King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 125


__ADS_3

"Tunjukkan taring kalian sialan!" teriak Bima terus menyerang Tiamat dengan sangat brutal.


"Tidak semudah itu bajingannnn!" teriak Tiamat mengarahkan pukulan ke dada Susano'o yang membuat Bima melompat mundur untuk menghindar.


Bima menatap Tiamat yang sudah bonyok dan tersenyum sambil terengah-engah. Namun senyuman Bima langsung pudar ketika melihat Tiamat dalam satu menit mampu meregenerasi seluruh lukanya dan bertambah besar 2x lipat dari Susano'o Bima.


"Brengsek! paru paru surya bikin repot!" gumam Bima kesal.


[Hahahaha....makanya olahraga bos!]


"Mulai besok aku mau rutin latihanlah! biar gak gampang capek gini!" gumam Bima.


Bima meminum potion pemulihan lalu membuka segel kekuatan sebanyak 1000% yang langsung membuat tanah kembali bergetar dan suasana semakin mencekam.


"Hahahaha....kau hanyalah dewa sampah Ashura! kau tidak berkutik di hadapanku! ternyata cerita cerita yang sudah menyebar hanyalah omong kosong belaka!" teriak Tiamat.


"Kau mau lihat bagaimana kejamnya aku? hah?!" teriak Bima.


"Kau sampah! kau aib alam semesta sialan! ibumu pelacur!" teriak Tiamat menyeringai.


Booommmmm.....


Woshhhhhh.....


Ashura Susano'o yang melambangkan sebuah kewibawaan dan keagungan Bima tiba tiba berubah menjadi sebuah Susano'o yang sangat mengerikan.


Susano'o berwarna merah, memiliki tanduk seperti domba, bersayap kelelawar, memiliki 6 tangan dengan memegang bunga lotus hitam, sepasang pedang Dewa Neraka, Rantai Neraka, Cakram Api Neraka, dan Tombak Dewa Neraka. Ukurannya sangat besar, menyamai wujud asli Drago yang luar biasa besar dan kuat.


"Kau bisa menghinaku, tapi kalau kau berani menghina orang tuaku, terutama ibu, maka mati adalah jalan terbaikmu!" ucap Bima dengan God Of Eyes yang sudah aktif.


Woshhhh....


Booommmm....


Duarrrrrr.....


Bima melesat dengan kecepatan Cahaya dan melayangkan tendangan super keras di dada Tiamat hingga membuatnya terpental jauh dan terluka sangat parah.


Tidak berhenti di sana, Bima melesat ke tempat Tiamat tergeletak lalu menyerangnya dengan sangat brutal. Henry dan Albert benar-benar tidak menyangka bisa melihat wujud Susano'o Iblis yang menjadi mitos di kalangan Dewa Dewi kasta atas.


"Mundur!" ucap Henry menghiraukan sisa monster di sana.


"Cepat!" teriak Albert saat melihat wajah bingung Riski.


Mereka berlima langsung mundur dan bergabung dengan Tim Junior yang tidak paham apa yang terjadi di sana.


"Rules pertama saat berhadapan dengannya adalah jangan memancing emosinya." ucap Doni tersenyum tipis.


"Airnya abis?" tanya Riski yang sangat sangat kehausan.


"Ini paman." jawab Ria memberikan sekotak penuh air mineral dingin.


"Arghhhhh! segar!" ucap Riski sambil menatap ke arah Bima yang sedang menghabisi Tiamat dengan brutal.


Groahhhhhhhh.....


Auman Tiamat yang sangat keras membuat semua orang menengok dan di buat melongo dan ketakutan secara bersamaan.


Ya, mereka semua melihat dengan kedua mata kepala mereka saat Bima merobek tubuh Tiamat hidup-hidup menjadi dua tanpa bantuan senjata.


Tidak hanya merobek tubuh Tiamat, Bima menginjak injak kepala Tiamat sampai hancur dan meludahinya.

__ADS_1


"Kutunggu kedatangan raja raja monster lainnya!" gumam Bima penuh kemarahan.


Bima menarik kembali susano'o nya lalu berjalan ketempat teman-temannya berada. Bima masih belum sadar kalau lengan kirinya robek dan terus mengeluarkan darah segar.


Bima duduk dengan nafas terengah-engah tatapan yang masih menunjukkan kemarahan dan aura yang sangat mengerikan.


"Minum." ucap Albert melemparkan sebotol air mineral.


Bima meminum air mineral tersebut supaya kepalanya dingin dan amarahnya mereda.


[Woooo! jekpot bos! kita dapat Iblis Susano'o! Susano'o yang menjadi mitos di kalangan Dewa Dewi kasta atas!]


'Woooo! kita harus pesta malam ini!' teriak Kong sangat bahagia.


[Bos! perban dulu lengan kirimu! nanti kau bisa mati kehabisan darah! itu sangat konyol dan memalukan!]


Bima tidak terlalu menanggapi mereka, Bima hanya membersihkan lukanya lalu membalut dengan perban. Setelah itu Bima lanjut beristirahat.


Bima melihat jam di ponselnya yang sudah menunjukkan pukul 14.00. Bima berdiri dan pergi menuju parkiran.


"Ayo balik." ajak Albert.


"Pace! kau yang menyetir ya! lenganku keram semua!" ucap Riski.


"Siap kaka." jawab Arie mengangguk setuju.


"Santai saja, gak usah buru buru." ucap Julian.


"Saya trauma ngebut kaka! sial! dulu hampir mati!" ucap Arie.


"Hahaha...kok masih hidup?" tanya Riski tertawa geli.


"Saya bilang hampir! puki!" ucap Arie kesal.


"Jemput Adel dulu." ucap Bima menghela nafas berat.


"Baiklah." jawab Albert menuruti permintaan sang kakak.


Albert pun melajukan mobil menuju tempat PAUD Adel, dengan kecepatan sedang supaya lebih aman. Sesampainya di lokasi, ternyata tempat tersebut sudah kosong dan gerbang sudah terkunci rapat.


"Haihhhh...lanjut balik aja." ucap Bima kecewa.


"Oke." jawab Albert kembali melajukan mobilnya menuju basecamp.


Sesampainya di basecamp, mereka langsung di sambut oleh Diana dan Berliana yang menunjukkan wajah bahagia.


"Syukur lah kalian selamat! mamah ada berita bahagia! Indah melahirkan tadi siang pukul 12.00 di kamar! tadi mamah panggil bidan, soalnya takut telat sampai di rumah sakit!" ucap Berliana dengan sangat semangat.


"Syukurlah mah, nambah satu keluarga." ucap Bima ikut senang.


"Itu lengan kamu luka lagi?" tanya Diana.


"Iya, tadi kebawa emosi hehehe...gak dalem kok bunda. Ya udah Bima mau lanjut latihan." ucap Bima berlalu pergi setelah mencium tangan kedua ibunya.


"Istirahat dulu sayang!" teriak Berliana.


"Nanti!" jawab Bima.


"Batu banget anak itu!" ucap Berliana kesal.


"Udah udah, ayo masuk! bersih bersih terus makan siang!" ucap Diana.

__ADS_1


"Iya bunda." jawab Albert dan Henry bersamaan.


Mereka pun menutup pintu dan bergegas masuk ke kamar Indah untuk memantau kondisi Indah yang terus di dampingi oleh bidan dan asistennya.


Sedangkan Bima pergi ke ruang olahraga untuk memulai latihannya.


"Aku pesan dungeon kelas Dewa Murni bob." ucap Bima sembari lari di treadmill.


[Baiklah! oh ya, sekarang ada levelnya bos, level 1-10! ini khusus dungeon dari ku ya!]


"Aku ambil level 7 dulu." jawab Bima.


[Okey! kabari aku kalau kau sudah siap!]


Bima lanjut berolahraga sebagai pemanasan, Bima juga melakukan pemanasan teknik berpedang dan bertapa untuk memperlancar jalur energinya.


Bima berolahraga dengan keras menghiraukan luka di lengannya yang masih terus mengeluarkan darah segar.


"Masukkan aku bob!" ucap Bima.


Woshhhh....


Bima pun menghilang dari ruang olahraga sesaat sebelum Jennifer dan Adel masuk.


"Ayahh!" teriak Adel membawakan kue bolu sebagai hadiah.


Hening...


Adel membuka matanya dan tidak melihat keberadaan Bima di sana.


"Ayah di mana bu? kata nenek sedang berlatih." tanya Adel dengan air mata yang mulai keluar.


"Kita tanya ke nenek Diana saja ya, ibu juga tidak tau." jawab Jennifer.


"Huaaaa! nenek!" teriak Adel menangis sejadi-jadinya.


"Dia kenapa sih! selalu saja begini!" gumam Jennifer kesal dengan sikap Bima.


Adel mendobrak pintu kamar Indah dengan kondisi menangis histeris lalu memeluk Diana dengan sangat erat.


"Kenapa sayang? kamu di marahi ayahmu?" tanya Diana kaget.


"Ayah! ayah di mana nek! di sana tidak ada siapa siapa nek! ayah hilang nek! ayah pergi meninggalkan Adel nek!" teriak Adel menangis histeris.


"Dia latihan, tidak usah lebay." ucap Albert saat lewat di depan kamar Indah.


"Dia masih kecil bodoh! dasar adik bodoh!" ucap Henry menjitak Albert dengan kesal.


"Masih kecil cengeng! ayahmu pernah mengalami hal yang buruk di usiamu saat ini, dia tidak menangis seperti ini." ucap Albert datar.


"Dia perempuan!" ucap Henry kesal.


"Payah!" ucap Albert berlalu pergi.


"Maaf ya, adikku itu memang terlalu terus terang." ucap Henry pada Jennifer lalu pergi.


"Ayahmu pasti pulang sayang, tunggu saja ya." ucap Diana.


"Sampai kapan nek?! Adel ingin memberi kue bolu kesukaan ayah! nanti kuenya basi nek!" ucap Adel.


"Tunggu saja, Adel sekarang mandi, terus makan dulu. Pasti ayahmu pulang dengan cepat." ucap Diana.

__ADS_1


"Baik nek..." jawab Adel pergi ke kamarnya dengan lesu.


Bersambung.....


__ADS_2