
Keesokan harinya, setelah sarapan bersama mereka bertiga pun berangkat ke Asosiasi Hunter dengan memakai jubah hitam polos dan topeng Hannya khasnya.
Sesampainya di Asosiasi Hunter, Bima mengajak mereka untuk pergi menemui petugas yang kemarin Bima kirimi dokumen pembuatan guild, namanya Anya.
"Guild baru ya? bawa FC data diri asli berikut asal akademi?" tanya Anya.
Bima memberikan tiga map yang berisi FC data diri mereka pada Anya. Anya pun mengeceknya dengan teliti, sesaat kemudian dia dibuat melotot melihat data diri tiga orang di depannya.
"B-bukannya kalian sudah ada kontrak khusus dengan pak Andi? dan kontrak itu berlangsung selama 50 tahun kedepan?" tanya Anya.
"Kami keluar, kami mau buat guild baru." jawab Riski.
"O-ohh baiklah, aku akan urus secepatnya, kalau ada tambahan orang tolong segera datang temui aku di sini." ucap Anya.
"Ini nama guild dan logo yang akan kami gunakan." ucap Bima memberikan satu kertas bergambar sosok iblis yang memegang sebilah pisau dengan memakai topi kepala Rubah dan terdapat naga kecil diatas kepala rubah.
"The Devil's Crew?" tanya Anya menengok ke arah Bima namun Bima dan kedua sahabatnya sudah menghilang dari tempatnya.
"Mengerikan sekali!* gumam Anya merinding.
Bima, Julian dan Kevin muncul di aula pengambilan misi, mereka berniat untuk sekalian tes kekuatan supaya tau apa kekurangan mereka.
"Permisi, namaku Arie Raja, bolehkan saya bergabung untuk ambil misi?" tanya seorang pria bertubuh standar, berkulit gelap, berambut kribo dan logat orang timurnya sangat medok.
"Bim, terima aja cok, keliatannya menjanjikan." bisik Julian.
"Yakin? kita mau ambil misi kelas Iblis lo." ucap Bima.
"Tidak apa apa, saya siap kok, soalnya saya juga belum punya teman di sini." jawab Arie.
"Ya udah kalau gitu." ucap Bima menerima nya dan mengambil kertas misi yang sudah mereka incar dari tadi.
Bima membawanya ke resepsionis, setelah semua perizinan selesai, mereka pun berangkat ke lokasi portal yang ada di sebuah tempat bekas pabrik.
"Ingat, jangan pisah, tetap di belakangku." ucap Bima serius.
"Aku job Archer cok! mana bisa tarung jarak dekat!" ucap Riski protes.
"Makanya itu! aku mau latih kau supaya bisa gelud jarak dekat juga! pokoknya semua anggota harus ada kemampuan dasar untuk tarung jarak dekat." ucap Bima.
"Kalau itu aku setuju!" jawab Riski.
"Kau bawa potion kan?" tanya Julian pada Arie.
"Lengkap." jawab Arie mengacungkan jempolnya.
Karena persiapan sudah selesai, mereka pun masuk ke dalam portal bersama sama. Keempatnya muncul di dalam sebuah hutan lebat yang sangat mencekam.
Langit di hutan itu juga terlihat berwarna merah darah, aura dari berbagai monster iblis terus menekan mereka, namun dengan adanya Bima, semua aura itu tidak bisa menyentuh Julian, Riski dan Arie sama sekali.
"Hey, kau job apa?" tanya Riski.
"Saya? saya Mage Archer." jawab Arie.
"Bagus dong." ucap Riski kagum.
__ADS_1
"Wah, kalau di kampung saya, hunter dengan double job itu di anggap tidak berguna." ucap Arie.
"Jangan pakai kata saya, aku kau saja biar lebih akrab." ucap Julian.
"Hehe..masih canggung bang." ucap Arie menggaruk tengkuknya.
"Masa di sana hunter dengan double job di anggap tidak berguna? padahal dengan dua job, otomatis energinya akan menjadi 2x lipat juga. Itu akan sangat menguntungkan saat pertarungan jangka panjang." ucap Bima.
"Memang itu kenyataannya." jawab Arie.
"Kau umur berapa?" tanya Riski.
"27 tahun." jawab Arie.
"Masa?! mukamu boros sekali, seperti umur 38 tahun." ucap Riski tidak percaya.
"Sungguh! ini lihat KTP ku!" jawab Arie memberikan KTP nya.
Riski dan Julian langsung melihatnya dengan teliti, benar adanya kalau Arie ini berusia 27 tahun.
"Kau makan apa sih? kok bisa setua ini." tanya Riski mengembalikan KTP Arie.
"Tidak tau, sepertinya sudah bawaan lahir." jawab Arie.
"Masuk akal juga." ucap Riski mengangguk paham.
Setelah berjalan menyusuri jalan setapak selama 3 jam dengan berbagai topik obrolan, akhirnya mereka sampai di sebuah padang rumput yang di apit oleh dua pegunungan.
Di sana terdapat ratusan monster kelas Kaisar Iblis dengan bos mereka di kelas Abyss.
"Jangan gentar ya, tetap di belakangku, pakai pedang atau apapun itu asal jangan yang jarak jauh. Ini untuk melatih reflek kalian jika ada musuh yang datang tanpa hawa keberadaan yang kalian rasakan." ucap Bima.
"Keren!" ucap Julian.
"Aku pakai apa ya? tombak atau sabit?" gumam Riski melihat dua senjata tingkat tinggi di tangannya.
"Sabit saja, itu bisa buat serangan area juga." ucap Julian.
"Aku suka serangan area!" ucap Riski menyimpan tombaknya dan memutuskan untuk memakai sabit sebagai senjata keduanya.
"Ayo!" ucap Bima berlari menyerang para monster dengan diikuti tiga orang di belakangnya.
Boomm..
Boomm...
Boomm...
Ledakan demi ledakan terjadi karena serangan dari Bima, Riski yang sebelumnya pemakai busur pun di buat kerepotan karena harus menyesuaikan diri pada senjata barunya.
Sedangkan Arie terlihat lebih cekatan menggunakan pedang karena sedari kecil dia adalah penggemar beladiri berpedang tunggal.
Dalam 2 jam saja mereka pun berhasil memenangkan pertempuran, walaupun Riski harus menderita banyak luka karena terlalu sulit bertarung jarak dekat baginya.
"Istirahat dulu! hahhhh...capekkk!" teriak Riski tepar di bawah pohon rimbun dengan nafas ngos-ngosan.
"Kau tinggal di mana?" tanya Julian pada Arie.
__ADS_1
"Aku ngekos, mau coba coba merantau dulu." jawab Arie.
"Ohh...apa alasanmu mau merantau?" tanya Julian.
"Biasalah, keuangan keluarga." jawab Arie.
"Kau ngekos berapa bulan?" tanya Julian.
"Aku ambil satu bulan dulu sih, nanti kalau nyaman aku lanjut, tapi kalau kurang nyaman ya aku pulang ke NTT." jawab Arie.
"Kau besok ke Asosiasi ya, bawa fotocopy data diri." ucap Bima sambil membelah semangka.
"Buat apa?" tanya Arie bingung.
"Masuk ke guild kita, mau kan?" jawab Bima.
"Wuiii! mau mau!" ucap Arie cepat.
"Besok jam 11 atau habis makan siang kita ketemuan di kantin Asosiasi." ucap Bima.
"Baik!" jawab Arie sangat senang.
"Nah makan." ucap Bima menyajikan semangka segar.
"Seger banget nih!" ucap Riski semangat.
Mereka beristirahat di sana sejenak, setalah tenaganya kembali, barulah mereka keluar portal dan kembali ke Asosiasi untuk setor misi sekaligus menjual mayat dan inti core dari para monster.
Total mereka mendapatkan 400 juta dari penjualan mayat beserta inti corenya dan 100 juta dari upah penyelesaian misi. Arie di beri bagian 70 juta dan sisanya di masukan ke kas guild.
Bima, Julian, dan Riski pun berpisah dengan Arie, mereka kembali ke basecamp. Sesampainya di basecamp, ternyata Aurora, Thomas, dan bi Siti sudah datang dan dengan melakukan aktivitas masing-masing.
"Gajian sebulan sekali ya, 3M per bulan, setiap keuntungan dari portal akan di masuk ke kas guild 30%. Sisanya buat bayar kalian, aku mah gak usah, uangku berserakan di bank." ucap Bima saat makan malam di ruang makan.
"3M Jul! gila cok!" ucap Riski heboh.
"Setahun bisa dapet berapa tu!" ucap Julian menghitung jumlah bayarannya selama setahun.
"36M! ck ck ck! gilaaa!" ucap Julian bahagia.
"Gak usah ngepush sampai top 10 nak, lebih baik bekerja seperti hunter biasanya saja." ucap Aurora.
"Bima emang berniat gitu bun, kalau jadi top 10 besar, nanti malah repot di panggil sana sini. Bima lagi mau santai di rumah, menikmati bar di belakang." jawab Bima.
"Baguslah kalau kamu sudah memikirkan nya." ucap Aurora senang.
"Iya bim, aku capek cok di panggil sana sini, males juga ketemu hunter sombong lain." ucap Riski.
"Pokoknya kita santai dulu sementara ini, gak usah di teken banget, lagian kalian juga masih butuh banyak latihan tambahan." ucap Bima.
"Iya! aku ngerasa udah down banget! gila! gak kayak dulu!" jawab Julian setuju.
"Besok habis ketemu Arie, kita ajak dia sekalian latihan." ucap Bima.
"Oke!" jawab mereka berdua bersamaan.
Setelah makan malam, mereka pun langsung tidur di kamarnya karena terlalu lelah.
__ADS_1
Bersambung....