
Bima dan Silvia asik menonton TV di Gazebo sembari mengawasi kawan-kawan yang sedang fokus berlatih. Keduanya juga beberapa kali saling cerita dan bermesraan, sampai akhirnya Wilson, Andi, Leon, Alena, dan Billy datang menghampiri Bima di Gazebo.
"Bagaimana? sudah lumayan?" tanya Billy menepuk pundak Bima.
"Belum kek, masih sakit banget." jawab Bima tersenyum tipis.
"Parah sekali?" tanya Billy pada Andi.
"Iya ayah, punggungnya luka 30cm dalam sekitar 5-6cm, kepalanya bocor parah, tulang rusuk kirinya beberapa patah, sama pahanya bolong tembus." jawab Andi menunjukkan beberapa foto luka Bima saat sedang di tangani di Asosiasi kemarin malam.
"Terus sekarang? kamu gak mau ke rumah sakit saja? nanti takutnya infeksi." tanya Alena.
"Gak nek, enakan di sini. Lagian Bima udah minum beberapa potion untuk membantu pemulihan tubuh Bima." jawab Bima santai.
"Parah sekali memang." gumam Billy saat melihat luka luka Bima di ponsel Andi.
"Patah tulang kamu sudah sembuh?" tanya Leon.
"Nyambung sih sudah paman, kalau untuk sembuhnya itu belum total. Tubuh Bima masih fokus ke punggungnya yang bisa di bilang sangat sangat parah." jawab Silvia.
"Waduh, sangat parah ya." gumam Leon tidak menyangka akan jadi seperti ini.
"Santai saja paman, aku yang ngerasain aja santai kok." ucap Bima mengibaskan tangannya sambil meringis kesakitan karena semua persendiannya terasa mau remuk.
"Aku mau menemui ibumu dulu, mungkin beberapa hari ke depan kami akan menginap di sini." ucap Andi.
"Baik paman." jawab Bima mengiyakan.
Mereka pun pergi masuk ke dalam basecamp menemui Berliana yang sedang asik mengobrol dengan para istri kakak kakaknya.
"Yang, buatin pisang goreng dong. Sepet ngopi kalau gak ada gorengan." ucap Bima.
"Dikit aja ya." ucap Silvia.
"Iya, setandan aja gak papa." jawab Bima.
"Ngawur!" ucap Silvia berjalan pergi meninggalkan Bima.
Bima tersenyum senang melihat perut istrinya yang sudah mulai membesar dan tubuh Silvia yang sudah mulai terisi. Bima menengok ke arah kawan-kawan nya yang sedang beristirahat sembari mendengarkan petunjuk Kong dan Zhong.
"Kalau cuma latihan gak bakalan meningkat mereka ini." gumam Bima.
[Selang seling saja bos, paksa tim Junior masuk ke portal tingkat tinggi. Jangan cuma berani di kelas SSS kebawah]
"Besok sabi kali ya." gumam Bima.
[Ya jangan besok juga bos! perhatikan keadaanmu juga! bodoh!]
Bima terkekeh geli lalu fokus menonton TV yang masih saja menayangkan berita tentang 20 portal yang hilang dan guild The Devil's Crew.
Saat sedang asik menonton TV, Bima sedikit melihat beberapa gerakan kawan-kawan nya yang menurutnya penuh dengan celah.
__ADS_1
"Kong! kemari!" panggil Bima.
Kong langsung berlari menghampiri Bima.
"Gerakan ajaran siapa itu bodoh?! penuh celah! power busuk! kecepatan sangat lambat!" ucap Bima memarahi Kong.
"Benarkah? aku mengikuti buku ini bos." ucap Kong memberikan kitab kuno teknik bertarung tangan kosong.
"Orang bodoh mana yang menulis kitab busuk ini? sudah! kau latih mereka pakai teknik yang biasa aku gunakan saja. Itu lebih mudah di pelajari. Kau ajari mereka beberapa pengetahuan tentang skill juga." ucap Bima.
"Baiklah bos." jawab Kong kembali ke tempat Zhong.
[Kitab bodoh ini bakar saja bos! sesat!]
"Siapa sih yang buat! anjink!" gumam Bima membakar kitab yang tadi Kong berikan.
Tak lama, Silvia pun datang memberikan sepiring pisang goreng.
"Aku di panggil mamah, kamu sendirian di sini gak papa kan?" tanya Silvia.
"Gak papa." jawab Bima menganggukkan kepala.
"Ya udah, aku ke dalem dulu ya." ucap Silvia mencium pipi Bima lalu pergi masuk ke basecamp.
Bima memakan pisang goreng buatan Silvia sembari menonton TV.
'Kemarin itu dapet bayaran berapa ya?' batin Bima baru ingat.
[Tanya pada sekertaris sekaligus bendahara mu bos, dia pasti menerima semua bayaran dari Asosiasi]
Sampai akhirnya jam makan siang pun datang, Bima yang di bantu Kevin dan Rizal pergi ke ruang makan untuk melaksanakan makan siang bersama.
'Njirr lah! sendi ku kerasa remuk semua bob! babik!' ucap Bima dalam hati dengan wajah merah menahan rasa sakit.
[Bagaimana tidak remuk! 20 portal kau babat dalam satu hari! nikmati saja!]
'Sial!' ucap Bima kesal.
"Kenapa sayang?" tanya Silvia khawatir.
Bima menggelengkan kepala dengan perlahan lalu lanjut makan dengan sangat hati-hati.
'Buat ngunyah aja satu badan nyeri! arghhh!' teriak Bima sangat kesal.
'Di minum potion yang aku berikan kemarin. Itu dapat membantu pemulihan tulang dan sendi mu.' ucap Smith.
'Baik paman.' jawab Bima.
"Aku suapin aja ya." ucap Silvia mengambil piring makan Bima.
"Jangan lebay, gitu doang!" ucap Henry.
__ADS_1
Bima menatap Henry tajam, ingin sekali dia memukuli kakaknya itu sampai berdarah-darah.
Plakk...
"Tidak usah memancing kegaduhan! kau masih payah! cepat makan! setelah ini kalian berdua! sampah bodoh! bajingan tengik!" ucap Kong memukul Henry penuh amarah.
"Kami masih sakit." ucap Henry.
Buaghhhh...
"Ucapkan sekali lagi! mulai hari ini kesabaran ku sudah habis ya sialan! tidak ada lagi yang namanya cuti atau libur! kalau belum sekarat tidak ada yang boleh izin!" teriak Kong memukul pipi Henry dengan sangat keras.
"Jangan terlalu keras, mau bagaimana pun kau hanyalah hewan." ucap Albert datar.
Woshhhhh....
Bima yang sedari tadi diam menahan rasa sakit langsung mengeluarkan aura penguasa dengan kekuatan 50% yang langsung membuat semua orang muntah darah sangat parah.
"Hentikan bos! pikirkan lukamu!" ucap Kong yang tidak merasakan apapun.
Bima menarik kembali auranya dan pergi dengan tertatih dari ruang makan.
"Itu hanya 50%, kau itu adiknya, dia yang menyelamatkan mu dari sekte hitam. Dia juga yang membantumu membangkitkan mata sialan itu. Tapi sekarang kau sudah mulai membangkang ya? apa dasarmu mulai berani membangkang dari Tuan Besar?" ucap Kong mencengkram kerah Albert.
"Come On bro! jangan membuat perpecahan di sini! kita memiliki misi!" ucap Zhong berdiri di bangku Bima sembari mengecek keadaan Silvia yang syok berat.
"Sialan! kami ini memang hewan, tapi asal kalian tau, permasalahan bos tidak ada yang bisa memahami kecuali kami. Walaupun kami hanya hewan, tapi kami memiliki otak dan hati nurani yang jauh lebih baik dari kalian kalian! manusia yang hanya bisa memanfaatkan! tidak bisa memahami sesama!" ucap Kong sinis.
"Kong! sudahlah! waktu kita tidak banyak bodoh!" ucap Zhong melakukan penyembuhan di perut Silvia.
"Cih! manusia!" ucap Kong melompat ke tempat Zhong untuk ikut membantu penyembuhan di perut Silvia.
10 menit kemudian, Zhong dan Kong pun selesai melakukan penyembuhan di perut Silvia.
"Nyonya, jaga pola makanmu, jangan banyak makan di luar. Anda harus perhatikan kandungan anda yang menjadi satu-satunya alasan Bos masih memiliki nafsu hidup." ucap Zhong.
Pletak...
"Jangan bocor bodoh!" ucap Kong menjitak Zhong dengan kesal.
"Bercanda nyonya! hahaha....pokoknya anda harus semangat ya! rawat kandungan anda, jangan terlalu kelelahan. Sudahi membantu memasak, cukup masak untuk suamimu dan 1-2 menu untuk mereka." ucap Zhong.
"Aku paham." ucap Silvia tersenyum.
"Baiklah, cepat selesaikan makan kalian! aku tunggu di luar 15 menit! telat satu detik aku hukum push up 200x!" ucap Zhong berjalan keluar bersama Kong.
Mereka pun dengan cepat menyelesaikan makan siangnya lalu bergegas pergi ke halaman belakang. Sedangkan Bima, dia duduk sila di balkon kamar untuk memulihkan kondisi tubuhnya.
'Sebentar lagi, mungkin beberapa tahun lagi. Aku sangat tidak sabar.' batin Bima tersenyum.
[fokus bodoh!]
__ADS_1
Bima tersenyum lalu kembali memulihkan diri, Bima menggunakan energi alam, energi Dewa, dan elemen Kayu untuk memulihkan seluruh luka di tubuhnya.
Bersambung.....