King Of Universe

King Of Universe
Bab 44


__ADS_3

"Anu..bunda boleh tanya?" tanya Aurora canggung.


"Tanya aja bun, gak ada yang larang." jawab Bima santai.


"Itu siapa nak?" tanya Aurora.


"Ayo perkenalkan diri." ucap Bima pada Aulia.


"Saya Aulia Batrisha Cassiopeia, panggil saja Aulia, istri sah dari Bima." ucap Aulia memperkenalkan diri.


Uhuk..uhuk...


Hoekkkkk...


"Kau kenapa ris! anjink! bikin gak enak makan blok!" ucap Rizal kesal.


"Keselek duri ikan anjink! minum minum!" jawab Riski memegangi lehernya.


"Nih minum! ati ati bodoh!" ucap Rizal menyodorkan segelas air minum pada Riski.


"******!" ucap Riski kesal.


"Maaf, bisa di ulangi? bunda kurang memperhatikan." ucap Diana.


"Saya Aulia Batrisha Cassiopeia, istri sah dari Bima, panggil saja Aulia tante." jawab Aulia.


"Kapan kalian menikah?" tanya Zoya mengerutkan kening.


"Bulan ke 3 saat Bima melakukan latihan kemarin." jawab Aulia.


"Sebagai istri kenapa kamu tidak mendampingi Bima waktu kritis?" tanya Zoya seperti tidak rela Bima menikah lagi.


"Saya tinggal di alam Surgawi yang otomatis tidak bisa keluar kalau si pemilik alam sedang tidak sadarkan diri. Sebenarnya ingin sekali keluar dan mendampingi Bima, tapi apalah dayaku." jawab Aulia tersenyum manis.


"Setauku cara kerja alam Surgawi tidak begitu." ucap Zoya sinis.


"Alam milik Bima berbeda dengan alam orang lain, yang ini lebih spesial dan sangat sulit di bobol kecuali oleh Drago kemarin." jawab Aulia.


'Di luar perkiraan ku bos! nona ini sangat cerdas!' ucap Dexter.


'Hey, kalian membicarakan siapa?' tanya Drago yang baru bangun dari tidur panjangnya.


'Lihat! bos menikahi Ratu Roh Sihir!' jawab Kong.


'Hahahaha....kau yang terbaik tuan! aku bangga padamu!' ucap Drago.


'Hey hey hey! perkecil tubuhmu!' ucap Ben kesal.


'Iya iya! sopan dikit dengan kakakmu!' ucap Drago ketus.


'Iya!' jawab Ben ketus.


"Kakak ipar tau isi alam Surgawi?" tanya Albert sangat penasaran.


"Tau." jawab Aulia tersenyum.


"Hoopppp! lanjut makan!" ucap Bima menutup mulut Aulia.


"Aku penasaran kak! ayolah!" ucap Albert.


"Bukan ranahmu, mau mati hancur kau?" tanya Bima.


"Memangnya kenapa?" tanya Albert balik.


"Alam ku berbeda bodoh! sangat di rahasiakan, suci, dan tidak sembarangan orang bisa masuk. Kong dulu hampir mati karena memaksa keluar tanpa seizinku." jawab Bima.


"Berbahaya sekali." ucap Albert tak jadi penasaran.

__ADS_1


"Sudah lanjutkan makanmu." ucap Bima.


"Jangan asal ceplas-ceplos, di sini berbeda dengan tempat kita!" bisik Bima pada Aulia.


"Ah! maafkan aku!" ucap Aulia menutup mulutnya.


"Den, habis makan aku mau bicara empat mata." ucap Bima dingin.


"T-tapi aku ada meeting di kantor." jawab Deni gagap.


"Perusahanmu bisa kerjasa dengan perusahaan ku, tak usah di urus! aku butuh kau siang ini!" ucap Bima menatap tajam Deni.


"Mau yang mana? Corporation Group? B Group? atau TB Group? tinggal pilih." ucap Tigers.


"Masalah uang dan perusahaan aku berceceran, ini tentang rumah tanggamu!" ucap Bima.


"B-baiklah." jawab Deni menurut.


"Jangan keras keras sayang." ucap Aulia.


"Sstttt! ini urusan kami!" ucap Bima ketus.


"I-iya maaf." jawab Aulia langsung terdiam.


Selesai makan siang, Bima mengajak Deni ke teras depan untuk berbicara empat mata secara serius.


"Aku tau semua rahasiamu den, aku sangat kecewa." ucap Bima.


"Maaf..." ucap Deni.


"Ini bukan soal maaf den, apa kau tidak berpikir kalau di rumah ada istri dan anak yang menunggu? kau bukan hunter seperti aku dan teman-teman, seharusnya kau punya banyak waktu luang bersama keluarga." ucap Bima.


"Apa sih untungnya selingkuh? kau tidak puas dengan Zoya?" tanya Bima.


Deni hanya bisa diam membisu karena bingung harus menjawab apa.


"A-aku merasa kalah di ranjang saat bermain dengan Zoya!" jawab Deni keceplosan.


"Terus kau pergi ke wanita lain yang kau rasa bisa puas denganmu?" tanya Bima.


"I-iya." jawab Deni malu.


"Ck! bodoh! ini kau pakai ini! teteskan tiga tetes sebelum tidur! kalau sudah kembalikan padaku! kalau sudah merasakan khasiatnya jangan berani berani kau selingkuh lagi!" ucap Bima memberikan sebotol minyak lintah pada Deni.


[Wooo! minyakku laku keras!]


"Maaf, aku sudah mengecewakan mu." ucap Deni merasa bersalah.


"Setelah ini, aku mau kau meluangkan waktumu untuk mengajak David jalan jalan, kemanapun itu. Itung itung refresing buatmu yang sudah pusing masalah pekerjaan. Jangan terlalu fokus ke pekerjaan, David butuh sosok ayah dalam pertumbuhannya." ucap Bima.


"Aku akan mencoba berubah." ucap Deni.


"Aku mengandalkan mu." ucap Bima lalu beranjak pergi.


Bima pergi ke ruang TV bergabung dengan teman-temannya yang asik menonton film.


"Masalah apa?" tanya Kevin penasaran.


"Sepele kok." jawab Bima santai.


"Sayang, aku mau ngomong, aku tunggu di kamar." ucap Aulia dari tangga.


"Bentar." jawab Bima.


"Cepetan ya." ucap Aulia pergi menaiki tangga.


"Jangan heboh heboh bim." ucap Riski nyengir.

__ADS_1


"Anjink kau ris." ucap Bima terkekeh.


"Hahahahaha..." Riski tertawa keras karena Bima paham apa yang dia maksud.


Bima pun pergi ke kamarnya menemui Aulia yang katanya mau bicara.


"Kenapa?" tanya Bima merebahkan tubuhnya di atas ranjang memandangi Aulia yang sedang berkaca.


"Wanita tadi siapa?" tanya Aulia ketus.


"Yang mana?" tanya Bima balik.


"Ihhh! yang tadi tanya tanyain aku!" jawab Aulia kesal.


"Ohh, namanya Zoya, mantan aku." ucap Bima.


"Mantan kamu?!" tanya Aulia berbalik dan menatap Bima tajam.


"Iya." jawab Bima santai.


"Pantes dia kayak benci aku! sebel!" ucap Aulia ketus.


"Biarinlah, ngapain di tanggepin." ucap Bima cuek.


"Kamu masih sayang ya sama dia?" tanya Aulia ikut rebahan dan memeluk Bima lembut.


"Dulu sih iya, tapi sekarang udah enggak." jawab Bima santai.


"Kamu sayang gak sama aku?" tanya Aulia.


"Dah aku mau tidur, ngantuk." ucap Bima menutupi tubuhnya menggunakan selimut.


"Ayang! ish! gak peka!" ucap Aulia kesal.


"Mau apa sih? langsung to the point aja, males aku kalau pake kode kode." ucap Bima malas.


Aulia tanpa berbicara langsung menaiki tubuh Bima, dia membuka bajunya tanpa banyak bicara.


"Aku mau main." ucap Aulia langsung melahap bibir Bima dengan beringas.


Sambil bercumbu, Aulia melepas rok dan celananya. Setelah puas bercumbu, keduanya pun melakukan hubungan suami istri dengan sangat panas, Bima merasakan seakan-akan tidak mau berhenti karena melihat tubuh super sexy Aulia yang tadi tertutup pakaian anggun.


"Di balik pakaian anggun mu ternyata kamu menyimpan harta seindah ini." ucap Bima tersenyum puas sambil terus menggenjot Aulia dalam posisi menungging.


"Kamu perkasa juga ya, sudah 30 menit belum keluar juga!" ucap Aulia tersenyum puas dengan bibir bawah di gigit.


"Mau berapa ronde pun akan aku layani." ucap Bima semakin cepat menggoyang Aulia.


"Aku mau keluar sayang! cepetin lagi...." ucap Aulia dengan mata sayu.


Beberapa detik kemudian tubuh Aulia bergetar hebat dan mulut Aulia yang mangap merasakan kenikmatan yang telah lama tidak dia rasakan.


Keduanya terus melakukannya sampai lemas satu sama lain, keduanya saling memuaskan sehingga tidak ada yang tersiksa di sini.


"Hebat banget suami aku ini." ucap Aulia menindih Bima dengan ***** yang masih bersarang di sangkarnya.


"Kurang?" tanya Bima.


"Udah cukup sayang, besok lagi, linu." jawab Aulia lembut.


"Cium." pinta Bima manja.


"Ututututu...sini sini atu cium." ucap Aulia gemas dan mencium kedua pipi Bima berkali-kali.


Bima tersenyum lebar dan menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka. Keduanya pun akhirnya tertidur pulas dan kepuasan yang sudah tercapai.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2