
Di sisi lain, Bima sedang berada di sebuah dimensi dengan dua sosok pria dan wanita yang tidak berbicara namun hanya memandangi Bima dengan senyum merekah.
"Apasih?!" teriak Bima lama lama jengkel.
"Santai dong nak." ucap wanita yang sangat cantik dan molek itu.
"Ya apa?! tujuan ku di sini buat apa?! yang jelas! jangan cuma senyum doang kayak orang depresi!" seru Bima sangat sangat jengkel.
"Hihihi...kamu lucu sekali kalau marah." ucap wanita itu terkekeh geli.
"Kamu ingat aku nak?" tanya pria tampan dan gagah itu.
"Bukanya kau sudah aku bunuh ya?" gumam Bima menatap dalam dalam pria itu.
"Itu sisi gelapmu bodoh! aku yang asli!" ucap pria itu kesal.
"Oowww! tuan Howard! ya ya! aku ingat!" seru Bima mengangguk berkali-kali.
"Perkenalkan dia istriku, namanya Silvia, kami adalah pasangan yang di perintahkan langsung oleh atasan tertinggi untuk menjadi pamomong jiwamu ini. Kami adalah dua makhluk paling tinggi drajat nya yang di utus oleh atas tertinggi." ucap Howard.
"Terus?" tanya Bima.
"Yang sopan!" ucap Howard menjitak Bima.
"Lalu? bagaimana tuan?" tanya Bima lebih sopan.
"Kamu ini adalah anak tanpa jalan takdir, semua yang kamu jalani ini adalah pilihanmu sendiri. Buah dari pohon yang kamu tanam, jadi masa depanmu ada di tanganmu sendiri bukan kuasa siapa siapa." jawab Howard.
"Woahhh! spesial!" seru Bima takjub.
"Yup! kamu anak spesial! anak yang paling di sanyangi!" ucap Silvia mengangguk cepat.
"Kamu tau kenapa aku undang kemari?" tanya Howard.
"Tidak." jawab Bima cepat.
"Aku mengundangmu karena ingin mengingatkan bahwa hidupmu terlalu bergantung pada para bawahan. Kamu selalu meminta jalan keluar pada bawahanmu, padahal sebenarnya kamu memiliki jalan keluar sendiri. Benar bukan?" ucap Howard.
"Benar tuan." jawab Bima mengangguk.
"Kenapa begitu?" tanya Howard.
"Aku tidak yakin kalau jalanku benar tuan, aku merasa ragu. Aku lebih percaya pada mereka yang sudah hidup jutaan tahun lebih dahulu dari pada aku." jawab Bima.
"Bima anakku, kamu ini anak yang cerdas, kamu sudah hidup di berbagai tempat, kamu juga sudah mendapatkan banyak sekali pelajaran hidup. Kamu harus bisa mandiri nak, kamu bisa melakukan semuanya tanpa bantuan dari siapapun." ucap Howard.
"Tapi jangan pernah merasa kalau semua hal bisa kamu tangani sendiri. Kamu juga harus meminta tanggapan orang lain terkait masalah kamu." tambah Silvia.
"Benar apa yang di katakan istriku." ucap Howard.
"Baik tuan, aku paham." ucap Bima sadar.
"Aku ingin dengar keluhanmu, keluh kesah kamu selama hidup nak." ucap Silvia lembut.
"Kyaaa...aku jadi mau.." ucap Bima menutup wajahnya.
"Tidak apa apa, kami akan mendengar." ucap Howard terkekeh.
"Ini, eeee...oh ya! masalah percintaan! aihhh! aku payah sekali!" ucap Bima semangat.
"Kenapa?" tanya Silvia.
"Anu...Aulia istriku sepertinya takut melihatku setelah kejadian tadi hehehe...mungkin karena Hades." jawab Bima agak malu.
"Kamu merasa di sebagai apa? rumah atau hanya sebatas makhluk biasa?" tanya Silvia.
"Aku menganggapnya seperti orang biasa nyonya, seperti tidak ada yang spesial." jawab Bima terus terang.
__ADS_1
"Itu bagimu, tapi baginya kamu adalah dunianya. Kamu adalah alasan di balik bertahannya dia dari bisikan bisikan bunuh diri. Nak, kamu harus bisa berusaha menghargai seseorang yang ada di sisimu." ucap Silvia.
"Bagi dunia kamu hanya seseorang, tapi bagi Aulia kamu adalah dunianya, tidak ada kebahagiaan tanpa adanya kamu di hidupnya. Sadarlah nak, kamu bisa sebebas ini karena di dampingi oleh Aulia. Dari yang awalnya stres, kini jadi sebebas ini Aulia terus ada di sisimu." ucap Howard.
"Kamu juga harus menjadikan Aulia sebagai rumah, kamu harus membalas kasih sayangnya. Aku tau, kasih sayangmu yang selama ini kamu perlihatkan hanyalah palsu. Nak, ayo coba berikan balasan yang sudah dia berikan." ucap Silvia.
"Hehehe...maaf ya, aku terlalu bodoh soal cinta." ucap Bima terkekeh malu.
"Kamu suah sadar sekarang?" tanya Silvia tersenyum manis.
"Sudah nyonya, aku sudah sadar." jawab Bima menganggukkan kepala.
"Apa lagi keluh kesahmu?" tanya Howard.
"Soal buronan tuan." jawab Bima.
"Ah iya! aku baru ingat!" seru Howard menepuk dahinya.
"Kamu pelupa ya sekarang hihihi..." ucap Silvia terkekeh geli.
"Hahaha..." Howard tertawa keras.
"Kita serius ya sekarang, begini, semua Dewa Dewi Penguasa sudah melakukan rencana untuk menangkap kamu. Ratusan, mungkin ini akan menjadi perang besar di masa yang akan datang. Tapi ingat, kamu harus libas semua! kamu Penguasa! tidak ada yang bisa melengserkan kamu kecuali yang maha kuasa!" ucap Howard.
"Jika kamu jalan di jalan yang benar, kamu akan senantiasa di lindungi, jika kamu di anggap iblis, jadilah iblis itu! jika kamu di anggap monster, jadilah monster itu! jika kamu di anggap malaikat, jadilah malaikat itu! jika kamu di anggap orang baik, maka jadilah orang baik itu! tapi, jangan sampai kamu menjadi sampah yang tidak berguna!" lanjut Howard.
"Jadi libas semua?" tanya Bima memastikan.
"Yap! libas habis! kita buat susunan baru yang lebih baik dan lebih hebat! kalahkan semua hal buruk yang ingin menghalangi jalan kamu! bunuh yang harus di bunuh! lindungi yang harus di lindungi! jangan buta akan kekuatan dan kekuasaan! semua ada masanya!" jawab Howard.
"Baiklah! aku akan libas semua tanpa ampun! aku akan jadi yang terkuat dengan jalanku!" ucap Bima penuh tekad.
"Tunjukan bahwa anak asuh ku yang terkuat sepanjang masa!" ucap Howard semangat.
"Yaaa!" seru Bima keras.
"Siapa nyonya?" tanya Bima langsung teralihkan.
"Hihihihi...kamu harus menemui Yan, kakek buyut kamu. Dia akan memberikan beberapa warisan ciri khas clan Nara." jawab Silvia terkekeh.
"Oh! kakek Yan! sudah lama aku tidak bertemu!" ucap Bima.
"Ayo pergilah." ucap Howard membuka portal.
"Oh iya! satu lagi pertanyaan, siapa yang tadi berkata 'Bunuh!' saat aku mencekik Alvin?" tanya Bima.
"Aku, sudah sana pergi." jawab Howard cepat.
"Baiklah! dadah tuan, nyonya!" ucap Bima masuk ke dalam portal.
Woshhhh...
Bima pun muncul di dalam sebuah rumah gubuk tua yang sudah reyot. Bima muncul di depan suami istri yang sudah tua.
"Kakek Yan!" seru Bima memeluk kakek tua itu.
"Ahahaha...masih ingat ya dengan kakek buyut mu ini." ucap Yan tertawa senang.
"Iyalah!" jawab Bima bangga.
"Oh iya, perkenalkan, ini istri kakek, namanya Zing, panggil saja nenek Zing." ucap Yan memperkenalkan istrinya.
"Halo nenek." sapa Bima.
"Halo, salam kenal." jawab Zing menyambut ramah.
"Wah! sudah Sepuh tapi masih sesehat ini ya!" ucap Bima kagum.
__ADS_1
"Hahaha...makan sehat dan olahraga itu kuncinya nak." ucap Zing tertawa geli.
"Ada benarnya juga." ucap Bima mengangguk paham.
"Kamu tau kenapa kakek memintamu kemari?" tanya Yan.
"Kakek mau memberi warisan kan?" jawab Bima bangga.
"Hahaha! kamu sudah dapat bocoran! dasar!" ucap Yan tertawa geli.
"Hehehehe...." Bima terkekeh pelan.
"Kamu mau menerima dua Titan tambahan?" tanya Yan mulai serius.
"Bisa aku lihat dulu kek?" tanya Bima balik.
"Baiklah, ayo keluar." jawab Yan beranjak keluar rumah diikuti Bima dan Zing.
"Deku! Roxy!" teriak Yan menyentuh tanah.
Woshhhhh...
Boommm...
Boommm...
Dua buah Titan dengan aura yang saling berlawanan muncul di hadapan mereka, ukuran yang sangat besar mencapai 400m membuat Bima takjub.
(Deku)
Deku si Dewa para Titan berwujud sosok burung garuda dengan elemen inti Halilintar, memiliki kelas yang sama kuatnya dengan Leo (1 tingkat lebih tinggi dari Leo).
(Roxy)
Sedangkan Roxy Dewa Titan Iblis, berwujud sosok pria bermuka tiga, bertangan enam memegang sebuah kendi penyegel, lonceng pengusir roh jahat, pedang dewa api, anak panah dewa api, dan bola api neraka. Elemen intinya adalah Api, kelasnya setra dengan Deku.
"Salam tuan." ucap keduanya bersamaan.
"Salam kalian aku terima." jawab Yan tegas.
"Bagaimana nak?" tanya Zing tersenyum puas melihat Bima yang takjub.
"Aku terima kek, nek!" jawab Bima cepat.
"Kalian berdua, perkenalkan, dia adalah Ashura Neilson Nara, Dewa Penguasa Jagat Raya, keturunan Clan Nara generasi terakhir yang akan menjadi tuan baru kalian!" ucap Yan.
"Salam yang mulia tuan besar!" ucap keduanya dengan cepat.
"Salam kalian aku terima! bagaimana? mau tidak jadi bawahanku?" tanya Bima.
"Saya bersedia yang mulia!" jawab Deku penuh hormat.
"Dengan senang hati yang mulia!" jawab Roxy tersenyum penuh kehormatan.
"Ayo lakukan kontrak." ucap Yan.
Bima pun melukai jempolnya, kedua Titan itu bergantian meminum darah Bima. Setelah 15 tetes darah, barulah tubuh ketiganya bersinar terang.
Deku dan Roxy dalam sekejap langsung naik tingkat ke ranah paling tinggi sebagai sebuah Titan. Kekuatan mereka tidak bisa di tandingi kecuali dengan Drago dan Bima.
Berbeda dengan Bima yang tidak mengalami peningkatan apapun itu, dia hanya merasakan kalau energinya bertambah besar saja. Setelah agak lama basa basi, Yan pun memulangkan Bima ke raganya, diikuti Deku dan Roxy yang masuk ke alam Surgawi.
Bersambung.....
__ADS_1