
Keesokan harinya, setelah sarapan Bima, Zoya dan kawan-kawan pergi ke kediaman keluarga Abraham untuk mengikuti upacara pemakaman Austin.
Upacara pemakaman berjalan lancar tanpa ada hambatan dan di hadiri banyak orang, terutama sisa anggota guild The Destroyer yang memang tugasnya hanya berada di kantor bukan turun ke lapangan.
Setelah para peziarah pulang ke rumah masing-masing, kini Bima dan kawan-kawan sedang duduk di dalam rumah Billy berbincang-bincang santai bersama Andi, Leon, dan Wilson.
"Aku mau rehat jul." ucap Bima menghela nafas berat.
"Kenapa? kalau gak ada kau guild gak bisa jalan cok!" ucap Julian kaget.
"Capek, tujuan kita juga udah kesampaian, setahun penuh gak ada istirahat. Aku mau rehat dari dunia hunter dulu, kalian mau gimana nya atur aja." jawab Bima.
"Kenapa harus rehat? reputasi mu sudah sangat bagus bim. Sayang kalau di tinggal begitu saja." ucap Wilson.
"Aku bukan robot paman, tubuhku sama seperti manusia biasa. Merasakan lelah, sakit, muak, marah, dan lainya. Aku mau mengistirahatkan tubuh ini dulu." jawab Bima.
"Kita gimana cok?! gak ada yang punya jiwa leader sejati kayak kau bim! cari orang juga susah sekarang!" ucap Rizal.
"Iya, kau ketua yang punya jiwa pemimpin sejati! gak ada kau formasi kita bisa hancur!" ucap Kevin.
"Kau berdua bisa urus, aku lagi males mikir." ucap Bima lemas.
'Kamu rehat biar apa nak?' tanya Adrian heran.
'Nanti aku jelaskan di sana yah, aku mau refresh pikiran dulu.' jawab Bima.
'Ayah tunggu, ayah juga mau perkenalkan sesuatu padamu.' ucap Adrian.
'Yaaa..' jawab Bima.
"Besok aku umumin ke publik soal ini." ucap Bima.
"Kau yakin?" tanya Riski.
"Iya, capek banget asli, aku lagi mau bebas sebebas bebasnya. Luar dalam rasanya terkekang banget cok, gelud juga gak bisa se loss dulu." jawab Bima menganggukkan kepala.
"Ya udah, satu guild rehat semua aja. Uang tabungan juga udah cukup buat hidup 3-6 tahun ke depan." ucap Doni.
"Aku setuju sih, aku juga ngerasa gak sebebas dulu, ikut istirahat aku." ucap Riski.
"Ini kenapa jadi gini sih! kita udah bangun guild dari nol sampai sebesar ini loh! kenapa kalian malah kayak gini!" ucap Rizal kesal bercampur bingung.
"Riz, kita capek riz! kau enak punya jiwa kesatria yang sudah matang! gak ada rasa lelah buat menolong orang! kita? gak ada bro! hinaan, makian, perlakuan Asosiasi, itu bikin down! kau pikir tubuh kita gak ada hati! gak ada perasaan!" ucap Riski.
"Ayolah! dulu kita janji buat pertahankan guild ini biar gak tenggelam gitu aja kan?! ayo! jalanin janji itu sama sama! kalau perasaan yang kalian rasain itu aku juga rasain! come on!" ucap Rizal mencoba menyemangati ketiga sahabatnya itu.
"Katanya hobi, kok bisa bosen dan selemah ini?" tanya Julian.
"Hobi juga butuh istirahat ya jink! bang*at!" ucap Bima kesal.
"Hobi kalau di push sedalam ini juga gak baik jul." ucap Riski.
"Okelah kalau mau rehat, tapi sampai kapan?" tanya Rizal.
"Gak bisa tentuin, namanya rehat ya nurut sama kondisi tubuh dong." jawab Bima.
"Kalau gitu gimana nasib teman setim mu bim! anjink! kita butuh kepastian cokk! masak iya kita suruh nungguin kau yang asik liburan sana sini!" ucap Rizal.
"Yang suruh nunggu siapa tot! kau bebas mau kemana! kau bebas mau ngapain! aku gak nuntut buat nungguin aku! mau ambil misi terserah! mau jadi pahlawan juga terserah! aku masih sayang tubuhku! aku masih sayang perasaanku!" ucap Bima kesal.
[Sudah bos, jangan di perpanjang. Berdebat dengan orang berjiwa pahlawan itu susah]
'Urus dirimu sendiri dulu bos, urusan luar bukan kewajiban kita juga. Sayangi tubuhmu sebelum terlambat, healing juga di perlukan untuk kebaikan di masa yang akan datang.' ucap Dexter.
__ADS_1
'Ayo mabuk bos! aku sedia banyak arak di sini!' ucap Kong semangat.
'Kita pesta bos woooo!' teriak Grock semangat.
'Arak apa? aku gak suka yang memabukkan.' tanya Bima tertarik.
'Untukmu arak buah buahan saja bos! aku siapkan besok!' jawab Kong.
'Agendakan!' ucap Bima semangat.
'Ayo Grock! kita siapkan pesta!!! wooooo!' teriak Kong gembira.
'Ayoooo!!' jawab Grock antusias.
"Zal, kau kalau mau ambil misi terserah, kita gak akan larang. Mau bawa nama guild atau enggak juga bebas. Kita mau rehat dulu, kasihan anaknya om Doni juga, dia butuh sosok ayah yang membimbing tumbuh kembangnya." ucap Riski.
"Ahhh! anjink! gak bisa di ajak maju kalian ini!" ucap Rizal kesal.
"Alangkah baiknya kamu ikut rehat Rizal, walaupun jiwa hunter mu sedang panas panasnya, tubuhmu perlu istirahat juga. Ambil misi itu sesekali saja dan jangan bawa nama Guild demi kenyamanan bersama." ucap Andi memberi masukan.
"Tapi aku enggak ngerasa se lelah itu om." jawab Rizal.
"Kamu memang mikir gitu Zal, tapi tubuhmu berkata lain. Kamu lebih kurus dari sebelumnya dan ruang hampa mu kelihatan berantakan karena kamu yang terlalu ceroboh dalam menggunakan energi." ucap Andi.
"Intinya satu guild rehat, gak ada pengecualian. Kau kalau masih mau ambil misi terserah, asal jangan bawa nama Guild. Kita mau refresh badan dulu, biar ke depannya gak ada masalah kesehatan yang lebih buruk lagi." ucap Kevin menentukan.
"Haihhh...ya udahlah!" jawab Rizal akhirnya pasrah.
"Terus kalau ada portal tingkat tinggi gimana? siapa yang mau tanganin?" tanya Leon.
"Ada Asosiasi paman." jawab Bima santai.
"Kalau gak bisa?" tanya Leon lagi.
"Iya juga sih, tapi aku yakin masa rehat kalian tidak akan tenang. Masyarakat dan para petinggi Asosiasi akan terus membujuk kalian." ucap Leon.
"Hiraukan saja sih, lagian aku hidup bukan hanya untuk melindungi mereka. Masih banyak masalah yang harus aku jalani." ucap Bima.
Tak lama Billy bersama Alena datang dan ikut nimbrung pembicaraan yang terlihat sangat seru.
"Ada apa sih? kok kayak seru banget." tanya Alena.
"Enggak mah, cuma pembicaraan biasa." jawab Andi.
"Kalian gak capek ya setiap hari kesana kemari buat selesaikan misi? nenek ngelihatnya kalian ini di manfaatkan Asosiasi loh." ucap Alena.
"Kita sih capek oma, cuma Rizal aja yang masih prima dan sedang on fire banget." jawab Riski.
"Lah! kok aku!" ucap Rizal tak terima.
"Kalau capek itu istirahat, jangan di paksain. Gak baik buat kedepannya, kita gak tau loh apa yang sedang menunggu kalian di masa depan." ucap Alena.
"Iya makanya itu kita mau rehat oma, kasihan temen temen yang lain. Sebenarnya Kevin sama Julian masih mau lanjut, cuma Bima, Riski sama om Doni ngerasa capek banget." jawab Kevin.
"Baguslah kalau kamu paham nak." ucap Alena senang.
"Awalnya sih Bima sendiri yang mau rehat, terus Riski sama om Doni nyusul oma. Dari pada susah susah cari orang dan usaha lagi buat bentuk kemistri, Kevin putuskan buat satu guild rehat semua." ucap Kevin.
"Istirahat aja, gak usah terlalu di push, gak baik buat kesehatan jiwa dan raga kalian. Walaupun hobi, itu harus di imbangi istirahat dan ketenangan." ucap Alena.
"Iya oma." jawab Kevin.
"Hidup itu gak melulu soal kepuasan, harus di imbangi dengan ketenangan juga. Kalau kalian ngejar kepuasan diri, kalian bakal nerima hal buruk di masa depan. Kalau kalian ngejar ketenangan diri, di masa depan juga bakal nerima hal buruk. Semua itu harus seimbang, gak boleh ada yang condong ke bawah maupun ke atas." ucap Billy.
__ADS_1
"Tuh dengerin, harus seimbang, jangan ngejar kepuasan diri." ucap Andi.
"Iya paman." jawab Rizal lirih.
"Ayang! ayo pulang, aku ada urusan di rumah." ucap Zoya berjalan menghampiri Bima.
"Yaaa..." jawab Bima.
Bima dan Zoya pun berpamitan pada mereka, setelah berpamitan keduanya langsung tancap gas menuju rumah. Sesampainya di rumah Zoya langsung berlari masuk ke dalam kamar, entah ada apa.
Bima setelah memarkirkan mobilnya langsung duduk di ruang keluarga, Bima merasakan lelah yang sangat luar biasa di luar maupun dalam tubuh.
'Capek banget dah ah!' batin Bima sambil menghidupkan TV.
'Istirahat lah tuan, tubuhmu butuh banyak energi ketenangan.' ucap Leo.
'Iyaa.' jawab Bima.
"Ayang!!!!" teriak Zoya dari atas.
"Apaa?" tanya Bima mendongak.
"Sini!!" jawab Zoya dengan wajah sumringah.
Bima berjalan naik ke lantai dua menghampiri Zoya. Saat berdiri di depan Zoya, Bima langsung di peluk erat dengan Zoya yang menangis bahagia.
"Napa dah?" tanya Bima aneh.
"Aku hamil sayang! hahahaha...." jawab Zoya tertawa bahagia dengan air mata terus mengalir dari matanya.
"Hah?" ucap Bima bingung.
"Nih! garis dua yang!" ucap Zoya menunjukkan tespek yang barusan dia pakai.
Bima melihatnya dengan sangat cermat, sepersekian detik kemudian Bima tersenyum bahagia lalu memeluk Zoya erat.
'Baby boss!! woooooo!' teriak Kong sangat bahagia.
'Selamat bos!' ucap Bao.
'Selamat bos! kau akan jadi seorang ayah!' ucap Dexter.
'Selamat tuan!' ucap Leo.
'Selamat nak! mekanikmu sangat handal! aku bangga! semoga kandungan nya sehat sampai hari kelahiran!' ucap Adrian bahagia bukan main.
'Lexsus turut berbahagia bos! selamat!' ucap Lexsus dari dimensi lain.
'Terimakasih!' ucap Bima senang.
"Makasih! makasih sayang!" ucap Zoya memeluk erat tubuh Bima.
"Iya, istirahat aja sana, besok kita cari ART buat bantu pekerjaan rumah." jawab Bima mengecup kening Zoya.
"Iya, sekali lagi terimakasih sudah mau menyayangi aku!" ucap Zoya sangat bahagia.
"Sama sama." jawab Bima tersenyum tulus.
Setelah itu Zoya pun masuk ke dalam kamar dan beristirahat, sedangkan Bima kembali ke ruang keluarga untuk bersantai.
Malamnya setelah makan, Bima langsung pergi tidur bersama Zoya.
Bersambung....
__ADS_1