
Bima tersenyum melihat Zoya yang menangis tersedu-sedu, Bima yakin Zoya merasakan rasa bersalah kerana telah menghianati cinta Bima.
"Tak usah menangis, aku sudah ikhlas, kamu bisa bahagia aku ikut bahagia. Aku cuma mau kamu jaga David dan rawat dia sebaik mungkin. Aku hanya bisa memantau dari kejauhan." ucap Bima.
"Maafkan aku, aku tidak bisa sabar menunggumu." ucap Zoya dengan suara serak.
"Aku paham, David harus tumbuh dengan bimbingan sosok ayah dan aku sedang tidak ada. Jadi aku sudah paham semuanya, kamu melakukan ini juga demi David. Santai saja." jawab Bima dengan tersenyum manis.
'Huhuhu...aku bangga menjadi bawahan mu bos.' ucap Zhong sambil mengelap air mata dengan ekor Kong.
'Aku juga bangga bos.' ucap Kong mengelap air matanya menggunakan ekor milik Dexter.
'Tambah satu hewan bodoh lagi! haihhh! kenapa kau selalu merekrut para hewan dewa yang bodoh seperti ini bos!" ucap Dexter kesal.
'Berarti kau juga bodoh.' ucap Bao.
'Kecuali aku.' ucap Dexter meralat ucapannya.
"Aku mau pamit, salam untuk Deni dan yang lain." ucap Bima.
"Kenapa harus pergi? aku mau kamu di sini, di sisiku." ucap Zoya menunduk sedih.
"Haihhh...kita sudah bukan siapa siapa, kamu harus paham itu, mulai hidup baru tanpa aku, kamu harus bisa merawat keluargamu. Tak usah melihat kebelakang, masalalu biarlah berlalu." ucap Bima.
"Maaf..." ucap Zoya lirih.
"Vin! balik dulu ya!" teriak Bima.
"Yooo!" jawab Kevin.
Bima pun pergi dari basecamp penuh kenangan itu. Dia membuka portal menuju Kerajaan Moonlight, dalam sekejap mata Bima sudah berada di aula tempat Alvin, Aron dan Amon singgah.
"Ada apa nak?" tanya Alvin.
"Aku mau protes." jawab Bima dingin.
"Protes apa lagi?" tanya Alvin malas.
"Aku belum menyanggupi syarat yang di berikan Linda kemarin, kenapa bisa kekuatanku kembali?" jawab Bima.
"Ha? aku tak tau, aku juga belum konfirmasi!" ucap Alvin kaget.
"Kekuatanmu memang kembali, tapi tersegel rapat sampai kau menikahi Linda. Para hewan dewa di alam Surgawi juga tak bisa di keluarkan kecuali Naga Penguasa Elemen, Titan dan patung milikmu juga tidak bisa di keluarkan kecuali Susano'o dan patung kayu." ucap Aron.
"Terus kenapa Linda tadi menemui aku? bahkan dia lancang berbicara dengan ibuku soal pernikahan! aku merasa kalau harga diriku sebagai seorang pria di injak injak! dia dengan seenak jidat nya berbicara soal pernikahan yang suci tanpa aku ketahui!" ucap Bima marah.
"Maafkan aku...." ucap Linda yang tiba tiba muncul di sana.
"Kau memang cantik, tapi hatimu yang busuk! kau boleh mencintai seseorang, tapi jangan sampai kau membuat orang itu tidak nyaman! Aku suka wajahmu, tapi aku benci sifatmu!" ucap Bima.
"Aku salah, aku minta maaf." ucap Linda mulai menangis.
__ADS_1
"Jangan ganggu aku lagi! aku mau sendiri!" ucap Bima langsung menghilang begitu saja.
"Sudah kakek bilang, bersabarlah Linda, semua ada jalannya. Dia orangnya keras, menjunjung tinggi martabatnya dan martabat orang tuanya. Sudah, kamu bersabarlah, kita tunggu sistem mengabari." ucap Alvin.
"Baik kek." jawab Linda lirih.
Bima muncul di depan rumahnya yang sudah ada Tigers dan Albert sedang duduk di teras sambil merokok.
"Berangkat sekarang saja." ucap Bima cuek.
"Baiklah, aku hubungi sopir kita dulu." ucap Tigers.
"Aku ambil jubah sebentar." ucap Bima masuk ke dalam rumah.
Bima masuk ke dalam kamarnya mengambil jubah khas seorang Kaisar Neraka dan topeng Hannya miliknya. Setelah itu dia meminta restu Aurora yang sedang asik bermain dengan Ria.
"Bunda, Bima ada misi, Bima minta restunya." ucap Bima.
"Iya, hati hati, jaga adik dan saudaramu, jangan lengah ya, bunda mau kamu pulang dengan selamat." jawab Aurora.
"Bima akan jaga mereka, Bima pamit ya bun." ucap Bima mencium tangan Aurora.
Setelah itu mereka pun segera berangkat menuju bandara pribadi Gangster The Black Dragon. Mereka terbang menuju Inggris, hanya bertiga untuk menerima job kelas Dewa itu bisa di bilang bunuh diri.
Sesampainya di Inggris, mereka di sambut oleh kepala Asosiasi dan Raja Inggris, setelah penyambutan mereka di giring ke sebuah hotel untuk istirahat sebelum bekerja.
Keesokan harinya, saat sarapan mereka membicsrakan portal yang akan di masuki.
"Kita mau gimana?" tanya Tigers.
"Kau sanggup?" tanya Albert ragu.
"Gak sanggup karena apa?" tanya Bima balik.
"Baiklah." jawab Albert menurut saja.
"Kau ada masalah?" tanya Tigers merasa berbeda dengan nada bicara Bima.
"Tidak." jawab Bima singkat.
"Oke." ucap Tigers tak mau memperpanjang pembicaraan.
Selesai sarapan, mereka langsung pergi menuju portal dengan menumpang di mobil jemputan. Sesampainya di lokasi, Bima kaget melihat portal yang akan dia dan kedua saudaranya masuki.
"Atur ulang strateginya." ucap Bima memberi kode untuk mundur dulu.
Tigers dan Albert hanya menurutinya, mereka duduk di sebuah gazebo membicarakan portal yang di luar ekspetasi.
"Kemungkinan ada di kelas Dewa Murni, mereka terkecoh. Kita tak bisa sembarangan." ucap Bima.
"Lalu?" tanya Albert.
__ADS_1
"Kita gunakan kekuatan penuh, ingat, aku tak bisa melindungi kalian, kalau di rasa tidak sanggup, langsung mundur." jawab Bima.
"Baik." jawab keduanya.
Setelah berbicara panjang lebar dengan sedikit perdebatan, mereka pun masuk ke dalam portal dengan beberapa drone mengikuti.
Mereka langsung muncul di tengah gerombolan monster yang rata di kelas Dewa Iblis. Bima langsung melempar cakram api putih untuk memperluas tempat spawn mereka.
"Mulai!" teriak Bima langsung membuka segel kekuatan 1000% nya dan diikuti dua saudaranya yang membuka segel kekuatan penuhnya.
Woshhhhhh...
Boommm...
Albert mengeluarkan Special Susano'o dan Tigers mengeluarkan Beast Spiritual yang berwujud seekor Gorila berekor 3 yang di lapisi Armor Susano'o berwarna hitam.
Bima mengeluarkan Zhong yang juga sudah di lapisi Armor Perfect Susano'o. Mereka bertiga langsung menyerang para monster tanpa ampun dan brutal.
Tiga hunter kelas atas yang bertarung sangat dahsyat itu di siarkan secara live ke seluruh dunia. Ledakan demi ledakan dari setiap skill dan senjata mereka mengiringi pertempuran ini.
Teriakan kesakitan dri para monster menjadi alunan musik penyemangat ketiganya. Tarian mematikan dari kombinasi tuan dan bawahan membuat orang-orang yang menonton takjub.
"Cover!" teriak Albert.
Bima dan Tigers dengan sigap langsung mengcoer gerakan Albert dari segala arah.
Duarrrrr....
Ledakan super dahsyat dari bola energi yang di luncurkan oleh Albert membuat setengah monster di sana tewas. Hal ini membuat ketiganya semakin leluasa dalam bergerak.
Duarrr...
Duarrr...
Duarrr...
Ledakan ledakan dahsyat terus terjadi selama 3 jam lamanya, hingga akhirnya pertempuran ini di menangkan oleh ketiga tentara bayaran itu walaupun harus mendapatkan banyak luka parah.
Ketiganya meminum potion penyembuh tingkat dewa lalu berjalan pergi keluar portal. Mereka beristirahat di parkiran, sebat, makan, dan minum untuk mengembalikan tenaganya.
"Setelah ini kita latihan rutin." ucap Bima.
"Aku merasa kaku, sudah lama tidak bertarung." ucap Albert.
"Aku setuju." ucap Tigers.
Setelah puas beristirahat, mereka pun kembali ke hotel untuk lanjut beristirahat. Malam harinya setelah makan malam, ketiganya jalan jalan keliling Inggris membeli oleh-oleh.
Bima membelikan beberapa jersey sepak bole untuk Riski yang penggila bola. Dan terakhir, mereka singgah di sebuah cafe yang sedang viral di kalangan anak muda.
Nongkrong santai sampai tengah malam, membicarakan tentang materi latihan yang akan mereka jalankan. Karena sudah tengah malam, mereka pun kembali ke hotel untuk lanjut beristirahat.
__ADS_1
Keesokan harinya baru mereka kembali ke Indonesia setelah menerima bayarannya, mereka menaiki jet pribadi untuk pulang. Sesampainya di Indonesia, mereka langsung di antar ke rumah supaya bisa beristirahat dengan cukup.
Bersambung....