King Of Universe

King Of Universe
Bab 42


__ADS_3

Keesokan harinya, Bima membuka matanya, rasanya sudah mendingan namun dari perutnya Bima merasakan ingin muntah.


'Bob!' teriak Bima memanggil sistem.


[Diam bodoh! kalau mau muntah muntahkan saja! itu racun berbahaya]


Hoekkkk...


Bima memuntahkan banyak sekali cairan hitam yang bercampur dengan darah segar.


"Eh eh eh..kenapa bim?!" tanya Kevin panik.


Bima mengangkat tangannya dan kembali memuntahkan banyak sekali cairan hitam.


[Sudah! akhirnya selesai juga! haihhh...melelahkan! setelah ini tinggal pemulihat fisikmu saja bos!]


"Bunda mana?" tanya Bima.


"Yang mana?" tanya Kevin balik.


"Ibu sambungku." jawab Bima.


"Aku suruh pulang, kasihan *** berhari-hari dia tidur di luar demi tau kabar terbaru kondisimu." ucap Kevin.


"Kau panggil suster buat ganti kasur, aku mau bersih bersih." ucap Bima perlahan mencoba berdiri.


Bima membersihkan tubuhnya, berganti baju, lalu kembali ke tempat tidur yang sudah di ganti.


"Minum ***." ucap Bima merasa tenggorokannya kering.


"Nah..." ucap Kevin menyodorkan segelas air putih hangat.


Tak lama, dokter pun datang untuk mengecek keadaan Bima.


"Syukurlah, keadaan semakin membaik, semoga cepat sembuh." ucap Dokter.


"Iya dok." ucap Bima.


Setelah itu dokter pun pergi untuk mengecek kondisi pasien lain. Tak berselang lama, sarapan untuk Bima pun datang, karena belum nafsu makan, Bima pun tidak memakannya.


"Albert mau dateng sama ibumu." ucap Kevin.


"Ya." jawab Bima singkat.


'Kenapa kemarin mati lampu bos? perasaan di sini tidak ada lampu.' tanya Zhong.


'Kenapa ya? aku juga tidak paham.' jawab Bima juga bingung.


[Kalian di tidurkan sementara waktu supaya bos bisa regenerasi lebih cepat]


'Ooooo....' ucap Zhong paham.


'Bagaimana kondisimu bos?' tanya Kong.


'Wahhh sehat sekali Kong! lihat, aku saking sehatnya tidak bisa apa apa loh.' ucap Bima dengan nada kesal.


'Ck! kau juga bodoh! tanya itu yang agak berbobot.' ucap Zhong.


'Hehehehe...jangan marah begitu dong bos!' ucap Kong nyengir.


Pukul 09.00 Albert, Aurora, Tigers, Lia dan Ria datang untuk melihat kondisi Bima.


"Kok gak di makan?" tanya Aurora melihat sarapan untuk Bima belum di makan.


"Belum nafsu bun, perut masih kembung." jawab Bima.


"Bunda suapin ya, biar kamu cepet sembuh." ucap Aurora.


"Nanti aja bun, takutnya malah muntah kayak tadi." jawab Bima.


"Emang muntah tadi?" tanya Tigers pada Kevin.


"Iya, cairan item, baunya busuk." jawab Kevin.


"Gak usah di paksa bun, nanti biar kalau laper aja." ucap Tigers.

__ADS_1


"Ya udah deh." ucap Aurora menyerah.


[Kau bisa regenerasi sendiri kan bos? aku mau turu sebentar, sekalian evolusi]


'Ya.' jawab Bima.


"Gimana dadanya? masih nyeri?" tanya Aurora.


"Dikit bun, lengan yang kerasa banget." jawab Bima.


"Hampir putus! gimana gak nyeri!" ucap Kevin.


"Parah banget." ucap Aurora.


"Lengan hampir putus, terus dada ketusuk besi, sama tulang kaki remuk semua. Makanya dia kritis seminggu lebih, belum lagi racun racun yang bersarang di tubuhnya. Udah parah dari lama sebenarnya, cuma baru ketahuan sekarang." ucap Kevin.


"Bahaya banget kamu nak, lain kali jangan nekat ah! bunda gak mau kamu kayak gini lagi." ucap Aurora memarahi Bima.


"Di tantang kok, ya Bima ladenin." jawab Bima.


Tok..tok..tok...


Tiba tiba pintu ruangan di ketuk, Tigers membuka kan pintu ruangan dan masuklah teman teman Bima, Diana beserta suami, Brian beserta sang istri, dan Billy serta Alena.


"Udah bisa ngomong ya?" tanya Diana senang melihat perkembangan Bima.


"Separah itu lukanya kemarin?" tanya Aurora.


"Iya, ini rontgen nya, nekat banget emang anaknya." jawab Diana menyodorkan sebuah map berisi rontgen dada, kaki, dan lengan Bima.


"Ihh! ngerinya nak!" ucap Aurora merinding.


"Nih, tadi bunda beliin buah buahan buat kamu, tadi juga nenek kamu bawain salad buah." ucap Diana menaruh sekeranjang buah buahan dan satu box salad buah di atas meja.


"Buat aku mana?" tanya Kevin.


"Nih, buat kak Kevin, bubur ayam sama es teh." jawab Brian mengerikan kantung kresek berisi bubur dan segelas es teh.


"Gak papalah, buat ganjel perut." ucap Kevin menerimanya.


"Kau mau buah? ambilah, santai aja." ucap Bima.


"Ya udah." ucap Bima santai.


Bima melamun menatap plafon ruangan menghiraukan pembicaraan antara dua ibu yang bergosip.


'Bos! ada paket!' ucap Kong.


'Lah! emang bisa kurir sampai situ?' tanya Bima bingung.


'Iya juga!' jawab Kong ikut bingung.


'Mungkin dari tuan Alvin bos.' ucap Leo.


'Bukalah Kong.' ucap Bima.


Kong membuka paket itu, ternyata yang ada di dalam kotak kecil itu adalah Aron dan Amon.


'Akhirnya sampai juga!' ucap Amon.


'Ada apa?' tanya Leo.


'Mengumumkan pernikahan Bima dengan Aulia si Ratu Roh Sihir.' jawab Aron.


'Bos! nasibmu selalu baik! lihat! kau dapat jodoh sosok yang paling aku kagumi selama ini! woooo!' teriak Kong histeris.


'Diam bodoh! bos sedang istirahat.' ucap Dexter.


'Kami akan tunggu sampai kau pulih, setelah itu kita lakukan ritual pembukaan segel, penyerapan batu Nirwana, dan berlatih tipis tipis.' ucap Aron.


'Bisakah kalian diam dulu? aku butuh ketenangan.' ucap Bima.


'Ah, maaf ya, jadi mengganggu.' ucap Amon.


Setelah itu Bima lanjut melakukan ritual regenerasi tubuhnya yang kemungkinan akan membutuhkan waktu agak lama.

__ADS_1


"Dia sedang apa?" tanya Riski menunjuk Bima yang duduk dalam posisi lotus.


"Regenerasi tubuh, dia harus secepatnya pulih supaya bisa menerima hadiah dari perjuangannya selama ini." jawab Albert menatap Bima dengan tatapan kagum.


"Hadiah apa?" tanya Riski penasaran.


"Di bukanya segel kekuatan super dahsyat miliknya, perluasan maksimal kekuatan, dan dia mendapatkan satu jekpot yang akan menjadikan dia tidak tertandingi." jawab Albert.


"Kekuatannya di segel? yang benar saja!" seru Kevin kaget.


"Kau tidak menyadarinya?" tanya Albert aneh.


"Aku tidak ada akses ke sana, jadi aku tidak tau apa apa." jawab Kevin.


"Iya, kekuatannya di segel seluruhnya dan hanya menyisakan 1% saja. Dia berlatih mati matian kemarin, pagi, siang, sore, malam tidak ada jeda. Aku tau karena jiwaku dengan jiwanya memiliki ikatan khusus." ucap Albert.


"Aku selalu ingin melampauinya, tapi kenyataannya aku dengan dia tidak sebanding. Bagaikan langit dan bumi, jauh sekali." lanjut Albert.


"Kau terlalu cepat tidur untuk melampauiku bodoh." ucap Bima dalam mata masih tertutup dan posisi yang sama.


"Cih! kau fokus saja! tak usah ikut campur." ucap Albert kesal.


"Potion, beri aku potion." ucap Bima mengulurkan tangan.


Albert memberikan potion tingkat dewa dan langsung Bima minum sampai habis.


Boommm....


Sebuah ledakan aura yang sangat kuat langsung terjadi setelah Bima meminum potion pemberian Albert.


"Haihhh, parahnya!" gumam Bima lesu.


"Lama itu, sabar aja." ucap Kevin.


"Aku pergi sebentar." ucap Bima langsung hilang begitu saja membawa infusnya.


"Kemana dia?" tanya Kevin panik.


"Tenang saja, ada perlu di alam Surgawi." jawab Albert.


Bima muncul di alam Surgawi, dia memanggil Drago untuk segera datang.


Woshhhh...


Groahhhhhh....


Aura yang super dahsyat muncul dibarengi kedatangan Drago dalam wujud aslinya.


"Salam..." ucap Drago menunduk.


"Mari ikat kontrak, aku butuh banyak suplay energi." ucap Bima.


"Baik." jawab Drago.


Bima melukai jempolnya lalu terbang meneteskan darahnya yang langsung di tadahi oleh mulut Drago. Total 150 tersebut darah yang di butuhkan untuk mengontrak Drago.


Woshhh...


Tubuh Bima bercahaya beberapa saat, sampai akhirnya dia kembali mendarat dengan mulus. Tubuh Drago juga bersinar karena melakukan evolusi dadakan. Evolusi kali ini tidak menimbulkan banyak perbedaan, hanya kekuatan dan auranya yang berlipat hingga 10x.


"Aku akan tinggal di balik bukit, panggil aku kalau di butuhkan." ucap Drago terbang ke belakang bukit.


"Hahhhh! akhirnya bisa Vit kembali!" teriak Bima lega.


"Tidak masuk di akal!" ucap Leo takjub.


"Paman tunggu beberapa hari lagi ya, aku butuh penyesuaian." ucap Bima.


"Iya, santai saja." jawab Aron.


Bima pun kembali ke ruangannya dengan fisik yang sudah Vit.


"Gila! dah sembuh aja *** dia!" seru Riski kagum.


"Cuma butuh suplay energi tambahan aja." ucap Bima.

__ADS_1


"Gak masuk di akal ***!" ucap Riski.


Bersambung....


__ADS_2