King Of Universe

King Of Universe
Arc 2 Bab 112"


__ADS_3

Keesokan harinya, Bima bersama Albert pergi berdua ke dimensi tempat Yan tinggal dahulu. Bima membangun sebuah tugu peringatan kematian dari roh spiritual pendiri clan Nara.


Setelah berdoa untuk mendiang Yan dan istrinya, Bima dan Albert pun istirahat di gubuk tua tempat Yan dan istrinya tinggal dahulu.


"Kau sudah pernah bertemu dengannya?" tanya Bima.


"Belum kak, memang kau sudah?" tanya Albert balik.


"Sudahlah, makanya aku buat tugu peringatan di dimensi ini." jawab Bima sambil menyulut rokoknya.


"Bagaimana sifatnya? aku mau tau." tanya Albert sangat penasaran.


"Dia seperti kakek tua biasanya, cuma auranya berbeda. Lebih pekat dan mengerikan, kalau kau pernah merasakan aura ayah ketika sedang marah besar di peperangan, persis seperti itu. Tapi di balik aura mengerikan itu, dia adalah kakek yang sangat baik dan penyayang." jawab Bima mulai bercerita.


"Dialah yang buat pikiranku terang, dia yang buat aku terus bersyukur apapun yang aku terima. Dia yang menyadarkan aku dari sifat rakus dan gila akan kesempurnaan, dia sangat spesial di hidupku. Entahlah kalau dia tidak datang waktu itu, hahaha...." lanjut Bima tertawa mengingat kedatangan Yan saat dia melamun di taman sore hari dulu.


"Kau beruntung bisa melihat leluhur kita, kau memang spesial kak." ucap Albert tersenyum bangga.


"Tidak ada yang sepesial, semua ini sudah ada jalannya, jadi jangan berkecil hati saat kau melihat saudaramu menerima sebuah hal luar biasa. Kau harus yakin, kalau kau juga bisa menerima hal luar biasa itu dengan kerja kerasmu." ucap Bima menepuk punggung Albert.


"Iya, aku paham." jawab Albert menganggukkan kepala dengan rasa kagum pada kakaknya itu.


"Sudah, ayo pulang, nanti bunda nyariin." ajak Bima beranjak pergi.


"Baiklah." jawab Albert mengikuti Bima.


Keduanya pun kembali ke Kerajaan Valhalla karena hari sudah sore. Sesampainya di Kerajaan, Bima langsung pergi ke kamarnya untuk mandi.


[Bos]


"Apa?" jawab Bima saat sedang memakai pakaiannya.


[Kau sudah menerima Wahyu?]


"Sudah, memang kenapa?" tanya Bima.


[Hebat! kau dewa satu satunya yang mampu berbicara dengannya secara langsung! kau sangat luar biasa bos!]


"Jelasss!" jawab Bima sombong.


[Aku jadi paham dengan perintahmu kemarin, hahaha...]


"Telmi banget!" ucap Bima sambil berjalan keluar kamar karena sudah selesai berpakaian.


[[Status


Nama: Abimanyu Abraham (Ashura Neilson Nara)


Usia: 100+ Juta Tahun


Title: Pemilik Sistem, Sang MahaDewa Agung, Penguasa Jagat Raya, Dewa Neraka, Penerima Wahyu Ketentraman


Job: All Mastered


Kultivasi: Penguasa Jagat Raya (Max)


Level Hunter: Max (Bebas memakai kelas apapun)


STR: ∞


AGI: ∞


DEF: ∞


VIT: ∞


Elemen: Api, Air, Angin, Tanah, Petir, Kayu, Cahaya, Kegelapan


Teknik:


-Karate


-Taekwondo


-Void Sword


-Dual Sword


Skill:


-Death Stab


-Wind Slash


-Dragon Fire Of Death


-Thunder Strom


-Lighning Dragon


-Black Fire Ball


-Doubel Fire Slashes


-Giant Wood Man


-Spesial Giant Wood Man


-Destroyer Giant


-Susano'o

__ADS_1


-Perfect Susano'o


-Special Susano'o


-Ashura Susano'o


-Indra Susano'o


Beast Spirit:


-Rubah ekor 9


-Gorilla Putih


-Naga Azure


-Naga Penguasa Elemen


-Naga Penguasa Alam Semesta


-Naga Penguasa Langit ke 7


-Gagak Ilusi


Titan:


-Grock


-Deku


-Roxy


-Lexsus


Mode:


-Mode Chakra (Energi)


-Mode Six Path


-Mode Bankai


-Mode Abyss


-Mode Penguasa


-Mode Dewa Neraka


-Mode Dewa (Wujud asli Bima)


Roh Spiritual:


-Naga Emas Penguasa Langit ke-7


Total persentase kekuatan: 1.000.000%


Kekayaan: Rp 3.000.000 triliun


Inventori:


-Pedang Kaisar Neraka


-Pedang Raja Surgawi


-Trisula Naga Azure


\=>Shop


\=>Gacha]


Saat sedang asik makan malam di ruang makan, tiba tiba Bima di suguhkan statusnya.


"Uhuk...uhukk..." saking kagetnya Bima terbatuk sampai sedikit mengeluarkan darah ketika melihat statusnya.


Jennifer yang melihat bercak darah di telapak tangan Bima langsung panik bukan main.


"Kamu kenapa?!" tanya Jennifer dengan wajah sangat panik.


'Sialan! kenapa bisa jadi sejuta bob!' teriak Bima sangat kaget.


[Itulah keistimewaan Wahyu yang kau terima bos hehehe....]


'Wowww!' ucap Kong benar-benar takjub.


"Bubuy! kamu kenapa?!" tanya Jennifer menggoyangkan tubuh Bima dengan air mata mulai mengalir.


"Hem? apa? aku gak ngapa ngapa." jawab Bima tersadar dari rasa kagetnya.


"Kamu batuk darah buy! kamu kenapa?! jujur!" ucap Jennifer menunjuk telapak tangan Bima.


Bima melihat telapak tangannya dan kaget, Bima langsung mengelap telapak tangannya sambil nyengir.


"Kau kenapa lagi kak?" tanya Albert datar.


"Apa sih? aku tadi cuma tersedak tulang, jangan berlebihan." jawab Bima santai.


"Minum!" ucap Jennifer menyodorkan segelas air putih pada Bima dan langsung diminum oleh Bima sampai habis.


"Hahhhh....legaaa!" ucap Bima tersenyum lega.


"Ayah hati hati ya kalau makan, nanti tersedak lagi." ucap Adel.

__ADS_1


"Iyaaa...." jawab Bima tersenyum.


Setelah itu suasana pun kembali tentram, mereka makan malam dengan di selingi perbincangan ringan. Selesai makan, Bima pun pergi ke taman Kerajaan untuk merokok santai.


Saat sedang asik merokok, Bima di datangi oleh Henry yang ingin sekali berbincang-bincang dengan Bima secara empat mata.


"Kamu sendirian saja?" tanya Henry langsung duduk di samping Bima.


"Iya, yang lain tidur duluan." jawab Bima sambil menghisap rokoknya.


Hening...


Tiba tiba suasana menjadi canggung karena mereka berdua benar-benar bingung ingin mengambil topik soal apa.


"Kau siapa?" tanya Bima spontan.


[Arghhhh! sialan! mentang mentang tidak ada topik kau jadi lupa ingatan! bos! kau sangat bodoh!]


'Aku harus apa bob! kita baru kenal kemarin bodoh!' ucap Bima kesal.


[Tanyalah apa kesibukannya beberapa hari belakangan ini! tanya tentang asmara! atau apapun itu! bebas bodoh! dia kakakmu! kenapa harus canggung!]


"Maaf maaf, aku terlalu tegang hehehe..." ucap Bima menggaruk tengkuknya.


"Tidak apa apa, santai saja." jawab Henry terkekeh pelan.


"Oh ya, apa kesibukanmu belakangan ini?" tanya Bima.


[Yaa! begitu!]


"Apa ya? aku belakangan ini hanya sibuk berlatih sih. Sebenarnya sedang mengejar mode Bankai, tapi kakek Fergie terlanjur datang, jadi terpaksa aku hentikan terlebih dahulu." jawab Henry.


"Kau masih belum dapat mode itu?" tanya Bima kaget.


"Iya hehehe...aku terlalu sibuk mengambil misi untuk bertahan hidup, jadi tertinggal soal kekuatan." jawab Henry.


"Kau itu sebenarnya punya potensi kak, cuma kau terlalu payah." ucap Bima blak-blakan.


"Iya hehehe...aku tidak bisa kalau harus mengerjakan beberapa hal secara bersamaan. Aku sudah berkali-kali mencobanya, tapi selalu gagal karena terus hilang fokus." jawab Henry.


"Kalau kau mau besok lusa ikut aku ke Bumi, aku akan membantumu meraih mode itu." ucap Bima.


"Boleh sih, aku ikut." jawab Henry.


"Baiklah, besok lusa kita berangkat bersama yang lain." ucap Bima.


Keduanya terus berbincang-bincang, kali ini tidak ada rasa canggung di antara mereka, keduanya lebih los saat berbincang-bincang, bukan seperti orang asing lagi.


Lumayan lama mereka berbincang-bincang, sampai akhirnya Henry memutuskan untuk tidur terlebih dahulu. Bima yang juga sudah bosan di sana pun ikut pergi ke kamar beberapa menit kemudian.


"Bubuy dari mana?" tanya Jennifer langsung memeluk Bima saat dia merebahkan tubuhnya di kasur.


"Loh, kamu belum tidur?" tanya Bima kaget.


"Hehehe...aku susah tidur kalau gak peluk kamu." jawab Jennifer mempererat pelukannya.


"Dah bobok ya, besok harus beres beres barang." ucap Bima membalas pelukan Jennifer.


"Emang mau kemana?" tanya Jennifer heran.


"Lusa mau balik ke Bumi, aku kangen." jawab Bima.


"Kangen siapa?! hah!" tanya Jennifer mencengkram kerah baju Bima kencang.


"Aku kangen pacar aku dong." jawab Bima memainkan alisnya.


Plak..


"Sekali lagi coba!" ucap Jennifer menampar mulut Bima lumayan keras.


"Bercanda! aku tuh kangen rumah sayangg.." jawab Bima memeluk Jennifer erat.


"Lepasss! ish!" ucap Jennifer keluar dari pelukan Bima dan menjauh sampai pinggir kasur dengan wajah cemberut.


"Sini peluk..." ucap Bima terkekeh geli.


"Ogah banget! kamu peluk aja mantan kamu! hemphh!" jawab Jennifer membalikkan badan dan menutup tubuhnya dengan selimut.


"Ya udah, akhirnya bisa tidur bebasss..." ucap Bima memeluk gulingnya dan membalikkan badan untuk tidur.


Bug..


Bug..


Bima di pukuli oleh Jennifer dengan guling, wajah Jennifer juga menunjukkan kecemburuan yang sangat dalam.


"Bubuyyy!" rengek Jennifer dengan wajah cemberut.


"Apa sih? tadi katanya mau bobok!" ucap Bima terkekeh geli.


"Jahat! bubuy jahat!" ucap Jennifer mencubit badan Bima berkali-kali.


"Ampun yang! ampun!" teriak Bima dengan tawa geli.


Jennifer pun menghentikan cuitannya dan memeluk Bima dengan sangat erat. Jennifer menyembunyikan wajahnya di dada Bima.


"Sana sana, katanya ogah aku peluk." ucap Bima masih menggoda Jennifer.


"Bubuyy!" teriak Jennifer ketus.


"Hahahaha..." Bima pun tertawa geli dan membalas pelukan Jennifer dengan gemas.

__ADS_1


Akhirnya keduanya pun tertidur pulas setelah sedikit bercanda tadi.


Bersambung....


__ADS_2