
"Ayo pergi! aku harus menyelesaikan masalahku secepatnya!" ajak Bima berjalan pergi dari aula utama.
"Sayang, kamu jaga nenek dan kakekmu ya, ibu pergi dulu." ucap Tasya memeluk sang anak.
"Ibu jalin hubungan yang baik ya dengan ayah baru!" ucap anak itu tersenyum senang.
"Kamu ini ya! sudah! ibu pergi dulu, ayah, ibu, aku pamit ya! titip Daniel." ucap Tasya pada kedua orang tuanya.
"Kamu jaga diri ya." ucap Ibu Tasya.
Tasya hanya menganggukkan kepala lalu berlari menyusul Bima karena tak mau mendapatkan hukuman dari Aron. Bima menunggu Tasya di gerbang Kerajaan sembari merokok supaya lebih tenang.
Setelah Tasya datang, mereka pun berjalan menuju Kerajaan yang mengirimkan permintaan bantuan pada Bima. Di sepanjang perjalanan, mereka tidak melakukan pembicaraan apapun, Tasya pun memperlihatkan wajah jutek dan dingin.
'Dia cantik bos sebenarnya, cuma ya begitu.' ucap Kong.
'** nya kecil! gak asik!' ucap Bima.
'Whahahaha!' Kong tertawa keras mendengar ucapan Bima.
"Siapa namamu?" tanya Tasya ketus.
"Apa pedulimu." jawab Bima cuek.
"Cih!" dengus Tasya kesal.
Akhirnya setelah perjalanan yang lumayan panjang, mereka pun sampai di Kerajaan Discworld. Mereka masuk ke dalam Kerajaan untuk menemui raja yang memerintah kerajaan ini.
"Salam tuan." ucap Raja bernama Calvin.
"Ada masalah apa di sini?" tanya Bima langsung.
"Mohon maaf lancang tuan, wanita di samping anda siapa kalau boleh tau?" tanya Calvin.
"Partner baru." jawab Bima tersenyum.
"Baiklah, begini tuan, di beberapa kota kami, ada sebuah kelompok kriminal yang menculik anak anak untuk dijadikan persembahan. Sebenarnya kami sudah memenjarakan beberapa petinggi kelompok tersebut, tapi mereka tetap terus melanjutkan hal merugikan ini." ucap Calvin.
"Kenapa tidak di bunuh saja? jangan cuma di penjara! itu tidak akan membuat mereka jera atau ketakutan." ucap Bima.
"Ayahku sudah pernah melakukannya, tapi apa yang dia lakukan sangat ditentang oleh masyarakat." jawab Calvin.
"Anda ingin menghentikan kejahatan, jadi jangan takut kalau di benci. Mereka akan sadar saat kejahatan berhenti total. Terus lakukan kalau itu menurut anda benar, jangan takut untuk di benci." ucap Bima.
"Baik tuan, saya akan melakukannya." jawab Calvin.
"Urusan selanjutnya silahkan anda tangani, kali ini biar aku yang selesaikan." ucap Bima.
"Baik tuan." jawab Calvin.
"Kau mau apa?" tanya Tasya.
"Bunuh merekalah! kau mau anakmu jadi korban mereka?" jawab Bima ketus.
"Tidak!" ucap Tasya cepat.
Setelah itu, Bima langsung pergi meninggalkan aula untuk melaksanakan permintaan Calvin untuk membasmi para kriminal penculik anak.
Bima bersama Tasya terbang ke berbagai kota membunuh para kriminal. Mereka juga membebaskan para anak anak dari markas.
Bima tidak menyangka kalau Tasya juga sadis dalam membunuh orang jahat. Namun Bima tidak memperdulikannya dan lanjut ke Kerajaan lainnya yang membutuhkan bantuannya.
3 tahun Bima berkelana dari Alam Fana, Alam Tengah, Alam Dewa dan Khayangan. Hubungan dengan Tasya pun juga sudah semakin dekat, keduanya seperti pasangan monster yang siap membunuh siapapun yang berbuat jahat di kekuasaan mereka.
Bima juga mulai membuka hati untuk Tasya karena mau bagaimanapun hidupnya terlalu sepi jika tidak ada pasangan hidup.
Keduanya sudah sangat dekat namun gengsi untuk mengungkapkan satu sama lain. Gaya bicara keduanya bukan tipe yang lemah lembut, tapi ketus dan cuek.
Sebenarnya Bima ingin sekali mengungkapkan perasaannya, namun gengsinya terlalu besar dan malu. Setiap hari Kong dan Sistem pun juga selalu mengejek Bima atas rasa gengsi dan malunya.
__ADS_1
Saat ini mereka berdua sedang beristirahat di sebuah hutan, Bima membuat api unggun sekaligus membakar ikan hasil buruan Tasya tadi.
Bima membolak-balikan ikannya sembari merokok santai menikmati udara segar di hutan ini.
[Kau mau mencari sisa bawahanmu kapan bos?]
'Setelah ini ya, habis mulangin Tasya.' jawab Bima.
[Utamakan Deku dan Roxy dulu bos, hubungan persahabatan mereka sepertinya sedang bergesekan. Daripada terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan]
'Iya aku paham itu.' jawab Bima.
"Sudah belum?! aku belum makan dari pagi!" ucap Tasya yang rebahan di bawah pohon.
Bima tidak menjawab dan hanya melemparkan seekor ikan bakar besar pada Tasya. Setelah itu Bima lanjut membakar ikan yang baru setengah matang.
"Kau tidak makan?" tanya Tasya menengok.
"Duluan." jawab Bima cuek.
"Kau kenapa sih? tidak seperti biasanya." tanya Tasya aneh.
"Apa? aku biasa biasa saja, perasaanmu saja." jawab Bima tanpa menoleh.
"Pria tadi itu hanya teman kecil ku, sudah lama aku tidak bertemu, kau jangan cemburu." ucap Tasya menjelaskan kejadian pagi tadi di penginapan.
"Oh.." jawab Bima cuek.
'Hahahaha....baru kali ini aku lihat dia cemburu! hahahaha....jelek sekali!' teriak Kong tertawa geli.
'Maaf tuan, tapi ini sangat lucu!' ucap Kuro terkekeh geli.
'Sialan!' ucap Bima kesal.
"Ayolah!" bujuk Tasya.
"Makan cepat, kau harus segera pulang." ucap Bima cuek dan mulai memakan ikan bakarnya yang sudah matang.
Selesai makan, Bima memutuskan untuk sebat santai sembari menikmati udara segar di sore yang cerah.
'Kong.' panggil Bima.
'Apa bos?' jawab Kong sembari menikmati makan sorenya.
'Kau perhatikan tidak kalau ** dia jauh lebih besar.' ucap Bima.
'Sepertinya begitu bos! dia ingin memikatmu.' jawab Kong.
'Sepertinya begitu.' ucap Bima setuju.
[Hey! pembicaraan apa ini!]
'Anak kecil tidak usah ikutan!' ucap Bima.
[Sialan!]
Setelah puas beristirahat Bima pun mengajak Tasya untuk melanjutkan perjalanan. Sepanjang perjalanan menuju Kerajaan Mazzarri, tidak ada percakapan sedikitpun.
Sampailah mereka di Kerajaan Mazzarri setelah 2 hari perjalanan dari bagian barat Khayangan. Keduanya langsung berjalan menuju rumah tempat orang tua Tasya tinggal.
Sesampainya di rumah, Bima tidak ikut masuk, namun lebih memilih duduk di bawah pohon sembari merokok santai. Terdengar di telinga Bima betapa hebohnya orang rumah melihat kedatangan Tasya.
Bima tersenyum tipis dan teringat akan ibunya di Kerajaan Valhalla yang sedang menunggu kepulangannya selama bertahun-tahun lamanya.
"Sudah berapa lama ya?" gumam Bima tersenyum tipis menatap tanah.
[Sekitar 11 tahun bos]
"Lama juga ya hehehe..." gumam Bima terkekeh.
__ADS_1
Tak lama, Tasya beserta keluarga pun keluar dari rumah untuk menemui Bima. Bima yang melihat mereka langsung berdiri dan menghampiri mereka.
"Kamu mau istirahat dulu nak?" tanya ibu Tasya yang bernama Elena.
"Waduh, masih ada urusan penting tante." jawab Bima.
"Paman mau kemana? padahal Daniel ingin mengajak paman jalan jalan ke alun alun! Daniel mau mengenalkan paman ke teman teman Daniel di sana!" ucap Daniel sedih.
"Lain kali saja ya, kamu ajak ibumu saja, paman ada beberapa masalah penting di luar." ucap Bima.
"Istirahat lah dulu nak, jangan di paksakan, kamu sudah bekerja keras bertahun-tahun di sini." ucap ayah Tasya yang bernama Mike.
"Enggak usah om, kalau gitu aku pamit dulu ya, kapan kapan main ke sini lagi." ucap Bima.
"Kapan paman? harus pasti! paman kan juga sudah berjanji untuk menikahi ibu!" ucap Daniel.
"Hey, dengar ya, aku titip ibumu padamu, jaga dia untuk aku ya. Mungkin agak lama aku untuk kembali ke sini, karena aku harus menyelesaikan masalah di universe lain dan mencari bawahanku yang terpisah." ucap Bima memegang pundak Daniel.
"Omong kosong! bilang saja paman tidak mau menjadi ayahku!" ucap Daniel langsung berlari memasuki rumah.
Bima menghela nafas panjang dan tersenyum tipis melihat sikap Daniel yang sangat mirip dengannya dulu. Bima pun berpamitan dengan mereka lalu pergi mencari keberadaan Deku dan Roxy ke seluruh alam semesta.
Walaupun merasakan ada yang kurang di perjalanan kali ini, Bima tetap tidak memperdulikan perasaan itu dan terus terbang menembus berbagai dimensi untuk mencari dua Titan miliknya.
Hampir dua minggu Bima berkeliling alam semesta, namun dia tidak juga menemukan kedua Titan itu.
[Nahh! bos! aku menemukan nya!]
"Kirim cepat!" ucap Bima semangat.
Melihat lokasi yang agak jauh, Bima langsung melesat dengan kecepatan Cahaya menuju lokasi tempat Deku dan Roxy bersembunyi.
Hanya butuh waktu 3 jam untuk Bima sampai di lokasi tempat kedua Titan tersebut. Bima langsung berteriak memanggil nama keduanya.
"Hoyyy! dimana kalian!" teriak Bima.
Woshhhh...
Booommmm...
Dua Titan yang saling bertentangan muncul di depan Bima dengan wujud yang lebih besar dari sebelumnya.
"Tuan." ucap Deku.
"Tuan.." ucap Roxy.
"Ada apa kalian? kenapa aura kalian saling beradu?" tanya Bima merasakan gesekan aura dari kedua Titan itu.
Keduanya tidak menjawab karena takut terkena marah, mengingat bagaimana besarnya kekuatan Bima sekarang.
"Haihhh...kalian itu sahabat, jangan bertengkar hanya karena masalah kecil. Sudah masuk ke dalam alam Surgawi." ucap Bima menghela nafas panjang.
"Maaf tuan." jawab mereka bersamaan lalu menghilang masuk ke dalam alam Surgawi bergabung dengan Kong, Drago, dan Kuro.
Saat ingin pergi, tiba tiba sebuah ledakan besar terjadi di belakang Bima.
Booommm...
"Bosss!" teriak sebuah suara yang sangat Bima kenali.
Bima menengok dan tersenyum karena tebakannya benar. Ya, itu adalah Grock bersama Bao, Leo, Dexter, burung Gagak bernama Zet, Zhong, dan Dewa Amral yang berdiri di atas kepala Bao.
"Baru saja aku ingin mencari kalian." ucap Bima tersenyum tipis.
"Kita sudah mengikuti auramu selama berminggu-minggu! tapi tidak juga menemukanmu!" ucap Dexter.
"Iya! sialan!" ucap Zhong.
"Hahaha...sudah sudah, masuk ke dalam sekarang, aku masih punya urusan lain." ucap Bima tertawa keras.
__ADS_1
Bersambung...