil title Dewa Neraka saja, itu untukmu saja." jawab Bima.


"Tapi selama berabad-abad belum ada yang bisa menguasainya tuan." ucap Hades.


"Kalian tunggu di sini saja, biar aku yang urus." ucap Bima berjalan ke sebuah ruangan khusus di Kerajaan itu.


Bima masuk ke dalam ruangan dan langsung berpindah ke sebuah arena yang di kelilingi lava dan api neraka. Bima juga sudah di tunggu oleh sosok pria mengerikan yang duduk di atas pedangnya.


"Lama aku menunggumu Ashura!" ucap pria itu langsung mengeluarkan aura Dewa Neraka yang sangat mengerikan.


"Uhuk...uhuk...santai dong!" ucap Bima batuk batuk karena merasa sesak.


"Hahahaha...aku sudah menunggu pertarungan ini Berabad-abad! ayo lawan aku!" ucap pria itu membuka matanya dan turun dari pedangnya.


"Baiklah...." jawab Bima mengeluarkan dua pedangnya dan bersiap untuk bertarung.


Woshhhh...


Keduanya pun melesat menyerang satu sama lain, mereka beradu teknik berpedang kuno yang membuat suara dentingan pedang keduanya menggema di dalam arena.


Tang...


Ting...


Tang..


Tang...


Bunyi pedang yang menjadi irama dalam pertarungan keduanya. Tidak puas hanya dengan adu teknik berpedang, mereka pun mengerahkan serangan energi yang sangat kuat dan mematikan.


Boomm..


Boomm..


Boomm..


Pertarungan kali ini menjadi lebih seru dari sebelumnya karena adrenalin mereka sudah mulai terpancing satu sama lain.


Pria itu mengerahkan seluruh kemampuannya untuk mengalahkan Bima dan mengambil raga Bima untuk bisa kembali hidup bebas menguasai dunia.


Sampai akhirnya dia mendapatkan momentumnya, pria itu membuat tombak energi yang sangat kuat lalu melesat menyerang Bima yang sepertinya sudah mulai kelelahan.


Woshhhh...


"Mati kau!!!" teriak pria itu melempar tombak energinya yang langsung mengenai perut Bima secara telak.


Booommmm....


Bima terdiam sesaat lalu memuntahkan darah segar dari mulutnya. Bima menengok ke arah perutnya yang ternyata sudah bolong dan mengeluarkan banyak sekali darah.


"Hahaha...sampah! ternyata rumor kekuatanmu itu hanya kebohongan semata!" ucap pria itu tertawa penuh kemenangan.


"Hahahaha...payah sekali!" ucap seseorang yang langsung menyadarkan pria itu dari sebuah ilusi.


"Padahal dia sendiri yang terkena serangannya! hahaha..." ucap Bima tertawa keras.


Pria itu langsung menengok ke arah perutnya dan dibuat kaget setengah mati. Pria itu melihat dengan jelas kalau perutnya bolong dan mulutnya mengeluarkan banyak darah menandakan kalau dia menyerang diri sendiri dari tadi.


"Aku ambil ya title mu, hahaha...sialan! lucu sekali!" ucap Bima masih tertawa geli.


"B-bagaimana b-bisa..." ucap pria itu kebingungan.


"Pikirlah sendiri!" ucap Bima langsung menebas kepala pria itu.


Sesaat kemudian, Bima merasakan kalau dirinya akan menjalani evolusi.


Woshhhh...


Bima langsung duduk bersila untuk menjalani evolusinya, Bima menyerap semua energi dari title Dewa Neraka. Tubuhnya terasa sangat panas serta merasa seperti di kuliti hidup hidup.

__ADS_1


Bima juga merasa kalau kepalanya seperti di tancapkan dua benda tumpul yang terasa sangat menyakitkan. Bima merasakan rasa sakit itu selama bertahun-tahun lamanya, terasa sangat lama bagi Bima.


Anubis dan Hades pun di buat sangat khawatir dengan keadaan Bima di dalam. Apalagi Bima tidak kunjung keluar selama lebih dari 5 tahun lamanya.


Anubis berusaha menghubungi Sistem ataupun Kong, tapi dia tidak juga mendapatkan jawaban. Sampai akhirnya Kerajaan tiba tiba bergetar hebat, api neraka berkobar lebih besar dari biasanya, petir hitam terus menyambar tanpa henti.


Duarrrr...


Tiba tiba ruangan yang Bima masuki meledak dan menunjukkan sosok pria bertanduk besar, memiliki empat tangan memegang sepasang pedang kegelapan, Trisula Dewa Neraka, dan Sabit Neraka, berpakaian layaknya seorang raja, dan terdapat mahkota berlian kecil di sela sela tanduknya.


"Y-yang Mulia!" ucap Anubis merinding ketakutan.


Hades yang ngefreez sejenak langsung ikut memberi hormat pada Bima.


[Ngeriii!]


Bima tersenyum puas lalu kembali ke wujud aslinya sebagai Ashura.


"Arghhh! lega!" teriak Bima tersenyum puas.


"Mengerikan sekali!" gumam Hades.


"Bagaimana? keren kan?" tanya Bima bangga.


"Mengerikan tuan!" jawab Anubis masih terbayang bayang wajah mengerikan Bima saat dalam wujud Dewa Neraka.


"Sudahlah, aku mau istirahat, kalian jaga Neraka ya, kalau aku butuh nanti aku panggil." ucap Bima.


"Siap tuan!" jawab keduanya.


Setelah itu Bima pun menghilang masuk ke Alam Surgawi, Bima langsung masuk ke dalam rumah menghiraukan para bawahannya yang terlihat ketakutan dengannya.


Bima pergi mandi lalu setelah mandi langsung tidur karena tubuhnya kelelahan. Keesokan harinya, setelah mandi Bima langsung memasak mie instan untuk sarapan.


"Wih wih wih! sudah dapat title baru nih!" ucap Smith.


"Hahaha...iya paman, tinggal menunggu Typhoon saja dan hidup bisa tenang." jawab Bima.


"Kapan kamu menikah? ini sudah telat 5 tahun lho." tanya Smith.


"Ahh! sudahlah paman, aku mau menemui ibu dulu di Kerajaan Valhalla." jawab Bima.


"Baiklah, jangan lupa jenguk ayahmu juga ya." ucap Smith.


"Iya paman." jawab Bima lalu lanjut makan.


"Ngobrolin apa nih?!" tanya Bima dengan wajah ceria.


"A-anu...bicarakan soal kekuatan! ya! soal kekuatan!" jawab Kong gagap.


"Kau sakit Kong?" tanya Bima mendekati Kong.


"T-tidak kok bos." jawab Kong perlahan mundur.


"Masa? coba aku cek." ucap Bima melompat mendekati Kong.


"Aaaaa! jangan bunuh aku!" teriak Kong berlari ketakutan.


"Hey! bodoh! aku hanya ingin mengecek kesehatanmu!" teriak Bima.


"Kau terlalu menakutkan baginya." ucap Dexter.


"Payah sekali dia." ucap Bima kesal.


"Mau di apakan bos? aku siap jadi algojo!" ucap Zhong.


"Bawa dia kesini." jawab Bima.


Zhong langsung melesat mengejar Kong yang berlari kalang kabut tidak tau arah. Tak berselang lama, Zhong datang dengan menyeret Kong ke depan Bima.


"Ampun! aku...aku belum siap mati!" teriak Kong bergetar ketakutan.


Buaghhh..


"Sadar bodoh! dia tuanmu!" ucap Dexter memukul kepala Kong dengan keras.


"Hehehe..." Kong nyengir dan bersembunyi di belakang Bao.


"Kau kenapa bodoh? kenapa takut padaku?" tanya Bima.


"Anu...hehehe...kau..kau mengingat kan aku pada seseorang." jawab Kong cengengesan.


"Siapa? pemilik title sebelumnya?" tanya Bima.


Kong tidak menjawab namun hanya menganggukkan kepala dengan cepat.

__ADS_1


"Aku bukan orang yang seperti itu bodoh! kau sudah bertahun-tahun bersama ku tapi kenapa masih tidak tau sifatku!" ucap Bima kesal.


"Hehehe...maaf bos." jawab Kong.


"Sudahlah, aku mau menemui ibuku dulu." ucap Bima lalu pergi menghilang begitu saja.


Bima muncul di depan Kerajaan Valhalla dengan mengenakan topeng Hannya dan jubah hitam polos. Bima menunjukkan kartu anggota Kerajaan pada penjaga gerbang lalu masuk ke dalam area Kerajaan dengan santainya.


Bima menyulut rokok sembari berjalan menuju aula utama Kerajaan Valhalla.


[Anu...bos, maaf ya sebelumnya, tapi auramu sudah tidak bisa aku segel lagi hehehe...jadi tolong jangan asal menggunakan auramu]


'Baiklah, aku paham.' jawab Bima.


Saat memasuki aula utama, Bima dikagetkan dengan aura teman temannya dan aura milik Aron serta Amon yang langsung mencoba menekannya.


"Apa ini hey?!" teriak Bima kesal.


"Kau siapa?!" teriak Aron dengan tangan sudah mencengkram erat senjatanya.


"Aku Bima paman!" jawab Bima melepas topengnya.


"Sialan! hilangkan dulu auramu!" teriak Aron sangat kesal.


"Tidak bisa! kalau bisa aku sudah menghilangkannya dari tadi!" jawab Bima ketus.


"Pakai itu!" teriak Amon melempar 5 cincin tengkorak pada Bima.


Bima dengan senang hati langsung memakai kelima cincin tersebut dan seketika auranya hilang bak di telan bumi.


"Uihhh! ajaib!" ucap Bima kagum.


Bima nyengir lalu berjalan mendekati Aurora yang terlihat sangat bahagia. Bima memeluk erat Aurora menumpahkan kerinduannya terhadap sang bunda.


"Kamu tambah ganteng nak!" ucap Aurora tersenyum senang.


"Iyalah! aku!" jawab Bima bangga.


"Hilihh!" seru Aron kesal.


"Hahaha....bunda sudah sehat kan?" tanya Bima.


"Sudah nak, berkat potion yang di berikan adikmu secara rutin." jawab Aurora.


"Syukurlah kalau begitu." ucap Bima lega.


Bima melepaskan pelukan nya dan menjabat tangan Julian yang masih bengong.


"Kau sudah tambah kuat ya sekarang, hebat! aku bangga padamu." ucap Bima bangga.


"T-terimakasih.." jawab Julian salah tingkah.


"Mana anakmu?" tanya Bima.


"Itu." jawab Julian menunjuk seorang gadis cantik di samping Indah.


"Sudah besar ya! sayang sekali aku tidak bisa lihat pertumbuhan mu." ucap Bima tersenyum.


Kelly hanya tersenyum manis mendengar ucapan Bima. Bima mengalihkan pandangannya pada Riski yang terlihat terus menitihkan air matanya.


"Kau kenapa bodoh?" tanya Bima.


"Kau tega sekali ya! dulu sebelum pergi kenapa tidak temui aku dulu!" jawab Riski.


"Apa pentingnya anjink!" ucap Bima kesal.


"Padahal aku sudah menantikan kebebasanmu!" ucap Riski.


"Kau sudah lihat aku sekarang, terus kenapa masih menangis bodoh!" ucap Bima.


"Maaf paman, ayah memang cengeng belakangan ini." ucap Jason anak Riski.


"Sialan! dasar anak kurang ajar!" ucap Riski menjitak Jason dengan kesal.


"Kau Jason ya? anak si bodoh ini?" tanya Bima.


"Betul paman." jawab Jason.


"Aihhh! badanmu berkebalikan dengan ayahmu ya, lebih besar dan berotot." ucap Bima.


"Aku sering olahraga paman, kalau ayahkan pemalas." ucap Jason.


"Hey!" seru Riski tersinggung.


"Sudah sudah, ayo makan, sudah masuk jam makan siang." ucap Aurora.

__ADS_1


Mereka pun bersama-sama pergi ke ruang makan.


Bersambung....


__ADS_2